Digital Ekonomi umum
( 1143 )BI Dorong Ekonomi Digital Via FEKDI
Bank Indonesia akan menggelar Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Upper Hills Convention Hall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (9/4) besok.
Direktur BI Sulsel, Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan itu digelar sebagai perwujudan dari upaya digitalisasi sistem pembayaran di wilayah Sulawesi Selatan. Ia optimistis, festival ini dapat mengembangkan digitalisasi pembayaran ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulsel.
Pada kesempatan sama, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ali Afthan menjelaskan secara teknis acara FEKDI nantinya. Kegiatan itu akan dihadiri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan kepala daerah di 25 kabupaten/kota di Sulsel.
Selain kepala daerah, pihaknya juga akan mengundang Pentahelix atau yang memiliki peran diantaranya Akademi, Bisnis, komunitas, pemerintah dan media. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Ovo hingga Tokopedia.
Transaksi Digital Banking Rp 32.200 T
JAKARTA – Sebanyak 16 kementerian dan
lembaga (K/L), 14 industri keuangan, dan
sejumlah asosiasi sepakat bersinergi memperkuat
dan mengakselerasi ekosistem ekonomi dan
keuangan digital (EKD) di Indonesia. Dengan
penguatan sinergi tersebut, transaksi digital
banking diproyeksikan tumbuh 19% dari Rp
27.000 triliun pada 2020 menjadi Rp 32.200 triliun
tahun ini, transaksi e-commerce melonjak 33%
dari Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun, dan
transaksi uang elektronik naik 32% dari Rp 201
triliun menjadi Rp 266 triliun.
Komitmen sinergi penguatan
ekosistem ekonomi dan keuangan
digital tersebut ditandai dengan
Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 serta
Peluncuran Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD),
Senin (5/4/2-21). Acara yang digelar
virtual ini dihadiri oleh Menko
Perekonomian Airlangga Hartarto,
Gubernur Bank Indonesia Perry
Warjiyo, Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati, Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan
Menteri Komunikasi dan Informasi
Johnny G Plate.
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan pentingnya sinergi untuk
memperkuat ekosistem ekonomi
dan keuangan digital (EKD) di Indonesia. Melalui penguatan sinergi
tersebut, transaksi di e-commerce
pada 2021 ini diproyeksikan akan
tumbuh sekitar 33% menjadi Rp 337
triliun tahun ini. Transaksi uang
elektronik diproyeksikan naik 32%
dari Rp 201 triliun di 2020 menjadi
Rp 266 triliun di 2021.
Empat Pilar
Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto menyatakan, pemerintah
telah menyiapkan kerangka strategi
nasional ekonomi digital. Hal ini
bertujuan untuk mewujudkan visi
utama yaitu pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan dan inklusif
dengan optimalisasi di sektor digital.
Kerangka strategi tersebut disusun
dengan memperhatikan kompleksitas dan keterkaitan berbagai kebijakan antar-otoritas serta kebutuhan
para pemangku kepentingan baik di
pusat maupun di daerah.
Ekonomi digital diharapkan
mampu memberikan kontribusi
signifikan menjadi enabler dalam
menciptakan berbagai peluang
kerja baru, pendorong peningkatan
produktivitas, mengurangi kesenjangan sosial, serta mendukung
peningkatan investasi.
Kerangka strategi ekonomi digital
didukung oleh empat pilar utama yang
dipetakan sesuai dengan prioritas nasional dan program-program unggulan
pemerintah. Pilar pertama adalah
pengembangan sumber daya manusia
(SDM) khususnya talenta digital yang
memiliki keterampilan dalam sains
dan teknologi. Pilar kedua adalah
infrastruktur digital dan infrastruktur
fisik yang kuat yang dibutuhkan untuk
meningkatkan arus ekonomi serta
menciptakan peluang kerja di kedua
sektor tersebut. Pilar ketiga adalah penyederhanaan
berbagai birokrasi melalui kebijakan
aturan dan standar yang mendukung
dan mengurangi hambatan inovasi.
Pilar keempat adalah riset dan inovasi
digital yang diperlukan untuk menghasilkan nilai tambah industri dan mengurangi ketergantungan SDA serta
mendorong transformasi ekonomi.
(Oleh - HR1)
OJK Menyiapkan Aturan Digitalisasi Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menyusun blueprint tranformasi digital perbankan tahun 2021. Tujuannya adalah memberikan kerangka kerja mendorong inovasi perbankan namun tetap menjaga industri perbankan tetap berjalan kondusif.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat mengatakan, blueprint tranformasi digital tersebut pada intinya akan mencakup lima aspek yakni data, kolaborasi, manajemen risiko, teknologi dan tatanan institusional yang dilengkapi dengan pilar dukungan terhadap inovasi.
OJK juga akan menyesuaikan regulatori framework yang berfokus pada pengembangan pengaturan, perizinan dan pengawasan agar dapat mendukung transformasi digital yang dilakukan bank.
Pengaturan lebih lanjut juga akan lebih mengacu pada principle based yang akan memperkuat tanggung jawab perbankan mengatur sistem manajemen dengan pengawasan internal secara mandiri. Kemudian, OJK akan melakukan tranformasi perizinan sebagai upaya percepatan, ketepatan proses.
Ketua Bidang Operation, Technologi and Regulated Reporting Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Indra Utoyo mengatakan, transformasi regulasi itu perlu karena tren digital menuntut kolaborasi antar industri. Sehingga jumlah data nasabah yang diakses semakin banyak. Ancaman kejahatan siber yang berfokus pada data pribadi berpotensi meningkat.
Sukses Tanto Intim Line Maksimalkan Layanan Berbasis IT
Perusahaan pelayaran PT Tanto Intim Line atau Tanto Shipping menandai perayaan Hari Ulang Tahun ke-50 dengan memaksimalkan layanan berbasis Informasi Teknologi (IT) dan memerluas trayek atau rute pelayaran hingga menjadi 35 trayek dengan 33 cabang
Penerapkan teknologi SMS Release Order (RO) dan Sistem Informasi Kontainer Online, saat ini sudah menjadi andalan Tanto dan konsumen. Lewat SMS RO. pelanggan lebih fleksibel dan hemat waktu atau uang dalam pengurusan dokumen.
Aplikasi baru juga diluncurkan dengan adanya Tanto Link atau T-Link. Aplikasi tersebut dapat mempermudah pekerjaan customer dalam berbagai hal. Mulai dari pengecekan jadwal kapal secara realtime, bookingkontainer, hingga tracking kontainer.
Shopee Gaet 180 Ribu UMKM Lokal untuk Ekspor ke Lima Negara
Perusahaan e-commerce Shopee telah menggaet 180 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mengekspor jutaan produk lewat kanal Kreasi Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global. Produk UMKM itu bakal diekspor ke lima negara tujuan.
Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo mengatakan sejak pandemi Covid-19 pada tahun lalu, permintaan ekspor untuk produk UMKM lokal cukup tinggi.
“Hingga saat ini, sudah ada 180 ribu UMKM lokal dengan 1,5 juga produk yang dipasarkan di lima negara,” kata Radityo, Kamis (1/4).
Tahun lalu juga, perusahaan menambah dua negara tujuan ekspor, yakni Thailand dan Vietnam untuk memperluas cakupan pasar UMKM ekspor. Hingga saat ini, total ada lima pasar ekspor produk UMKM lokal melalui Shopee, selain Thailand dan Vietnam, ada juga Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Shopee juga akan membekali UMKM binaan dengan materi seperti kiat-kiat sukses ekspor secara spesifik melalui Sekolah Ekspor.
Digital Banking Semakin Menggurita
Pemanfaatan teknologi digital di masa pandemi semakin berkembang termasuk di industri perbankan. Menurut data Bank Indonesia (BI), perkembangan transaksi digital sejatinya sudah mulai masif sejak tahun 2019 lalu. Namun, dengan adanya pandemi, tren tersebut semakin terakselerasi.
Transaksi e-commerce pada tahun 2020 diproyeksikan menembus Rp 253 triliun. Angka tersebut naik 23,11% year on year (yoy). Peningkatan transaksi digital juga terjadi pada penggunaan uang elektronik. Kedua hal itu praktis turut memicu transaksi perbankan digital alias digital banking yang diproyeksikan naik 19% menjadi Rp 32.206 triliun di 2021. (lihat tabel).
Gubernur Bl Perry Warjiyo menuturkan, volume transaksi digital banking per Februari 2021 sudah mengalami pertumbuhan sekitar 36,41% yoy menjadi 464,8 juta transaksi. Adapun nilai transaksi tumbuh 22,94% yoy menjadi Rp 2.547,5 triliun.
Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri bilang, aplikasi mobile banking sudah menopang sekitar 40% dari total volume transaksi e-channel. Hingga pertengahan Maret 2021, transaksi finansial melalui e-channel Bank Mandiri nilainya hampir Rp 700 triliun, atau meningkat 1496 yoy.
Kolaborasi Infrastruktur Global di Indonesia, Magnet Kuat Ekonomi DIgital RI
Bisnis, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air yang pesat menjadi pijakan utama Facebook bersama PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) dan Keppel Midgard Holdings Pte. Ltd. menggelar sistem komunikasi kabel bawah laut ke Indonesia. Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air dipandang telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penggunaan layanan digital secara serentak dan bisnis melalui kanal daring juga mampu menggerakan ekonomi digital domestik.
Bifrost merupakan sistem kabel bawah laut pertama di dunia yang langsung menghubungkan Singapura dengan Pantai Barat Amerika Utara. SKKL ini akan melewati Laut Jawa dan Laut Sulawesi. CEO Keppel T&T merasa senang dapat berkolaborasi dengan para mitra konsorsium untuk proyek SKKL Bifrost. Opsi pergelaran jaringan dengan skema ini merupakan langkah tepat untuk pemerataan. SKKL tersebut akan mendarat di empat titik. Menariknya, tiga dari empat titik tersebut berada di Indonesia Bagian Timur yaitu Papua, Manado, dan Kupang. Satu lagi berada di Batam.
Selama ini pelaku telekomunikasi mengeluh sulit membangun infrastruktur di Papua, karena tidak ada jaringan tulang punggung. Permasalahan ini sedikit teratasi dengan hadirnya SKKL. SKKL yang terbangun akan berguna sebagai sistem cadangan untuk mengantisipasi putusnya jalur yang berada di Jepang atau jalur konvensional. Operator telekomunikasi yang terlibat dalam pembangunan SKKL dapat menetapkan harga layanan yang lebih tinggi, karena secara kualitas mereka lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memasang satu jalur.
(Oleh - IDS)
2030, Pekerja Digital Indonesia Berkontribusi Rp 4.434 Triliun
Jakarta - AlphaBeta dan Google menerbitkann proyeksinya, dalam skenario yang dipercepat, pekerja dengan keterampilan digital di Indonesia dapat memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun (US$ 303,4 miliar) ke produk domestik bruto Indonesia (PDB) nasional pada 2030. Jumlah proyeksi yang sangat signifikan tersebut dapat mewakili sekitar 16% dari total perkiraan PDB Indonesia tahun tersebut. Hal tersebut erupakan temuan utama dari AlphaBeta dan Google dari laporan terbaru yang diluncurkan dengan tema 'Keterampilan untuk Masa Depan: Memperkuat Ekonomi dengan Meningkatkan Keterampilan Digital'.
Laporan tersebut mengukur besarnya nilai ekonomi dari keterampilan digital di Indonesia serta peran Google di dalamnya. Salah satu pesan utama tersebut bahwa perlu upaya untuk memaksimalkan peluang keterampilan digital di Indonesia. Sektor yang terdampak Covid-19 agar dapat memaksimalkan potensi tenaga kerjanya dengan keterampilan digital. Stakeholders perusahaan pun harus fokus di tiga area utama. Sementara itu, Google disebutkan telah berkontribusi banyak dalam meningkatkan keterampilan digital di Indonesia. Program digital skilling Google di Tanah Air telah melatih lebih dari 1,8 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tentang berbagai macam keterampilan digital. Untuk mendukung dan membantu UMKM, Google juga telah memberikan kredit iklan sebagai bagian dari komitmen globalnya senilai Rp 11,8 triliun (US$ 800 juta). Kredit diberikan kepada pebisnis kecil agar transaksi dengan pelanggan tetap lancar.
(Oleh - IDS)
Digitalisasi Perbankan Mengerek Penghematan
Bank Indonesia (BI) mencermati peningkatan efisiensi pada operasional perbankan di awal tahun. Lantaran perbankan melakukan penurunan biaya tenaga kerja dan biaya sewa akibat digitalisasi, yang masing-masing turun sebesar 3 basis poin (bps) year on year (yoy) dan 5 bps yoy hingga Januari 2021.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Pada tahun 2021 ini rasio BOPO akan diproyeksikan berada di kisaran 75%. “Strategi efisiensi yang dilakukan BRI terkait ini adalah melalui digitalisasi proses bisnis, dengan digitalisasi ini diharapkan proses bisnis akan semakin efisien dan efektif,” ujar Aestika kepada KONTAN, Rabu (24/3)
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menyatakan, pengelolaan operasional yang efisien dalam situasi ini dilakukan dengan optimalisasi transaksi. Melalui layanan perbankan digital dan transaksi nontunai sebagaimana yang tersedia di mobile banking dan internet banking.
Jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking terus bertumbuh pesat, yakni sebesar 50,7% yoy, rasio BOPO sebesar 63,45% sepanjang tahun 2020. Adapun BOPO BCA di 2019 tercatat sebesar 59,09%.
30 Juta UMKM Masuk Pasar Digital pada 2023
Pemerintah menargetkan 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah masuk pasar digital pada 2023. Untuk mencapai target itu, gerakan membeli atau belanja produk lokal terus digaungkan.
“Saat ini sudah 12 juta UMKM yang go digital (masuk pasar digital). Ditargetkan pada 2023 menjadi 30 juta UMKM,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka Jabar Culture and Tourism Festival (JaFest) 2021 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu(21/3/2021).
Menurut Teten, nilai transaksi ekonomi digital Indonesia terbesar di Asia Tenggara dan diproyeksikan mencapai Rp1.826 triliun pada 2025. Ini juga peluang bagi UMKM. Namun, baru 19 persen UMKM terhubung dengan ekosistem digital.
Pilihan Editor
-
Jalan Berliku Energi Ramah Lingkungan
25 Sep 2020 -
Membaik, Belanja Iklan Tembus RP 122 T
27 Aug 2020 -
Isu Kepemilikan Asing Kembali Mencuat
30 Jul 2020 -
Langsa Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang
14 Aug 2020 -
Bisnis Laptop Laris Manis di Masa Pandemi
13 Aug 2020









