Digital Ekonomi umum
( 1143 )Setoran Pajak Digital Tembus Rp 743 Miliar
Setoran pajak pertambahan nilai (PPN) di perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) hingga 14 Januari 2021, penerimaan dari PPN digital sudah tembus Rp 743 millar.
Catatan KONTAN, setoran yang berasal dari pajak konsumen sebesar 10% atas barang atau jasa digital tersebut telah bertambah Rp 127,64 miliar, atau tumbuh 17,16% dari posisi sebelumnya yakni Rp 616 miliar pada 23 Desember 2020.
Standard Chartered-Bukalapak Dorong Inklusi
Standard Chartered mengumumkan kemitraan dengan Bukalapak guna memajukan perbankan digital. Kemitraan ini diharapkan memberdayakan lebih dari 100 juta pengguna dan 13,5 juta penjual yang ada di dalam ekosistem Bukalapak. Kerja sama mencakup inovasi di bidang jasa keuangan dan e-dagang yang diharapkan mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam keterangan pers, Kamis (14/1/2021), menyatakan, perdagangan dan jasa keuangan merupakan aspek penting kesejahteraan masyarakat. “Partisipasi Standard Chartered di Bukalapak memperkuat jajaran pemegang saham dan mitra strategis kami, “ ujarnya. MKN)
Sebanyak 12 Juta UMKM Bakal Tehubung QRIS
Bank Indonesia (Bl) telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Termasuk memudahkan cara pembayaran lewat QR Code Indonesian Standard alias QRIS.
Gubernur Bl Perry Warjiyo mengajak perbankan untuk meningkatkan merchant yang tersambung, hingga 12 juta merchant. Angka tersebut mencapai dua kali lipat dari capaian di tahun 2020.
Perry optimistis, dengan terhubung QRIS, UMKM masuk ekosistem digital sehingga memungkinkan mereka untuk bertransaksi tanpa tatap muka. Digitalisasi UMKM ini membuat pembayaran cepat, mudah, aman, dan andal.
Menurut Perry, Bl akan terus berupaya dalam melakukan digitalisasi sistem pembayaran dengan menyambungkan transaksi digital perbankan dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin) lewat standardisasi Application Programming Interface maupun Bl Fast Payment 24/7 yang bisa dilakukan secara real time.
Keuangan Digital Tumbuh Pesat, Bank Indonesia Reformasi Aturan Sistem Pembayaran
Bank Indonesia (BI) menerbitkan regulasi baru yang mereformasi 135 ketentuan terkait sistem pembayaran menjadi satu yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/23/PBI/2020 untuk menyikapi pesatnya perkembangan ekonomi keuangan digital di Tanah Air.
Penerbitan ketentuan ini merupakan wujud implementasi dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang salah satu inisiasinya adalah mengintegrasikan pengaturan, perizinan, pengawasan, dan pelaporan yang diawali dengan reformasi pengaturan sistem pembayaran.
Secara umum, reformasi pengaturan diarahkan untuk menata kembali struktur industri sistem pembayaran, serta memayungi ekosistem penyelenggaraan sistem pembayaran secara menyeluruh yang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan digital.
Ekonomi Digital : Penyatuan Bakal Ubah Lanskap E-Dagang dan Transportasi Daring
Penyedia layanan transportasi daring dan pembayaran, Gojek, dikabarkan sedang dalam pembicaraan lanjutan tentang merger dengan pionir e-dagang Tokopedia. Jika terwujud, penyatuan keduanya dinilai bakal berdampak mengubah lanskap jasa transportasi daring dan e-dagang nasional.
Menurut Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, penyatuan Tokopedia dan Gojek akan membuka pintu bagi perusahaan hasil merger untuk memperluas bisnis dan menyediakan layanan yang lebih beragam. East Ventures adalah perusahaan modal ventura investor pertama Tokopedia. “Merger Tokopedia dan Gojek berpotensi membangun super-app lokal,” ujarnya saat dihubungi, Selasa.
Penggabungan memperkuat ekosistem yang telah dibangun masing-masing perusahaan. Gojek dapat memperkuat bisnis ritel dan logistik, sedangkan Tokopedia menguatkan layanan pengiriman instan.
Meskipun demikian, penyatuan perusahaan dapat memperlemah persaingan dan mengarah ke pasar duopoli lantaran kompetitor lain lebih sulit memperoleh pendanaan, khususnya di sektor e-dagang. Pemain e-dagang berpotensi akan mengerucut ke dua besar.
QRIS Kalsel Capai 53.716 Merchant
Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) terus alami pertumbuhan seiring digitalisasi transaksi terlebih di masa pandemi.
Di pengujung 2020, jumlah merchant QRIS secara nasional sebanyak 5.459.644 merchant dan di Kalimantan sebanyak 240.418 merchant atau 4,4 persen dari jumlah nasional. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8.48 persen dari Oktober 2020 yang tercatat sebesar 49.517 merchant.
Sementara, Transaksi Real-Time Gross Settlement (RTGS) di Kalsel pada November 2020 secara nominal mengalami kontraksi sebesar 7,50 persen, lebih rendah dibandingkan Oktober 2020 yang tumbuh sebesar 6.09 persen.
Selanjutnya transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada November 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 21,15 persen dan 21,70 persen apabila dibandingkan Oktober 2020. Hal ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi LNPRT menjelang Pilkada 2020.
Transaksi ATM Debet di Kalsel pada Oktober 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 20,91 persen dan 14,77 persen, transaksi kartu kredit secara nominal maupun volume pada Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen dan 32,7 persen bila dibandingkan dengan September 2020.
Digelar Virtual, Pameran Dagang Terbesar ke - 35 RI Catat Transaksi US$ 1,2 M
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan Trade Expo Indonesia ke-35 Virtual Exhibition (TEI-VE) 2020 telah dilangsungkan sebagai pemeran dagang virtual terbesar di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. TEI-VE 2020 yang berlangsung selama 10-16 November 2020 sukses membukukan transaksi prospektif sebesar US$ 1,2 miliar.
Agus menjelaskan, selama penyelenggaraannya, TEI ke-35 sukses menghadirkan 690 exhibitors atau pelaku usaha sukses dan sebanyak 7.459 buyers. Para buyers tersebut meliputi 3.352 buyers dari 127 negara mitra dagang dan 4.107 buyers lokal.
Lebih lanjut Agus merinci, total transaksi prospektif USD 1,2 miliar yang dicapai terdiri atas transaksi barang dan jasa, maupun investasi. Transaksi barang dan jasa tercatat senilai USD 1,1 miliar, sedangkan transaksi investasi mencatatkan nilai USD 110 juta.
“Trade Expo Indonesia ke-36 mendatang akan difokuskan pada penguatan produk yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan produk yang memiliki nilai tambah. Semoga kerja keras dan kerja tim yang sudah terjalin dengan baik seluruh pihak yang terlibat dapat terus ditingkatkan. Sampai jumpa pada TEI ke-36 tahun 2021 mendatang,” pungkas Mendag.
Telkom Tuntaskan Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia
PT Pertamina (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia. Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional.
Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi. Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.
Kolaborasi dua BUMN yang berbeda sektor ini dimulai sejak penandatanganan kerjasama digitalisasi SPBU sebagai tindak lanjut dari penugasan Kementerian ESDM kepada Pertamina untuk menggunakan sistem pencatatan penyaluran BBM subsidi secara elektronik sampai di ujung titik serah penyalur (nozzle). Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, program ini telah selesai diimplementasikan dan manfaatnya telah dirasakan oleh berbagai stakeholder terkait, masyarakat hingga pemerintah.
Telkom mendukung program digitalisasi SPBU Pertamina ini meliputi penyediaan inftastruktur telekomunikasi baik melalui jaringan fixed, mobile, dan satelit; penyediaan perangkat Electronic Data Capture (EDC); penyiapan 290 agen contact center dan 600 petugas lapangan untuk melayani pengaduan gangguan SPBU; serta pembuatan command center untuk memantau perangkat di SPBU secara proaktif.
Xendit Gandeng Shopee Pay
Xendit, perusahaan payment gateway di Indonesia, menjalin kerjasama dengan Shopee Pay. Xendit dapat menggunakan Shopee Pay untuk menerima pembayaran satu waktu (onetime payment). Juga menerima pembayaran berulang untuk berlangganan (subscription payments). “Proses integrasi ini sangat mudah dan cepat sehingga menguntungkan bagi merchant, “ ujar Mikiko Steven, Head of Customer Solutions, Xendit, Kamis (10/12).
Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition Shopee Pay mengatakan, kerjasama ini membuka peluang mendorong inklusi keuangan lewat pembayaran digital. Setelah kerjasama ini, Shopee Pay dapat menjangkau lebih banyak merchants. Sektor usaha merchant itu antara lain teknologi informasi, platform booking travel dan hotel, platform pendidikan, kecantikan dan platform donasi.
Ekonomi Jabar, Digital Tumbuh Positif
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan catatan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital di Jabar termasuk penggunanya meningkat positif di atas 40%. Digitalisasi bukanlah suatu pilihan melainkan keharusan dan menjadi kebutuhan terlebih disaat pandemi Covid-19. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Jabar juga tak lepas dari upaya Pemda Provinsi Jabar mendukung pengembangan ekonomi digital. Transformasi digital terbagi dua yakni penggunaan di ruang privat dan publik.
Jabar telah melakukan upaya pelayanan publik melalui digital dengan konsep kolaborasi pentaheliks. Diantaranya Jabar Digital Service yang merupakan unit kerja digital untuk melayani masyarakat. Unit kerja lain yakni Jabar Saber Hoaks yang berfungsi melacak berita-berita bohong yang beredar di masyarakat, kemudian ada Jabar Quick Respons yaitu unit kemanusiaan yang bertugas mencari keluhan di media sosial yang sifatnya kemanusiaan.
Dari sisi ekonomi, desa-desa di Jabar juga didirikan pusat digital desa yaitu sebuah tempat untuk jualan online produk pedesaan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi digital ini tak lepas dari tekad Jabar menjadi provinsi digital. Jabar sebagai provinsi digital secara teknis terbagi dua yaitu smart city untuk perkotaan atau daerah urban dan smart village untuk di pedesaan.
Pilihan Editor
-
Pola Belanja Mainan anak selama pandemi
30 Jun 2020 -
Harga Bawang Merah Kian Tinggi
24 Jun 2020









