Digital Ekonomi umum
( 1143 )Memahami Aset Kripto
Keberadaan aset kripto di tengah masyarakat Indonesia sebenarnya sudah dinaungi payung hukum, salah satunya Peraturan Bappebti Kemendag No 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik di Bursa Berjangka. Di Indonesia, aset kripto bisa diperdagangkan sebagai komoditas. Selama tepat dalam memilih platform, menggunakan aset kripto sebagai instrument investasi bukanlah hal yang berbahaya atau melanggar hukum. Pekerjaan rumah terbesar praktisi kripto saat ini adalah mengedukasi dan meningkatkan pemahaman publik tentang seluk-beluk aset kripto berikut ekosistem teknologinya secara utuh.
Valuasi harga aset kripto dibentuk dari inovasi teknologi, fungsi intrinsik token kripto, hingga memunculkan sentimen terhadap ramalan masa depan. Token atau koin kripto adalah aset digital yang mewakili nilai. Koin biasanya digunakan untuk tujuan investasi, menyimpan nilai, atau transaksi perdagangan. Sebagaimana saham, nilai koin akan naik atau turun berdasarkan permintaan dan penawaran, tetapi perkembangan proyek dan kinerja pengembang menjadi penopangnya. Memahami fundamental aset kripto menjadi penting karena tidak sedikit proyek token kripto yang gagal dan kemudian harganya jatuh. (Yoga)
Qiskus Menghadirkan Solusi Teknologi CRM
Qiskus, perusahaan teknologi penyedia platform costumer engagement untuk kalangan bisnis dari skala medium hingga besar asal Indonesia, baru saja meluncurkan solusi Qiskus Costumer Relationship Management (CRM). Ditengah urgensi kalangan bisnis untuk melakukan transformasi digital akibat pandemi Covid-19. Qiskus telah mengembangkan dan meluncurkan berbagai fitur baru, salah satunya Qiskus Robolabs. CRM merupakan teknologi untuk membantu kalangan bisnis guna mengelola hubungan dan interaksi dengan pelanggan serta menjadi pondasi awal yang menguntungkan bagi pelanggan. "Penting bagi pelaku bisnis untuk meraih banyak pelanggan, memonitor proses penjualan secara menyeluruh, dan mengelola informasi pelanggannya,"ujar CEO Qiskus Evan Purnama, dalam pernyataannya, dikutip Rabu (23/3). Karena itu Qiskus terus berupaya untuk memberikan solusi bagi bisnis dengan meluncurkan Qiskus CRM yang dapat diintegrasikan dengan Qiskus Omnichannel Chat. (Yetede)
”Robot Trading” Fahrenheit Diusut
Sekitar 100 warga jadi korban tawaran investasi robot trading abal-abal Fahrenheit. Empat pelaku berinisial D, ILJ, DBC, dan MF dibekuk. ”Pelaku mengajak masyarakat untuk ikut trading di Fahrenheit. Mereka menyiapkan robot, lalu menyampaikan bahwa dengan robot itu, masyarakat akan terhindar dari kerugian atau kehilangan uang,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Auliansyah Lubis, Selasa (22/3). (Yoga)
2022, Penjualan Ponsel Diprediksi Capai 44 Juta Unit
Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan, penjualan smartphone di Indonesia mencapai 44 juta unit pada 2022. Proyeksi tersebut tumbuh 8% dari tahun sebelumnya (year-on-year), yakni sebanyak 40,9 juta. Tahun 2021, pasar ponsel di Tanah Air tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Associate Market Analyst IDC Indonesia Vanessa Aurelia mengatakan, para vendor smartphone diprediksi mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menghadapi kenaikan pajak penghasilan (PPN) menjadi 11% mulai April 2022. "Karena itu, ada kemungkinan distributor smartphone akan menumpuk stok sebelum pajak dinaikkan dari 10% ke 11%," kata Vanessa. Pertumbuhan itu ditopang oleh menurunnya jumlah kasus positif Covid-19 ditambah persiapan menjelang Ramadhan 2021. Namun, pertumbuhan ini segera terhenti setelah varian Delta Covid-19 merebak karena pemerintah terpaksa menerapkan PPKM dan menyebabkan penutupan mal ritel pada kuartal III-2021. (Yetede)
OVO Meraih Indeks Pelanggan Tertinggi
OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia, meraih indeks pengalaman pelanggan (costumers experience) tertinggi, yaitu sebesar 7.946, dikatagori pembayaran digital. Menurut survei tersebut, OVO berhasil meraih indeks pengalaman pelanggan nilai tertinggi di katagori pembayaran digital, khususnya berdasarkan penilaian atas dua dari empat dimensi, yakni kognitif dan perilaku. Vice Presiden of Costumer Experience OVO Novie Marlika mengungkapkan, pola bisnis dan pemasaran di industri tekfin, khususnya pembayaran digital seperti OVO, menuntut perubahan pola pikir dari yang sebelumnya fokus pada produk, berkembang menjadi costumer oriented, atau fokus pada pelanggan secara tepat dan cepat. "Pemenuhan kebutuhan pelanggan sebagai strategi OVO dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang prima, berperan pengembangan bisnis yang berkelanjutan," ujar Novie, dalam pernyataannya, Senin (21/3). (Yetede)
Potensi Ekonomi ”Metaverse” Sangat Besar
Potensi ekonomi dari penggunaan metaverse di Indonesia sangat besar. Sebab, penggunaan metaverse di Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal. Metaverse diperkirakan dapat menciptakan inovasi model bisnis baru yang belum ada sebelumnya. Demikian disampaikan Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Teknologi Finansial OJK Tris Yulianta dalam diskusi soal metaverse yang dilangsungkan Rabu (16/3). (Yoga)
OVO Layani Lebih dari 8 Juta Titik O2O di Tanah Air
OVO, platform digital pembayaran dan layanan keuangan terdepan di Indoensia, saat ini melayani lebih dari 8 juta titik online to offline (O2O) hingga ke pelosok Nusantara. Kolaborasi OVO dengan berbagai mitra telah menghadirkan kapabilitas isi ulang saldo dan tarik tunai bagi masyarakat underbanked dan unbanked diseluruh Nusantara. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19 telah tercipta 21 juta konsumen digital baru di Indonesia. Sebanyak 21% diantaranya berasal dari daerah luar perkotaan, menurut laporan e-Conomy SEA 2021 oleh Google, Temasek, Bain&Company. "Hal ini menunjukkan penetrasi ekonomi digital di Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara. Oleh karenanya, target untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asean pada 2025 bukan suatu hal yang berlebihan," imbuh Harumi, menyampaikan optimismenya. (Yetede)
FinAccel Batal Masuk Bursa AS
Perusahaan induk penyedia layanan kredit Kredivo, yaitu FinAccel, batal masuk ke bursa AS. Meski demikian, manajemen FinAccel optimistis investor masih tertarik dengan FinAccel. ”Kredivo akan terus menjajaki berbagai peluang lain untuk menjadi perusahaan terbuka,” kata Co-Founder dan CEO FinAccel Akshay Garg dalam diskusi virtual, Rabu (16/3). (Yoga)
Berharap Pada Bambu
Pembangunan sirkuit Formula E Jakarta E-Prix di kawasan Taman Impian Jaya Ancol terhambat tanah rawa. Jenis tanah ini sangat labil sehingga sulit membangun konstruksi jalan di atasnya. Untuk mengatasi kendala itu, PT Jaya Konstruksi MP menggunakan cerucuk bambu. Metode ini dianggap mampu memperkuat struktur tanah basah agar tidak ambles. Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, setidaknya dibutuhkan 80 ribu batang bambu yang ditancapkan ke lahan rawa kawasan Ancol. Gilbert menyebutkan tanah basah itu berada di zona 5 yang merupakan tikungan, dekat dengan pantai. Sesuai dengan rencana, sirkuit Ancol harus rampung pada April mendatang. Sebab, perhelatan balap Jakarta E-Prix akan digelar pada awal Juni. (Yetede)
Kembangkan Metaverse, WIR Group Perluas Kolaborasi
WIR Group, perusahaan teknologi augmented reality terkemuka asal Indonesia yang masuk dalam daftar "Metaverse Companies to Watch in 2022" versi majalah bisnis internasional Forbes GE, terus menjalin kerja sama dengan berbagai entitas dari beragam sektor guna mengembangkan platform Mateverse Indonesia. Rencananya, WIR Group akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia kepada dunia Internasional saat perhelatan Presidensi G-20 Indonesia di Bali. "Platform Metaverse Indonesia nantinya juga akan menghadirkan kota-kota besar di Indonesia dengan tata kelola yang digunakan bersifat kredibel dan berdasarkan nilai-nilai dan kearifan budaya bangsa," kata Daniel melalui siaran pers akhir pekan lalu. Metaverse yang merupakan semesta kolaborasi yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antar dunia digital tanpa batas. (Yetede)
Pilihan Editor
-
China : Cuci Uang dengan Kripto
21 Jun 2021 -
Kapal Tangkap Ikan Indonesia Ditertibkan
17 Jun 2021 -
Biaya Tarik Tunai ATM Link Dibatalkan
17 Jun 2021 -
Setoran Dividen BUMN Bisa Rp 35 Triliun
16 Jun 2021









