Digital Ekonomi umum
( 1150 )Volume dan Nilai Transaksi QRIS Tumbuh Pesat
Bank Indonesia mencatat, per Februari 2022, total transaksi menggunakan metode pindai QRIS mencapai Rp 4,5 triliun atau empat kali lipat lebih dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendrata, Senin (11/4) menyatakan, pertumbuhan itu ditopang perubahan konsumen yang ingin transaksi cepat dan tanpa kontak fisik. (Yoga)
UMKM Dalam Perjalanan E-Dagang Asal Indonesia
Pada akhir 1998, Menristek/Kepala BPPT Zuhak Abdul Qadir mengemukakan teknologi informasi memiliki potensi memecahkan kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Satu dekade berselang, Plasa.com dan Tokopedia.com mengangkat ekonomi UKM atau UMKM dengan menyediakan wadah berjualan secara daring. Pada November 2009, PT Telkom merilis layanan perdagangan melalui internet di bawah PT Metranet. Selain sebagai ekspansi bisnis, layanan bernama Mojopia bertujuan membantu pelaku UKM memasarkan produknya. Investasi sebesar 2 juta dollar AS atau Rp 19 miliar dikeluarkan untuk proyek tersebut. PT Metranet menjalin kerja sama dengan eBay memperluas jangkauan penjual dalam negeri hingga berskala global, yang berlanjut hingga Desember 2014, dengan peluncuran platform e-dagang Blanja.com sebagai lokapasar dengan skema bisnis ke konsumen (B2C) menggantikan Plasa.com. Ebay menguasai 40 % saham. Sayangnya, 1 September 2020, semua kegiatan transaksi di Blanja.com dihentikan, sebagai wujud perubahan strategi bisnis yang lebih fokus pada perdagangan di segmen korporasi dan UMKM melalui skema bisnis ke bisnis (B2B).
Hingga kini, Plasa.com menjadi satu-satunya e-dagang yang pernah dibentuk BUMN. Kini, BUMN lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan rintisan.E-dagang asal Indonesia kedua yang memiliki misi pemerataan ekonomi digital, yaitu Tokopedia. Tokopedia memulai bisnis lokapasar dengan skema konsumen ke konsumen (C2C), yang hingga pada 2017 mendapatkan pendanaan 1,1 miliar dollar AS dari Alibaba Group. Satu tahun kemudian, pendanaan dengan jumlah yang sama didapatkan dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group. Tokopedia melaporkan 11.000 dari lebih 12.000 ribu penjual yang terdaftar merupakan pelaku UMKM, baik produsen maupun reseller. Pada masa pandemi, 90 % penjual berskala mikro mampu mengembangkan bisnis dengan adopsi teknologi digital.
Selain Plasa.com dan Tokopedia.com, sejumlah situs e-dagang asal Indonesia turut meramaikan babak awal ekosistem digital. Ada yang terus tumbuh dan berkembang, ada pula yang tumbang. Bhinneka.com merupakan pionir e-dagang asal Indonesia. Di bawah naungan PT Bhinneka Mentari Dimensi, lini bisnis ini awalnya merupakan distributor mesin cetak industrial yang berdiri pada 1993. Platform belanja Bhinneka.com diluncurkan pada 1999 setelah berhasil melalui krisis ekonomi 1998. Dengan fokus awal pada penjualan produk komputer, teknologi komunikasi, dan elektronik, Bhinneka.com kini menjual beragam produk dan menjalin kerja sama bisnis dengan pemerintah, melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Pada 2005, Tokobagus.com hadir sebagai platform iklan baris sekaligus menjembatani jual-beli barang bekas. Situs yang bermarkas di Bali ini didirikan Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker hanya dengan 6 karyawan. Satu dekade berselang, Tokobagus.com akhirnya diakuisisi Nasper. Perusahaan media dan internet asal Afsel ini sekaligus investor strategis OLX Group. Pada 2014, merek OLX Indonesia resmi diluncurkan menggantikan Tokobagus.com. OLX Indonesia melakukan merger dengan Berniaga.com pada 2015. Di tengah cerita sukses, e-dagang Indonesia ada yang tak mampu bertahan. Misalnya Qlapa dan Shopo. Keduanya merupakan e-dagang yang menjual produk kerajinan tangan. Pada 2010-an, e-dagang asal Indonesia pun masih bermunculan dengan macam-macam skema bisnis, di antaranya Bukalapak, Blibli, dan Gramedia. (Yoga)
Indonesia Diingatkan Menjaga Momentun Transformasi Digital
Kearney, perusahaan konsultan manegemen global,menerbitkan laporan Accelerating Indonesia's economics Growth with digital transformation. Kesimpulannya, Indonesia perlu menjaga momentum proses percepatan transformasi digitalnya agar cepat menjadi terobosan baru dalam memajukan perekonomian Indonesia (RI) dan meningkatkan posisinya di panggung dunia. Namun untuk mencapai hal tersebut, Indonesia masih perlu merubah fondasi ekosistem perekonomiannya, mengatasi tantangan yang krusial, dan menyusun strategi dalam melihat peluang untuk melakukan akselerasi transformasi digital. "Negara-negara yang sudah membangun regulatory framework secara efektif dan berdampak luas adalah Tiongkok, Singapura dan Estonia. Mereka telah meningkatkan daya saing di sektor ekonomi global melalui transformasi digital di lingkup nasional," ujar Partner & President Director Kearney Indonesia Sheirly Santoso, Senin (11/4). (Yetede)
Ekonomi Digital, Inovasi Menjadi Kunci GoTo untuk Bertahan
Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi tercatat sebagai perusahaan publik di BEI, Senin (11/4). GoTo diharapkan terus memperbaiki kinerjanya agar lekas untung. Selain tetap berinovasi, GoTo juga perlu meningkatkan kualitas ekosistem produk bisnis yang sudah ada, yakni transportasi, e-dagang, dan teknologi finansial, sehingga pangsa pasarnya meningkat. Pada pembukaan pasar pukul 09.00, harga per lembar saham GoTo mencapai Rp 380. Kemudian, pada pukul 09.05, harganya melonjak menjadi Rp 412 per lembar. Adapun pada penutupan pasar, harga per lembar saham mencapai Rp 384. Sebelumnya, harga penawaran umum saham perdana telah ditetapkan GoTo, yaitu Rp 338 per lembar, yang mencerminkan kapitalisasi pasar Rp 400,3 triliun.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, di sela perayaan pencatatan GoTo sebagai perusahaan publik, mengatakan, GoTo harus segera merealisasikan rencana strategisnya, senantiasa berinovasi, dan menjaga akuntabilitas. BEI juga berharap GoTo bisa menjaga fundamental performa kinerja sehingga mampu memberikan dampak ke pasar saham ataupun masyarakat luas. GoTo juga perusahaan rintisan bervaluasi 10 miliar USD atau decacorn pertama yang tercatat di bursa Asia. Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede berkata, perusahaan teknologi yang memiliki layanan e-dagang, seperti GoTo, harus terus berinovasi untuk bisa meningkatkan take rate. Take rate merupakan komisi dan biaya yang diambil dari pengguna layanan. Dengan menaikkan take rate, profitabilitas perusahaan akan bisa meningkat.
CEO Gojek sekaligus Direktur GoTo Kevin Aluwi menambahkan, sebagian dana hasil IPO akan dipakai untuk ekspansi bisnis di Singapura dan Vietnam. Di dua negara tersebut, layanan transportasi atau ride hailing Gojek sudah hadir. Menurut rencana, seluruh produk GoTo lainnya, yakni lokapasar dan teknologi finansial, akan turut diimplementasikan di dua negara itu. (Yoga)
Pemasaran Digital Jadi Kunci UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Pemasaran digital kini menjadi langkah transisi dan kunci UMKM bertahan ditengah pandemi Covid-19, yang kini menuju endemi. Namun, untuk berhasil ke pemasaran digital harus disertai peningkatan kapasitas jiwa kewirausahaan, cerdas, dan cermat dalam memilih produk yang akan di pasarkan, serta jangan cepat berpuas diri. "Pelatihan pemasaran digital saat ini menjadi alternatif pilihan yang tepat dalam rangka menjembatani pelaku UMKM, khususnya usaha mikro yang pada masa pandemi mengalami kesulitan dalam pemasaran secara langsung. Artinya, mereka membutuhkan strategi pemasaran secara online melalui digitalisasi pemasaran," ucap Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arief Rahman Hakim, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, generasi yang lebih senior wajib memberikan pendampingan dan informasi agar usaha mikro bisa naik kelas menjadi usaha kecil, menengah, lalu besar. "Sebab, banyak pelaku usaha yang pada awalnya skala mikro berkembang besar, seperti Bob Sadino," imbuh Arif.(Yetede)
Foto Dibajak Untuk Menipu Hingga Tiba-tiba Ditagih Membayar Utang
Faiz (32)tersentak saat kawannya menghubungi dan menanyakan kabar orang tuanya, kawannya memberitahu ia memperoleh pesan dari nomor Whatsapp dengan foto profil Faiz tu berisi permintaan bantuan uang Rp 2 juta untuk pengobatan orangtua. Padahal, Faiz tidak pernah meminta bantuan itu. Modus kejahatan seperti ini disebut impersonisasi atau membuat akun palsu atas nama korban. Belakangan, modus ini kerap ditemukan. Faiz berharap pemerintah dan DPR selaku pembentuk UU dapat segera menghadirkan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk melindungi identitas dirinya.
Pencurian data lebih serius dialami Rachman (37). Mulai dari nama hingga NIK miliknya dipakai pihak lain untuk bertransaksi di Traveloka Paylater.Hal itu terungkap saat ia ditolak pihak bank untuk memperoleh layanan kartu kredit. Sebab, di aplikasi Traveloka Paylater itu terdapat identitas dirinya tercatat masih menunggak utang Rp 8 juta. Berangkat dari pengalamannya itu, kini Rachman membantu banyak orang yang mengalami kejahatan serupa, yang sama-sama data pribadinya dipergunakan pihak lain untuk memperoleh pinjaman uang atau kredit barang dan akomodasi. Rachman mengungkapkan, yang perlu dilakukan adalah meminta laporan transaksi ke Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK (SLIK OJK) atau biasa disebut BI Checking. Laporan dari SLIK OJK tersebut bisa dipergunakan untuk membuktikan bahwa ia tak pernah melakukan transaksi sehingga menimbulkan utang hingga Rp 8 juta kepada pengelola Traveloka Paylater. Berkat laporan itu, Rachman memperoleh pemberiahuan bahwa ia bebas tunggakan. Cara itu kemudian Rachman tularkan kepada sejumlah orang yang mengalami kemalangan serupa dengannya.
Pada masa awal pembahasannya, di 2020,RUU PDP menuai harapan besar dari masyarakat. Apalagi, Indonesia sudah ketinggalan jauh dari negara lain. ”Kita sebenarnya ketinggalan jauh karena dorongan untuk merumuskan UU PDP ini sudah ada sejak 20 tahun lalu,” kata pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi K Sutedja. Namun, pembahasan RUU ini kini menghadapi kendala karena belum ada titik temu antara pemerintah dan DPR mengenai kelembagaan otoritas pengawas data pribadi. DPR menginginkan agar lembaga itu ada di bawah presiden, sedangkan pemerintah menginginkan agar lembaga ada di bawah Kemenkominfo. (Yoga)
Pembiayaan Inklusif Tekfin
Kebijakan BI telah menggariskan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM). Ketentuan RPIM mewajibkan industri perbankan nasional untuk mengalokasikan pembiayaan pada sektor UMKM secara bertahap menuju 30 % pada 2024. Data menunjukkan belum semua bank mampu memenuhi ketentuan RPIM. Secara industri, perbankan baru mampu mencapai RPIM 20 %. Mengejar RPIM 30 % dalam tenggat dua tahun tentu bukan perkara mudah,apalagi bank yang tak memiliki rekam jejak di sektor UMKM.
Di sisi lain, OJK hendak menata ulang komposisi sumber penyediaan dana bagi teknologi finansial/tekfin (financial technology'/fintech) pinjaman, atau lebih dikenal dengan pinjaman dalam jaringan/daring (online). Penyedia dana individu, baik pribadi maupun lembaga, dibatasi hanya boleh memberikan pembiayaan maksimum 25 % total pinjaman yang disalurkan tekfin. Fakta menunjukkan lender ritel sampai akhir 2021 baru memiliki kontribusi 15,1 % outstanding pinjaman. Nilainya pun ”hanya” Rp 4,43 triliun, sementara lender yang berasal dari luar negeri masih memberikan kontribusi 25,03 % outstanding pinjaman dengan nilai Rp 7,31 triliun. Lewat regulasi anyarnya, OJK menghendaki investor ritel domestik lebih dominan dalam pendanaan tekfin pinjaman. Semakin banyak individu anggota masyarakat yang menjadi lender, semakin banyak pula ”pemilik”-nya. (Yoga)
Wika Gedung Gandeng DMD Modular
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) menggandeng DMD Modular untuk pengembangan Modular high rise building di Indonesia maupun mancanegara. Kerja sama dengan DMD Modular dilakukan melalui PT Design Manufacture Delivery (DMD) Modular Indonesia selaku perwakilan DMD Modular di Indonesia. "Penandatanganan nota kesepahaman ini untuk rencana kerja sama dalam pengembangan teknologi Modular. Dan saya pun berharap kemitraan ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan kedepannya," kata Direktur Operasi 1 Wika Gedung, Bagus Tri Setyana dalam siaran pers, baru-baru ini. Wika Gedung menggandeng DMD Modular yang berpusat di Polandia untuk berkolaborasi mengembangkan teknologi modular dari sisi engineer. (Yetede)
Ekonomi Digitalisasi, ”Metaverse” Mode Indonesia Dibangun
Perusahaan teknologi PT WIR Asia Tbk atau WIR Group berkolaborasi dengan Jakarta Fashion Week mengembangkan metaverse mode Indonesia. Upaya ini merupakan kelanjutan ambisi WIR Group membangun Metaverse Indonesia sampai tahun 2025. Chief Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus, di sela-sela konferensi pers penandatangan nota kesepahaman WIR Group dan Jakarta Fashion Week, Selasa (5/4) menjelaskan, Metaverse Indonesia yang akan dibangun sampai 2025 perlu diisi konten yang bisa menghasilkan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Mode nasional dipilih menjadi salah satu yang mengisi Metaverse Indonesia. Industri mode merupakan satu dari tiga subsektor ekonomi kreatif yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto ekonomi kreatif nasional. Besaran kontribusi industri mode mencapai 17,7 %.
Metaverse merupakan dunia virtual yang digerakkan dengan teknologi augmented reality dan memungkinkan individu berinteraksi dengan individu lainnya secara daring. WIR Group adalah perusahaan teknologi yang fokus pada teknologi metaverse, seperti augmented reality, virtual reality, dan artificial intelligence. Lini bisnis WIR Group mencakup perangkat terhubung dengan internet berbasis augmented reality, jaringan toko virtual, gim augmented reality berbasis geolokasi, dan konsultan merek strategis. Menurut Gupta, di tingkat internasional, berbagai jenama mewah telah terjun ke metaverse. Sebagai contoh, Gucci, Louis Vuitton, dan Balenciaga. Ketiga merek mewah tersebut bahkan telah merilis koleksi khusus yang hanya bisa dibeli di metaverse. Mereka menjual koleksi khusus dalam bentuk barang digital yang mewah. Pengguna biasanya akan memperoleh aset digital yang bisa digunakan sebagai bukti kepemilikan barang yang dapat dibeli melalui aset kripto atau NFT. (Yoga)
Permintaan Talenta Digital Terus Tumbuh
Permintaan talenta digital tumbuh. Karena itu, pelatihan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu digenjot. Mengacu laman LinkedIn, ada lebih dari 5.000 lowongan kerja bidang pemasaran digital di Indonesia. Menurut Co-Founder Binar Academy Dita Aisyah, Senin (4/4), Digital Marketing Bootcamp digelar untuk mendorong akses belajar dengan biaya terjangkau. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Industri Sepeda, Penjualan Mulai Melambat
08 Jun 2021









