Digital Ekonomi umum
( 1150 )2022, Penjualan Ponsel Diprediksi Capai 44 Juta Unit
Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan, penjualan smartphone di Indonesia mencapai 44 juta unit pada 2022. Proyeksi tersebut tumbuh 8% dari tahun sebelumnya (year-on-year), yakni sebanyak 40,9 juta. Tahun 2021, pasar ponsel di Tanah Air tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Associate Market Analyst IDC Indonesia Vanessa Aurelia mengatakan, para vendor smartphone diprediksi mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menghadapi kenaikan pajak penghasilan (PPN) menjadi 11% mulai April 2022. "Karena itu, ada kemungkinan distributor smartphone akan menumpuk stok sebelum pajak dinaikkan dari 10% ke 11%," kata Vanessa. Pertumbuhan itu ditopang oleh menurunnya jumlah kasus positif Covid-19 ditambah persiapan menjelang Ramadhan 2021. Namun, pertumbuhan ini segera terhenti setelah varian Delta Covid-19 merebak karena pemerintah terpaksa menerapkan PPKM dan menyebabkan penutupan mal ritel pada kuartal III-2021. (Yetede)
OVO Meraih Indeks Pelanggan Tertinggi
OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia, meraih indeks pengalaman pelanggan (costumers experience) tertinggi, yaitu sebesar 7.946, dikatagori pembayaran digital. Menurut survei tersebut, OVO berhasil meraih indeks pengalaman pelanggan nilai tertinggi di katagori pembayaran digital, khususnya berdasarkan penilaian atas dua dari empat dimensi, yakni kognitif dan perilaku. Vice Presiden of Costumer Experience OVO Novie Marlika mengungkapkan, pola bisnis dan pemasaran di industri tekfin, khususnya pembayaran digital seperti OVO, menuntut perubahan pola pikir dari yang sebelumnya fokus pada produk, berkembang menjadi costumer oriented, atau fokus pada pelanggan secara tepat dan cepat. "Pemenuhan kebutuhan pelanggan sebagai strategi OVO dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang prima, berperan pengembangan bisnis yang berkelanjutan," ujar Novie, dalam pernyataannya, Senin (21/3). (Yetede)
Potensi Ekonomi ”Metaverse” Sangat Besar
Potensi ekonomi dari penggunaan metaverse di Indonesia sangat besar. Sebab, penggunaan metaverse di Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal. Metaverse diperkirakan dapat menciptakan inovasi model bisnis baru yang belum ada sebelumnya. Demikian disampaikan Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Teknologi Finansial OJK Tris Yulianta dalam diskusi soal metaverse yang dilangsungkan Rabu (16/3). (Yoga)
OVO Layani Lebih dari 8 Juta Titik O2O di Tanah Air
OVO, platform digital pembayaran dan layanan keuangan terdepan di Indoensia, saat ini melayani lebih dari 8 juta titik online to offline (O2O) hingga ke pelosok Nusantara. Kolaborasi OVO dengan berbagai mitra telah menghadirkan kapabilitas isi ulang saldo dan tarik tunai bagi masyarakat underbanked dan unbanked diseluruh Nusantara. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19 telah tercipta 21 juta konsumen digital baru di Indonesia. Sebanyak 21% diantaranya berasal dari daerah luar perkotaan, menurut laporan e-Conomy SEA 2021 oleh Google, Temasek, Bain&Company. "Hal ini menunjukkan penetrasi ekonomi digital di Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara. Oleh karenanya, target untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asean pada 2025 bukan suatu hal yang berlebihan," imbuh Harumi, menyampaikan optimismenya. (Yetede)
FinAccel Batal Masuk Bursa AS
Perusahaan induk penyedia layanan kredit Kredivo, yaitu FinAccel, batal masuk ke bursa AS. Meski demikian, manajemen FinAccel optimistis investor masih tertarik dengan FinAccel. ”Kredivo akan terus menjajaki berbagai peluang lain untuk menjadi perusahaan terbuka,” kata Co-Founder dan CEO FinAccel Akshay Garg dalam diskusi virtual, Rabu (16/3). (Yoga)
Berharap Pada Bambu
Pembangunan sirkuit Formula E Jakarta E-Prix di kawasan Taman Impian Jaya Ancol terhambat tanah rawa. Jenis tanah ini sangat labil sehingga sulit membangun konstruksi jalan di atasnya. Untuk mengatasi kendala itu, PT Jaya Konstruksi MP menggunakan cerucuk bambu. Metode ini dianggap mampu memperkuat struktur tanah basah agar tidak ambles. Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, setidaknya dibutuhkan 80 ribu batang bambu yang ditancapkan ke lahan rawa kawasan Ancol. Gilbert menyebutkan tanah basah itu berada di zona 5 yang merupakan tikungan, dekat dengan pantai. Sesuai dengan rencana, sirkuit Ancol harus rampung pada April mendatang. Sebab, perhelatan balap Jakarta E-Prix akan digelar pada awal Juni. (Yetede)
Kembangkan Metaverse, WIR Group Perluas Kolaborasi
WIR Group, perusahaan teknologi augmented reality terkemuka asal Indonesia yang masuk dalam daftar "Metaverse Companies to Watch in 2022" versi majalah bisnis internasional Forbes GE, terus menjalin kerja sama dengan berbagai entitas dari beragam sektor guna mengembangkan platform Mateverse Indonesia. Rencananya, WIR Group akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia kepada dunia Internasional saat perhelatan Presidensi G-20 Indonesia di Bali. "Platform Metaverse Indonesia nantinya juga akan menghadirkan kota-kota besar di Indonesia dengan tata kelola yang digunakan bersifat kredibel dan berdasarkan nilai-nilai dan kearifan budaya bangsa," kata Daniel melalui siaran pers akhir pekan lalu. Metaverse yang merupakan semesta kolaborasi yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antar dunia digital tanpa batas. (Yetede)
Literasi dan Hasrat Kaya
PPATK pada Kamis (10/3) telah menemukan aliran dana transaksi investasi ilegal Rp 353 miliar, dari penelusuran transaksi 9 kasus investasi ilegal berupa modus robot trading ilegal, opsi biner, dan perdagangan mata uang asing (forex) ilegal yang ditangani PPATK sejak awal tahun ini yang nilai transaksinya mencapai triliunan rupiah. Fenomena terjerumusnya korban dalam investasi bodong disebabkan masih rendahnya literasi keuangan masyarakat. Mengutip Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 yang dirilis OJK Desember 2020, tingkat literasi keuangan di Indonesia mencapai 38,03 %. Artinya, ada 61,97 % warga Indonesia lainnya belum memiliki literasi keuangan yang optimal.
Rendahnya literasi keuangan itu ditangkap pelaku investasi bodong sebagai peluang untuk menjerat nasabah. Dengan tawaran menjadi kaya raya dengan mudah tanpa bekerja keras dan bekerja sama dengan pemengaruh, orang pun tertarik berinvestasi. Para pemengaruh itu pun seakan berbaik hati menjadi mentor memberi tahu cara-cara dan tips berinvestasi di aplikasi investasi bodong. Padahal, pemengaruh tersebut menikmati komisi setiap transaksi, termasuk kerugian yang dialami nasabah.
Agar tidak terjerumus, publik harus mengingat konsep 2L sebelum berinvestasi, yakni legalitas dan logis. Pertama,masyarakat harus memastikan legalitas perusahaan tersebut dengan memeriksa keabsahannya di OJK dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebelum memutuskan investasi. Yang kedua, masyarakat harus berpikir logis dan menghitung dengan baik apakah tawaran itu masuk akal atau terlalu mengada-ada. (Yoga)
Kredit Mikro, Pendekatan Personal Tetap Dibutuhkan
Berdasarkan data OJK, total agen Laku Pandai sampai Desember 2021 sebanyak 1,45 juta, tumbuh 16,84 % dibandingkan September 2021. Artinya, dalam 3 bulan, terjadi penambahan jumlah agen Laku Pandai sekitar 209.000. Sebanyak 97 % total agen Laku Pandai adalah agen individu, sementara 3 persen sisanya agen berbadan hukum, yang tersebar di 511 kabupaten/kota di 33 provinsi. Dalam pembekalan media mengenai Peraturan OJK soal Laku Pandai, Jumat (11/3), Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat menjelaskan, pertambahan jumlah agen Laku Pandai menandakan aktivitas ini masih sangat relevan di tengah berbagai inovasi keuangan digital. Apalagi di daerah-daerah yang belum terjangkau kantor cabang perbankan.
Agen Laku Pandai bisa menjangkau segmen mikro dan ultramikro yang belum tersentuh layanan keuangan. Selain itu, pertambahan jumlah agen Laku Pandai menandakan banyak masyarakat yang berminat menjadi agen Laku Pandai. Dengan menjadi agen, masyarakat bisa menikmati pendapatan tambahan yang berasal dari komisi. ”
Sampai Desember 2021, total kredit mikro yang berhasil disalurkan melalui Laku Pandai Rp 3,8 triliun untuk 166.067 debitor. Selain itu, Laku Pandai berhasil menghimpun dana masyarakat melalui pembukaan rekening Basic Saving Account (BSA) hingga Desember 2021 mencapai Rp 15,7 triliun yang berasal dari 34,8 juta rekening. BSA adalah tabungan yang tidak memiliki batas minimal saldo dan setor tunai, tidak ada biaya administrasi, tetapi ada batas maksimal saldo serta transaksi debit.(Yoga)
Kredit Bank Jago Capai Rp 5,37 Triliun
Hingga akhir 2021, posisi kredit Bank Jago mencapai Rp 5,37 triliun, bertumbuh 491 % dari 2020 sebesar Rp 908 miliar. Penyaluran kredit ditopang oleh kerja sama Bank Jago dengan sejumlah entitas ekosistem digital, seperti perusahaan teknologi finansial (tekfin) pinjaman antarpihak dan perusahaan pembiayaan. Demikian disampaikan Dirut Bank Jago Kharim Siregar, Jumat (11/3). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Pelaku Kebocoran Data BPJS Diidentifikasi
16 Jun 2021 -
Gratis PPnBM Mobil Diperpanjang
14 Jun 2021 -
Wacana Pengenaan PPN Sembako Bikin Resah
14 Jun 2021 -
Model Baru Misi Dagang
14 Jun 2021 -
Waspada Varian Delta Mengancam Dunia
16 Jun 2021









