Digital Ekonomi umum
( 1150 )Grab dan OVO Hadirkan Layanan Drive-Thru ETP di Solo
Grab dan OVO meluncurkan layanan publik drive-thru Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) untuk tiga layanan pembayaran sekaligus bagi masyarakat Kota Surakarta (Solo), Jawa tengah, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Perumda Air Minum (PAM). Layanan itu dihadirkan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui elektronifikasi infratsrtuktur pembayaran. Apalagi, hasil riset OVO diseluruh Indonesia menunjukkan, mayoritas masyarakat, sebanyak 73%, masih melaksanakan pembayaran pajak, baik PKB,PBB, dan PDAM dengan datang secara langsung ke loket terdekat. "Ini adalagi satu layanan Drive-Thru. Intinya untuk mempermudah warga melakukan transaksi perpajakan dan lain-lain terutama untuk notice pajak kendaraan bermotor serta membayar online PBB dan PDAM. Penambahan lokasi dan layanan masih akan kita bicarakan kedepannya," ujar Gibran, dalam pernyataannya, Kamis (30/6). (Yetede)
UMKM, Menggali Peluang untuk Bangkit dan ”Naik Kelas”
Di masa transisi Pandemi Covid-19, banyak usaha rintisan (start up) mengalami kontraksi dan sulit bertahan. Namun, tak sedikit pula yang menemukan peluang baru dan bangkit di tengah kesulitan. Pendiri dagingmania.id, Adhitya Farkhaan, menyatakan, usaha penjualan daging milik kakaknya sempat merosot di awal pandemi tahun 2020. Di tengah kesulitan itu, ia dan kakaknya berupaya mencari konsep bisnis baru agar usahanya bertahan. Saat dirintis, pemasaran hanya melalui aplikasi Whatsapp. Secara bertahap, pemasaran merambah ke lokapasar seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Gojek. Produk marinasi daging olahan kini menjadi andalan dagingmania.id dengan penjualan 50 kg per minggu. Adhitya dan kakaknya memutuskan ikut kompetisi KoinWorks Neo Inspirasi guna mengumpulkan modal untuk ekspansi bisnis dan memenangi kompetisi tersebut untuk kategori UMKM.
CEO Dhara Studio Roro Widi Astuti menemukan ide baru di tengah kesulitan bisnis studio yoga. Usaha studio yoga The Good Prana yang dia dirikan tahun 2018 itu fokus pada yoga. Namun, selama pandemi, usaha itu kesulitan karena pembatasan sosial dan perubahan perilaku masyarakat. Konsep usaha diubah dengan fokus lebih ke pelatihan kesehatan dan kebugaran perempuan yang sebelum pan demi dinilai cukup banyak peminat. Nama studio diubah dari The Good Prana jadi Dhara Studio. Beberapa layanan antara lain olahraga prenatal, pasca kelahiran, kelas edukasi kesehatan untuk keluarga, dan konsultasi psikologi bagi ibu-ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan. Roro menjadi pemenang KoinWorks Neo Inspire Competition kategori womenpreneur.
Ajang KoinWorks Neo Inspire Competition yang diikuti hampir 9.000 peserta terdiri atas beberapa kategori lomba, antara lain UMKM, perempuan pengusaha (womenpreuner), usaha rintisan, dan creator konten. Chief Strategy Officer KoinWorks Ethan Zhang mengemukakan, KoinWorks Neo Inspirasi diyakini membantu UMKM dan sektor terkait untuk pengelolaan yang lebih baik dalam hal keuangan serta pengelolaan bisnis dengan cara yang lebih cerdas dan efisien. CEO dan Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono mengemukakan, tidak semua UMKM membutuhkan pendanaan untuk ekspansi bisnis. Namun, UMKM yang mendapatkan pendanaan dilatih dan dibimbing agar mampu mengelola bisnis lebih efisien. (Yoga)
NFT KOMPAS, Keping Sejarah di dalam ”Blockchain”
Koleksi ”non-fungible token” atau NFT bertajuk ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” dari harian ”Kompas” memantik beragam kisah bagi para kolektor. Mereka yang mengoleksi aset itu memetik cerita baru dari masa lalu. Ada pula yang meruwat cerita lama agar tak lekas hilang dari ingatan. NFT Kompas turut meramaikan OpenSea, salah satu lokapasar di jaringan rantai blok (blockchain) Ethereum sejak perilisan perdana pada Selasa (28/6). Meski begitu, euforia terhadap koleksi ini sudah hadir sejak sehari sebelumnya. Pada Rabu (29/6) malam, 41 dari 57 koleksi NFT Kompas telah dimiliki sejumlah pengguna. Dari puluhan pengguna, ada Peter Cung (29) yang mengoleksi edisi ”Jatuhnya Orde Baru”, arsip Kompas tahun 1998. Dia begitu terobsesi dengan edisi berjudul ”Pak Harto: Saya Ini Kapok Jadi Presiden” pada halaman utama itu.
Banyak kolektor NFT Kompas lain juga turut berbagi kisah di sejumlah media sosial. Hadi Ismanto (33) turut berbangga mengoleksi tiga NFT sekaligus dari Kompas, antara lain edisi ”Emas Pertama RI di Olimpiade” tahun 1992, ”Pemberedelan Media Massa” tahun 1994, dan ”Pemilu” tahun 2014. Awalnya, Hadi mengoleksi edisi ”Pemberedelan Media Massa” lantaran kedekatan pada industri media. Hadi merasa peristiwa itu penting. Edisi itu juga membuatnya teringat peran media massa yang begitu signifikan pada masa itu saat kebebasan berpendapat sangat dibatasi pemerintah.
Bagi sejumlah kolektor, edisi ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” menjadi semacam cara untuk merawat kepingan sejarah. Randy Nugraha (40), misalnya, turut mengoleksi edisi ”Operasi Seroja ke Timor Timur” yang terbit di Kompas tahun 1975 karena menganggapnya sebagai tonggak sejarah yang berdampak besar terhadap Indonesia dan dunia internasional. Kejadian ini berkaitan dengan rencana deklarasi kemerdekaan Republik Demokratik Timor Timur pada saat itu. Pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, menuturkan, sejarah ditulis para pemenang, sementara masa depan ditulis mereka yang mau berjuang. Inisiatif peluncuran arsip berita dalam bentuk NFT yang dilakukan Kompas, merupakan bentuk perjuangan untuk merawat ingatan bangsa agar tetap hidup di memori generasi muda. (Yoga)
Masa Depan Internet Terang, tetapi Literasinya Masih Kurang
Beberapa tahun ke depan, konsumsi masyarakat mengakses media daring diprediksi akan menggeser kebiasaan mengakses media mainstream, yang ditandai tingginya pola akses media digital oleh anak muda. Kelompok usia muda berdasarkan survei Litbang Kompas lebih sering membuka gawai untuk mengakses media sosial dibandingkan dengan kelompok usia menengah dan usia tua. Responden kelompok muda menyatakan mengakses media sosial setiap hari. Platform aplikasi daring, seperti Instagram, Facebook, dan Whatsapp, paling sering diakses, baik sebagai sarana percakapan maupun sebagai konten informasi.
Namun, dalam pola kebiasaan konsumsi media ini, bisa dikatakan audiens bersifat pasif. Bagi operator penyedia jasa jaringan internet, tingginya penetrasi internet di Indonesia menjadi peluang bisnis. Bagi masyarakat, kemudahan akses internet semestinya menjadi tantangan agar lebih produktif dan memperkaya khazanah pengetahuan. Di sektor ekonomi, penggunaan internet oleh UMKM cukup tinggi. Data APJII menyebutkan, 87,4 % UMKM telah menggunakan internet untuk mendukung kelangsungan usahanya.
Hasil survei Litbang Kompas ini menunjukkan audiens di semua kelompok usia mayoritas sudah menyatakan puas dengan informasi yang disajikan oleh media sosial, yakni 91,4 %. Sikap puas tersebut menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat masih berada pada level konsumen informasi dari internet, tetapi kurang kritis terhadap konten yang disajikan oleh internet karena sudah merasa puas dengan informasi yang tersaji. Gambaran ini menunjukkan belum kuatnya literasi digital di kalangan masyarakat. Akan tetapi fenomena pertumbuhan pengguna internet merupakan hal positif. Data APJII periode Juni 2022 menunjukkan masyarakat terkoneksi ke internet melalui beragam cara. Mayoritas menggunakan data seluler (77,64 %) dan koneksi Wi-Fi di rumah (20,61 %). (Yoga)
Paradoks Bisnis Teknologi Digital
Setengah tahun pertama 2022, kita merasa di tengah keyakinan bahwa teknologi digital kian tak terbendung, tetapi bercampur keraguan akan prospek bisnisnya. Perang Rusia-Ukraina, inflasi, dan ancaman resesi berdampak terhadap industri teknologi digital. Perang Rusia-Ukraina berdampak banyak, termasuk terhadap pengembangan pasar dan investasi perusahaan teknologi, termasuk rintisan bidang teknologi (start up). Dari data Crunchbase, dalam tujuh tahun terakhir, investor strategis dan ventura di Rusia berpartisipasi dalam lebih dari 300 putaran pendanaan perusahaan rintisan berbasis di AS. Saat Bank Sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga, investor bakal rasional. Likuiditas jadi ketat. Akhir April 2022, mengutip The New York Times, enam perusahaan raksasa teknologi, Apple, Microsoft, Google, Amazon, Facebook, dan Netflix, secara kolektif kehilangan nilai pasar 2,2 triliun USD.
Managing Partner Strategy and Transactions Ernst & Young Indonesia David Rimbo, mengatakan, harga saham teknologi, baik di tingkat global maupun di Indonesia, anjlok. Sejumlah start up yang melantai di pasar saham 2022 harga sahamnya sempat lebih rendah dari penawaran awal. Kabar PHK menyeruak. Di AS, sejumlah perusahaan teknologi merumahkan sebagian karyawan, seperti Uber dan RobinHood. Entitas lokapasar asal Singapura, Shopee, cabut dari Spanyol pada 17 Juni setelah cabut dari Perancis dan India, Maret 2022, lima bulan setelah membuka bisnis di kedua negara itu. Di Indonesia beredar kabar senada. Mekanisme mengelola bisnis berkelanjutan akan menjadi satu-satunya cara bertahan dari gempuran persaingan atau kondisi makro ekonomi. (Yoga)
Transaksi Digital Gerbang Pasar Global
Dari warung kecil di pojok jalan hingga restoran bintang lima di pusat ibu kota, pembayaran digital saat ini telah diadopsi oleh berbagai kalangan bisnis. Jumlah merchant yang mengadopsi kode terpadu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia meningkat dari 5,8 juta menjadi 12 juta dalam waktu kurang dari 1 tahun, yakni dari Desember 2020 hingga Oktober 2021. Peningkatan pesat ini betul-betul didorong oleh pembatasan fisik di tengah pandemi Covid-19. Namun, bukan hanya mengubah wajah ekosistem pembayaran domestik, pembayaran digital juga berpotensi menjadi jembatan bagi para pelaku usaha Indonesia untuk berekspansi ke pasar regional dan internasional.
Dari 2019 hingga 2022, nilai transaksi bruto (gross transaction value) dompet digital di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan dari 23% menjadi 28%.Kehadiran pemain-pemain utama yang didukung oleh entitas besar di belakangnya, seperti GoPay dari Gojek dan ShopeePay dari Shopee, turut berkontribusi pada melesatnya adopsi dompet digital di masyarakat.
NFT, Utopia Dunia Digital dan Disrupsi Nilai
Spirit NFT bisa menggugah seorang programmer dan pengusaha kawakan hingga antusias betul akan masa depan digital. Kelak, strata social seseorang bisa diketahui hanya dengan sebuah avatar profile di media sosial (metaverse), tak peduli siapa pun orang tersebut di dunia nyata (universe). Tentu saja profile picture tersebut adalah avatar NFT dengan nilai tukar yang sangat tinggi dan diketahui oleh jaringan komunitas-komunitas kripto dan rekam jejak transaksi digitalnya tercatat rapi dalam sebuah sistem bernama blockchain.
Pergerakan NFT sangat pesat sejak pandemic Covid-19 berlangsung dua tahun ini. Bermunculan fenomena baru tentang penjualan karya seni yang fantastis di pasar kripto. Bukti-bukti digital mengundang antusiasme para kreator, investor, dan kolektor. Seketika NFT dengan kesempurnaannya menjadi sebuah jawaban. Tidak disangka, sejak awal Juni 2022, dua mata uang terbesar kripto, ETH (etherium) dan BTC (bitcoin), menurun sangat drastis. Penyebab utamanya, karena para investor mengurangi eksposur pada aset yang berisiko. Kondisi ini masih terus bertahan hingga Kamis (23/6). Dimana nilai 1 ETH setara 1.075,12 USD atau Rp 15.930.319, sedangkan 1 BTC setara 20.220 USD atau Rp 299.917.194.
Begitu masifnya jumlah NFT saat ini, sedikit menyulitkan klarifikasi dan verifikasi dan tidak bisa menjamin keunikan suatu karya. Bisa saja ”kreator jadi-jadian” hanya mengeksploitasi NFT dari sudut keuntungan semata, dengan begitu bisa menjual satu barang NFT di berbagai platform sekaligus. Seniman kripto yang sungguh-sungguh mengeksplorasi ide dan karyanya ikut menuai respons buruk pasar yang kian hari kurang berani berinvestasi pada ranah NFT. (Yoga)
NFT, Peluang Menggiurkan bagi Bisnis Jurnalisme
Survei yang dilakukan Reuters Institute di sejumlah negara mengungkap fenomena turunnya jumlah pembaca media cetak akibat pandemi. Riset Reuters Institute dan Universitas Oxford itu juga mengungkap ada pergeseran perspektif tentang sumber pendapatan perusahaan bagi media. Survei dilakukan di 43 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan, ada lima sumber pendapatan yang diandalkan perusahaan media, yaitu dari pengiklan, pelanggan, penyelenggaraan acara, e-dagang, dan donatur. Sayangnya, kelimanya menunjukkan tren penurunan, (Kompas, 5/1).
Gambaran situasi pelik bisnis media ini akhirnya mendorong media-media asing untuk berinovasi menciptakan sekoci baru sumber penghasilan. Koran lama The New York Times (NYT) di AS pada 2021 mengubah salah satu kolomnya menjadi non-fungible token (NFT). Seorang pengisi kolom teknologi di NYT Kevin Roose mengatakan bergabungnya jurnalis dalam hiruk-pikuk NFT merupakan sebuah keniscayaan. The Times merupakan media massa pertama yang ikut mengeksplorasi kegunaan NFT, pembelian menggunakan mata uang digital ethereum (ETH).
Adapun, majalah Time juga sudah mencetak dan sedang dalam proses menjual tiga sampul majalahnya dalam bentuk NFT. Kantor berita Associated Press (AP) yang berpusat di New York, AS, juga menjual koleksi foto yang pernah diambil selama 175 tahun bersejarah. Koleksi foto, mulai dari foto luar angkasa, iklim, perang, hingga sejumlah karya terkenal dari fotografer AP telah dirilis sejak awal Januari 2022. Hasil penjualan koleksi foto bersejarah itu akan di gunakan kembali untuk mendanai kegiatan jurnalismenya. (Yoga)
ADU KENCANG TRANSAKSI DIGITAL
Pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia berimbas positif terhadap transaksi perbankan digital di Tanah Air. Ceruk bisnis yang menggiurkan itu menjadi medan pertempuran bagi kalangan perbankan untuk beradu strategi demi menarik nasabah dan meningkatkan nilai transaksi digital banking. Peluang meningkatkan transaksi layanan digital ditangkap perbankan dengan meluncurkan platform dan aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan nasabah ritel. Di tengah agresivitas perbankan untuk ramai-ramai masuk ke digital banking, faktor keamanan siber dan literasi digital masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dituntaskan. Dalam periode 2017—2021, transaksi layanan perbankan digital melompat 139% dari Rp17.074 triliun menjadi Rp40.820 triliun. Pertumbuhan eksponensial itu membuat Bank Indonesia merevisi naik proyeksi transaksi digital banking pada tahun ini dari Rp49.733,8 triliun menjadi Rp51.729 triliun yang merepresentasikan tingkat pertumbuhan 26,72% secara year-on-year (YoY). Pada Mei 2022, Bank Indonesia mencatat transaksi layanan perbankan digital tumbuh 20,82% YoY menjadi Rp3.766,7 triliun. Alhasil, secara kumulatif, nilai transaksi digital banking dalam 5 bulan pertama 2022 mencapai Rp21.233 triliun.
Investor Global Minati Perusahaan Berstandar ESG
Investor global saat ini lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmetal Social Governance (ESG). Tercatat dana investor asing yang berinvestasi pada proyek berkelanjutan mencapai US$ 96,6 miliar pada kuartal I-2022. Ketua Forum B20 Shinta Kamdani mengungkapkan, standar tata kelola yang berkelanjutan (ESG) lebih penting dari pada sebelumnya dalam mendorong investasi jangka panjang di seluruh bisnis. "Minat berinvestasi pada perusahaan ESG semakin tumbuh," Jelas Shinta. Meski diakui Shinta, kualitas penerapan ESG tetap menjadi tantangan terbesar. Sebab sekitar 1.400 bisnis yang disurvei Federasi Akuntan Internasional, hanya 51% yang mendukung laporan mereka tentang bisnis yang berkelanjutan. "Pentingnya memiliki konsistensi dan standar yang selaras perlu digarisbawahi, karena mereka pemangku kepentingan semakin mendesak untuk mendapatkan informasi keberlanjutan yang lebih transparan, konsisten, dan dapat dibandingkan," sambung dia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
John Riady: Jangan Khawatir Bubble Start-up
06 Sep 2021 -
Kebocoran Data Seolah Dibiarkan Terus Terjadi
04 Sep 2021 -
Perusahaan Rokok Besar Menikmati Insentif Cukai
04 Sep 2021









