Digital Ekonomi umum
( 1143 )NFT, Peluang Menggiurkan bagi Bisnis Jurnalisme
Survei yang dilakukan Reuters Institute di sejumlah negara mengungkap fenomena turunnya jumlah pembaca media cetak akibat pandemi. Riset Reuters Institute dan Universitas Oxford itu juga mengungkap ada pergeseran perspektif tentang sumber pendapatan perusahaan bagi media. Survei dilakukan di 43 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan, ada lima sumber pendapatan yang diandalkan perusahaan media, yaitu dari pengiklan, pelanggan, penyelenggaraan acara, e-dagang, dan donatur. Sayangnya, kelimanya menunjukkan tren penurunan, (Kompas, 5/1).
Gambaran situasi pelik bisnis media ini akhirnya mendorong media-media asing untuk berinovasi menciptakan sekoci baru sumber penghasilan. Koran lama The New York Times (NYT) di AS pada 2021 mengubah salah satu kolomnya menjadi non-fungible token (NFT). Seorang pengisi kolom teknologi di NYT Kevin Roose mengatakan bergabungnya jurnalis dalam hiruk-pikuk NFT merupakan sebuah keniscayaan. The Times merupakan media massa pertama yang ikut mengeksplorasi kegunaan NFT, pembelian menggunakan mata uang digital ethereum (ETH).
Adapun, majalah Time juga sudah mencetak dan sedang dalam proses menjual tiga sampul majalahnya dalam bentuk NFT. Kantor berita Associated Press (AP) yang berpusat di New York, AS, juga menjual koleksi foto yang pernah diambil selama 175 tahun bersejarah. Koleksi foto, mulai dari foto luar angkasa, iklim, perang, hingga sejumlah karya terkenal dari fotografer AP telah dirilis sejak awal Januari 2022. Hasil penjualan koleksi foto bersejarah itu akan di gunakan kembali untuk mendanai kegiatan jurnalismenya. (Yoga)
ADU KENCANG TRANSAKSI DIGITAL
Pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia berimbas positif terhadap transaksi perbankan digital di Tanah Air. Ceruk bisnis yang menggiurkan itu menjadi medan pertempuran bagi kalangan perbankan untuk beradu strategi demi menarik nasabah dan meningkatkan nilai transaksi digital banking. Peluang meningkatkan transaksi layanan digital ditangkap perbankan dengan meluncurkan platform dan aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan nasabah ritel. Di tengah agresivitas perbankan untuk ramai-ramai masuk ke digital banking, faktor keamanan siber dan literasi digital masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dituntaskan. Dalam periode 2017—2021, transaksi layanan perbankan digital melompat 139% dari Rp17.074 triliun menjadi Rp40.820 triliun. Pertumbuhan eksponensial itu membuat Bank Indonesia merevisi naik proyeksi transaksi digital banking pada tahun ini dari Rp49.733,8 triliun menjadi Rp51.729 triliun yang merepresentasikan tingkat pertumbuhan 26,72% secara year-on-year (YoY). Pada Mei 2022, Bank Indonesia mencatat transaksi layanan perbankan digital tumbuh 20,82% YoY menjadi Rp3.766,7 triliun. Alhasil, secara kumulatif, nilai transaksi digital banking dalam 5 bulan pertama 2022 mencapai Rp21.233 triliun.
Investor Global Minati Perusahaan Berstandar ESG
Investor global saat ini lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmetal Social Governance (ESG). Tercatat dana investor asing yang berinvestasi pada proyek berkelanjutan mencapai US$ 96,6 miliar pada kuartal I-2022. Ketua Forum B20 Shinta Kamdani mengungkapkan, standar tata kelola yang berkelanjutan (ESG) lebih penting dari pada sebelumnya dalam mendorong investasi jangka panjang di seluruh bisnis. "Minat berinvestasi pada perusahaan ESG semakin tumbuh," Jelas Shinta. Meski diakui Shinta, kualitas penerapan ESG tetap menjadi tantangan terbesar. Sebab sekitar 1.400 bisnis yang disurvei Federasi Akuntan Internasional, hanya 51% yang mendukung laporan mereka tentang bisnis yang berkelanjutan. "Pentingnya memiliki konsistensi dan standar yang selaras perlu digarisbawahi, karena mereka pemangku kepentingan semakin mendesak untuk mendapatkan informasi keberlanjutan yang lebih transparan, konsisten, dan dapat dibandingkan," sambung dia. (Yetede)
Akses e-Katalog untuk UMKM Disederhanakan
Pemerintah berkomitmen menyederhanakan birokrasi yang menyulitkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses sistem belanja negara lewat layanan elektronik pengadaan barang dan jasa. Demikian disampaikan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas saat dihubungi, Selasa (21/6), di Jakarta. (Yoga)
Warga RI Semakin Sadar dengan Keamanan Digital
Populix, perusahaan penyedia layanan consumer insights yang menghubungkan individu, pelaku usaha UMKM, serta start-up, menyebutkan bahwa warga negara Indonesia (RI) semakin memiliki kesadaran keamanan digital ketika aktif di dunia maya (Internet). Hal tersebut merupakan kesimpulan dari sebuah survey untuk melihat kebiasaan masyarakat Indonesia dalam bermedia sosial serta pandangannya terhadap metaverse sebagai masa depan internet. Survei diadakan untuk memperingati Hari Media Sosial Indonesia yang jatuh setiap tanggal 10 Juni. Studi bertajuk Social Media Habit and Internet Safety itu menunjukkan bahwa 87% responden mengakses media sosial dalam satu bulan terakhir. Selanjutnya, YouTube (94%) dan Instagram (93%) menempati posiisi sebagai dua paltform media sosial yang paling banyak digunakan responden, disusul TikTok (63%), Facebook (59%) dan Twitter (54%). Chief Technology Offering Populix Jonathan Benhi mengatakan, dewasa ini, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. (Yetede)
Jaga Kenyamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini dan Standar Internasional
Di-era Digital saat ini, ancaman siber selalu berkembang dan berusaha untuk mengeksploitasi sekecil apapun celah yang ada. Perbankan menyadari perlunya untuk selalu melakukan evaluasi dan memahami apa vulnerability yang dimiliki, pola dan tren apa yang dilakukan oleh para fraudster untuk melakukan kejahatan perbankan. Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha yang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan AI (Artificial Intelegence) guna memahami pola-pola froud & threat yang terjadi, sehingga BRI dapat memberikan tindakan preventif serta respon yang cepat dan tepat untuk menghadapi resiko-resiko kejahatan siber seperti upaya pencarian data. "Dalam pemilihan teknologi yang digunakan BRI dipilih melalui metode yang tepat dengan mempertimbangkan hasil kajian dan analisa resiko. Sehingga teknologi yang digunakan untuk melindungi data nasabah merupakan teknologi yang dapat meminimalisir resiko kebocoran data," ungkapnya. (Yetede)
Ramai-ramai Merayakan NFT
Galam Zulkifli (51) pelukis kelahiran Sumbawa, NTB, yang kini tinggal di Yogyakarta menceritakan pengalaman manis yang ia rasakan pada Maret 2022. Salah satu karya seni NFT berbasis lukisan yang ia unggah di ”jagat” Etherium laku senilai 5 ETH, setara Rp 225 juta di salah satu semesta maya itu. Di dalam kesepakatan transaksi NFT, Galam menyertakan lukisan fisik turut dikirim kepada pembeli jika karya digitalnya terbeli.Musisi Indra Lesmana (56) meraup sejumlah uang kripto dengan mata uang Matic lewat lelang album In The Moment di lokapasar karya NFT bernama Netra pada akhir April 2022. Indra juga merasakan, medium baru NFT itu patut dirayakan. ”Bagi saya, NFT berpihak kepada seniman, termasuk musisi. Ketika karyanya terjual di NFT, uang yang diperoleh langsung diterima kreator tanpa potongan-potongan lainnya,” ujar Indra, yang kini menetap dan berkarya di Sanur, Bali. Dari hasil lelang album InThe Moment, Indra memperoleh 1.850 Matic setara Rp 40 juta.
Akademisi ISI Yogyakarta, Sudjud Dartanto, sedang menyelesaikan program studi doktoralnya. Risetnya terkait karya seni digital yang diunggah ke metaverse, terutama NFT. Menurut Sudjud, karya seni NFT semata-mata sebagai karya seni digital teregistrasi atau tercatat di dalam teknologi rantai blok atau blockchain internet. Sementara karya seni kripto, lanjutnya, lebih meluas lagi. Karya seni kripto tidak sekadar tercatat di rantai blok internet, tetapi memiliki peluang pengembangan oleh tiga disiplin, meliputi seniman kripto, desainer, dan ilmuwan pengembang kripto. Di situ tetap ada penggalian masalah finansial secara mandiri. ”Produk yang bagus akan bertahan di ranah kripto. NFT menjadi momentum penting bagi seniman, bagi kreator, karena di situ terjadi desentralisasi dan divalidasi secara kolektif disertai konsensus yang membuat NFT dipercaya,” ujar Sudjud. Meski sekarang mata uang kripto anjlok, NFT justru berpeluang berkembang. NFT menjadi produk peradaban terkini, dan patut kita rayakan. (Yoga)
Indonesia Butuh Lebih Banyak Talenta Digital
Indonesia perlu memiliki banyak talenta digital untuk menghadapi dunia bisnis dengan daya saing digital yang ketat. ”Transformasi digital kini merupakan poin kunci yang menjadi concern semua pihak. Kami ingin menghadirkan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh transformasi digital,” ujar pendiri sekaligus CEO Binar Academy Alamanda Shantika, Kamis (9/6) di Jakarta. (Yoga)
GoTo Siapkan Strategis Percepat Profitabilitas
Perusahaan ekosistem digital PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) menyiapkan empat strategi bisnis untuk memperkuat pangsa pasar di Tanah Air, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perseroan secara berkelanjutan dan mempercepat langkah menuju profitabilitas. CEO Group GoTo Andre Soelityo menjelaskan, keempat strategi itu yakni pertama, meningkatkan cross selling antar-platform. Kedua, memaksimalkan strategi hyperlocal pada layanan logistik dan pemenuhan (fulfilment). Ketiga, mengintegrasikan layanan fintech antar-platform secara lebih dalam. Terakhir, meningkatkan layanan value-added (nilai tambah) untuk memberi lebih bagi mitra driver dan merchant. "Perjalanan GoTo baru berlangsung satu tahun, oleh karena itu kami akan mengoptimalkan keunggulan bersaing kami akan mendorong kemajuan dan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat," jelas Andre pada paparan publik secara virtual, Jumat (10/16). (Yetede)
Pencarian Info secara Daring Terus Tumbuh
Pencarian info properti, khususnya rumah tinggal, melalui kanal daring terus tumbuh. Faktor kemudahan mengakses internet jadi pertimbangan konsumen. Menurut Vice President of Corporate Sales Lamudi Michael Kauw, Rabu (8/6) fenomena itu menjangkiti konsumen lintas generasi. Pertumbuhan tak hanya di kalangan warga usia 25-34 tahun, tetapi juga warga umur 45-54 tahun. (Yoga)
Pilihan Editor
-
John Riady: Jangan Khawatir Bubble Start-up
06 Sep 2021 -
Kebocoran Data Seolah Dibiarkan Terus Terjadi
04 Sep 2021 -
Perusahaan Rokok Besar Menikmati Insentif Cukai
04 Sep 2021









