ADU KENCANG TRANSAKSI DIGITAL
Pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia berimbas positif terhadap transaksi perbankan digital di Tanah Air. Ceruk bisnis yang menggiurkan itu menjadi medan pertempuran bagi kalangan perbankan untuk beradu strategi demi menarik nasabah dan meningkatkan nilai transaksi digital banking. Peluang meningkatkan transaksi layanan digital ditangkap perbankan dengan meluncurkan platform dan aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan nasabah ritel. Di tengah agresivitas perbankan untuk ramai-ramai masuk ke digital banking, faktor keamanan siber dan literasi digital masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dituntaskan. Dalam periode 2017—2021, transaksi layanan perbankan digital melompat 139% dari Rp17.074 triliun menjadi Rp40.820 triliun. Pertumbuhan eksponensial itu membuat Bank Indonesia merevisi naik proyeksi transaksi digital banking pada tahun ini dari Rp49.733,8 triliun menjadi Rp51.729 triliun yang merepresentasikan tingkat pertumbuhan 26,72% secara year-on-year (YoY). Pada Mei 2022, Bank Indonesia mencatat transaksi layanan perbankan digital tumbuh 20,82% YoY menjadi Rp3.766,7 triliun. Alhasil, secara kumulatif, nilai transaksi digital banking dalam 5 bulan pertama 2022 mencapai Rp21.233 triliun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023