;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1143 )

Ada Apa dengan ”Start Up”

KT3 08 Jul 2022 Kompas

Perusahaan rintisan teknologi (start up) saat ini sedang diterpa turbulensi yang bisa mengancam keberlanjutan usahanya. Akibatnya, muncul dua fenomena, yaitu : Pertama, berupa turunnya dengan drastis nilai pasar (market capitalization) banyak start up di seluruh dunia sehingga menyerupai tren global. Kedua, terjadi PHK walau masih terbatas di beberapa start up tertentu saja. Sedari awal start up seakan memang didesain untuk mendorong munculnya bubble (gelembung), yaitu peningkatan nilai aset yang jauh melebihi nilai intrinsiknya, pada akhirnya ini membuat investor publik harus membayar jauh lebih mahal untuk saham start up saat penawaran saham perdana (IPO) dibandingkan dengan harga yang harus dibayar pendiri dan investor terdahulu. Misalnya, terlihat ketika pemegang saham Bukalapak dan GOTO masing-masing harus membayar 17 kali nilai nominal saham untuk Bukalapak dan lebih dari 300 kali nilai nominal saham untuk GOTO.

Seperti perahu di lautan yang tersapu tsunami, dan pada gilirannya penurunan sentiment positif langsung memunculkan tekanan yang sangat kuat terhadap valuasi start up. Akibatnya, valuasi yang sudah dianggap terlalu mahal sejak 2011, ketika beberapa start up dengan valuasi di atas 1 miliar dollar AS mulai disebut sebagai unicorn, itu pun mulai kehilangan resistant factor atau daya dukungnya, akibatnya, seperti dikutip media massa, dari 71 start up yang melakukan IPO di AS pada periode 2019-2021, sebanyak 56 atau 79 % harga sahamnya saat ini ada di bawah harga IPO. Sementara tujuh perusahaan teknologi terbesar di dunia, yakni Apple, Microsoft, Tesla, Amazon, Alphabet, Nvidia, Meta, kehilangan kapitalisasi pasar hingga 1 triliun USD dalam tiga hari perdagangan pada awal Mei 2022.

Pada akhirnya, penurunan drastis valuasi start up yang disertai dengan gelombang PHK massal di banyak start up di seluruh dunia ini diprediksi akan mendorong terjadinya perubahan besar di dalam semesta start up yang akan   ditandai dengan : Pertama, akan ada banyak start up yang kehabisan sumber daya untuk menjaga keberlangsungannya seiring dengan melambatnya aliran dana dari investor. Start up dengan kegiatan bakar uang (burn rate) yang tinggi dan masih jauh road to profitable-nya, akan menjadi barisan pertama yang terpaksa harus berhenti beroperasi. Kedua, bahwa kemunculan start up kampiun (champion) akan disertai revaluasi yang akan mendorong valuasi start up menjadi jauh lebih rendah nilainya daripada valuasi sebelumnya sehingga secara langsung akan menghapuskan (write-off) investasi investor di dalam dengan nilai yang signifikan. (Yoga)


TERNAK KURBAN, Adaptasi Peternak Hadapi Era Tidak Pasti

KT3 07 Jul 2022 Kompas (H)

Kemunculan penyakit mulut dan kuku (PMK) memicu kreativitas peternak di Jabar. Keberadaan media sosial dan kemauan meriset menjadi mitigasi menghadapi hal tidak terduga. Muhammad Shobirin (31) menawarkan domba garut dari peternakan miliknya, Santri Tani Farm dari kandangnya di Desa Sampih, Susukanlebak, Cirebon, Senin (4/7) melalui akun Facebook, Shob Muhammad Shobirin. Santri Tani Farm juga mengembangkan peternakan terintegrasi dengan pertanian. Kotoran domba, menjadi pupuk kompos untuk sawah. Sebaliknya, jerami sisa panen menjelma pakan domba

Hingga Rabu (6/7), data Siaga PMK menyebutkan, total 33.210 ternak di Jabar terjangkit dan 586 ekor mati. Seperti Covid-19, PMK menuntut pembatasan mobilitas. Itu sebabnya, Shobirin tidak membawa dombanya ke pasar ternak. Bermodal jempol, gawai, dan kuota, ia terhubung dengan pelanggannya hingga Jakarta. Sejauh ini, dari 33 domba, 10 ekor laku untuk kurban. Dombanya dijual bervariasi, Rp 3 juta-Rp 5,5 juta per ekor. Ternaknya diklaim sehat karena memiliki surat kesehatan.

Ketekunan beradaptasi juga diperlihatkan Fahri (31), CS Musim Qurban, Senin (4/7), di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Dia mengambil gambar domba untuk dipamerkan di akun media sosial @musimqurban yang diikuti  341 pengguna. ”Sudah lebih dari 100 domba terjual. Sapi biasanya terjual dekat Idul Adha,” ujar Fahri yang tahun ini menyediakan 204 domba dan 4 sapi. Selain promosi lewat video, pengelola Motekar Farm, penyedia hewan kurban di Bandung, Yuga Suwarsa, tetap mempersilakan konsumen datang ke kandang. Namun, ia menerapkan protokol kesehatan ketat mencegah PMK.. Pelanggan melihat hewan kurban dari jarak 30 meter. Ada layanan video dan gambar untuk melihat detail ternak, demi meminimalkan PMK.


NFT: Seni, Simulakra, dan Kelangkaan Aset

KT3 03 Jul 2022 Kompas

Fenomena crypto crash, sebagaimana diuraikan oleh Hizkia Subiyantoro (Kompas, 26 Juni 2022), membuat banyak pihak ”kena mental”, istilah generasi sekarang. Jatuhnya nilai tukar mata uang kripto ”Mother of Alt.coin’ (bitcoin) sebagaimana terpantau di sejumlah exchange (pasar jual beli koin kripto) sontak membuat kreator, kolektor, pengembang (developer) proyek non fungible token (NFT) mengalami tekanan dan adaptasi baru. Walau demikian, rantai blok (blockchain) internet tetaplah sebagai sistem pencatatan riwayat data canggih dan terkini yang kehadirannya telah nyata memengaruhi budaya produksi, distribusi, dan konsumsi saat ini.

Teknologi rantai blok akhirnya masuk ke ranah seni yang ditandai dengan munculnya lokapasar seni berbasis rantai blok yang   melahirkan inovasi NFT. Teknologi kriptografi (proses enkripsi data) dalam rantai blok memungkinkan suatu aset memiliki aspek kelangkaan, keunikan dan keotentikan. Pada titik ini karya dan peristiwa seni yang dinyatakan dalam serial number oleh rantai blok menemukan momentum otentisitas dan ekonomisnya sebagai sebuah aset NFT. Sejumlah lokapasar NFT telah hadir, dari yang bersifat pasar raya semisal Opensea, hingga yang memiliki kurasi ketat, seperti Superrare hingga Foundation. Lokapasar tersebut dan wahana berkurasi ketat sejenisnya telah menjadi titik temu antara kreator dan kolektor secara langsung (peer to peer).

Menurut filsuf posmodern, Jean Baudrillard, tentang simulakra, bahwa NFT dan metaverse adalah realitas baru yang ditentukan oleh ”mesin simulasi”. Apa yang telah, tengah, dan akan diubah oleh rantai blok ini seolah mengonfirmasi kekuatan simulakra dalam memengaruhi roda ekonomi dan menentukan jenis kesadaran di atasnya. Dengan keunggulan dan kerentanannya, rantai blok memberi solusi baru dalam ”mengeksklusifkan” data yang semula hampir tak bernilai oleh spirit keterbukaan (openness) pada babak awal revolusi digital. (Yoga)


Grab dan OVO Hadirkan Layanan Drive-Thru ETP di Solo

KT1 01 Jul 2022 Investor Daily (H)

Grab dan OVO meluncurkan layanan publik drive-thru Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) untuk tiga layanan pembayaran sekaligus bagi masyarakat Kota Surakarta (Solo), Jawa tengah, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Perumda Air Minum (PAM). Layanan itu dihadirkan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui elektronifikasi infratsrtuktur pembayaran. Apalagi, hasil riset OVO diseluruh Indonesia menunjukkan, mayoritas masyarakat, sebanyak 73%, masih melaksanakan pembayaran pajak, baik PKB,PBB, dan PDAM dengan datang secara langsung ke loket terdekat. "Ini adalagi satu layanan Drive-Thru. Intinya untuk mempermudah warga melakukan transaksi perpajakan dan lain-lain terutama untuk notice pajak kendaraan bermotor serta  membayar online PBB dan PDAM. Penambahan lokasi dan layanan masih akan kita bicarakan kedepannya," ujar Gibran, dalam pernyataannya, Kamis (30/6). (Yetede)

UMKM, Menggali Peluang untuk Bangkit dan ”Naik Kelas”

KT3 30 Jun 2022 Kompas

Di masa transisi Pandemi Covid-19, banyak usaha rintisan (start up) mengalami kontraksi dan sulit bertahan. Namun, tak sedikit pula yang menemukan peluang baru dan bangkit di tengah kesulitan. Pendiri dagingmania.id, Adhitya Farkhaan, menyatakan, usaha penjualan daging milik kakaknya sempat merosot di awal pandemi tahun 2020. Di tengah kesulitan itu, ia dan kakaknya berupaya mencari konsep bisnis baru agar usahanya bertahan. Saat dirintis, pemasaran hanya melalui aplikasi Whatsapp. Secara bertahap, pemasaran merambah ke lokapasar seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Gojek. Produk marinasi daging olahan kini menjadi andalan dagingmania.id dengan penjualan 50 kg per minggu. Adhitya dan kakaknya memutuskan ikut kompetisi KoinWorks Neo Inspirasi guna mengumpulkan modal untuk ekspansi bisnis dan memenangi kompetisi tersebut untuk kategori UMKM.

CEO Dhara Studio Roro Widi Astuti menemukan ide baru di tengah kesulitan bisnis studio yoga. Usaha studio yoga The Good Prana yang dia dirikan tahun 2018 itu fokus pada yoga. Namun, selama pandemi, usaha itu kesulitan karena pembatasan sosial dan perubahan perilaku masyarakat. Konsep usaha diubah dengan fokus lebih ke pelatihan kesehatan dan kebugaran perempuan yang sebelum pan demi dinilai cukup banyak peminat. Nama studio diubah dari The Good Prana jadi Dhara Studio. Beberapa layanan antara lain olahraga prenatal, pasca kelahiran, kelas edukasi kesehatan untuk keluarga, dan konsultasi psikologi bagi ibu-ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan. Roro menjadi pemenang KoinWorks Neo Inspire Competition kategori womenpreneur.

Ajang KoinWorks Neo Inspire Competition yang diikuti hampir 9.000 peserta terdiri atas beberapa kategori lomba, antara lain UMKM, perempuan pengusaha (womenpreuner), usaha rintisan, dan creator konten. Chief Strategy Officer KoinWorks Ethan Zhang mengemukakan, KoinWorks Neo Inspirasi diyakini membantu UMKM dan sektor terkait untuk pengelolaan yang lebih baik dalam hal keuangan serta pengelolaan bisnis dengan cara yang lebih cerdas dan efisien. CEO dan Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono mengemukakan, tidak semua UMKM membutuhkan pendanaan untuk ekspansi bisnis. Namun, UMKM yang mendapatkan pendanaan dilatih dan dibimbing agar mampu mengelola bisnis lebih efisien. (Yoga)


NFT KOMPAS, Keping Sejarah di dalam ”Blockchain”

KT3 30 Jun 2022 Kompas (H)

Koleksi ”non-fungible token” atau NFT bertajuk ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” dari harian ”Kompas” memantik beragam kisah bagi para kolektor. Mereka yang mengoleksi aset itu memetik cerita baru dari masa lalu. Ada pula yang meruwat cerita lama agar tak lekas hilang dari ingatan. NFT Kompas turut meramaikan OpenSea, salah satu lokapasar di jaringan rantai blok (blockchain) Ethereum sejak perilisan perdana pada Selasa (28/6). Meski begitu, euforia terhadap koleksi ini sudah hadir sejak sehari sebelumnya. Pada Rabu (29/6) malam, 41 dari 57 koleksi NFT Kompas telah dimiliki sejumlah pengguna. Dari puluhan pengguna, ada Peter Cung (29) yang mengoleksi edisi ”Jatuhnya Orde Baru”, arsip Kompas tahun 1998. Dia begitu terobsesi dengan edisi berjudul ”Pak Harto: Saya Ini Kapok Jadi Presiden” pada halaman utama itu.

Banyak kolektor NFT Kompas lain juga turut berbagi kisah di sejumlah media sosial. Hadi Ismanto (33) turut berbangga mengoleksi tiga NFT sekaligus dari Kompas, antara lain edisi ”Emas Pertama RI di Olimpiade” tahun 1992, ”Pemberedelan Media Massa” tahun 1994, dan ”Pemilu” tahun 2014. Awalnya, Hadi mengoleksi edisi ”Pemberedelan Media Massa” lantaran kedekatan pada industri media. Hadi merasa peristiwa itu penting. Edisi itu juga membuatnya teringat peran media massa yang begitu signifikan pada masa itu saat kebebasan berpendapat sangat dibatasi  pemerintah.

Bagi sejumlah kolektor, edisi ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” menjadi semacam cara untuk merawat kepingan sejarah. Randy Nugraha (40), misalnya, turut mengoleksi edisi ”Operasi Seroja ke Timor Timur” yang terbit di Kompas tahun 1975 karena menganggapnya sebagai tonggak sejarah yang berdampak besar terhadap Indonesia dan dunia internasional. Kejadian ini berkaitan dengan rencana deklarasi kemerdekaan Republik Demokratik Timor Timur pada saat itu. Pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, menuturkan, sejarah ditulis para pemenang, sementara masa depan ditulis mereka yang mau berjuang. Inisiatif peluncuran arsip berita dalam bentuk NFT yang dilakukan Kompas,  merupakan bentuk perjuangan untuk merawat ingatan bangsa agar tetap hidup di memori generasi muda. (Yoga)


Masa Depan Internet Terang, tetapi Literasinya Masih Kurang

KT3 28 Jun 2022 Kompas

Beberapa tahun ke depan, konsumsi masyarakat mengakses media daring diprediksi akan menggeser kebiasaan mengakses media mainstream, yang ditandai tingginya pola akses media digital oleh anak muda. Kelompok usia muda berdasarkan survei Litbang Kompas lebih sering membuka gawai untuk mengakses media sosial dibandingkan dengan kelompok usia menengah dan usia tua. Responden kelompok muda menyatakan mengakses media sosial setiap hari. Platform aplikasi daring, seperti Instagram, Facebook, dan Whatsapp, paling sering diakses, baik sebagai sarana percakapan maupun sebagai konten informasi.

Namun, dalam pola kebiasaan konsumsi media ini, bisa dikatakan audiens bersifat pasif. Bagi operator penyedia jasa jaringan internet, tingginya penetrasi internet di Indonesia menjadi peluang bisnis. Bagi masyarakat, kemudahan akses internet semestinya menjadi tantangan agar lebih produktif dan memperkaya khazanah pengetahuan. Di sektor ekonomi, penggunaan internet oleh UMKM cukup tinggi. Data APJII menyebutkan, 87,4 % UMKM telah menggunakan internet untuk mendukung kelangsungan usahanya.

Hasil survei Litbang Kompas ini menunjukkan audiens di semua kelompok usia mayoritas sudah menyatakan puas dengan informasi yang disajikan oleh media sosial, yakni 91,4 %. Sikap puas tersebut menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat masih berada pada level konsumen informasi dari internet, tetapi kurang kritis terhadap konten yang disajikan oleh internet karena sudah merasa puas dengan informasi yang tersaji. Gambaran ini menunjukkan belum kuatnya literasi digital di kalangan masyarakat. Akan tetapi fenomena pertumbuhan pengguna internet merupakan hal positif. Data APJII periode Juni 2022 menunjukkan masyarakat terkoneksi ke internet melalui beragam cara. Mayoritas menggunakan data seluler (77,64 %) dan koneksi Wi-Fi di rumah (20,61 %). (Yoga)


Paradoks Bisnis Teknologi Digital

KT3 28 Jun 2022 Kompas

Setengah tahun pertama 2022, kita merasa di tengah keyakinan bahwa teknologi digital kian tak terbendung, tetapi bercampur keraguan akan prospek bisnisnya. Perang Rusia-Ukraina, inflasi, dan ancaman resesi berdampak terhadap industri teknologi digital. Perang Rusia-Ukraina berdampak banyak, termasuk terhadap pengembangan pasar dan investasi perusahaan teknologi, termasuk rintisan bidang teknologi (start up). Dari data Crunchbase, dalam tujuh tahun terakhir, investor strategis dan ventura di Rusia berpartisipasi dalam lebih dari 300 putaran pendanaan perusahaan rintisan berbasis di AS. Saat Bank Sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga, investor bakal rasional. Likuiditas jadi ketat. Akhir April 2022, mengutip The New York Times, enam perusahaan raksasa teknologi, Apple, Microsoft, Google, Amazon, Facebook, dan Netflix, secara kolektif kehilangan nilai pasar 2,2 triliun USD.

Managing Partner Strategy and Transactions Ernst & Young Indonesia David Rimbo, mengatakan, harga saham teknologi, baik di tingkat global maupun di Indonesia, anjlok. Sejumlah start up yang melantai di pasar saham 2022 harga sahamnya sempat lebih rendah dari penawaran awal. Kabar PHK menyeruak. Di AS, sejumlah perusahaan teknologi merumahkan sebagian karyawan, seperti Uber dan RobinHood. Entitas lokapasar asal Singapura, Shopee, cabut dari Spanyol pada 17 Juni setelah cabut dari Perancis dan India, Maret 2022, lima bulan setelah membuka bisnis di kedua negara itu. Di Indonesia beredar kabar senada. Mekanisme mengelola bisnis berkelanjutan akan menjadi satu-satunya cara bertahan dari gempuran persaingan atau kondisi makro ekonomi. (Yoga)


Transaksi Digital Gerbang Pasar Global

HR1 28 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Dari warung kecil di pojok jalan hingga restoran bintang lima di pusat ibu kota, pembayaran digital saat ini telah diadopsi oleh berbagai kalangan bisnis. Jumlah merchant yang mengadopsi kode terpadu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia meningkat dari 5,8 juta menjadi 12 juta dalam waktu kurang dari 1 tahun, yakni dari Desember 2020 hingga Oktober 2021. Peningkatan pesat ini betul-betul didorong oleh pembatasan fisik di tengah pandemi Covid-19. Namun, bukan hanya mengubah wajah ekosistem pembayaran domestik, pembayaran digital juga berpotensi menjadi jembatan bagi para pelaku usaha Indonesia untuk berekspansi ke pasar regional dan internasional. Dari 2019 hingga 2022, nilai transaksi bruto (gross transaction value) dompet digital di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan dari 23% menjadi 28%.Kehadiran pemain-pemain utama yang didukung oleh entitas besar di belakangnya, seperti GoPay dari Gojek dan ShopeePay dari Shopee, turut berkontribusi pada melesatnya adopsi dompet digital di masyarakat.

NFT, Utopia Dunia Digital dan Disrupsi Nilai

KT3 26 Jun 2022 Kompas

Spirit NFT bisa menggugah seorang programmer dan pengusaha kawakan hingga antusias betul akan masa depan digital. Kelak, strata social seseorang bisa diketahui hanya dengan sebuah avatar profile di media sosial (metaverse), tak peduli siapa pun orang tersebut di dunia nyata (universe). Tentu saja profile picture tersebut adalah avatar NFT dengan nilai tukar yang sangat tinggi dan diketahui oleh jaringan komunitas-komunitas kripto dan rekam jejak transaksi digitalnya tercatat rapi dalam sebuah sistem bernama blockchain.

Pergerakan NFT sangat pesat sejak pandemic Covid-19 berlangsung dua tahun ini. Bermunculan fenomena baru tentang penjualan karya seni yang fantastis di pasar kripto. Bukti-bukti digital mengundang  antusiasme para kreator, investor, dan kolektor. Seketika NFT dengan kesempurnaannya menjadi sebuah jawaban. Tidak disangka, sejak awal Juni 2022,  dua mata uang terbesar kripto, ETH (etherium) dan BTC (bitcoin), menurun sangat drastis. Penyebab utamanya, karena para investor mengurangi eksposur pada aset yang berisiko. Kondisi ini masih terus bertahan hingga Kamis (23/6). Dimana nilai 1 ETH setara 1.075,12 USD atau Rp 15.930.319, sedangkan 1 BTC setara 20.220 USD atau Rp 299.917.194.

Begitu masifnya jumlah NFT saat ini, sedikit menyulitkan klarifikasi dan verifikasi dan tidak bisa menjamin keunikan suatu karya. Bisa saja ”kreator jadi-jadian” hanya mengeksploitasi NFT dari sudut keuntungan semata, dengan begitu bisa menjual satu barang NFT di berbagai platform sekaligus. Seniman kripto yang sungguh-sungguh mengeksplorasi ide dan karyanya ikut menuai respons buruk pasar yang kian hari kurang berani berinvestasi pada ranah NFT. (Yoga)