;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1168 )

Bisnis Kartu Kredit Masih Menjanjikan

KT1 16 May 2025 Investor Daily (H)

Industri perbankan masih mencatatkan kinerja bisnis kartu kredit yan tumbuh positif pada tiga bulan pertama tahun ini,  ditengah daya beli  masyarakat yang melemah. Meski demikian, perbankan tetao mewaspadai kondisi perekonomian ke depannya. Seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang hingga Maret 2025, kartu kredit  masih menjadi salah satu alat pembayaran andalan bagi nasabah BCA. Jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 4,91 juta. Nilai transaksi kartu kredit tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 32 triliun, didukung ativitas masyarakat di berbagai sektor. Totak outstanding pinjaman konsumer lainnya (mayoritas berasak dari kartu kredit) meningkat 13,9% (yoy) menjadi Rpp 23,3 triliun.

"Di di sisi kualitas portfolio, NPL (non performing loan) kartu kredit BCA pada kuartalk pertama 2025 tetap terjaga, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan menejmen resiko yang disiplin. Kami berharap kualitas portfolio kartu kredit BCA tetap terjaga di level yang mana di level yang manageable hingga akhir tahun," tutur Vice President Corporate Communication and Social Responsbility BCA Hera F Haryn kepada Investor Daily. Dari sisi transaksi, penggunaan kartu kredit BCA di merchant semakin mudah dengan hadirnya fitur contactless, sehingga nasabah cukup unutk menyelesaikan transaksi. BCA juga secara konsisten berupaya memperkuat  kerja sama dengan berbagai mitra bisnis serta menghadirkan beragam promo menarik di berbagai segmen, untuk mendukung nasabah yang semakin beragam. (Yetede)

Regulasi Telko Perlu Diperbaharui agar Tidak Stagnan

KT1 16 May 2025 Investor Daily (H)
Operator Telekomunikasi di Tanah Air, terus mengalami tekanan bisnis dalam beberapa tahun terakhir ini. Ini bisa dilihat dari rasio keuntungan bisnis (Total Cost Revenue/TCR) yang akan berkisar 3-4% dari total investasi tahunan. Faktor regulasi dan persaingan bisnis yang tidak seimbang disinyalir  menjadi penyebab stagnannya rasio keuntungan operator. Kondisi ini berbanding terbalik dengan platform over the top (OTT) yang terus memanen cuan dengan menunggangi jaringan operator Telko. Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys mengatakan, lanskap industri telekomunikasi saat ini telah berubah. Dulunya, operator telekomunikasi menguasai hampir semua produk utama telekomunikasi, kini kondisi tersebut berubah. "Artinya operator telekomunikasi yang dulunya menguasai seluruh produk dan jasa, sekarang tidak lagi. Produk-produk utama yang tadinya menjadi produk utama, sekarang sudah bukan lagi produk utama. Contoh telepon sudah tidak ada, SMS tinggal sedikit. jadi inilah perubahan yang namanya transformasi digital," kata Merza. 

Kemkomdigi Melakukan Gerakan masif Lawan Judol

KT1 16 May 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus menggencarkan upaya edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi maraknya judi online (judol) yang kian mengancam kehidupan sosial dan ekonomi keluarga Indonesia. Salah satu langkah terbarunya adalah peluncuran kendaraan edukasi yang akan menyambangi 30 kota di seluruh Indonesia dalam rangka kampanye nasional #JudiPastiRugi yang lahir dari kerja sama dengan GoPay, unit bisnis financial technology (fintech) dari PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Kampanye ini menjadi bentuk intervensi langsung negara melalui literasi digital dan penyuluhan tatap muka kepada masyarakat. Kedua stakeholder tersebut mengajak seluruh masyarakat bersama melawan dampak negatif judol yang tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga keluarga dan masa depan mereka. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar mengatakan, kampanye ini menyasar kelompok masyarakat yang belum terjangkau informasi digital secara memadai. "Upaya ini penting sebagai bentuk hadirnya negara dalam memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakatm terutama wilayah yang minim akses informasi digital," kata Alexander. (Yetede)

Grab Indonesia Memberikan Tanggapan Soal Isu Merger

KT1 16 May 2025 Investor Daily
Grab Indonesia memberikan tanggapan soal isu merger dan dominasi asing yang kencang berhembus akhir-akhir ini. Grab menyebut informasi yang beredar tersebut hanya  berdasarkan spekulasi yang belum terverifikasi, hingga pihaknya tidak bisa berkomentar lebih jauh. "Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," kata Chief of Publik Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy. Menurut Tirza, saat ini, pihaknya fokus terhadap komitmennya di Indonesia, yaitu memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat  untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan. "Bahkan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan  di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi," ujar Tirza. Bersamaa dengan rumor merger inim juga muncul kembai wacana publik yang mempertanyakan keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk dominasi asing. Tirza pun menyampaikan klarifikasi terkait struktur hukum dan kontribusi nyata Grab bagi Indonesia. Menurut Tirza, Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanam Modal Asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan dizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui peraturan-peraturan perundang--unndangan yang berlaku. (Yetede)

Grab Indonesia Memberikan Tanggapan Soal Isu Merger

KT1 16 May 2025 Investor Daily
Grab Indonesia memberikan tanggapan soal isu merger dan dominasi asing yang kencang berhembus akhir-akhir ini. Grab menyebut informasi yang beredar tersebut hanya  berdasarkan spekulasi yang belum terverifikasi, hingga pihaknya tidak bisa berkomentar lebih jauh. "Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," kata Chief of Publik Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy. Menurut Tirza, saat ini, pihaknya fokus terhadap komitmennya di Indonesia, yaitu memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat  untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan. "Bahkan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan  di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi," ujar Tirza. Bersamaa dengan rumor merger inim juga muncul kembai wacana publik yang mempertanyakan keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk dominasi asing. Tirza pun menyampaikan klarifikasi terkait struktur hukum dan kontribusi nyata Grab bagi Indonesia. Menurut Tirza, Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanam Modal Asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan dizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui peraturan-peraturan perundang--unndangan yang berlaku. (Yetede)

Penurunan Daya Beli Pukul Multifinance

KT1 15 May 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan kinerja perusahaan pembiayaan (multifinance) tahun ini berisiko lebih rendah dari target yang ditetapkan OJK. Hal ini sebagai dampak atas larangan eksternal, salah satunya penurunan penjualan kendaraan bermotor karena melemahnya daya beli masyarakat. Tercatat sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp1,11 triliun.  Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana pada Maret  2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp 278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp 432,11 miliar. Selain itu, ada Clipan Finance Indonesia (CFIN) yang meraup laba bersih Rp35,04 miliar, anjlok 59,3% (yoy) pada akhir Maret 2025. Dari laporan keuangannya, pendapatan susut salah satunya karena alokasi pencadangan yang naik menjadi Rp 158,71 miliar dari sebelumnya Rp122,38 miliar. (Yetede)

TIK Membeberkan Peran Operator Telekomunikasi dalam Memperkuat Konektivitas

KT1 14 May 2025 Investor Daily (H)
Huawei, perusahaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) global membeberkan peran operator telekomunikasi dalam memperkuat konektivitas dan transformasi digital. Terdapat tiga nilai utama yang dikontribusikan operator telekomunikasi  untuk mendorong transformasi digital. Terdapat tiga nilai utama yang  dikontribusikan formasi digital, yakni connection value (konektivitas), industry value (dukungan bagi industri), dan era value (relevansi dengan zaman). "Dalam laju akselerasi industri TIK, tiga nilai utama yang dikontribusikan operator telekomunikasi untuk mempercepat ekonomi digital, connection, indusrty, dan Era, akan terus jadi penentu arah kemajuan, memastikan kemajuan dan mampu meraih potendi era digital sepenuhnya," kata President of Carrier Business Group Huawei Kawasan Asia Pasifik Denny Deng. Terkait connection value, berarti operator mendukung suatu eksositem yang terdiri dari individu rumah-rumah, dan internet of things (IoT) dimana  semua saling terhubung sepenuhnya. Kondisi ini mendorong perluasan layanan digital, dan di saat yang sama menegaskan adanya peluang untuk meningkatkan penetrasi 4G  guna mewujudkan konektivitas yang lebih luas. (Yetede)

Ditengah Gempuran Smartphone Canggih, Ponsel Jadul Tetap Memiliki Tren Bertahan

KT1 14 May 2025 Investor Daily
Di tengah perkembangan  telepon seluler pintar (smartphone)  yang makin canggih dan kekinian, ternyata pasar ponsel faeture phone atau ponsel jadul di Indonesia masih memiliki tren bertahan dan tak mudah  tergerus oleh pasar smartphone. Meskipun pertumbuhannya stagnan, tetapi peminat ponsel jadul masih tinggi di Indonesia. Faktor harga yang terjangkau dan masa pakai baterai yang lama, masih menjadi pilihan konsumen, terutama di daerah terdepan, terluar  tertinggal (3T). Statista, perusahaan konsultan dan riset pasar global yang berbasis di AS memproyeksikan,  nilai bisnis dari penjualan feature phone di Indonesia mencapai US$ 257,9 juta atau Rp 4,24 triliunan pada 2025 ini. Bahkan, Statista memproyeksikan, total volume pasar ponsel fitur phone Indonesia mencapai 4,8 juta unit tahun 2029. Namun, pada 2026, pasarnya diperkirakan masih terjadi penurunan volume -5,2%. "Segmen pasar ini (ponsel fitur) diperkirakan tumbuh setiap tahunnya sebesar -5,54% (CAGR 2025-2029)," ungkap Tim Riset Statista, dalam risetnya. Sementara, Data reportal memperkirakan sekitar 144 juta ponsel feature phone  beredar di Indonesia pada 2025. Sebagian besar pengguna, terutama orang tua dan tinggal di pedesaan. Pada awal 2025 ini, Data Reportal juga menaksir total sambungan tponsel aktif di Indonesia mencapai 356 juta, atau setara dengan 125% dari total penduduk 284,4 jutaan jiwa. (Yetede)

Pelaku Bisnia Terapkan Sharing Economy

KT1 13 May 2025 Investor Daily (H)
Saat ini mulai banyak pelaku bisnis yang menerapkan sharing economy. Hal ini merupakan sebuah distorsi bagi keberlangsungan industri pariwisata secara luas. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menerangkan, dahulu sharing economy hanya berlaku pada rumah-rumah atau villa. Tetapi sekarang bisnis dengan konsep Sharing Economy ini sudah merambah ke aparteman, membuat pengaruh yang besar. "Sharing Economy ini memang mengerus ya, khususnya di Bali. Tapi ini fenomena sharing economy hampir menyeluruh. Kita juga berharap bahwa regulasi tentang sharing economy ini juga perlu diperhatikan," ucap dia. Sharing economy merupakan model bisnis yang dilakukan dengan cara yang lebih efisien, karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. Hariyadi menjelaskan, saat ini ada beberapa  negara yang meninjau terkait aturan mengenai sharing economy contohnya Singapura dan Jepang, yang akan melakukan pengetatan regulasi tentang sharing economy. Dia menganggap trend sharing economy ternyara berdampak besar kepada pendapatan asli daerah tertentu dan juga berkurangnyu pedapatan pemerintah. (Yetede)

Pemerintah didesak untuk Turun Tangan Menyelamatkan Masa Depan Industri Media Nasional

KT1 13 May 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah didesak untuk segera turun tangan menyelamatkan masa depan industri media nasional yang  belakangan makin terpuruk, dengan melahirkan regulasi yang tepat. Itu perlu dilakukan antara lain melalui merivisi UU Penyiaran  yang memberikan level playing field antara industri pers dengan pelaku media sosial dengan kreator konten secara adil. Dewan pers mencatat PHK di industri media melonjak sejak 2023 hingga 2024. Setidaknya 1.200 jurnalis dan karyawan media terdampak kebijakan itu. Angka tersebut bisa saja lebih besar karena tidak semua perusahaan media melaporkan secara resmi PHK terhadap karyawannya. Dalam laporan terbaru World Press Freedom Index 2025, Reporters Without Borders (Reportes Sans Frontieres/RSF) menempatkan Indonesia pada peringkat ke-127 dari 180 negara dalam hal kebebasan pers. Peringkat itu turun dari posisi ke-111 yang diduduki Indonesia pada tahun sebelumnya. Skor kebebasan pers Indonesia juga merosot menjadi 44,13 dari sebelumnya 51,15. Disrupsi digital disebut sebagai biang kerok dari runtuhnya industri media konvensional, seperti koran, majalah, online, televisi, dan radio. Hal ini menyebabkan terjadinya tranformasi masyarakat dimana masyarakat lebih memilih platform digital sebagai sumber informasi ketimbang media arus utama. Masyarakat lebih memilih informasi yang cepat, singkat dan mudah dicerna. Selain itu, video pendek, artikel ringan dan konten instan menjadi favorit. (Yetede)