Pasar
( 72 )Pasar Kuliner Desa di Lombok
Toyosu, Kebangkitan Wisata Pasar Ikan Tokyo
Pasar Ikan Toyosu di kota Tokyo, Jepang, membuka sayap baru
yang ditunggu-tunggu, khusus untuk menarik wisatawan agar mau datang dan menikmati
pasar ikan bersejarah tersebut. Tokyo ingin mengembangkan tempat-tempat wisata
yang masih aktif digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat setempat. Gubernur
Tokyo Yurike Koike meresmikan Toyosu Senkyaku Banrai pada Kamis (1/2), tempat
pujasera yang dirancang dengan gaya Edo, yaitu periode sejarah Kekaisaran
Jepang tahun 1603-1868. Pada zaman itu, keadaan di Jepang relatif aman dan
sejahtera di bawah Shogun Tokugawa. ”Saya percaya kemampuan Tokyo menyajikan
hidangan laut yang segar dan nikmat akan menarik wisatawan datang kemari. Ini keunikan dan kekayaan Tokyo yang
bisa kami bagi kepada dunia,” kata Koike.
Pasar Ikan Tokyo sebelumnya berada di Tsukiji. Menurut CNN
Travel edisi 8 Oktober 2018, omzet harian Pasar Tsukiji mencapai 28 juta USD. Pada
2018, pasar ini digusur dan dipindah ke Toyosu, karena gedung Pasar Tsukiji
sudah terlalu tua untuk kapasitas kegiatan sesibuk itu. Jepang kala itu juga tengah
berbenah untuk Olimpiade 2020 dan wilayah Tsukiji terletak di dekat pusat kota
sehingga pemerintah berencana memanfaatkannya untuk kegiatan pendukung. Lokasi
baru pasar ikan itu, Toyosu, berada di lahan reklamasi Teluk Tokyo di bagian
timur kota. Ukurannya dua kali lipat dari Tsukiji, dengan gedung yang lebih
modern. Akan tetapi, warga lokal dan wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara
yang berkunjung ke Toyosu tidak sebanyak di Tsukiji. Mereka pun kini berbenah.
”Tokyo menargetkan Pasar Toyosu bisa mendatangkan rata-rata
2,6 juta wisatawan setiap tahun,” ujar Koike. Di pujasera Toyosu ada 65 kios
menyajikan boga bahari segar, hasil tangkapan nelayan setiap subuh. Aneka
sushi, sashimi, dan belut bakar siap menyambut siapa pun yang hendak mencicipi.
Sebagai pasar modern, semua ikan di Toyosu melewati proses pengendalian mutu
yang ketat. Ini mencakup pengendalian mutu ikan yang ditangkap di perairan
Fukushima yang merupakan tempat pembuangan air olahan reaktor nuklir yang rusak
pada 2011. Pasar Toyosu ingin mendulang ketenaran ataupun omzet seperti pasar
ikan yang paling terkenal di dunia, yaitu Pasar Ikan Pike Place, yang terletak
di kota Seattle, Negara Bagian Washington, AS. Setiap tahun, rata-rata pasar
itu dikunjungi 10 juta wisatawan. (Yoga)
Pasar Sembako Murah di 267 Kelurahan
Little Bangkok, yang Baru di Tanah Abang
Keluhan sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang di Jakpus karena
sepinya pengunjung dan minimnya pembeli membuat pengelola berinovasi untuk mendongkrak
keramaian di pusat grosir tekstil tersebut. Sejumlah usaha dilakukan, salah
satunya dengan membuka Little Bangkok. Pusat perbelanjaan fashion modern yang
berlokasi di Jembatan Metro Tanah Abang (JMTA) Lantai 1 diresmikan pada Senin
(15/1). Kawasan ini penghubung antara Metro Tanah Abang dan Pasar Tanah Abang
Blok B. Saat memasuki area Little Bangkok, pengunjung disambut hiasan
bertuliskan ”Welcome, Little Bangkok”. Seluruh toko di sana bertemakan open store.
Pembeli bisa memegang langsung barang dagangan. Setiap toko memiliki ciri khas
produk yang dijual, mulai dari pakaian kasual seperti kemeja dan kaus, hingga gaun
pesta. Dengan luas 10.000 meter persegi, tempat yang buka setiap hari mulai
pukul 07.00 hingga pukul 16.00 ini memiliki desain interior yang modern.
Banyaknya lampu di sepanjang koridor dan di dalam toko
membuat area ini terlihat sangat cerah dan nyaman untuk dikunjungi. Salah satu
pasar yang menjadi kiblat Little Bangkok ialah Pasar Pratunam di Bangkok, Thailand,
yang dikenal dengan beragam toko yang menjual pakaian terkini dengan harga
terjangkau. Pembeli juga bisa menawar sehingga harga yang didapat menjadi lebih
murah. Warga Jakarta Utara, Debora Alitha (22), tertarik berbelanja dengan
konsep baru di Little Bangkok. Sebelumnya, ia juga pernah mengunjungi Pasar
Pratunam tahun lalu sehingga ia tahu konsep dan atmosfer belanja di sana. ”Saya
juga sudah tahu beberapa store di sini yang sebelumnya hanya ada di Shopee dan
Tiktok Shop. Makanya saya sangat antusias untuk datang. Harganya juga tidak terlalu
mahal, makanya saya sampai kalap membeli tujuh baju,” kata Debora. Leila (33),
bahkan mengunggah tayangan langsung (live) untuk mengenalkan Little Bangkok di
media sosialnya.
Saat melakukan live, pengunjung yang datang di area Little
Bangkok sangat ramai. Alhasil, ia kesulitan berpindah dari satu toko ke toko
lainnya. ”Konsepnya open store. Jadi, pengunjung bisa masuk dan pegang langsung
barangnya. Bisa ambil foto atau video juga, bahkan bisa melakukan live di
Tik-tok, Instagram, dan Shopee,” kata Leila. Leila mengatakan, hadirnya Little
Bangkok sangat membantu para jasa titip dan reseller untuk berjualan tanpa modal.
Seorang pedagang di Little Bangkok, Maria, merasa senang dengan adanya tempat belanja
dengan gaya baru ini di Pasar Tanah Abang. Ia pun tak mau ketinggalan dengan
membuka satu gerai di sana. ”Produk yang saya jual buatan lokal yang semua
modelnya terinspirasi dari Bangkok. Di sini saya menjual celana jins, rok jins,
hot pants, lalu ada juga celana pendek,” ujarnya. Maria menjual produknyadengan harga mulai
dari Rp 87.000 untuk satu rok jins dan Rp 97.000 untuk satu celana jeans. Dalam
sehari, omzetnya Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Di sana, pembeli juga bisa melakukan
transaksi tunai maupun non-tunai. (Yoga)
Pasar Tuna Olahan Berpotensi Naik
Pemerintah berhasil mencapai kesepakatan pembebasan tarif ekspor
untuk empat komoditas olahan ke Jepang. Produk ekspor tuna olahanasal Indonesia
ke Jepang beberapa tahun terakhir terus meningkat. Tarif ekspor 0 % tersebut
berlaku untuk empat kode HS, yakni ekspor tuna kaleng dan cakalang kaleng dari
semula 9,6 % menjadi 0 % serta pos tarif ekspor katsuobushi dengan kode HS
1604.14-091 dan tuna lain dengan kode HS 1604.14-099 dari semula 9,6 % menjadi
0 %. Otoritas Jepang terlebih dulu memberikan eliminasi tarif untuk pos tarif
tuna kaleng Filipina, Thailand, dan Vietnam. Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) merilis, pada tahun 2022 Jepang mengimpor produk tuna-cakalang olahan dengan
empat kode HS tersebut sebesar 395 juta USD.
Pemasok utamanya Thailand (58 %), diikuti Indonesia (17,96
%), Filipina (16 %), dan Vietnam (4 %). Total produk tuna-cakalang yang diimpor
Jepang senilai 2,2 miliar USD, kedua terbesar di dunia setelah AS. Dimana
pasokan Indonesia senilai 154 juta USD (7 %) atau urutan ke-6 negara pengekspor
tuna-cakalang ke Jepang. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan KKP Budi Sulistiyo, pekan lalu mengemukakan, tarif 0 % memberikan
peluang signifikan terhadap peningkatan pasar ekspor tuna olahan ke Jepang. Hal
ini mengingat pihak Jepang sejak perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang
(IJEPA) berlaku tahun 2007 tidak memberikan tarif preferensi terhadap produk
tuna olahan kepada Indonesia.
Daya saing produk tuna Indonesia di pasar Jepang diharapkan
akan terus meningat mengingat Thailand sebagai kompetitor sudah lebih dulu
menikmati tarif preferensi produk olahan tuna. ”Dengan tarif 0 % ini, diharapkan
pada lima tahun ke depan ekspor tuna dan cakalang Indonesia meningkat 20 %.
Selain itu, mendorong peningkatan akses pasar tuna olahan Indonesia ke Jepang.
Ini juga diharapkan dapat meningkatkan investasi pengolahan produk tuna olahan,
baik PMDN maupun PMA, dan meningkatkan hilirasi industri tuna di Indonesia,” katanya
saat dihubungi, Minggu (14/1/2024). (Yoga)
Perluasan Pasar Diperlukan
Kinerja ekspor Indonesia diprediksi menurun pada 2024 karena
faktor perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Untuk
menyiasatinya, Indonesia bisa memperluas kerja sama dengan negara-negara lain
dan memaksimalkan potensi produk ekspor. Data BPS menunjukkan, nilai ekspor Januari-November
2023 sebesar 236,41 miliar USD. Nilai itu menurun 11,83 % dibanding dengan
kinerja periode sama 2022 di 268,12 miliar USD. Pada periode yang sama, nilai
impor juga terkontraksi 6,80 %. Nilai neraca perdagangan pun turun meski tetap
mencatat surplus sebesar 33,63 miliar USD. ”Ini karena kondisi perekonomian
memburuk. Permintaan pasar berkurang, harga ikut turun. Tahun depan diprediksi tidak
berbeda meski neraca perdagangan tetap (diprediksi) akan surplus,” tutur Dirjen
Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso dalam konferensi daring ”Export
Outlook 2024: Menjadikan Indonesia Eksportir Utama Dunia”, Selasa (27/12).
Budi menyoroti beberapa kelompok produk ekspor mengalami
kontraksi setahun terakhir ini, di antaranya karet dan produk karet yang antara
Januari dan Oktober mengalami penurunan tahunan 23,60 %. Kemudian, sawit turun
17,52 %, tekstil dan produk tekstil turun 16,19 %, serta elektronik 4,59 %.
Kondisi perekonomian global menjadi penyebab melemahnya daya beli yang
menurunkan permintaan ekspor barang. Organisasi untuk Kerja Sama dan
Pembangunan Ekonomi (OECD), misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi global
pada 2023 hanya 2,9 % dan pada 2024 turun menjadi 2,7 %. Ketua Umum Gabungan
Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, Perang di
wilayah Timur Tengah membuat pendistribusi
barang dari Indonesia menuju wilayah Eropa tak berani melalui Terusan Suez. ”Namun,
kita bisa alihkan ekspor ke Afrika sehingga distribusi barang tidak perlu melalui
Terusan Suez,” katanya. Apalagi Afrika, yang dihuni hampir 2 miliar penduduk,
juga menjadi pasar produk ekspor yang bagus. Benny pun menyebut beberapa produk
jadi dalam negeri yang sukses diterima pangsa pasar Afrika, seperti produk mi
instan, sabun colek, dan obat-obatan tanpa resep dokter. Selain Afrika, pasar
Timur Tengah juga dinilai punya potensi ekspor besar. (Yoga)
Demokrasi dan Kepercayaan Pasar
Kontestasi perpolitikan Indonesia membahana di tengah ketidakpastian ekonomi yang terindikasi dari sikap wait and see investor hingga perlambatan pasar modal. Masyarakat berharap presiden selanjutnya akan membawa perbaikan. Kemenkeu memproyeksikan, rangkaian aktivitas pemilu dapat memberikan kontribusi masing-masing 0,2 % dan 0,25 % terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 dan 2024. Adapun anggaran pemilu yang telah digelontorkan mencapai Rp 11,5 triliun untuk tahun 2023 dan Rp 15,9 triliun untuk 2024. Sementara itu, di tengah ketidakpastian global dan kemelut geopolitik, ekonomi ikut bergejolak. Situasi tersebut terindikasi dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Pasar Modal Indonesia yang fluktuatif lebih dari dua bulan terakhir. IHSG sempat merosot meninggalkan level 7.000 sejak pertengahan September 2023. Hal tersebut diikuti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Setelah sempat menyentuh puncak terlemah di sekitar Rp 16.000 pada awal November, kurs rupiah saat ini terus menguat di posisi terakhir sekitar Rp 15.500, Jumat (24/11).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto menjelaskan, pemilu sendiri bisa berdampak negatif pada kinerja perekonomian dari indikator IHSG. Berdasarkan studi yang ia lakukan dengan rekannya di 2014, IHSG akan alami penurunan sejak sebulan sebelum hari pemilu hingga momen perhitungan cepat. Bersamaan dengan itu, ada juga pola konsumsi, uang beredar, dan investasi yang berubah karena aktivitas kampanye, mobilisasi masa, pencetakan dan distribusi surat suara, serta kegiatan pencoblosan. Konsumsi dan uang beredar akan naik di triwulan sebelum dan pada periode terjadinya Pemilu. Sementara itu, seperti investasi di pasar modal, investasi secara makro juga akan mengalami penurunan di triwulan terjadinya pemilu karena investor menunggu hasil dari pemilu. Namun, pemulihan investasi akan berjalan lebih lambat karena baru mengalami kenaikan setahun setelah pemilu. ”Proyeksi saya terkait dampak Pemilu 2024 akan mengikuti pola yang mirip-mirip dengan studi tersebut. Namun, dampaknya akan lebih panjang karena di 2024 berlangsung pemilu serentak, baik legislatif maupun presiden dalam dua putaran, serta pilkada,” tuturnya, Minggu (26/11). (Yoga)
Potensi Melimpah, SKK Migas Cari Pasar Baru
Diversifikasi Pasar Stagnan, Ekspor RI Bakal Melambat
Kinerja ekspor Indonesia pada 2024 diperkirakan akan
melambat seiring dengan perlambatan ekonomi AS dan China. Hal itu terjadi di
tengah stagnasi diversifikasi pasar ekspor Indonesia dalam 12 tahun terakhir
ini. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad
Faisal, Kamis (23/11) mengatakan, tahun depan ekonomi global diperkirakan
tumbuh lambat dibandingkan tahun ini. Dana Moneter Internasional (IMF)
memproyeksikan ekonomi global pada 2024 tumbuh 2,9 % atau lebih rendah dari
2023 yang sebesar 3 %. Hal itu terutama dipengaruhi perlambatan ekonomi di AS dan
China yang pada 2024 diperkirakan tumbuh 1,4 % dan 4,2 %. Angka itu lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi AS dan China pada 2023 yang diperkirakan
masing-masing 2,1 % dan 5 %.
Menurut Faisal, konsumsi rumah tangga di kedua negara tersebut
diproyeksikan masih lemah sehingga berpengaruh terhadap permintaan domestik. Di
AS, pendapatan masyarakat masih stagnan dan simpanan bantuan pandemi mereka semakin
menipis. Adapun di China, pemulihan pascapandemi Covid-19 tertekan krisis
bisnis properti yang berkontribusi 25-30 % terhadap perekonomian negara tersebut.
Utang pengusaha juga menumpuk karena Pemerintah China membatasi kredit. ”AS dan
China merupakan pangsa pasar utama ekspor Indonesia. Jika konsumsi kedua negara
itu melemah, maka permintaan ekspor akan turut melemah. Kondisi itu akan berpengaruh
besar terhadap kinerja ekspor Indonesia,” ujarnya dalam acara Gambir Trade Talk
#12: ”Outlook Perdagangan Luar Negeri Indonesia Tahun 2024” yang digelar secara
hibrida. (Yoga)
UANG BUKAN SEGALANYA DI PASAR WULANDONI
Uang telah menjadi alat tukar yang dianggap menandai
peradaban modern. Namun, di Pasar Wulandoni, Pulau Lembata, Nusa Tenggara
Timur, uang bukanlah segalanya. Nelayan dan petani masih saling tukar kebutuhan
hidup sehari-hari tanpa menggunakan uang. Sabtu (12/8) pagi pukul 08.00, para
pedagang, hampir semuanya perempuan, telah menggelar hasil bumi seperti pisang,
singkong, keladi dan umbi-umbian hutan, kacang-kacangan, jagung, sirih dan
pinang, serta sayur-mayur. Mereka duduk di lapak-lapak batu yang disemen berbentuk
lingkaran, di bawah pohon asam yang tumbuh meraksasa. Lokasi tiap lapak itu diwariskan
turun-temurun. Pasar Wulandoni hanya buka seminggu sekali setiap Sabtu, dari
Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, butuh tiga jam dengan mobil.
Pukul 09.00, nelayan dari Pantai Harapan dan Lebala, desa
pesisir sekitar Wulandoni, membawa ikan segar yang ditaruh dalam ember dan ikan
terbang kering. Ketika hampir semua lapak terisi, Kosmas Dua (64), Mandor Pasar
Wulandoni, memungut retribusi dengan membawa karung dan ember. Para pedagang menyerahkan
sebagian dagangan, sesisir pisang, beberapa ikat sayur atau ubi. Kosmos memasukkannya
ke dalam karung dan membawanya ke Kantor Desa Wulandoni, di depan pasar. Hasil
retribusi ini akan dilelang menjelang penutupan pasar. Menandai dimulainya
barter, Kosmas meniup buri (peluit) tepat pukul 10.00 pagi. Para nelayan segera
menyerbu petani yang membawa hasil kebun, seperti singkong, pisang, ubi, dan
sayur-mayur. Pada umumnya, nelayan yang berjalan-jalan sedangkan orang-orang
gunung duduk menunggu, karena ikan lebih ringan dibandingkan hasil pertanian.
Tawar-menawar barang berlangsung dalam diam. Kebanyakan
menggunakan Bahasa isyarat. Safira (45), misalnya, nelayan dari Pantai Harapan menyodorkan
dua ekor ikan kembung segar sambari menunjuk dua sisir pisang susu milik Lena
(56), petani dari Kampung Puor, Lena mengangkat tiga jari tangan pertanda ia meminta
tambahan satu ekor ikan lagi. Safira
berlalu, transaksi barter gagal. Tak lama berselang, Lidya (34) menyodorkan
satu renteng ikan asin sejumlah 10 ekor dan meminta tiga sisir pisang susu kepada
Lena, ia mengangguk. Barter berjalan mulus, masing-masing tersenyum puas. ”Kami
butuh ikan mereka dan mereka butuh makanan dari kebun kami,” kata lena. Di
Wulandoni, kita bisa melihat Pasar barter terbesar yang terakhir di Pulau
Lembata ini mempertemukan warga pesisir dan orang-orang pegunungan yang saling
membutuhkan. Hampir semua hasil barter untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan
untuk dijual lagi. Para petani dan nelayan di Pasar Wulandoni tak terpengaruh lonjakan
harga beras atau bahan-bahan pangan lain di level nasional, apalagi perdagangan
global. Mereka menentukan nilai barang secara merdeka, berdasarkan kesepakatan
dua pihak. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









