Pasar
( 72 )Sepi Transaksi di Pasar Saham
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan nilai transaksi di pasar modal. Nilai transaksi perdagangan sepanjang April lalu dilaporkan sebesar Rp 396 triliun, menyusut dibanding Maret yang mencapai Rp 569 triliun. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo, mengungkapkan terdapat sejumlah penyebab perurunan nilai transaksi tersebut. Salah satu dugaannya adalah pamer saham yang tergerus mata uang kripto.
Mungkin karena adanya kompetisi dari mata uang kripto, walau memang belum ada data konkret. Hal lain yang menyebabkan sepinya nilai transaksi adalah tren aksi jual investor asing yang masih berlanjut serta ekonomi yang mulai bergerak. Banyak uang retail yang diputar balik ke sektor riil. Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menilai salah satu penyebab lesunya gairah pasar modal di kuartal I tahun ini adalah kinerja emiten yang di bawah ekspektasi.
Manajemen bursa berupaya meningkatkan gairah investasi di pasar modal dan mengungkit nilai transaksi. Kebijakan yang sedang disiapkan adalah perpanjangan jam perdagangan untuk pasar reguler dan pasar negosiasi, dari yang saat ini berakhir pukul 15.00 menjadi 16.30 WIB.
Jatim Siap Perbesar Ekspor Sarang Walet
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), siap mendukung pengembangan ekspor Sarang Burung Walet (SBW). Mengingat potensinya yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor dan meningkatkan penghasilan devisa negara.
Nilai ekspor Sarang Burung Walet Jatim pada tahun 2020 adalah 99.43 juta dolar AS dengan total berat 209,5 kilogram. China merupakan pasar utama ekspor SBW disusul Hongkong, Amerika Serikat, dan Singapura.
Untuk mendukung hal tersebut, Disperindag Jatim telah menerapkan sejumlah strategi antara lain memfasilitasi standarisasi, fasilitasi kelancaran proses ekspor melalui koordinasi dengan instansi sektoral terkait kegiatan ekspor. Dengan berbagai strategi maupun kebijakan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor Jatim utamanya pada komoditas Sarang Burung Walet.
Qlue akan Lebih Fokus Garap Pasar 3 Negara
JAKARTA – Qlue optimistis mampu
mempertahankan pertumbuhan bisnis tahun ini
sekitar 70% seperti pencapaian tahun 2020 dan
tetap tumbuh signifikan di masa depan. Strategi
ekspansi ke luar negeri pun akan diterapkan dengan
fokus menggarap pasar tiga negara, yakni Malaysia,
Jepang, dan Singapura.
Qlue, perusahaan penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia,
merayakan ulang tahun ke-5 pekan
lalu dengan pencapaian signifikan.
Pada 2020, Qlue sukses mencatatkan
pertumbuhan bisnis 70% dibandingkan
tahun sebelumnya dan kembali berusaha mencapai pertumbuhan yang
sama tahun 2021.
Qlue melihat bahwa jumlah pertumbuhan persentase tersebut sudah sesuai
dengan target yang ditetapkan. Tahun
lalu, Qlue sukses mengimplementasikan
solusi smart city yang tersebar di 58 kota
di wilayah Indonesia. Qlue mencatatkan
eksistensi dengan memiliki klien lebih
dari 133 sampai dengan saat ini.
Founder dan CEO Qlue Rama Raditya
optimistis, Qlue akan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis yang
signifikan di masa mendatang. Strategi
ekspansi keluar negeri juga diterapkan di
mana Qlue akan fokus menggarap pasar
Malaysia, Jepang, dan Singapura.
“Potensi pasar smart city secara
global tahun 2025 diprediksi bisa mencapai US$ 820 miliar dengan prediksi
pertumbuhan 14,8% per tahun. sedangkan potensi pasar masih sangat besar,”
tutur Rama, pekan lalu.
(Oleh - HR1)
Pasar Domestik Kebagian 35 Persen- Volume Produksi Batu Bara Tetap Bertahan
Pergerakan harga batu bara yang positif di awal 2021 membuat sejumlah perusahaan batu bara memilih untuk menjaga target kinerja di tahun ini.
Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sara K Loebis mengatakan, volume produksi batu bara hingga Februari 2021 mencapai 17,2 juta ton atau turun tipis dari raihan 2020 yang mencapai 18,2 juta ton.
Sementara, untuk overburden mencapai 120,2 juta bem atau turun 13,27 persen year on year (yoy). Pada Februari 2020 overburden mencapai 138,6 juta bem.
Adapun penjualan batu bara hingga Februari 2021 mencapai 2,60 juta ton atau meningkat 38,55 persen yoy. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya penjualan batu bara mencapai 1,87 juta ton.
Dalam catatan tahun sebelumnya. UNTR membukukan volume produksi batu bara sebesar 114,6 juta ton, menurun 12,6 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 131,2 juta ton.
Sejak Pandemi Fokus Pasar Lokal
Peluang bisnis yang besar ini ditangkap Miftakhul Ulum (40), warga Dusun Kradenan, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Sukses membangun bisnis rempah-rempah yang diambil dari lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri.
Setiap harinya Ulum melakukan pengolahan rempah-rempah yang didapat dari Lereng Wilis untuk dijual ke pasar. Tak hanya itu, Ulum juga membuat olahan rempah-rempah kunyit kering untuk campuran pakan ternak.
Dalam satu kali pengiriman, Ulum mengaku mampu mengekspor hingga 7 ton kunyit dengan harga Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogramnya.
Dorong Ekonomi Pasar Tradisional
Pasar berstandar nasional projek Pasar Legi Ponorogo sudah lebih dari 95 persen. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Ponorogo, Addin Andhanawarih menjelaskan projek tersebut bisa rampung pada akhir bulan Januari 2021 ini.
Addin juga memastikan instalasi listrik dan air di Pasar Legi juga sudah rampung, “Eskalator sudah berfungsi, listrik, air tidak masalah, “ katanya.
Lebih lanjut, nantinya peresmian pasar yang dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 133 miliar tersebut menjadi wewenang pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.
Addin menjelaskan nantinya Pasar Legi Ponorogo akan dibagi menjadi 5 zonasi. Lantai dasar akan digunakan untuk barang basah mulai dari sayur mayur, hasil pertanian, ikan, hingga daging, Sedangkan lantai dua akan ditempati pedagang merancang lalu lantai tiga untuk pedagang sembako dan lantai empat untuk kuliner, dan pedagang tekstil.
Meningkat, Pasar Streaming Musik di Tengah Pandemi
Pasar streaming
musik meningkat di tengah
pandemic Covid-19. Studi yang
dilakukan Counterpoint Research, pasar streaming musik
meningkat secara tak terduga
di tengah pandemi. Bahkan
pada kuartal pertama 2020,
langganan global streaming
musik mencapai 394 juta.
Tiffany Chiu, President JSJ
International Entertainment
Ltd mengatakan sebagai distributor musik digital pertama di Asia yang langsung
berekspansi ke pasar Eropa,
Amerika Serikat, Asia Selatan
& Asia Tenggara, JSJ International Entertainment Ltd.
memang memiliki visi industri
yang sangat unik.
Hal terbaru adalah kerja sama langsung dengan Amazon
Music untuk menyediakan
mu sik digital ke pasar Eropa
dan Amerika Serikat. Salah
sa tu pertimbangan kerja sama dengan Amazon Music
di lakukan. Sebab, pertumbuhannya yang relatif besar setiap
tahunnya.
Chiu mengatakan pada
ku ar tal per tama tahun ini
Ama zon Music telah tumbuh
sebesar 104%, sehingga menjadikannya salah satu tujuan
kerja sama utama penyedia
layanan distribusi musik.
Lebih lanjut Chiu menjelaskan, dalam perubahan industri musik tahun ini, terdapat
peluang yang cukup besar
untuk pasar musik. Lebih tepat
untuk mempromosikan musik
digital yang mencakup lebih
dari 1,8 miliar secara global
saat ini. Terutama di pasar Asia
Tenggara yang dipromo sikan
oleh Taiwan dalam dua tahun
terakhir, dengan Singapura,
Ma laysia, Thailand dan Indonesia sebagai indikatornya,
selain orang-orang lokal sangat
menikmati musik-musik dari
JSJ, mereka juga sangat terkagum dengan soundtrack film
dan drama televisi.
#R
Prospek Pembiayaan dan Tekfin, Konsumsi Akhir Tahun Tetap Ramai
Adapun
kenaikan konsumsi
tecermin pada data penyaluran pinjaman perusahaan
teknologi finansial. Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pada Oktober
2020, penyaluran dana dari perusahaan
pemberi pinjaman online mencapai Rp8,59
triliun atau naik 17,98% (year on year/
yoy) dari Rp7,59 triliun.
Angka ini tercatat memecahkan rekor
sepanjang periode 2020. Sinyal perbaikan
realisasi pinjaman telah tampak secara
bertahap sejak Juni hingga September yang
terus mencetak pertumbuhan secara bulanan.
Dengan torehan ini, akumulasi penyaluran
pinjaman 155 fintech lending terdaftar dan
berizin OJK hingga Oktober 2020 mencapai
Rp137,65 triliun.
Head of Business Development PT FinAccel
Finance Indonesia, Lily Suriani mengatakan
permintaan pembiayaan sektor konsumsi
pada akhir tahun tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya kendati tahun ini
ekonomi tertekan pandemi. Adapun, riset
dilakukan dengan melibatkan sekira 1 juta
pengguna Kredivo dengan transaksi yang
dilakukan di enam situs dagang elektronik.
Berdasarkan survei perilaku konsumen
yang diungkap Kredivo bersama Katadata
Insight Center, setiap orang tercatat memiliki rata-rata transaksi 17-20 kali selama
setahun.
Adapun, mengacu pada riwayat transaksi pada 2019, jumlah transaksi tertinggi
terjadi pada 12 Desember atau momen
belanja dengan lonjakan 5,3 kali dari ratarata transaksi harian. Sementara itu, pada
momen Natal mampu menaikkan 1,9 kali
nilai transaksi dibandingkan nilai rata-rata
transaksi harian.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno
menilai pandemi Covid-19 masih menjadi
penekan akselerasi sektor konsumsi sehingga pembiayaan pada momen akhir tahun
kali ini tak semarak.
Menurutnya, salah satu indikasi belum
pulihnya penyaluran kredit konsumtif terlihat pada proyeksi penjualan kendaraan
bermotor. Industri otomotif memperkirakan
penjualan akan berkisar 540.000 unit, sekitar separuh dari capaian tahun 2019.
Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B
OJK, Bambang W. Budiawan menjelaskan
momen akhir tahun menjadi penentuan.
Pasalnya, kenaikan piutang pembiayaan
dalam sebulan belum bisa menjadi basis
kesimpulan pemulihan pembiayaan produktif.
“Harus dilihat dulu sampai Desember
2020. Baru bisa dikatakan pulih atau belum,” katanya.
Dia mengakui kinerja industri pembiayaan
turut terkontraksi akibat lesunya ekonomi.
Alasannya, daya beli masyarakat melemah
sehingga kemampuan kredit pun turun.
Dia menjelaskan bahwa masih lambannya pertumbuhan pembiayaan, bahkan
cenderung kontraktif, karena terpengaruh
tekanan pada pertumbuhan ekonomi.
Naskah Amdal “Keselip” Pasar Ponorogo
Media sosial tengah ramai dibicarakan redaksional dari lembar penjelasan analisis dampak lingkungan (Amdal) rencana pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Dalam lembar tersebut, terdapat kesalahan tulisan 'Pasar Legi Songgolangit yang berada di Kabupaten Ponorogo', bukan Pasar Induk Kota Batu.
Berdasarkan Permen LH No P.38 Tahun 2019 Tentang Rencana Usaha dan/atau kegiatan Wajib AMDAL, kegiatan Pembangunan Pasar Legi Songgolangit termasuk dalam kategori wajib AMDAL karena luas bangunan lebih dari 10 ribu meter persegi.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Arif Setiawan mengatakan, “Sudah disampaikan/diralat pada saat pelaksanaan kemarin. Hari ini, tadi konsultan sudah kami panggil, kami minta untuk segera diperbaiki, “ ujar Arif.
Perwakilan Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Pasar Induk Kota Batu, Ricky Angga Satria menilai, Pemkot Batu tidak teliti. Ia menilai, dokumen presentasi Amdal yang salah itu, pastinya hasil bongkar pasang dari dokumen program pembangunan daerah lain.
Sekretaris DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto membantah jika dokumen presentasi penyusunan Amdal hasil tambal sulam. “Sudah saya konfirmasi ke bersangkutan atau konsultan amdal. Mereka mengakui memang ada salah ketik, jadi bukan copy paste. Inikan masih tahap konsultasi publik belum jadi produk. Nanti juga di konsultasikan ke provinsi, seperti itu alurnya,” terang Bangun.
Permintaan Rendah, Harga Ayam di Peternakan Turun
Sekretaris Jendral Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengatakan, harga ayam saat ini hanya sekitar Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per kilogram (kg). Sementara biaya produksi bisa mencapai Rp 18.000 per kg. Permintaan daging ayam ras sudah menurun 30% sejak Maret lalu. Menurut Sugeng, peternak sudah menurunkan produksi ayam dari 60 juta/65 juta ekor per minggu menjadi 47 juta ekor per minggu. Namun permintaan ayam hidup hanya 43 juta-45 juta ekor per minggu. Bulan juni 2020 lalu, harga ayam tingkat peternak sempat menyentuh Rp 22.000 per kg, sementara Maret lalu harga ayam sempat anjlok sampai menyentuk Rp 10.000 per kg, kemungkinan harga ayam di bulan juli bisa menurun hingga Rp. 10.000 per kg.
Pilihan Editor
-
Startup Bukan Pilihan Utama
24 Jan 2023 -
Mendag Pastikan Minyak Kita Tetap Diproduksi
30 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023 -
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023









