Sepi Transaksi di Pasar Saham
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan nilai transaksi di pasar modal. Nilai transaksi perdagangan sepanjang April lalu dilaporkan sebesar Rp 396 triliun, menyusut dibanding Maret yang mencapai Rp 569 triliun. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo, mengungkapkan terdapat sejumlah penyebab perurunan nilai transaksi tersebut. Salah satu dugaannya adalah pamer saham yang tergerus mata uang kripto.
Mungkin karena adanya kompetisi dari mata uang kripto, walau memang belum ada data konkret. Hal lain yang menyebabkan sepinya nilai transaksi adalah tren aksi jual investor asing yang masih berlanjut serta ekonomi yang mulai bergerak. Banyak uang retail yang diputar balik ke sektor riil. Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menilai salah satu penyebab lesunya gairah pasar modal di kuartal I tahun ini adalah kinerja emiten yang di bawah ekspektasi.
Manajemen bursa berupaya meningkatkan gairah investasi di pasar modal dan mengungkit nilai transaksi. Kebijakan yang sedang disiapkan adalah perpanjangan jam perdagangan untuk pasar reguler dan pasar negosiasi, dari yang saat ini berakhir pukul 15.00 menjadi 16.30 WIB.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023