Pasar Tuna Olahan Berpotensi Naik
Pemerintah berhasil mencapai kesepakatan pembebasan tarif ekspor
untuk empat komoditas olahan ke Jepang. Produk ekspor tuna olahanasal Indonesia
ke Jepang beberapa tahun terakhir terus meningkat. Tarif ekspor 0 % tersebut
berlaku untuk empat kode HS, yakni ekspor tuna kaleng dan cakalang kaleng dari
semula 9,6 % menjadi 0 % serta pos tarif ekspor katsuobushi dengan kode HS
1604.14-091 dan tuna lain dengan kode HS 1604.14-099 dari semula 9,6 % menjadi
0 %. Otoritas Jepang terlebih dulu memberikan eliminasi tarif untuk pos tarif
tuna kaleng Filipina, Thailand, dan Vietnam. Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) merilis, pada tahun 2022 Jepang mengimpor produk tuna-cakalang olahan dengan
empat kode HS tersebut sebesar 395 juta USD.
Pemasok utamanya Thailand (58 %), diikuti Indonesia (17,96
%), Filipina (16 %), dan Vietnam (4 %). Total produk tuna-cakalang yang diimpor
Jepang senilai 2,2 miliar USD, kedua terbesar di dunia setelah AS. Dimana
pasokan Indonesia senilai 154 juta USD (7 %) atau urutan ke-6 negara pengekspor
tuna-cakalang ke Jepang. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan KKP Budi Sulistiyo, pekan lalu mengemukakan, tarif 0 % memberikan
peluang signifikan terhadap peningkatan pasar ekspor tuna olahan ke Jepang. Hal
ini mengingat pihak Jepang sejak perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang
(IJEPA) berlaku tahun 2007 tidak memberikan tarif preferensi terhadap produk
tuna olahan kepada Indonesia.
Daya saing produk tuna Indonesia di pasar Jepang diharapkan
akan terus meningat mengingat Thailand sebagai kompetitor sudah lebih dulu
menikmati tarif preferensi produk olahan tuna. ”Dengan tarif 0 % ini, diharapkan
pada lima tahun ke depan ekspor tuna dan cakalang Indonesia meningkat 20 %.
Selain itu, mendorong peningkatan akses pasar tuna olahan Indonesia ke Jepang.
Ini juga diharapkan dapat meningkatkan investasi pengolahan produk tuna olahan,
baik PMDN maupun PMA, dan meningkatkan hilirasi industri tuna di Indonesia,” katanya
saat dihubungi, Minggu (14/1/2024). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023