;
Tags

Nilai Tukar

( 175 )

Efek Domino Depresiasi Rupiah

HR1 06 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Ketika kondisi keuangan negara Amerika Serikat (AS) mengalami defisit yang kian membengkak, posisi nilai tukar mata uang dolar AS justru melonjak naik hingga menyebabkan mata uang negara lain terpuruk. Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat hingga 5% membuat penarikan dolar AS di seluruh dunia marak untuk diinvestasikan kembali ke AS.Bagi Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tentu perlu diwaspadai. Meskipun neraca perdagangan Indonesia pada September 2023 sebetulnya mencatatkan surplus sebesar US$3,42 miliar, tetapi posisi rupiah justru melemah. Menurut Bank Indonesia (BI), per 26 Oktober 2023, kurs rupiah referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate tercatat Rp15.933 per dolar AS. Pelemahan nilai tukar rupiah ini terjadi saat indeks dolar AS terpantau menguat ke level 106,49%. Upaya BI untuk menstabilkan rupiah, harus diakui bukan hal yang mudah dilakukan. Bukan tidak mungkin, nilai tukar rupiah akan tembus Rp16.000 per 1 dolar AS jika kondisi geopolitik masih tidak menentu. Depresiasi mata uang, termasuk rupiah sering terjadi pada negara dengan fundamental pertumbuhan yang lemah seperti defisit transaksi berjalan yang terus-menerus, serta tingginya tingkat inflasi. Secara garis besar ada efek domino yang terjadi ketika nilai tukar rupiah turun.Pertama, mempengaruhi kelangsungan hidup sejumlah sektor industri manufaktur. Kedua, pelemahan rupiah dan kenaikan nilai tukar mata uang dollar AS, cepat atau lambat akan menyebabkan terjadinya kenaikan biaya logistik. Ketiga, efek domino pelemahan rupiah tak pelak juga akan menyebabkan terjadinya pelemahan permintaan dan daya beli masyarakat. Keempat, tidak hanya inflasi, efek domino dari terjadinya depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS juga berpotensi meningkatkan jumlah dan kewajiban pemerintah maupun swasta dalam membayar utang.

Bitcoin Juara, Emas & Dollar AS Idola

HR1 04 Nov 2023 Kontan (H)
Pasar finansial global tengah diliputi sentimen ketidakpastian ekonomi dan politik. Eskalasi perang geopolitik Israel-Hamas menambah kehatian-hatian pasar yang sudah lebih dulu mewaspadai suku bunga tinggi dari The Federal Reserve (The Fed). Langkah wait and see investor tergambar dari kinerja pasar saham dan obligasi sebagai instrumen investasi terpopuler berada dalam tekanan sepanjang Oktober 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,70% secara bulanan menjadi 6.752 pada akhir Oktober 2023. Sejak awal tahun, IHSG turun 1,44%.  Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menjelaskan, kejadian penting yang mempengaruhi pergerakan pasar adalah perang Israel versus Hamas. Kejadian ini telah menekan aset berisiko dan sebaliknya menguatkan aset safe haven. Sementara dampak kelesuan pasar saham dan obligasi mengalir pula pada investasi berbasis reksadana. Indeks reksadana saham, pendapatan tetap dan juga campuran kompak turun masing-masing minus 4,11% secara bulanan, minis 0,65% dan minus 2,45%. SVP, Head of Retail, Product Research & Distribution Divion Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi memproyeksikan, IHSG akan bergerak di 6.200-7.100 sampai akhir tahun ini, jika kondisi global dan domestik lebih kondusif. Sedangkan, yield obligasi acuan SUN tenor 10 tahun diperkirakan bergerak dalam rentang 6,5%-7,0% sampai akhir tahun dengan potensi penurunan apabila terjadi peningkatan permintaan dan penurunan penawaran obligasi. Untuk aset kripto, Lukman melihat kenaikan cukup tinggi karena sentimen keputusan US Securities and Exchange Commission (SEC) yang lebih menguntungkan industri kripto. SEC mengisyaratkan bakal menerima perdagangan bitcoin ETF dalam waktu dekat usai tidak memperpanjang tuntutan kepada beberapa perusahaan kripto yang mengajukan izin dagang bitcoin ETF. Hanya saja, trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur melihat potensi bitcoin bisa saja koreksi ke US$ 30.000 atau ke US$ 26.000 di akhir tahun ini. Namun jika sentimen positif mendukung bitcoin, harganya bisa mencapai US$ 38.000 sebagai resisten terdekat. 

DOLLAR AS KIAN EKSIS DI TENGAH KRISIS

KT3 03 Nov 2023 Kompas

Menguatnya rupiah spot pada Senin (30/10) dan Selasa (31/10) di kisaran 0,12-0,16 % membuka pekan awal November 2023 dengan gembira. Pasalnya, akhir pekan lalu rupiah melemah nyaris menyentuh angka Rp 16.000 per dollar AS. Merujuk BI, kurs rupiah referensi Jakarta Interbank Spot DollarRate (Jisdor) mencapai Rp 15.933 per dollar AS pada 26 Oktober 2023. Alih-alih bangkit, rupiah justru kian terpuruk pada hari berikutnya di level Rp 15.941 per dollar AS. Rupiah terapresiasi saat indeks dollar AS terpantau menguat ke level 106,49 %. Sejumlah mata uang negara lainnya juga menguat pada hari yang sama. Merujuk data Bloomberg (30/10) pukul 15.00 WIB, won Korsel menguat 0,35 % terhadap dollar AS, ringgit Malaysia menguat 0,26 %, baht Thailand menguat 0,20 %, dan dollar Singapura menguat 0,15 %.

Kendati demikian, tak dapat dipastikan sampai kapan angin segar akan berembus di kawasan Asia. Situasi masih penuh ketidakpastian. Rabu (1/11), rupiah kembali melemah ke level Rp 15.946 per dollar AS. Ditambah lagi sejumlah ekonom mengungkapkan adanya kemungkinan dollar AS akan bertahan kuat hingga akhir tahun, didasarkan pada tren panjang selama tahun ini di mana dollar AS konsisten cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang. Tak terkecuali terhadap beberapa mata uang yang juga dipandang cukup kuat di dunia. Terhadap pound sterling Inggris, dollar AS menguat 1,2 % sepanjang Januari-Oktober 2023. Dengan euro, dollar AS menguat 2,1 pada periode yang sama. Bahkan,terhadap yen Jepang, dollar AS terapresiasi hingga 14,9 %. Menguatnya dollar AS dipicu tingginya suku bunga acuan oleh The Fed yang diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang (higher for longer). (Yoga) 

Greenback Masih Tetap Jadi Safe Haven Favorit

HR1 02 Nov 2023 Kontan (H)
Instrumen lindung nilai atau safe haven menjadi perburuan investor di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang penuh ketidakpastian, serta tren kenaikan suku bunga akibat inflasi. Dollar Amerika Serikat (AS) dan emas tetap menjadi instrumen safe haven primadona. Sebagai gambaran, dalam sebulan terakhir hingga 1 November 2023, harga emas di pasar spot naik 4,5% ke posisi US$ 1.991,8 per ons troi. Sementara harga emas batangan Antam naik sebesar 9,45% dalam sebulan menjadi Rp 1,12 juta per gram. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, indeks dollar AS mendekati level tertinggi dalam 11 bulan karena investor mengantisipasi kebijakan moneter baru Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (Fed) pada rapat 31 Oktober-1 November 2023 waktu AS. Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga. Tetapi akan mempertahankan biaya pinjaman di level tinggi untuk beberapa waktu karena perekonomian AS tetap tangguh. Jumlah lowongan pekerjaan meningkat 56.000 dari bulan sebelumnya menjadi 9,55 juta pada September 2023, level tertinggi dalam empat bulan dan melampaui konsensus pasar sebesar 9,25 juta. Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur AS Global S&P di level 50 pada Oktober 2023, naik dari level 49,8 pada September 2023. Emas menjadi lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun menurut Sutopo harganya terlampau mahal, sehingga tak terlalu menarik lagi bagi pembeli luar negeri yang mengkonversi emas dengan dollar. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong menilai harga emas spot masih bertengger di US$ 2.000 ons troi pada akhir tahun. Berarti tidak akan jauh dari harga sekarang. Sementara emas batangan lebih cocok untuk investor tradisional. Dia melihat dollar   lebih prospektif daripada emas karena berpeluang meningkat lagi sekitar 5% hingga akhir tahun.

Ongkos Piknik Terdampak Dollar AS

KT3 31 Oct 2023 Kompas

Pelemahan nilai rupiah mulai berimbas pada industri pariwisata, terutama tarif tiket pesawat dan paket wisata perjalanan internasional. Di sektor domestik, meskipun harga tiket pesawat terpengaruh, biaya langsung dan akomodasi dalam negeri masih terjaga. Mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Senin (30/10) nilai tukar rupiah terpantau Rp 15.916 per dollar AS atau sedikit menguat dari Jumat (27/10) yang senilai Rp 15.941 per dollar AS. Budi Kusumaningsih (50), pemilik Shakuntala Wisata, di Yogyakarta, mengatakan, unit usaha wisatanya cukup terpengaruh. Harga kebutuhan pokok yang makin mahal menurunkan minat rekreasi masyarakat sehingga beberapa program yang sudah terencana jadi tertunda. Kondisi global turut berpengaruh pada usahanya.

”Untuk periode tahun depan, Holyland (wisata rohani ke Tanah Suci) ditunda karena ketegangan Israel dengan Palestina yang saya piker masih akan berlangsung,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin.  Pelaku usaha dari Ascenta Tour, Timoti Tirta (32), mengatakan, wisatawan yang akan bepergian ke luar negeri biasanya telah membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan. Alhasil, akomodasi dan pesawat sudah terbayar lunas, tak terimbas kenaikan dollar AS. ”Tetapi, efeknya ketika di negara tujuan kalau belum menukar uang saat ini. Jadi, ketika mereka sedang jalan-jalan, nah, mungkin akan terasa saat di lapangan,” ujarnya. (Yoga)

Harga Peranti Elektronik Impor Terdampak Rupiah

KT3 30 Oct 2023 Kompas

Harga barang impor berupa barang elektronik dan telekomunikasi, seperti laptop, naik sebagai imbas melemahnya nilaitukar rupiah terhadap dollar AS dalam enam bulan terakhir. Jumat (27/10) mata uang rupiah ditutup melemah 19 poin ke posisi Rp 15.938. Persaingan pedagang ritel di toko luring kian ketat dengan pedagang daring dan adanya lonjakan impor produk murah asal China. Toko penjualan laptop Gamer.id di Pusat Grosir Cililitan, Jaktim, misalnya, telah menyesuaikan harga sejak Oktober. Rizky, salah satu pramuniaga di toko itu, mengatakan, kenaikan harga itu lebih meluas daripada kenaikan harga sebagai dampak pandemi Covid-19, karena depresiasi rupiah juga membuat harga barang-barang aksesori laptop meningkat.

”Harga laptop bisa naik ratusan ribu rupiah. Itu lumayan juga. Kebanyakan pembeli juga cari laptop di bawahRp 10 juta,” ujar Rizky, yang ditemui pada Sabtu (28/10). Selain itu, angka penjualan di toko laptop baru berbagai merek rendah karena sepinya pengunjung pusat perbelanjaan. Pedagang laptop dan aksesori lainnya di mal yang sama, Hendro, juga mengakui kesulitan menggerakkan penjualan karena makin mahalnya barang elektronik baru dan bekas serta rendahnya kunjungan pembeli. ”Dua bulan lalu sudah menaikkan harga beberapa barang. Sebenarnya tergantung supplier, kamiikut doang,” ujar pria yang sudah enam tahun membuka toko itu. Layar laptop, misalnya, naik Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.000 per buah. Laptop bekas dari pasar gelap, seperti dari Batam, Kepri, yang ia jual lagi, juga ikut naik 10-15 %. Padahal, laptop bekas itu kalau dijual kembali jatuh harganya. (Yoga) 

Melemahnya Rupiah

KT3 30 Oct 2023 Kompas

Melemahnya rupiah akhir-akhir ini sudah berdampak pada transaksi perdagangan, terutama barang-barang impor dan sangat berdampak terhadap berbagai lini usaha. “Awal bulan, komputer dan perantinya mengalami kenaikan harga. Harga laptop naik ratusan ribu rupiah. Kenaikan harga juga di aksesori, seperti mouse dan lainnya. Kenaikan bisa Rp 50.000-Rp 100.000 per item. Saat depresiasi rupiah, kenaikan harga bercabang ke aksesori. Ini membuat berkurang penjualan. Jualnya susah, orang malas datang (ke toko offline), jadinya lari ke online,” kata Rizky (28), Penjual Toko Laptop Gamer.id.

Timoti Tirta (32), Pelaku Usaha Ascenta Tour, Jakarta, mengatakan, “Menjelang akhir tahun, memang biasanya rupiah melemah. Jadi, kebiasaan pelanggan kalau mau ke luar negeri pada akhir tahun, dia sudah menukarkan uangnya sebelum Desember. Cuma ketika ada pembayaran yang belum lunas, seperti maskapai atau hotel, kami memang pasti akan kurangi keuntungan. Jadi, ketika membuat paket perjalanan di awal, biasanya ada spare untuk perubahan kurs. Pengeluaran perjalanan ke negara Asia enggak terlalu terasa ketika dollar AS melemah dibandingkan ke negara Barat”.

Unit usaha wisata agak terpengaruh depresiasi rupiah karena harga kebutuhan sehari-hari makin mahal sehingga cadangan rekreasi berkurang. Akibatnya, beberapa program yang sudah terencana menjadi tertunda. Kebanyakan (klien) memilih memakai uang mereka untuk keperluan sehari-hari dulu dan menunda perjalanan rekreasi mereka, ujar Budi Kusumaningsih (50), Pelaku Usaha Wisata, Yogyakarta. (Yoga) 

Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan

KT3 27 Oct 2023 Kompas
Nilai tukar rupiah kembali tertekan imbas penguatan dollar AS. Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate,  Kamis (26/10/2023), rupiah menyentuh Rp 15.933 per dollar AS atau melemah 0,39 persen dibandingkan penutupan pada hari Rabu. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics  Mohammad Faisal mengatakan, kebijakan suku bunga tinggi The Fed terus mendorong modal asing lari menuju AS. (Yoga)

Depresiasi Rupiah Gerus Kapasitas Penyaluran Kredit Perbankan

KT3 25 Oct 2023 Kompas (H)

Depresiasi rupiah menekan industri perbankan karena berpotensi menggerus kemampuan penyaluran kredit dan meningkatkan risiko kredit. Penguatan dollar AS akan terus terjadi seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global. Mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terpantau sedikit menguat. Pada penutupan pasar, Selasa (24/10) nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.869 per dollar AS, menguat 0,46 % dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni Rp 15.943 per dollar AS. Secara kalender berjalan, rupiah sempat menyentuh level terkuatnya di level Rp 14.632 per dollar AS pada 4 Mei 2023. Sementara itu, nilai tukar rupiah paling lemah pada 23 Oktober. Saat itu nilainya Rp 15.943 per dollar AS atau terdepresiasi 2,2 % dibandingkan penutupan pada 2022.

Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah berdampak terhadap jumlah penyaluran kredit (exposure) perbankan dalam bentuk dollar AS. Hal ini karena adanya selisih akibat depresiasi nilai tukar rupiah. “Bagi perbankan, secara rasional, exposure dalam dollar AS akan otomatis naik dalam ekuivalen rupiah sehingga akan juga menaikkan ATMR (aset tertimbang menurut risiko). Namun, tentu saja tergantung dari porsi exposure tersebut,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (24/10). ATMR merupakan jumlah aset bank dengan pertimbangan risiko, seperti kredit, pasar, dan operasional. Kenaikan ATMR tersebut, salah satunya, akan menurunkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berarti kemampuan penyaluran kredit bank menjadi terbatas. (Yoga)

Pengembang Siasati Kenaikan Biaya Produksi

KT3 24 Oct 2023 Kompas

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD yang berlanjut diprediksi berimbas pada kenaikan biaya produksi yang dapat mendorong peningkatan harga properti. Meski demikian, pengembang akan menyiasati kenaikan biaya produksi guna menekan kenaikan harga rumah. Ketua Umum Dewan Pimpinan  Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Joko Suranto mengemukakan, fluktuasi nilai tukar rupiah merupakan hal biasa terjadi,tetapi depresiasi nilai tukar rupiah kali ini dinilai tinggi sehingga dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi di sektor properti. Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai tak akan berdampak signifikan pada rumah segmen menengah bawah karena 80 % komponen biaya produksi tidak menggunakan bahan impor.

Meski demikian, dampaknya akan terasa jika terjadi kenaikan harga bahan bakar yang memengaruhi biaya logistik dan bahan bangunan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi dampak pelemahan rupiah terhadap kenaikan harga bahan bakar. Joko menambahkan, pengembang properti berupaya melakukan efisiensi biaya guna mengantisipasi kenaikan biaya produksi. Hal itu guna menjaga pasar properti tetap tumbuh di tengah tekanan daya beli. ”Pengembang akan berupaya efisienkan biaya sebisa mungkin agar biaya  produksi tidak naik. Kami ingin tumbuhkan animo dan kepercayaan masyarakat bahwa ini saat terbaik membeli properti,” ujarnya, saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/10). (Yoga)