;
Tags

Nasional

( 434 )

Program makanan Bergizi Gratis Intrumen untuk Indonesia Maju

KT1 05 Jun 2024 Investor Daily (H)
Guna menjadi negara maju maka pemerintah harus mencapai pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6-8%. Rentang pertumbuhan ekonomi tersebut baru bisa dicapai bila ditopang dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Salah satu langkah yang dilakukan dalam mengembangkan SDM adalah melalui program makan bergizi gratis. "Program perbaikan SDM termasuk melalui program makanan bergizi, perbaikan refromasi kesehatan, perbaikan kualitas pendidikan, serta penyempurnaan jaring pengaman sosial menjadi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas SDM Indonesia" ucap Sri Mulyani. Langkah mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran  6-8% dijalankan agar Indonesia naik kelas menjadi negara maju di tahun 2045. Pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut harus diringi dengan perbaikan  kualitas dan inklusivitas. (Yetede)

RI Jadi Produsen Kaca Terbesar di Asean

KT1 31 May 2024 Investor Daily
Indonesia kembali menjadi produsen kaca terbesar di Asean. Hal ini seiring dengan masuknya dua perusahaan kaca dari Korea dan China. Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Putra Narjadin mengatakan, dua investor itu adalah KCC Glass dari Korea dan Xinyi Glass Holdings Limited dari China. Kehadiran dua pemain kaca tersebut akan membuat Indonesia jadi produsen kaca terbesar di Asean. "Mereka akan menambahkan masing-masing sekitar 750 ton kaca per hari," kata dia di Jakarta. Produksi kaca di Asean mencapai 5,79 juta ton per tahun, dimana Malaysia menyumbang 2,04 juta ton per tahun, sedangkan Indonesia 1,35 juta ton per tahun. Di bawahnya ada Thailand dengan kapasitas 1,23 juta ton per tahun, dan Vietnam 990 ribu ton per tahun. PT KCC Glass Indonesia telah melakukan ground breaking di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. (Yetede)

Kejaksaan Agung dalam Pengawalan Militer

KT1 31 May 2024 Tempo
GERBANG kompleks Kejaksaan Agung di Jalan Bulungan, Jakarta Selatan, tertutup ketika Tempo datang pada Ahad pagi, 26 Mei 2024. Dua petugas berseragam cokelat dan seorang berkaus loreng tampak berjaga di balik gerbang. Tak jauh dari mereka, terlihat mobil Polisi Militer berkelir putih dengan siluet biru terparkir membelakangi dua mobil dinas kejaksaan.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam akun resmi Instagram-nya sempat memampang foto pengamanan di gedung Kejaksaan Agung oleh sejumlah anggota Polisi Militer. Pada keterangan foto tertulis, “Situasi keamanan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengalami peningkatan pengawasan setelah adanya dugaan peristiwa penguntitan terhadap Jampidsus oleh anggota Densus 88. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan tersebut, personel Polisi Militer TNI dikerahkan guna melakukan pengamanan khusus yang dipimpin oleh Lettu Pom Andri, Jakarta, 24/5/2024.”

Dalam unggahan yang sama dituliskan juga bahwa pengamanan oleh polisi militer tersebut mencakup patroli rutin, pemeriksaan kendaraan, serta pengawasan terhadap individu yang keluar-masuk area Kejaksaan Agung. Namun, hanya berselang sehari, unggahan itu dihapus. Seorang petugas keamanan dalam (pamdal) Kejaksaan Agung tidak membantah adanya pengetatan pengamanan di tempat kerjanya. “Ya, Mas lihat sendiri,” katanya. (Yetede)

Pentingnya Pengembangan Biologi Struktur di Indonesia

KT1 30 May 2024 Tempo

BIOLOGI struktur adalah disiplin ilmu yang membedah rahasia struktur molekul dari suatu organisme dan hubungannya dengan fenomena kehidupan. Ia seperti cahaya yang menyinari kegelapan kerumitan biologis, membongkar misteri-misteri kehidupan dengan ketajaman skala molekuler yang luar biasa detail. Kajian biologi struktur membawa kita ke dunia yang sangat kecil, pada skala nanometer hingga angstrom. 

Sebagai gambaran, sehelai rambut manusia berdiameter 70-100 ribu nanometer. Namun, di level atom dan molekul, strukturnya jauh lebih kompleks. Sebagai perbandingan, diameter atom hidrogen hanya sekitar 0,1 angstrom. Dalam lanskap ini, kita dapat memahami jalinan atom-atom—fondasi kehidupan semua organisme di bumi secara lebih detail. Pengamatan biologi struktur menjadi lebih dalam ketika kita menyadari pentingnya memahami cara kerja sel di tingkat molekul. Di balik setiap proses biologis yang terjadi di dalam tubuh, misalnya, ada mekanisme-mekanisme biokimia, seperti proses pembentukan molekul protein, interaksi antarmolekul, hingga proses komunikasi tingkat sel. 

Proses-proses ini memerlukan pemahaman terperinci sebagai landasan kita melakukan sesuatu—misalnya di bidang kedokteran, bioteknologi pertanian, dan hewan (zoologi). Tanpa biologi struktur, kita akan sulit memahami bagaimana proses biokimiawi sel terjadi. Penemu struktur DNA, Francis Crick, menyebutkan, “Hampir semua aspek kehidupan di bumi dirancang pada tingkat molekuler, dan tanpa memahami level molekul, kita hanya bisa memiliki pemahaman yang sangat terbatas tentang kehidupan itu sendiri.”. (Yetede)


Kebijakan Anggaran Pendidikan Tinggi Salah Arah

KT1 30 May 2024 Investor Daily (H)
Kebijakan anggaran untuk pendidikan tinggi (PT) dinilai terlalu rendah dan salah arah. Ini menjadi biang keladi kenaikan  uang kuliah tunggal (UKT) perguruan tinggi negeri (PTN), yang akhirnya dibatalkan oleh pemerintah lantaran memicu polemik di masyarakat. Dalam APBN 2024, anggaran pendidikan sangat besar, mencapai Rp 665 triliun. Namun Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) hanya mengelola 15% atau sekitar Rp 99 triliun. Dari jumlah itu, anggaran untuk PT mencapai Rp38,8 triliun. Perinciannya, sebesar Rp 7,3 triliun dialokasikan untuk bantuan operasional PTN (BOPTN) untuk 125 lembaga, Rp 2,5 triliun untuk tunjangan profesi dosen dan Rp 14 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 985 ribu mahasiswa. Artinya anggaran khusus untuk PTN terbatas, hanya Rp 7,3 triliun untuk 125 PTN, atau rerata hanya sekitar Rp 60 miliar per kampus. Seharusnya, anggaran PTN dinaikkan guna menurunkan beban biaya kuliah bagi peserta didik, terutama mahasiswa dari keluarga miskin dan juga mahasiswa dari keluarga menengah. (Yetede)

Komisi X DPR RI Siap Kawal UKT Tetap Terjangkau

KT1 29 May 2024 Investor Daily (H)
Komisi X DPR RI menyatakan siap mengawal agar uang kuliah tunggal (UKT) tetap terjangkau bagi seluruh mahasiswa di Tanah Air, usai adanya keputusan pemerintah membatalkan kenaikan UKT sejumlah  perguruan tinggi negeri (PTN). Pemantauan tetap dilakukan oleh Komisi X DPR RI karena kebijakan kenaikan UKT dikatakan akan berlaku pada tahun depan meski Menteri Pendidikan,  Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim telah membatalkan aturan kenaikan UKT pada tahun ini. "Ini langkah baik yang dilakukan  pemerintah dan kami akan tetap pantau. Jadi apakah tahun depan naik atau tidak, kita akan pantau dan kebetulan kami sekarang sedang membuat Panja Biaya Pendidikan. Dari situ kita bisa melihat jika ada kebutuhan menaikkan biaya itu karena faktor apa dan berapa besarannya," kata Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf Macan Effendi. (Yetede)

Menunggu 20 Oktober, Prabowo Fokus Menyiapkan Diri

KT1 29 May 2024 Investor Daily

Presiden RI terpilih Prabowo Subianto menegaskan, akan menggunakan rentang waktu mulai dari sejak penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hingga sebelum serah terima jabatan pada 20 Oktober 2024 mendatang untuk menyiapkan diri. "Akan tetapi intinya adalah setelah saat-saat ini, menunggu penyerahan mandat yang final tanggal 20 Oktober 2024 yang akan datang, masa ini kami gunakan sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya untuk mempersiapkan diri," kata Prabowo. Prabowo juga mengatakan, bahwa dirinya bersama wakil Presiden RI terpilih Gibran Rakabuming Raka akan mempelajari seluruh masalah bangsa, dan berdiskusi dengan para pakar untuk mencari solusinya. "Kami belajar masalah, kami kumpulkan para pakar, kami diskusi dengan semua unsur  untuk kami rumuskan langkah-langkah, sehingga tanggal 20 Oktober nanti, dengan penyerahan mandat, tidak akan ada vakum, tidak akan ada waktu yang terbuang," ujarnya. (Yetede)

Pemerintah Batalkan Kenaikan UKT Tahun Ini

KT1 28 May 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah memutuskan untuk membatalkan kebijakan kenaikan besaran uang kuliah tunggal (UKT), yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi (Mendikbudristek) Nomor 2 tahun 2024. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berdialog dengan para rektor universitas dan mendengarkan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan terkait isu yang belakangan menjadi sorotan publik ini. "Kemendikbudristek telah mengambil keputusan untuk membatalkan kenaikan UKT pada tahun ini dan kami akan merevaluasi semua permintaan peningkatan UKT dari PTN," kata Mendikbudristek Nadim Anwar Makarim. (Yetede)

Sinyal Ketimpangan Tabungan

KT1 27 May 2024 Tempo
TABUNGAN orang kaya makin besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kenaikan signifikan simpanan kelompok ini sejak awal tahun. Indeks tabungan konsumen dengan simpanan di atas Rp 10 juta menunjukkan pergerakan dari kisaran level 90 pada Januari menjadi 109,9 pada Mei 2024. Mandiri Macroeconomic Outlook pada 14 Mei lalu menyebutkan kondisi simpanan orang kaya berbanding terbalik dengan kelompok menengah atau konsumen yang memiliki tabungan sebesar Rp 1-10 juta. Grafik indeks tabungannya melandai sejak Oktober 2023. Sedangkan untuk kelompok bawah atau konsumen dengan rata-rata tabungan Rp 1 juta, simpanan mereka tampak terus berkurang sejak kuartal II 2023.

Perbedaan jumlah simpanan ini salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan menabung tiap kelompok per bulan. Kelompok atas, misalnya, bisa menyimpan Rp 11,3 juta per bulan pada Maret 2024, naik dari Maret 2023 yang hanya Rp 10,8 juta per bulan. Sebagai perbandingan, kemampuan menabung kelompok menengah hanya naik Rp 100 ribu selama periode tersebut, dari Rp 2,7 juta menjadi Rp 2,8 juta. Sedangkan kemampuan menabung kelompok bawah tak berubah, hanya Rp 500 ribu per bulan. Khusus untuk kelas menengah, Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menjelaskan bahwa ada faktor lain yang menggerus tabungan mereka. Proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan cenderung meningkat, dari 10,9 persen pada Maret 2023 menjadi 13,6 persen pada Maret 2024. Rata-rata pengeluaran cicilan kelompok ini naik dari Rp 1,5 juta per bulan menjadi Rp 2 juta per bulan selama periode tersebut. (Yetede)


Salah Kaprah Mengatasi Pengangguran

KT1 27 May 2024 Tempo
DAMPAK kekeliruan strategi pembangunan ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo mulai terlihat dari angka pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi pada penduduk berusia muda terjadi akibat rendahnya penyerapan tenaga kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang menunjukkan per Februari lalu, dari 149,38 juta angkatan kerja, sebanyak 7,20 juta orang (4,28 persen) pengangguran. Dibanding masa pandemi, angka tingkat pengangguran memang tampak terus melandai dalam tiga tahun terakhir. Tapi, sebetulnya, persentasenya hanya menurun tipis dari tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2020 yang tercatat 4,94 persen.

Kendati secara statistik terus turun, tingkat pengangguran ini tidak bisa dianggap remeh. Apalagi kontributor terbesar tingkat pengangguran adalah penduduk dari kelompok usia produktif (15-24 tahun) atau yang kerap disebut generasi Z atau gen Z. Jumlahnya mencapai 1,2 juta orang (16,82 persen). Mereka selama ini disebut-sebut sebagai bagian dari bonus demografi. Angka pengangguran dari generasi Z itu bisa jadi lebih besar. Sebab, menurut data BPS per Agustus 2023, ada 9,9 juta penduduk berusia 15-24 tahun tanpa kegiatan produktif (tidak sedang menjalani pendidikan dan pelatihan atau tidak sedang bekerja). Dalam kelompok ini, lulusan sekolah menengah kejuruan merupakan kontributor terbanyak, yaitu 8,9 persen.

Persoalan klasik ini bukan hanya menimpa generasi Z. Hampir di semua generasi, pengangguran pada penduduk usia muda 15-24 tahun selalu paling tinggi. Salah satunya dipicu oleh minimnya akses bagi anak muda masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Kesuksesan program wajib belajar sembilan tahun tidak diikuti oleh pemerataan kesempatan bagi anak muda lulusan SMP masuk ke jenjang SMA. Begitu pula dengan anak SMA yang ingin masuk ke perguruan tinggi. Industri dan lapangan kerja yang terbatas membuat masa tunggu lulusan SMA lebih lama dalam memperoleh pekerjaan pertama. (Yetede)