Korporasi
( 1584 )Diperlukan Kesepahaman dan Pendampingan untuk Membangun Korporasi Petani
Keinginan mendorong korporasi petani sudah muncul sejak 2017. Presiden Jokowi pada 2019 dan 2020 menggelar rapat terbatas tentang Korporasi Petani dan Nelayan dalam rangka mewujudkan transformasi ekonomi. Namun, upaya itu dirasa belum optimal dalam pelaksanaannya. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional M Yadi Sofyan Noor (5/5) mengatakan, membangun korporasi petani tidak semudah yang dibayangkan atau dipikirkan. Masih ada sejumlah kendala dan tantangan yang membuat upaya tersebut sulit dilakukan. Yadi menambahkan, dalam membenahi kelembagaan ekonomi petani, KTNA akan membangun koperasi induk di tingkat pusat, yang menurut rencana segera dibentuk diMalang, Jatim, tahun ini. Dimulai dari induk, nantinya akan dibentuk juga di tingkat provinsi. Pihaknya pun bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, termasuk dalam pelatihan pembentukan korporasi.
Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Keadilan Pangan Said Abdullah menuturkan, situasi sekarang dan ke depan petani memang dituntut untuk meningkatkan skala usaha sehingga tak bisa hanya mengandalkan usaha individu. Saat ini, model usaha tani yang lebih efektif dan efisien menjadi tuntutan, baik dalam menghadapi perusahaan besar maupun persaingan dengan produk-produk impor.Dari sisi konsep, korporasi, yakni dengan menggabungkan unit-unit usaha, memang baik dan diperlukan. ”Pendampinganyang kuat diperlukan. Petani harus ditempatkan sebagai subyek, bukan sebagai proyek. Pelaksanaannya harus konsisten dan berkelanjutan,” ujar Said. Dalam kerangka korporasi, BUMDes bisa saja menjadi pelakunya. Dalam Perpres No 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022 juga disebutkan Dana Desa penggunaannya, antara lain, untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 %.
Balitbangtan Kementan bersama Kemenkeu dan Bank Dunia telah melaksanakan negosiasi pinjaman luar negeri bertajuk ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment). ICARE ialah program pengembangan kawasan berbasis komoditas pilihan dengan mengedepankan pemanfaatan dan potensi kawasan dengan komoditas yang terintegrasi dan mendukung pengembangan kelembagaan petani. ”Sehingga menjadi kuat dalam sebuah korporasi petani,” kata Bram Kusbiantoro selaku Tim Unit Persiapan Pengelolaan ICARE. Sekretaris Balitbangtan Kementan Haris Syahbuddin menuturkan, dalam program itu, kawasan dipilih dengan potensi komoditas yang sudah berkembang, serta didukung oleh offtaker yang mampu berkembang lebih cepat. (Yoga)
87 Perusahaan Peduli Bumi Raih Penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2022
Ke-87 perusahaan yang meraih penghargaan ini mencapai level kemajuan signifikan dalam penuruanan emisi GRK setelah diseleksi dari 124 perusahaan yang menyampaikan sustainability report (SR). Penghargaan atas kerja sama Bumi Global Karbon (BGK) Foundation dengan majalah Investor "Perusahaan yang terbukti sukses dalam hal upaya penurunan emisi karbon atau emisi gas rumah kaca dan kemudian mempublikasikannya secara baik perlu diberikan apresiasi. Dengan penghargaan ini, diharapkan makin banyak korporasi yang menerapkan program penurunan emisi dengan standar yang terukur," ujar Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu. Terdapat empat level penilaian atas keberhasilan perusahaan dalam perhitungan penurunan emisi. Pertama, Platinum Plus mengungkapkan tiga cakupan emisi dan perhitungan GRK termasuk dalam lingkup verifikasi pihak independen. Mayoritas korporasi yang mencatat kemajuan dalam upaya penurunan emisi datang dan kalangan perusahaan publik yang tercatat di BEI. (Yetede)
SDPC Membidik Penjualan Rp 3 Triliun Tahun Ini
Manajemen PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) melihat prospek bisnis di tahun ini dengan positif dan cukup meyakinkan. Optimisme ini dibuktikan juga dengan kinerja perusahaan di sepanjang kuartal pertama 2022 yang terpantau tumbuh positif. Presiden Direktur Millennium Pharmacon International Ahmad bin Abu Bakar belum bisa bicara lebih detail terkait review kinerja di kuartal I-2022.
Pada tahun ini, SDPC membidik angka penjualan di atas Rp 3 triliun. Sedangkan dari sisi laba bersih, ditargetkan angkanya dapat mencapai dua digit.
Kinerja Korporasi : Laba Berangsur Pulih, ASII Loyal Tebar Dividen
Dividen final bernilai jumbo bakal kembali ditebar oleh PT Astra International Tbk. (ASII) kepada para pemegang sahamnya. Kas tebal juga membuat konglomerasi Astra agresif membidik lima subsektor investasi potensial pada tahun ini. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022, emiten berkode saham ASII itu menetapkan total dividen sebesar Rp9,67 triliun atau sekitar 47,89% dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp20,19 triliun. Adapun, sisa laba bersih sebesar Rp10,52 triliun dibukukan ASII sebagai laba ditahan. Head of Corporate Communication Astra International Boy Kelana Soebroto mengatakan ASII telah menebar dividen interim sebesar Rp45 per saham atau Rp1,82 triliun pada 29 Oktober 2021. Dengan demikian, dividen final senilai Rp194 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp7,85 triliun akan dibayarkan perseroan pada 20 Mei 2022.
IRRA Meraih Pendapatan Rp 270 Miiiar di Kuartal I
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) membukukan total pendapatan sebesar Rp 269,85 miliar di kuartal I-2022. Nilai tersebut meningkat 18% (YoY) dibandingkan total pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 228,17 miliar.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengatakan tidak jauh berbeda dengan tahun 2021, di kuartal pertama tahun ini perseroan mampu terus meningkatkan porsi penjualan untuk non-pemerintah baik dari korporasi dan juga retailer. “Naiknya porsi Non-Pemerintah tersebut membuat distribusi pendapatan kami secara kuartalan semakin membaik dalam 2 tahun terakhir,” kata dia dalam keterangan resminya, Minggu (17/4).
AALI Siapkan Belanja Rp 1,3 Triliun
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun. Sekretaris Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk, Mario Casimirus Surung Gultom menjabarkan, nilai capex tidak berbeda jauh dengan alokasi tahun lalu. Sebagai informasi, tahun lalu Astra Agro Lestari telah merealisasikan dana belanja modal sebesar Rp 1,2 triliun.
ESSA Siap Produksi Blue Amonia
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) bersiap untuk memproduksi blue amonia pada tahun 2024. Wakil Presiden Direktur Utama PT Surya Esa Perkasa Tbk Kanishk Laroya mengungkapkan, pihaknya bakal mengkonversi fasilitas yang ada saat ini dari produksi amonia menjadi blue amonia. "Kalau untuk blue amonia estimasi di akhir 2024 kami berharap sudah bisa beroperasi sebagai pabrik blue amonia," ungkap Kanishk dalam diskusi virtual, Sabtu (19/3). Kanishk melanjutkan, sejumlah persiapan kini masih dilakukan termasuk untuk feasibility study atau studi kelayakan proyek. Untuk saat ini, kebutuhan investasi diperkirakan bakal mencapai US$ 100 juta hingga US$ 200 juta.
Sebagai tahapan awal, ESSA sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Maret 2021 lalu. Diketahui Jepang telah berkomitmen untuk mengambil blue amonia sebanyak 2 juta ton per tahun hingga 2025 mendatang. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 5 juta ton per tahun di 2030.
Pengembangan Bisnis Bank Syariah: BMI Lanjutkan Aksi Korporasi
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. kian percaya diri untuk mengeksekusi rencana bisnis pada tahun-tahun mendatang setelah sejumlah langkah penataan internal membuahkan hasil positif. Dari sisi pemegang saham dan permodalan, Bank Muamalat Indonesia (BMI) saat ini disokong oleh entitas dalam negeri yang cukup kuat yakni Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH resmi tercatat sebagai pemegang saham pengendali BMI dengan kepemilikan 82,65%. Direktur Utama BMI Achmad K. Permana mengatakan bahwa BMI saat ini sudah jauh lebih sehat sejalan dengan langkah-langkah penataan yang dilakukan. Dari aspek permodalan, masuknya BPKH membuat perseroan optimistis menatap bisnis ke depan.
Dalam pengembangan bisnis ke depan, kata Permana, BMI akan fokus pada pasar yang selama ini cukup besar seperti haji dan umrah, juga industri berbasis halal yang terus berkembang. Selain itu, bisnis yang terkait dengan korporasi akan banyak menyasar perusahaan pelat merah. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyatakan rencana BMI untuk melanjutkan agenda IPO tentu perlu diimbangi dengan penguatan di berbagai aspek. Dia menilai selama ini BMI terlalu fokus ke nasabah korporasi khususnya korporasi perkebunan dan pertambangan. “Selanjutnya Bank Muamalat harus terus mengembangkan produk perbankan syariah yang mampu bersaing. Bank Muamalat tidak bisa terus melakukan bisnis biasa-biasa saja. Termasuk harus juga memgembangkan layanan digital,” kata Piter.
Pembukaan BMW Ultima
BMW Group Indonesia bersama dengan PT Karya Prima Ultima meresmikan pembukaan BMW Ultima, sebuah fasilitas perbaikan dan pengecatan kendaraan BMW dan MINI. BMW Approved Bodyshop menggunakan teknisi terlatih khusus, peralatan diagnostik terbaru dan suku cadang asli BMW maupun MINI dalam operasionalnya dan merupakan level tertinggi yang mendapatkan approval dari BMW AG dari Munich, Jerman.
HERO Siap Menambah Gerai Baru
Manajemen salah satu perusahaan ritel di Tanah Air, PT Hero Supermarket Tbk (HERO), menyiapkan sejumlah agenda dan ekspansi bisnis tahun ini. Emiten yang bergerak di sektor ritel tersebut berencana menambah gerai di sepanjang tahun 2022. Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto mengatakan, HERO Group optimistis dengan kehati-hatian bahwa kondisi perdagangan akan membaik pada tahun ini, seiring peningkatan kinerja selama paruh kedua tahun lalu. Pada November tahun lalu HERO Group melalui gerai IKEA telah membuka toko pertamanya di luar Jawa melalui konversi gerai Giant di Bali. Menyusul perubahan pendekatan strategis HERO Group, merek Giant di Indonesia telah resmi berhenti beroperasi pada Juli 2021. Namun yang pasti, HERO akan menambah gerai di sepanjang 2022 sebagai bagian dari optimalisasi dana belanja modal dan investasi tahun depan. "Namun, harus tetap melihat likuiditasnya karena penurunan penjualan juga akan berdampak pada likuiditas," tutur dia.









