Korporasi
( 1557 )Emiten Grup Salim Berpesta Laba
Emiten di Grup Salim mencatatkan kinerja mentereng pada kuartal I 2022. Kenaikan penjualan mendorong kenaikan laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak-anak usahanya.
Lewat laporan keuangan yang dirilis Selasa (31/5), penjualan bersih INDF di kuartal I 2022 tumbuh 11,81% year on year (yoy) menjadi Rp 27,45 triliun. Kendati margin laba usahanya turun menjadi 19% dari 20%, INDF masih mencatatkan kenaikan laba usaha 6% yoy menjadi Rp 5,2 triliun dan pertumbuhan laba bersih sebanyak 36,38% yoy menjadi Rp 2,4 triliun.
Di tengah kenaikan harga komoditas, produksi dan volume penjualan emiten sawit Grup Salim justru menurun. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) misalnya, mencatatkan penurunan produksi CPO 39% menjadi 53.000 ton.
Hal itu dipengaruhi cuaca yang tidak mendukung dan kegiatan re-planting. Volume penjualan CPO LSIP turun 66% menjadi 33.000 ton.
PENYALURAN PEMBIAYAAN : DIGIT BARU KREDIT KORPORASI
Penyaluran kredit sektor korporasi oleh perbankan pada April 2022 mengalami pertumbuhan jumbo mencapai 10,3% secara year-on-year atau tertinggi dalam 36 bulan terakhir. Tren pertumbuhan tinggi akan berlanjut jika ekonomi berangsur pulih. Pertumbuhan dobel digit itu hanya berselang 7 bulan setelah pembiayaan golongan debitur kakap tersebut mengalami ‘siuman’ dari kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. Sebagai gambaran, penyaluran kredit korporasi pertama kalinya menyentuh zona positif pada Oktober 2021 setelah periode mengalami kontraksi pada September 2020—Agustus 2021 akibat pandemi Covid-19. Jika dilihat golongannya, penyaluran kredit korporasi pada April berhasil melampaui pertumbuhan kredit debitur perorangan yang selama masa pandemi relatif terjaga dan berada di jalur yang positif. Laju kredit itu menjadi sinyal baik terhadap prospek ekonomi ke depan. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia, pembiayaan kepada korporasi mencapai Rp3.049,4 triliun mewakili lebih dari 51% dari total kredit perbankan senilai Rp5.969,1 triliun sampai April 2022. Pertumbuhan kredit korporasi juga terpantau positif pada bank daerah. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Yuddy Renaldi mengatakan laju kredit segmen korporasi sampai dengan April 2022 tumbuh 37,8% YoY. Total penyaluran kredit secara keseluruhan tumbuh 9,6% YoY.
Dapat Restu Rights Issue, TRIN Ekspansi
PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) atau dikenal Triniti Land, telah memperoleh restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait dengan Persetujuan atas rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue, yang disertai dengan penerbitan waran. Sebagian besar dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan proyek di Sentul, Lampung dan Labuan Bajo. Atas persetujuan ini, Presiden Direktur dan CEO Triniti Land Ishak Chandra mengucapkan terima kasih kepada para Investor dan para pemegang saham. “Rights Issue ini sangat penting untuk mendukung langkah ekspansi strategis kami untuk menaikkan pendapatan, bottom line dan juga shareholder value para pemegang saham,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (27/5).
Adapun, mengenai dana yang dihimpun dari rights issue, Triniti Land akan menggunakan sekitar 32,40% untuk pengambilalihan aset berupa tanah di Labuan Bajo seluas 193.400m2 yang dimiliki oleh PT Manggarai Anugerah Semesta (MAS). Lalu, sekitar 32,73% akan digunakan untuk pengambilalihan aset berupa tanah di Lampung seluas 93.018m2 dari beberapa pihak. Sementara, sisanya sebesar 21,51% akan digunakan untuk pembayaran utang jangka panjang sebesar Rp 28 miliar kepada pihak-pihak terafiliasi. Triniti Land berencana untuk melepas 147.795.558 lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 900 per saham. Aksi korporasi ini juga akan disertai dengan penerbitan Waran seri II sebanyak-banyaknya sebesar 147.795.558 waran.
BUKK Genjot Bisnis Setrum & Smelter
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) memacu investasi pengembangan sektor energi terbarukan dan hilirisasi pertambangan. Komisaris PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Solihin Jusuf Kalla menyampaikan, tahun ini pihaknya menggarap tiga proyek besar, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy, PLTA Malea Energy dan PLTA Kerinci Merangi Hidro. Ada pula proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) seperti PLTM Cikaengan, PLTM Empat Mandiri serta PLTM Poso Energi Tiga Pamona.Selain itu, BUKK mengembangkan fasilitas pengolahan mineral (smelter) di Palopo, Sulawesi Selatan melalui anak usahanya, PT Bukaka Mandiri Sejahtera (BMS). Ada dua proyek smelter yang dikerjakan BMS, yaitu smelterferonikel yang berkapasitas 33.000 ton per tahun dan smelternikel sulfat yang berkapasitas 34.000 ton.
Soal Hak Cipta, Pegadaian Digugat Rp 322,5 Miliar
PT Pegadaian tengah menghadapi gugatan atas dugaan pelanggaran hak cipta dari layanan miliknya, yaitu Tabungan Emas. Nilai gugatan tersebut mencapai Rp 322,5 miliar. Gugatan tersebut dilakukan oleh seseorang bernama Arie Indra Manurung dengan nomor perkara 40/pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jkt.Pst yang didaftarkan pada 10 Mei yang lalu. Dalam gugatannya, Arie menyebut sebagai pihak yang pertama kali menciptakan sistem investasi dan transaksi jual beli emas atau logam mulia yang disebut Goldgram.
PSSI Siapkan Belanja Modal US$ 15 Juta
Emiten pelayaran, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menganggarkan capex sebesar US$ 12 juta – US$ 15 Juta di tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk menggenjot diversifikasi pendapatan usaha melalui sejumlah peremajaan pada aset yang ada. Direktur Pelita Samudera Shipping (PSS) Harry Tjhen mengatakan, hingga kuartal I perusahaan telah menggunakan sebesar Rp US$ 3 Juta.
“Capex di kuartal I telah terpakai US$ 3 juta untuk memfasilitasi docking kapal. Tidak menutup kemungkinan kami akan menambah aset jika ada aset-aset baru dan kesempatan. Kami berencana melakukan pembelian kapal dan juga divestasi sejumlah aset,” ungkap Harry dalam paparan publik, Kamis (12/5).
HEAL Bidik Pendapatan Rp 5 Triliun
Pengelola rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) berencana menambah tiga hingga empat rumah sakit baru. Di saat yang sama, Hermina akan mengakuisisi satu rumah sakit pada tahun ini.
Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk Aristo Setiawidjaja mengungkapkan, rencana penambahan rumah sakit tersebut tidak seluruhnya akan dilakukan sepanjang tahun 2022. Sementara tiga rumah sakit baru rencananya akan hadir di Aceh, Tasikmalaya, dan Ciawi. Saat ini Hermina mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) sudah mencapai 60% dari target sekitar 70% di sepanjang tahun 2022. Dengan strategi dan ekspansi yang akan dijalankan, Hermina optimistis bisa meraup pendapatan Rp 5 triliun di sepanjang tahun ini.
Diperlukan Kesepahaman dan Pendampingan untuk Membangun Korporasi Petani
Keinginan mendorong korporasi petani sudah muncul sejak 2017. Presiden Jokowi pada 2019 dan 2020 menggelar rapat terbatas tentang Korporasi Petani dan Nelayan dalam rangka mewujudkan transformasi ekonomi. Namun, upaya itu dirasa belum optimal dalam pelaksanaannya. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional M Yadi Sofyan Noor (5/5) mengatakan, membangun korporasi petani tidak semudah yang dibayangkan atau dipikirkan. Masih ada sejumlah kendala dan tantangan yang membuat upaya tersebut sulit dilakukan. Yadi menambahkan, dalam membenahi kelembagaan ekonomi petani, KTNA akan membangun koperasi induk di tingkat pusat, yang menurut rencana segera dibentuk diMalang, Jatim, tahun ini. Dimulai dari induk, nantinya akan dibentuk juga di tingkat provinsi. Pihaknya pun bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, termasuk dalam pelatihan pembentukan korporasi.
Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Keadilan Pangan Said Abdullah menuturkan, situasi sekarang dan ke depan petani memang dituntut untuk meningkatkan skala usaha sehingga tak bisa hanya mengandalkan usaha individu. Saat ini, model usaha tani yang lebih efektif dan efisien menjadi tuntutan, baik dalam menghadapi perusahaan besar maupun persaingan dengan produk-produk impor.Dari sisi konsep, korporasi, yakni dengan menggabungkan unit-unit usaha, memang baik dan diperlukan. ”Pendampinganyang kuat diperlukan. Petani harus ditempatkan sebagai subyek, bukan sebagai proyek. Pelaksanaannya harus konsisten dan berkelanjutan,” ujar Said. Dalam kerangka korporasi, BUMDes bisa saja menjadi pelakunya. Dalam Perpres No 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022 juga disebutkan Dana Desa penggunaannya, antara lain, untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 %.
Balitbangtan Kementan bersama Kemenkeu dan Bank Dunia telah melaksanakan negosiasi pinjaman luar negeri bertajuk ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment). ICARE ialah program pengembangan kawasan berbasis komoditas pilihan dengan mengedepankan pemanfaatan dan potensi kawasan dengan komoditas yang terintegrasi dan mendukung pengembangan kelembagaan petani. ”Sehingga menjadi kuat dalam sebuah korporasi petani,” kata Bram Kusbiantoro selaku Tim Unit Persiapan Pengelolaan ICARE. Sekretaris Balitbangtan Kementan Haris Syahbuddin menuturkan, dalam program itu, kawasan dipilih dengan potensi komoditas yang sudah berkembang, serta didukung oleh offtaker yang mampu berkembang lebih cepat. (Yoga)
87 Perusahaan Peduli Bumi Raih Penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2022
Ke-87 perusahaan yang meraih penghargaan ini mencapai level kemajuan signifikan dalam penuruanan emisi GRK setelah diseleksi dari 124 perusahaan yang menyampaikan sustainability report (SR). Penghargaan atas kerja sama Bumi Global Karbon (BGK) Foundation dengan majalah Investor "Perusahaan yang terbukti sukses dalam hal upaya penurunan emisi karbon atau emisi gas rumah kaca dan kemudian mempublikasikannya secara baik perlu diberikan apresiasi. Dengan penghargaan ini, diharapkan makin banyak korporasi yang menerapkan program penurunan emisi dengan standar yang terukur," ujar Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu. Terdapat empat level penilaian atas keberhasilan perusahaan dalam perhitungan penurunan emisi. Pertama, Platinum Plus mengungkapkan tiga cakupan emisi dan perhitungan GRK termasuk dalam lingkup verifikasi pihak independen. Mayoritas korporasi yang mencatat kemajuan dalam upaya penurunan emisi datang dan kalangan perusahaan publik yang tercatat di BEI. (Yetede)
SDPC Membidik Penjualan Rp 3 Triliun Tahun Ini
Manajemen PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) melihat prospek bisnis di tahun ini dengan positif dan cukup meyakinkan. Optimisme ini dibuktikan juga dengan kinerja perusahaan di sepanjang kuartal pertama 2022 yang terpantau tumbuh positif. Presiden Direktur Millennium Pharmacon International Ahmad bin Abu Bakar belum bisa bicara lebih detail terkait review kinerja di kuartal I-2022.
Pada tahun ini, SDPC membidik angka penjualan di atas Rp 3 triliun. Sedangkan dari sisi laba bersih, ditargetkan angkanya dapat mencapai dua digit.









