;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Permintaan Kredit Korporasi Meningkat

KT3 19 Jul 2022 Kompas

Berdasarkan survei, permintaan pembiayaan baru korporasi Juni 2022 terindikasi meningkat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 16,4 %, lebih tinggi dari SBT Mei 2022 sebesar 12,1 %. Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juni 2022 juga meningkat. Demikian keterangan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (18/7). (Yoga)

Memilah Penawaran Obligasi Korporasi yang Menarik

HR1 19 Jul 2022 Kontan

Memasuki bulan Juli 2022, penerbitan obligasi korporasi masih semarak. Ada delapan obligasi korporasi yang terdaftar. Beberapa penerbit di antaranya adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Bank Maybank Tbk, PT Indomobil Finance dan lainnya. Beberapa obligasi yang masih dalam penawaran di antaranya ada obligasi PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT KB Finansia Multi Finance. Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha menyebut, penerbit obligasi datang dari berbagai sektor. Tujuan penerbitan obligasi antara lain untuk mencari modal kerja juga ekspansi.

Pelita Air Gandeng AP II Kembangkan Bandara Pondok Cabe

KT1 15 Jul 2022 Investor Daily

PT Pelita Air Service (PAS) bersinergi dengan PT Angkasa pura/AP (persero) untuk mengkaji bersama kelayakan operasi, teknik, dan bisnis pengelolaan Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten. Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan mengatakan, kerja sama yang dilakukan  dengan PT Angkasa Pura II sebagai  upaya untuk memaksimalkan potensi besar yang dimiliki Bandara Pondok Cabe untuk dapat dikembangkan. "Dengan sinergi yang dilakukan dapat membuka peluang besar dalam memaksimalkan aset yang ada, sehingga nantinya Bandara Pondok Cabe dapat memfasilitasi berbagai kegiatan di bisnis sektor penerbangan dan  diharapkan dapat memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia," kata Dendy dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (14/7). (Yetede)

Emiten Grup Kresna Incar Pendapatan Naik Dua Digit

HR1 14 Jul 2022 Kontan

Dua emiten milik Grup Kresna, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) serta PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), mengincar pertumbuhan pendapatan dua digit tahun ini. MCAS menargetkan pendapatan bisa mencapai Rp 15 triliun pada akhir 2022. Head of Investor Relation MCAS Stanley Tjandra optimistis target tersebut dapat tercapai seiring banyaknya inisiatif baru yang tengah dirancang perusahaan ini. "Tahun ini, top line diharapkan bertumbuh minimal 20% atau sekitar Rp 15 triliun di 2022," beber dia, Rabu (13/7).

Smartfren Balikkan Rugi Rp397 M Jadi Laba Rp 25 Miliar

KT1 14 Jul 2022 Investor Daily (H)

PT Smartfern Telecom Tbk (Fren) mencetak lonjakan laba  bersih 106% dengan membalikkan posisi  rugi bersih Rp 397 miliar menjadi laba bersih Rp25  miliar pada kuartalI-2022 secara tahunan year on year (yoy). Pencapaian ini diraih setelah selama 14 tahun perseroan membangun bisnis investasi US$4,5-5 miliar. "Kalau kita bicara rugi laba, kita lihat kok smartfren rugi terus. Nah, pada kuartal I kemarin, untuk pertama kali selama kami menjalankan usaha ini memang masa pertumbuhan kami, bahwa kami bertumbuh. Berkat gizi yang baik, kami tumbuh," kata Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Merza Fachys. Dia berharap tahun 2022 menjadi awal pertumbuhan dan performa positif Smartfren masih terus mencetak laba, sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pengguna  produk perseroan. Merza mengungkapkan,  sejak 2018 hingga 2021, Smartfern masih merugi. Pada 2018, perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp3,53 triliun, kemudian menjadi rugi Rp2,19 triliun pada 2019, lalu menjadi rugi Rp1,50 triliun pada 2020. Pada 2021, kerugian bersih perseroan menjadi Rp 410 miliar. (Yetede)

United Tractors akan Buyback Saham Rp 5 T

KT1 14 Jul 2022 Investor Daily (H)

PT United Tractors Tbk (UNTR) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Aksi korporasi ini diharapkan dapat menyetabilkan harga saham UNTR dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan  kepada investor  atas nilai saham perseroan secara fundamental. "Pembelian kembali saham juga memberikan felsitabilitas bagi perseroan dalam  mengelola modal jangka panjang, dimasa saham treasuri dapat dijual dimasa yang akan datang  dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan penambahan modal," kata Corporate Secretary United Tractors Sara K Lobis dalam keterbukaan informasi, Rabu. Sara mengungkapkan bahwa saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perseroan. Buyback akan dilakukan secara bertahap untuk periode tiga bulan terhitung sejak tanggal 13 Juli 2022 sampai dengan 12 Oktober 2022. Pelaksanaan transaksi pembelian  saham akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). (Yetede)

United Tractors Rencanakan ”Buy Back” Saham

KT3 14 Jul 2022 Kompas

PT United Tractors Tbk berencana membeli kembali saham (buy back) dengan anggaran maksimal Rp 5 triliun. Jumlah saham yang dibeli balik tidak akan melebihi 20 % modal disetor. Setelah buy back, paling sedikit jumlah saham yang beredar adalah 7,5 % dari modal disetor. Transaksi tersebut tidak akan memengaruhi keuangan perseroan. Demikian keterangan manajemen United Tractors kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/7). (Yoga)

MOMENTUM BUYBACK SAHAM

HR1 14 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Aksi buyback saham kian marak di tengah volatilitas pasar yang sedang tinggi. Sejumlah emiten berkantong tebal siap menggelontorkan dana untuk menyerap kembali sebagian saham perusahaan mereka dari pasar modal. Manuver tersebut diharapkan dapat menopang stabilitas saham perseroan sekaligus memberikan sinyal kepada pasar atas kondisi fundamental emiten yang solid. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada 12 emiten yang menggelar aksi buyback. Sebagian memanfaatkan relaksasi buyback tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, sebagian lagi menempuh mekanisme normal melalui persetujuan RUPS luar biasa. Teranyar, entitas Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) memutuskan untuk membeli kembali saham perseroan dengan merogoh kocek hingga Rp5 triliun. Jumlah itu setara dengan 14% dari kas dan setara kas UNTR per 31 Maret 2022 yang mencapai Rp35,71 triliun. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara Loebis mengatakan momentum saat ini tepat untuk melakukan buyback saham karena kondisi keuangan United Tractors sangat sehat. Emiten pertambangan milik Boy Thohir itu meyakini buyback saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan ADRO. Alasannya, saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback.


Menakar Keandalan Obligasi Korporasi

HR1 09 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Kalangan investor pemegang obligasi korporasi yang sebelumnya semringah, kini bersiap-siap setidaknya untuk tersenyum kecut. Betapa tidak. Risiko di pasar obligasi tengah meningkat lantaran faktor kenaikan suku bunga acuan The Fed dan perlambatan ekonomi global. Keadaan ini tentu akan menyurutkan penerbitan obligasi korporasi pada sisa tahun 2022. Kata ekonom, risiko pasar sedang tinggi-tingginya. Ketika pandemi tengah mengganas, korporasi telah menahan diri untuk menerbitkan surat utang. Tak heran ketika melihat nilai surat utang jatuh tempo cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang diterbitkan. Namun, dengan melihat kondisi suku bunga acuan global yang meningkat, agaknya akan sulit angka emisi obligasi korporasi sebesar itu bisa terpenuhi. Demikian besarnya faktor suku bunga acuan The Fed membuat pasar instrumen ini di dalam negeri pun cemas. Hal ini juga dipicu kekhawatiran apabila Bank Indonesia (BI) bakal mengambil langkah serupa mengatrol bunga acuan. Jika suku bunga acuan BI naik, hal itu tentu akan mendorong kenaikan suku bunga secara umum. Apabila ini terjadi, risiko instrumen tersebut juga turut membesar, terutama dari sisi borrowing cost dan biaya dana yang kian mahal dari penerbitan obligasi.


JSMR Jual 40% Saham Jalan Tol Layang MBZ ke Anak META

HR1 06 Jul 2022 Kontan

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan divestasi atas kepemilikan saham JSMR di PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC). Perusahaan ini merupakan anak usaha JSMR yang mengelola Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). JSMR menjual 40% saham JCC ke perusahaan infrastruktur milik Grup Salim, PT Marga Utama Nusantara. Sebagai informasi, Marga Utama Nusantara merupakan anak usaha yang 76,51% sahamnya dimiliki oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).

Pilihan Editor