Korporasi
( 1557 )KLBF Akan Akuisis 80% Saham Aventis
Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), akan mengakuisisi 80% saham PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia. Aksi korporasi ini ditargetkan tuntas pada Oktober 2022.
KLBF bakal mencaplok saham Sanofi Indonesia yang Indonesia yang dimiliki Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH. Ketiganya telah telah menandatangani perjanjian pembelian saham pada 22 Juli 2022 lalu. Dengan akuisisi ini, KLBF akan mengambil 80% kepemilikan atas Sanofi Indonesia berserta hak distribusi, lisensi dan pemasaran atas produk-produk obat resep dan vaksin di seluruh Indonesia.
2021, Laba Jamkrindo Tumbuh 134%
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencetak laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun pada 2021, meningkat 134% dibandingkan pencapaian 2020 sebesar Rp456,13 miliar. Sementara itu, perseroan berupaya menjaga kepercayaan dan reputasi melalui komitmen membentuk pencadangan klaim yang kuat. Pertumbuhan 2,3 kali lipat dari laba bersih tersebut didongkrak volume penjaminan Jamkrindo yang mencapai Rp247,61 triliun sampai akhir 2021. Dengan volume penjaminan sebesar itu, perseroan mencatat cadangan klaim mencapai Rp5,66 triliun atau naik 41% dari tahun sebelumnya. Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan menyatakan, pertumbuhan pencadangan klaim tersebut merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan di tahun berikutnya. jamkrindo juga membukukan pertumbuhan aset sebesar 33% (yoy) pada 2021, dari Rp 19,12 triliun menjadi Rp 25,35 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat Rp 12,83 triliun naik 45% dari tahun sebelumnya Rp 8,86 triliun. (Yetede)
Alfamart Serap Belanja Modal Rp 800 Miliar
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terus menambah jejaring gerai baru. Pengelola gerai Alfamart itu memproyeksikan dapat membuka gerai 800-1.000 gerai di sepanjang tahun ini. Hingga Juni 2022, AMRT sudah menambah 645 gerai baru.
"Sepanjang semester I-2022, kami sudah menambah 645 gerai sejak akhir Desember 2021," ungkap Solihin, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, kepada KONTAN, Minggu (24/7). Solihin memaparkan, pembukaan gerai Alfamart hingga kini sudah menghabiskan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 800 miliar.
Group MIND ID Tempatkan Dana Rp 534,4 Miliar untuk Jaminan Reklamasi
BUMN Holdings Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industri Indonesia, yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk menempatkan dana jaminan reklamasi per 31 Desember 2021 sebesar total Rp534,4 miliar. Direktur Utama MIND ID terus mendorong perusahaan Anggota MIND ID untuk memenuhi kewajiban yang terkait dengan proses bisnis salah satunya kepatuhan penempatan dana jaminan reklamasi. "Sebagai perusahaan pengelola sumber alam strategis Indonesia, Group MIND ID memastikan perubahan bentang alam dilakukan secara terencana hingga mampu meminimalkan dampak operasional dan mengoptimalkan hasil pemrosesan mineral," kata Hendi. (Yetede)
BMHS Incar Pendapatan 1,9 Triliun
PT Bundamedik Healthcare System Tbk. (BMHS) membidik pertumbuhan pendapatan 19 % hingga akhir tahun ini atau naik naik menjadi Rp. 1,9 triliun. Target tersebut diharapkan tercapai dengan penambahan rumah sakit baru dan perluasan jaringan. Managing Director BMHS Nurhadi Yudiyantho mengatakan, sepanjang kuartal I-2022, BMHS telah menyelesaikan akuisisi 3 rumah sakit. Emiten pengelola rumah sakit ini juga berencana memperluas jaringan di kota tier 2 melalui Klinik Fertilitas Indonesia (KFI) dan sejumlah outlet Diagnos lab. (Yoga)
Perluasan Pabrik, PT Arwana Citramulya Tbk Investasi Rp 300 Miliar
Industri keramik di Tanah Air terus menggeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi baru atau perluasan pabrik. Salah satunya adalah PT Arwana Citramulia Tbk yang menggelontorkan investasi sebesar Rp 300 miliar untuk penambahan kapasitas sebesar 3 juta meter persegi dari Plant 5B untuk produksi ubin keramik 60x60 cm. Selain itu penambahan kapasitas sebanyak 4,4 juta meter persegi dari proyek Plant 5C yang akan dimulai berproduksi pada awal 2023 dengan kebutuhan tenaga kerja lokal hingga 401 orang. Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PT Arwana Citramulia Tbk yang telah merealisasikan investasinya, karena akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. "Dalam pengembangan industri keramik, kita harus mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri dengan visi menjadikan Indonesia kembali masuk dalam lima besar produsen ubin keramik dunia," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Jakarta. (Yetede)
RMKE Menyiapkan Belanja Modal Rp. 174 Miliar
PT RMK Energy Tbk (RMKE) punya agenda melebarkan sayap bisnisnya. Emiten yang bergerak di bidang logistik dan perdagangan batubara ini mengalokasikan belanja modal senilai Rp 174 miliar di tahun 2022. “Pada kuartal pertama 2022 terserap Rp 18 miliar. Sebesar 13 miliar untuk pembelian mesin dan peralatan. Sementara Rp 5 miliar lainnya untuk pengerjaan aset,” ujar Direktur keuangan RMKE Vincent Saputra, Rabu (20/7). Selain itu perusahaan ini juga akan mengembangkan sayap ke bisnis jasa penunjang batubara seperti kontraktor hauling, dan kontraktor tambang. Karena itu RMKE optimis, tahun ini pendapatannya bisa naik 32,8 % menjadi 2,74 triliun. (Yoga)
Permintaan Kredit Korporasi Meningkat
Berdasarkan survei, permintaan pembiayaan baru korporasi Juni 2022 terindikasi meningkat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 16,4 %, lebih tinggi dari SBT Mei 2022 sebesar 12,1 %. Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juni 2022 juga meningkat. Demikian keterangan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (18/7). (Yoga)
Memilah Penawaran Obligasi Korporasi yang Menarik
Memasuki bulan Juli 2022, penerbitan obligasi korporasi masih semarak. Ada delapan obligasi korporasi yang terdaftar. Beberapa penerbit di antaranya adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Bank Maybank Tbk, PT Indomobil Finance dan lainnya.
Beberapa obligasi yang masih dalam penawaran di antaranya ada obligasi PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT KB Finansia Multi Finance. Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha menyebut, penerbit obligasi datang dari berbagai sektor.
Tujuan penerbitan obligasi antara lain untuk mencari modal kerja juga ekspansi.
Pelita Air Gandeng AP II Kembangkan Bandara Pondok Cabe
PT Pelita Air Service (PAS) bersinergi dengan PT Angkasa pura/AP (persero) untuk mengkaji bersama kelayakan operasi, teknik, dan bisnis pengelolaan Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten. Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan PT Angkasa Pura II sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi besar yang dimiliki Bandara Pondok Cabe untuk dapat dikembangkan. "Dengan sinergi yang dilakukan dapat membuka peluang besar dalam memaksimalkan aset yang ada, sehingga nantinya Bandara Pondok Cabe dapat memfasilitasi berbagai kegiatan di bisnis sektor penerbangan dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia," kata Dendy dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (14/7). (Yetede)









