Korporasi
( 1584 )Masuk Metaverse, Motor Listrik Alva Gaet WIRG
PT WIR Asia Tbk (WIRG) menggandeng produsen sepeda motor listrik yang mengusung merek Alva, yakni PT Ilectra Motor Group (IMG). Kelak, IMG akan memanfaatkan teknologi metaverse dalam upaya menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan pemasaran dan customer experience. Kehadiran metaverse diharapkan mendukung upaya IMG meningkatkan penjualan dan pemasaran serta membantu melakukan penetrasi pasar guna menjangkau pelanggan yang lebih luas lagi, terutama generasi milenial.
FASILITAS PEMBIAYAAN : ASSA Tambah Armada
Emiten Grup Triputra PT Adi Sarana Armada Tbk. mendapatkan fasilitas pembiayaan senilai Rp300 miliar dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Rencananya, dana segar tersebut akan digunakan oleh emiten bersandi ASSA itu untuk keperluan pembelian kendaraan baru yang akan disewakan ke pelanggan. Sekretaris Perusahaan Adi Sarana Armada Jerry Fandy Tunjungan mengatakan perseroan menerima pembiayaan berjenis fasilitas pembiayaan Line Facility Al-Musyarakah (Reimbursement)-Non Revolving. “Dana dengan jumlah Rp300 miliar untuk pembelian unit kendaraan baru, dengan demikian diharapkan meningkatkan pendapatan dan kegiatan usaha,” kata Jerry, Jumat (19/8). Induk dari layanan pengiriman barang Anteraja tersebut tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp3,17 triliun sepanjang semester I/2022, meningkat 50,25% (year-on-year/YoY) secara year. Mayoritas pendapatan ASSA disumbang oleh jasa pengiriman yang sepanjang Januari—Juni 2022 berkontribusi sebesar Rp1,87 triliun atau naik 91,14% (YoY).
PENGGABUNGAN INDIHOME—TELKOMSEL : TELKOM UNGKAP MODEL MERGER
PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) segera melakukan merger bisnis antara Indihome dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Penggabungan bisnis broadband dan nirkabel ini sebagai langkah perombakan perusahaan telekomunikasi milik perusahaan pelat merah tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut Telkom Ririek Ardiansyah dalam Telkom Group Investor Day di Nusa Dua, Bali, Jumat (19/8), saat ditanya oleh oleh analis mengenai rencana aksi korporasi itu. “Saat ini dalam tahap ke sana,” ujarnya. Ririek mengutarakan ada dua hal utama yang diperhatikan perseroan dalam aksi korporasi itu. Pertama, perseroan memilik fundamental bagus sebagai pembayar pajak terbesar dan berkontribusi pembayar dividen terbesar. Oleh sebab itu, tuturnya, penggabungan usaha ini akan mendapatkan nilai modal berganda yang dalam meningkatkan skala bisnis BUMN telekomunikasi itu. Kedua, sambungnya, secara valuasi akan mendorong nilai kapitalisasi di pasar modal. Namun, dia memastikan penggabungan usaha tersebut tidak sekadar melepas aset Indihome ke Telkomsel. Seperti diketahui 35% saham Telkomsel dimiliki oleh Singtel Singapura, sedangkan 65% digenggam Telkom. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan rencana merger ini sebuah upaya menarik untuk lebih menyesuaikan dengan era bisnis broadband yang makin konvergen. “Dalam rencana merger ini, karena Telkomsel dan Indihome masih di bawah satu grup yang sama yaitu Telkom grup, mungkin prosesnya bisa lebih mudah. Ini sudah sejalan dengan tren konvergensi,” katanya.
Ekspansi Armada, Adi Sarana Kantongi Pembiayaan Bank Muamalat Rp 300 Miliar
JAKARTA, ID - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan sebesar Rp 300 miliar dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Dana hasil perjanjian ini akan digunakan untuk pembelian unit kendaraan baru untuk sewa kepada pelanggan. Tahun ini, ASSA menargetkan kinerja bertumbuh sebesar 30%. “Bicara proyeksi, sampai saat ini target pertumbuhan top line dan bottom line kita itu sekitar 30% pada 2022,” ungkap Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto. Pertumbuhan pendapatan yang tertinggi akan disumbang dari kinerja anak usahanya yang bergerak di sektor logistik, Anteraja. Selain Anteraja, Prodjo memperkirakan segmen-segmen bisnis rental juga akan tumbuh. Dari sisi armada, Adi Sarana bakal terus melakukan ekspansi dengan meningkatkan pembelian armada (fleet). Proyeksinya, jumlah armada yang akan dimiliki perseroan hingga akhir 2022 sebanyak 28 ribu lebih. Direktur Bisnis dan Servis Adi Sarana Armada Suyanto Tjoeng menambahkan, dari sisi volume pengiriman, perseroan juga menargetkan volume pengiriman di kuartal IV- 2022 akan mengalami pertumbuhan. “Kalau kita hitung rata-rata dari Januari sampai Desember, kita berharap sekitar volume pengiriman tumbuh sekitar 1 atau 1,1 juta. Artinya
pertumbuhannya dua kali dibandingkan tahun lalu,” ucap Suyanto. (Yetede)
Beli Saham Arkora, United Tractors Masuk ke Bisnis Energi
PT United Tractors Tbk (UT) melalui perusahaan terkendali miliknya, yaitu PT Energia Prima Nusantara, membeli 632,8 juta saham PT Arkora Hydro Tbk dari ACEI Singapore Holding Private Ltd. Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (19/8),menyatakan, investasi pada Arkora sejalan dengan strategi usaha UT. Bisnis energi baru terbarukan merupakan salah satu strategi menuju bisnis berkelanjutan. (Yoga)
PWON Raih Penjualan Rp 800 M
Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membidik perolehan marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun di tahun 2022. Hingga semester pertama lalu, PWON telah berhasil mengantongi 44% dari target marketing sales tahun ini, atau sebesar Rp 800 miliar."Target perusahaan Rp 1,8 triliun untuk 2022, jadi sisa target untuk semester II ini sebesar Rp 1 triliun," ucap Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, saat dihubungi KONTAN, Jumat (12/8) lalu.
AKSI KORPORASI : JEJAK BISNIS DIGITAL SINAR MAS
Kelompok bisnis Sinar Mas makin serius dalam membangun ekosistem keuangan digital. Melalui entitas anak usahanya PT DSST Dana Gemilang dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk., Sinar Mas mengambil alih kepemilikan platform dompet digital, DANA Indonesia. Berdasarkan keterbukaan informasi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), anak usaha Sinar Mas Group menyatakan telah menyelesaikan investasi ke PT Elang Andalan Nusantara terkait dengan operasional DANA Indonesia. PT Elang Andalan Nusantara merupakan anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK). Baru-baru ini EMTK mengumumkan penurunan porsi sahamnya di DANA. “Investasi ini merupakan bagian dari kolaborasi pengembangan bisnis digital,” ujar Sekretaris Korporasi DSSA Susan Chandra dalam laporannya kepada otoritas bursa, Kamis (11/8). Suntikan Sinar Mas terhadap DANA bukan hanya diwakili oleh PT DSST Dana Gemilang. Turut terlibat pula emiten lembaga keuangan terpadu PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) dengan porsi penyertaan modal US$25 juta.
Group Emtek Jual Saham DANA ke Lazada Rp 4,5 Triliun
JAKARTA – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya (KMK) menjual kepemilikan saham di PT Elang Andalan Nusantara (EAN) atau DANA kepada Lazadapay Holdings Pte Ltd, senilai total US$ 304,5 juta atau setara \ Rp 4,5 triliun. Pada hari yang sama, Grup Sinar Mas juga menyelesaikan rencana investasi di EAN sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,97 triliun. Sekretaris Perusahaan EMTK Titi Maria Rusli mengatakan, pada 10 Agustus 2022 KMK telah meneken akta pengalihan saham sejumlah 202 saham seri A dan 4,79 juta saham seri B di EAN dengan Lazadapay Holdings Pte Ltd sebagai pembeli. “Harga penjualan adalah sebesar US$ 304,5 juta,” ujar dia dalam keterbukaan informasi, Kamis (11/8/2022). Titi mengungkapkan, setelah penyelesaian transaksi penjualan saham, kepemilikan saham KMK pada EAN atau DANA akan mengalami penurunan jumlah. “Di lain pihak, KMK akan memperoleh hasil penjualan saham yang akan berpengaruh positif kepada kondisi kas keuangan KMK dan perseroan,” imbuh Titi. (Yetede)
Kinerja Tertekan Penurunan Daya Beli
Meskipun trafik pengunjung di mal kembali naik, kinerja PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) masih lesu. Emiten perkakas rumah tangga ini membukukan penurunan pendapatan sebesar 2,36% menjadi Rp 3,31 triliun per akhir Juni 2022.
Sejalan dengan itu, laba bersih ACES menyusut 12,47% year on year (yoy) menjadi Rp 242,40 miliar pada semester I-2022. Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya memperkirakan, penurunan kinerja ACES berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Bahkan, laba bersih ACES diramal akan turun 28,8% di akhir 2022. Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian mengungkapkan, sebagian besar segmen pendapatan ACES mengalami penurunan.
Ekuitas Waskita Beton Berbalik Positif Rp 2,5 T
JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan nilai ekuitas positif sebesar Rp 2,5 triliun pada akhir semester I-2022. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2021 yang ekuitasnya negatif Rp 2,9 triliun. Director of Finance & Risk Management Asep Mudzakir mengatakan, perbaikan ekuitas merupakan salah satu target prioritas perseroan dalam program pemulihan fundamental keuangan. Sebab, besaran ekuitas menjadi indikator kesehatan struktur permodalan perusahaan. “Sebagai perusahaan manufaktur dengan skema job order, ekuitas positif menjadi salah satu syarat bagi perseroan untuk mengikuti berbagai kegiatan tender proyek baik pemerintah, BUMN, maupun swasta. Dengan posisi ekuitas positif tersebut, maka WSBP dapat berpartisipasi dalam tender proyek dari pasar-pasar non Waskita Group,” jelas Asep dalam keterangan resmi, Selasa (9/8/2022). Ekuitas yang positif juga bakal mendukung strategi perseroan dalam meningkatkan pangsa pasar. Menurut Asep, positifnya ekuitas WSBP merupakan implikasi dari putusan homologasi (perjanjian perdamaian) yang disahkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, (28/6/2022).









