Pajak Korporasi di Afrika dan Amerika Selatan Lebih Tinggi
SINGAPURA – Secara umum data
dari lembaga riset Tax Foundation yang
berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS), Organisasi untuk Kerjasama
dan Pembangunan Ekonomi (OECD),
dan konsultan KPMG menunjukkan
bahwa negara-negara di Afrika dan
Amerika Selatan mengenakan tarif pajak korporasi lebih tinggi dibandingkan
dengan kebanyakan negara di Eropa
dan Asia.
Data itu menunjukkan, bahwa kebanyakan yurisdiksi pajak rendah berada
di negara-negara kecil, seperti Bulgaria
dan Liechtenstein.
Data juga menunjukkan, ada sekitar
15 negara yang tidak mengenakan
pajak penghasilan badan umum. Termasuk negara-negara kepulauan, seperti Bermuda, Kepulauan Cayman dan
Kepulauan Virgin Britania Raya, yang
secara luas sebagai surga pajak (tax
havens) di luar negeri – yakni sebuah
yurisdiksi di mana perusahaan-perusahaan besar mengalihkan keuntungan
demi membayar pajak lebih sedikit.
Menurut Wakil Presiden untuk proyek global di Tax Foundation, Daniel
Bunn, yurisdiksi pajak rendah memfasilitasi investasi di negara lain dengan
pajak yang lebih tinggi.
“Jadi, menerapkan tarif pajak minimum global akan meningkatkan biaya
investasi tersebut, dan dapat menghasilkan sedikit pukulan balik terhadap
ekonomi negara,” ujar dia kepada
CNBC, Senin (7/6).
Seperti diberitakan sebelumnya,
para menteri keuangan (menkeu) dari
negara kelompok G-7 pada Sabtu (5/6)
telah sepakat untuk mendukung tarif
pajak perusahaan global minimum 15%.
Menkeu Amerika Serikat (AS) Janet
Yellen mengatakan tingkat minimum
global seperti itu bakal mengakhiri perlombaan penurunan pajak perusahaan,
serta memastikan keadilan bagi kelas
menengah dan pekerja di AS, dan di
seluruh dunia.
Pemerintah di negara-negara berkekuatan ekonomi besar selama bertahun-tahun telah menghadapi tantangan
mengenakan pajak pada perusahaan
besar, seperti raksasa teknologi Facebook dan Google, yang beroperasi di
banyak yurisdiksi.
(Oleh - HR1)
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023