Korporasi
( 1584 )Kejar Setoran, SMDR Beli 11 Kapal
Perusahaan pelayaran PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menargetkan penambahan 11 armada kapal baru tahun ini. Ekspansi armada demi mengejar target kinerja yang lebih baik.
Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia mengungkapkan, penambahan armada sejalan dengan rencana ekspansi yang dilakukan perusahaan."Ada 11 kapal baru yang akan bergabung tahun ini. Sejauh ini sudah diterima enam unit, sisa lima unit menyusul di semester II-2023," kata Bani ke KONTAN, Kamis (20/7).
Bani menjelaskan, dari 11 unit kapal baru yang direncanakan tersebut, sebanyak enam unit kapal berupa kapal pengangkut peti kemas, dua unit tanker dan tiga unit kapal curah. Adapun, estimasi biaya untuk pengadaan kapal ini mencapai US$ 15 juta hingga US$ 30 juta per unitnya.
Dalam catatan sebelumnya, SMDR berencana menambah tujuh sampai sembilan armada kapal peti kemas untuk mengopimalisasi kinerja operasional. Selain kapal peti kemas, SMDR juga berencana menambah kapal tanker pengangkut LPG yang saat ini masih dalam proses. Rencananya, kapal tanker ini akan diterima pada kuartal II-2023 mendatang.
Tidak hanya melalui penambahan armada kapal, Bani memastikan langkah ekspansi juga dilakukan dengan menyasar sejumlah proyek pelabuhan di Indonesia. Bani mengungkapkan, pada tahun ini perusahaan menargetkan pendapatan mencapai US$ 800 juta. Menurut dia, sejauh ini kinerja keuangan SMDR menunjukkan hasil yang cukup positif.
Namun, SMDR optimistis melihat prospek bisnis di tahun ini karena ada sejumlah katalis positif yang akan mendukung agenda perseroan. Bani menjelaskan, berdasarkan perkembangan terakhir mengenai kinerja perusahaan di kuartal I 2023, pendapatan SMDR senilai US$ 207,7 juta atau turun 17%
yoy
dari sebelumnya US$ 250 juta di kuartal I 2022. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan pada tahun ini antara lain; efisiensi dan produktivitas, serta kontrak pelanggan dan
freight rate.
Empat Raksasa Properti Kantongi Prapenjualan Rp 12 Triliun
JAKARTA,ID-Sebanyak empat raksasa properti nasional, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT pakuwon Jati Tbk (PWON), I-2023, naik 2,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. berdasarkan risent Mandiri Sekuritas, Ciputra mencetak prapenjualan tertinggi, Rp 5 triliun, semester satu tahun ini, tumbuh 27% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,9 triliun. Sementara itu, prapenjualan BSD tumbuh 2,8% menjadi Rp 4,7 triliun dari Rp 4,6 triliun. Adapun prapenjualan Pakuwon ambles 25% menjadi Rp 600 miliar per Juni 2021 dari Rp802 miliar, sedangkan Summarecon turun 30% menjadi Rp1,6 triliun dari Rp 2,3 triliun. Analis Mandiri Sekuritas (mansek) Robin Sutanso menyebutkan, presales Ciputra per Juni 2023 mencapai 57% dari target Rp 1,5 triliun, dan Summarecon 34% dari target Rp 5 triliun. Dia menegaskan, Ciputra juga mencetak prapenjualan impresif kuartal kuartal I tahun ini, sehingga akumulasi semester I bisa tumbuh. Padahal kuartal II lalu, perseroan hanya merilis empat peluncuran proyek baru 2023. Dari jumlah itu, dua diantaranya menunjukkan penerimaan yang lemah. (Yetede)
WSKT Kantongi Proyek Rp 7,28 Triliun
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil mencatat perolehan kontrak baru (NKB) senilai Rp 7,82 triliun hingga Juni 2023. Mayoritas kontrak anyar ini nampaknya masih akan didominasi dari proyek pemerintah yang mencapai 66,24%.
SVP Corporate Secretary
PT Waskita Karya Tbk Ermy Puspa Yunita mengatakan, sampai saat ini, pemerintah masih percaya dengan menunjuk Waskita untuk mengerjakan proyek-proyek strategis nasional.
Menurut dia, selain proyek pemerintah, kontribusi proyek baru yang dikantongi perseroan dari badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD) sebesar 13,62%, proyek swasta sebesar 1,29%, dan dari anak perusahaan sebesar 18,85%.
Sementara berdasarkan segmentasi proyek, total NKB tersebut bersumber dari infrastruktur sektor konektivitas sebesar 53,49%, infrastruktur sumber daya air (SDA) 15,70%, gedung 11,80%,
engineering procurement construction
(EPC) 1,25%, dan anak usaha sebesar 17,76%,
Adapun proyek IKN Nusantara yang digarap perseroan diantaranya, proyek jalan tol IKN Ruas 5A, jalan tol Lingkar Sepaku Segmen 4, Gedung Sekretariat Presiden dan Fasilitas Gedung Penunjang, pembangunan gedung dan kawasan Kementerian Koordinator (Kemenko) Paket 3.
Kucuran Rezeki dari Proyek Baru
Pendapatan pra penjualan alias marketing sales PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencapai Rp 1,6 triliun pada semester I-2023. Perolehan tersebut setara 32% dari target SMRA tahun 2023 sebesar Rp 5 triliun.
Pencapaian ini terdiri dari penjualan produk rumah 58%, ruko 28%, kaveling 7%, serta apartemen dan komersial 7%. Analis Indo Premier Sekuritas, Michelle Nugroho dalam riset 10 Juli 2023 mengatakan, realisasi marketing sales SMRA pada semester I-2023 turun 30% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Perolehan tersebut setara 33% dari perkiraan marketing sales yang ditetapkan Indo Premier Sekuritas sebesar Rp 4,8 triliun.
Di tengah terbatasnya peluncuran produk baru pada semester I-2023, marketing sales SMRA sebagian besar didorong recurring income "Produk baru hanya mencapai Rp 468 miliar atau 29% dari marketing sales paruh pertama 2023," tulis dia.
Di Serpong, marketing sales SMRA ditopang dari klaster Strozzi, Flamingo dan Heron. Sementara itu, penjualan Bekasi berasal dari penjualan Magenta Residence yang semua unitnya dihargai di kisaran Rp 2 miliar-Rp 8 miliar.
Pada semester II tahun 2023, SMRA masih meluncurkan beberapa produk rumah dan komersial. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, peluncuran proyek baru SMRA di separuh kedua akan menjadi katalis utama dari marketing sales di tahun ini. Hingga akhir 2023, target marketing sales SMRA sebesar Rp 5 triliun.
Emiten Properti Masih Bertaji
Meski tak ada lagi sokongan insentif pajak seperti tahun lalu, sektor properti diramal masih bisa tumbuh. Daya beli masyarakat masih kuat, dan berbagai hajatan politik berpeluang mendorong sektor ini.
Beberapa emiten properti juga berhasil meraih separuh dari target pra-penjualannya. Misalnya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang mencetak
marketing sales
Rp 5,1 triliun hingga akhir Juni 2023. Capaian ini memenuhi 57% dari target di tahun 2023 sebesar Rp 8,9 triliun.
Head of Investor Relation
CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan, angka tersebut naik 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Didorong oleh penjualan pada segmen produk perumahan dan dibantu oleh kondisi suku bunga KPR yang kondusif," ujarnya kepada KONTAN, Senin (17/7).
Di semester pertama, CTRA memang getol meluncurkan beberapa produk perumahan dan ruko. Ada satu proyek baru CitraGarden Serpong, serta tujuh klaster baru kota lainnya.
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) juga masih optimistis bisa mengantongi
marketing sales
tahun 2023 sebesar Rp 1,8 triliun. Hingga Juni 2023, MTLA telah membukukan
marketing sales
Rp 756 miliar atau 42% dari target yang ditetapkan.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menilai, tahun politik Jono menilai, tahun ini mungkin penjualan properti tak akan sekencang tahun lalu. Tapi, emiten yang punya
recurring income
bakal mendapat angin segar dari mobilitas masyarakat yang kembali normal.
Sedangkan
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, tahun politik berpotensi mendongkrak belanja masyarakat, terutama pada bidang rekreasi dan pusat perbelanjaan. "Sehingga, dapat meningkatkan penjualan pada segmen komersial dan rental, ujarnya
Vale Berpeluang Kuasai 30% Saham Pabrik Nikel Baterai EV
JAKARTA,ID-PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berpeluang menguasai 30% saham pabrik nikel berteknologi high pressure acid leach (HPAL) di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara milik PT Kolacka Nikel Indonesia (KNI), lima tahun setelah KNI merampungkan pembangunan fasilitas itu. Pabrik itu akan menghasilkan mixed hydroxide preciptate (MHP), produk nikel antara yang digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Dalam pohon bisnis nikel, MHP diolah lagi menjadi nikel sulfat, material (prekursor) kutub positif (katoda) baterai EV bersama lithium, mangan/aluminium, dan kobalt sulfat. Bayu Aji, head of communications Vale Indonesia, menegaskan, perseroan memiliki opsi untuk meningkatkan porsi saham di KNI. Apabila Vale memilih mengeksekusi opsi tersebut, komposisi pemegang saham KNI adalah Hauyou (secara tidak langsung) 53%, Ford 17% dan vale Indonesia 30%. "Saat ini Huayou adalah pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan HPAL, karena pemegang saham mayoritas KNI, sedangkan PT Vale pemegang saham minoritas," ujar dia kepada Investor Daily, Senin (17/7/2023).
Emiten Kontruksi Geber Kontrak Baru
Memasuki separuh kedua tahun 2023, emiten konstruksi mengejar pemenuhan target kontrak baru. Harapannya, kinerja di akhir tahun juga bisa terangkat.
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), misalnya, tengah mengejar target kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun di tahun 2023. TOTL masih punya bekal proyek di
pipeline
sekitar Rp 6,5 triliun.
Sekretaris Perusahaan TOTL Anggie S. Sidharta mengatakan, nilai kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2023 mencapai Rp 1,33 triliun.TOTL berharap bisa mengail pendapatan Rp 2,3 triliun dan laba bersih Rp 95 miliar pada tahun ini.
Sedangkan PT Acset Indonusa Tbk (ACST), mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 1,6 triliun. Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Investor ACST, Kadek Ratih Paramita Absari mengatakan, kinerja perusahaan sepanjang semester I-2023 cenderung lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini juga tercermin dari kenaikan pendapatan serta berkurangnya jumlah kerugian.
Tak cuma emiten konstruksi swasta, para kontraktor pelat merah juga berharap bisa mendapatkan nilai kontrak baru yang lebih jumbo pada sisa tahun ini. PT PP Tbk (PTPP), misalnya, membidik raihan nilai kontrak baru di tahun 2023 sebesar Rp 34 triliun, tumbuh 10% dari tahun lalu. Sekretaris Perusahaan PTPP, Bakhtiyar Efendi mengatakan, PTPP telah mengantongi kontrak baru Rp 11,62 triliun per Juni 2023, naik 6,31% secara tahunan.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Johan Trihantoro menambahkan, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat menjadi peluang bagi emiten konstruksi terutama BUMN Karya dalam mendapatkan kontrak baru dari pemerintah.
Produksi Migas Terus Meningkat, Kinerja Pertamina Hulu Energi Kian Kokoh
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan tulang punggung produksi minyak dan gas (migas) nasional. Mengemban peran penting ini, PHE tak pernah surut menggelontorkan investasi dan berinovasi untuk terus mendongkrak produksi. Sepanjang tahun ini, PHE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 5,7 miliar atau sekitar Rp 86,07 triliun. Berbekal dana itu, manajemen PHE optimistis mampu mencapai target produksi minyak sebanyak 595 ribu barel per hari (bph) dan gas 2.763 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) di tahun 2023 ini. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pihaknya memiliki dua strategi untuk mendongkrak kinerja sektor hulu migas ini. Strategi yang pertama adalah meningkatkan kegiatan pengeboran non-konvensional. Melengkapi strategi yang pertama, Pertamina menyiapkan akuisisi blok migas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro menjelaskan, guna mendongkrak produksi migas sepanjang tahun ini, PHE akan mengebor 32 sumur eksplorasi. Sebanyak 28 sumur berada di dalam negeri dan empat di luar negeri.
Prospek Memikat Saham Bioskop
Perusahaan pengelola jaringan bioskop terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI, bakal melantai di bursa pada Agustus mendatang. Kehadiran CNMA sebagai emiten baru diprediksi menarik perhatian investor dan menggairahkan kinerja saham industri hiburan secara keseluruhan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory, Fajar Dwi Alfian, mengatakan, sebagai pemimpin pasar industri bioskop, CNMA memiliki kinerja cukup menjanjikan untuk memikat investor, dengan total saham yang dilepas sebanyak 83,3 miliar saham atau setara dengan 10 persen kepada publik. Terlebih, pada masa penawaran awal atau book building, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yaitu Rp 270-288 per saham. "Proyeksi ke depan masih cukup baik. Apalagi dengan dicabutnya status pandemi menjadi endemi, masyarakat lebih tertarik melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk hiburan, seperti mal dan menonton langsung di bioskop," ujarnya kepada Tempo, akhir pekan lalu.
Berdasarkan kinerja terakhir CNMA pada 2022, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,40 triliun, yang terutama disumbangkan bioskop sebesar Rp 2,70 triliun, disusul lini bisnis makanan dan minuman sebesar Rp 1,43 triliun. Peningkatan pendapatan terjadi karena peningkatan harga rata-rata tiket bioskop secara tahunan dari Rp 41.212 per tiket menjadi Rp 44.704 per tiket. Efektivitas kinerja juga terpantau meningkat, dengan persentase pendapatan makanan dan minuman terhadap bioskop naik dari 48,9 persen menjadi 53 persen. Terakhir, jumlah pengunjung melesat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 67,05 juta pengunjung. Pada masa penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan, CNMA berpeluang meraup dana segar Rp 2,2-2,4 triliun. Dalam prospektusnya, CNMA menyatakan akan menggunakan 65 persen dana hasil IPO untuk membiayai ekspansi jaringan bioskop, khususnya untuk daerah-daerah tingkat II. Berikutnya, perseroan mengalokasikan 20 persen dana hasil IPO untuk melunasi utang kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Adapun pada 2022, CNMA telah menambah tiga bioskop baru dan 10 layar baru yang meningkatkan jaringannya menjadi 225 bioskop dan 1.216 layar. "Jika dilihat dari rencana penggunaan dana IPO, mayoritas disebut akan dialokasikan untuk ekspansi sehingga seharusnya cukup menarik dan menjanjikan bagi investor," ujar Fajar. (Yetede)
KINERJA SEMESTER I/2023 : BUMN KARYA RAIH PERTUMBUHAN KONTRAK BARU
Sejumlah emiten konstruksi pelat merah mencatatkan kenaikan nilai kontrak baru yang diraihnya pada semester pertama tahun ini. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut menopang perolehan kontrak baru. Adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) yang telah melaporkan adanya pertumbuhan nilai kontrak baru yang didapat pada periode 6 bulan pertama 2023. ADHI, misalnya, meraup kontrak baru senilai Rp14 triliun pada semester I/2023, naik 27% bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yakni Rp11 triliun. Raihan kontrak baru itu mencapai 52% dari target kontrak baru ADHI pada 2023. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menyebut beberapa kontrak baru yang sudah didapatkan, diantaranya proyek perkeretaapian North-South Commuter Railway CP S-01 di Filipina, Bendungan Cibeet di Jawa Barat, dan Jalan Tol Akses Patimban. “Raihan kontrak baru ADHI tersebut masih sesuai rencana terhadap target 2023 sebesar Rp27 triliun, atau tumbuh kurang lebih 10% sampai dengan 15% dibandingkan dengan capaian tahun 2022,” ujar Farid kepada Bisnis, Jumat (14/7).
Kontribusi per lini bisnis perseroan dari kontrak baru tersebut didominasi oleh lini engineering & construction sebesar 92%, properti mencapai 3%, dan sisanya merupakan lini bisnis lain. Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri atas proyek jalan dan jembatan sebesar 58%, sumber daya air 12%, gedung 11%, perkeretaapian 11%, precast 3%, properti 3%, serta proyek infrastruktur lainnya. Sementara itu, PTPP melaporkan perolehan kontrak baru hingga Juni 2023 sebesar Rp11,62 triliun, naik 6,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp10,93 triliun. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan perolehan proyek PTPP hingga akhir Juni 2023 itu terdiri atas proyek yang diperoleh induk usaha sebesar 85,10% dan anak usaha mencapai 14,90%. Berdasarkan catatan Bisnis, nilai kontrak untuk Pembangunan Gedung Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden mencapai Rp773,01 miliar, sementara untuk Istana Negara dan Pengadilan Upacara di Wilayah Istana Presiden senilai Rp664,27 miliar. Sementara itu, emiten grup WIKA, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) atau Wika Gedung juga telah mengantongi kontrak Rp1,3 triliun dari proyek-proyek yang ada di IKN. Sekretaris Perusahaan WEGE Purba Yudha Tama mengatakan perseroan mendapatkan proyek hunian pekerja konstruksi di IKN dengan nilai kontrak Rp400 miliar—Rp500 miliar. Pekerjaan hunian tersebut telah rampung pada Maret 2023. Kemudian, WEGE juga mendapatkan proyek untuk pembangunan Kawasan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), dengan nilai sekitar Rp800 miliar.









