Emiten Kontruksi Geber Kontrak Baru
Memasuki separuh kedua tahun 2023, emiten konstruksi mengejar pemenuhan target kontrak baru. Harapannya, kinerja di akhir tahun juga bisa terangkat.
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), misalnya, tengah mengejar target kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun di tahun 2023. TOTL masih punya bekal proyek di
pipeline
sekitar Rp 6,5 triliun.
Sekretaris Perusahaan TOTL Anggie S. Sidharta mengatakan, nilai kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2023 mencapai Rp 1,33 triliun.TOTL berharap bisa mengail pendapatan Rp 2,3 triliun dan laba bersih Rp 95 miliar pada tahun ini.
Sedangkan PT Acset Indonusa Tbk (ACST), mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 1,6 triliun. Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Investor ACST, Kadek Ratih Paramita Absari mengatakan, kinerja perusahaan sepanjang semester I-2023 cenderung lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini juga tercermin dari kenaikan pendapatan serta berkurangnya jumlah kerugian.
Tak cuma emiten konstruksi swasta, para kontraktor pelat merah juga berharap bisa mendapatkan nilai kontrak baru yang lebih jumbo pada sisa tahun ini. PT PP Tbk (PTPP), misalnya, membidik raihan nilai kontrak baru di tahun 2023 sebesar Rp 34 triliun, tumbuh 10% dari tahun lalu. Sekretaris Perusahaan PTPP, Bakhtiyar Efendi mengatakan, PTPP telah mengantongi kontrak baru Rp 11,62 triliun per Juni 2023, naik 6,31% secara tahunan.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Johan Trihantoro menambahkan, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat menjadi peluang bagi emiten konstruksi terutama BUMN Karya dalam mendapatkan kontrak baru dari pemerintah.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023