;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Harga Batubara Loyo, ADRO Kejar Efisiensi

HR1 26 Apr 2023 Kontan

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan fokus melakukan sejumlah efisiensi di tahun ini. Salah satunya menekan pengeluaran kontraktor untuk penambangan batubara. Maklum, kontraktor jadi salah satu penyumbang biaya terbesar operasional penambangan Adaro. Efisiensi ini juga perlu dilakukan ADRO seiring harga batubara yang sulit diprediksi. Terlebih, dibandingkan tahun 2022, harga batubara sejak awal tahun ini sudah cenderung melandai. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan, harga batubara tahun ini tak sebagus tahun 2022. "Karena itu, kami terus melakukan efisiensi agar profitabilitas perseroan tetap menarik," ungkap pria yang lebih akrab disapa Boy Thohir ini, Rabu pekan lalu (19/4). Meski melakukan efisiensi, Boy memastikan, ADRO tidak akan mengubah target kinerja tahun ini. Pada 2023, ADRO menetapkan target penjualan batubara bisa berada di kisaran 62 juta ton sampai 64 juta ton. Analis UOB Kay Hian Sekurtas Limartha Adhiputra, menilai, dengan laba bersih tahun 2022 yang melonjak 167% secara tahunan, rasio pembayaran dividen final untuk tahun buku 2022 setidaknya bisa mencapai 60%. Pada tahun ini, Limartha memproyeksi kinerja ADRO akan terkoreksi. Estimasinya, pendapatan ADRO akan tergerus 25,7% secara tahunan menjadi US$ 6,02 miliar pada tahun ini. Laba bersih ADRO tahun ini juga diprediksi ikut terpangkas 41,1% secara tahunan.

Anak Usaha TOWR Akuisisi 60% Saham Varnion Technology

HR1 18 Apr 2023 Kontan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melalui anak perusahaannya, yakni PT iForte Solusi Infotek, mengakuisisi 60% saham perusahaan penyedia solusi internet PT Varnion Technology Semesta. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat bisnis fiber optik perusahaan ini. Wakil Direktur Utama TOWR Adam Ghifari menjelaskan, iForte dan Varnion telah melakukan penandatangan perjanjian penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) atas 60% saham Varnion pada 17 April 2023. Namun, Adam belum menyebutkan besaran nilai transaksi ini. "Berdasarkan CSPA, iForte sebagai pembeli akan mengambil alih 60% saham di Varnion dengan tunduk pada syarat dan ketentuan sebagaimana diatur," jelas Adam, Senin (17/4). Adapun Varnion Technology Semesta merupakan perusahaan berbasis teknologi yang memiliki spesialisasi dalam penyediaan solusi internet, integrasi sistem, dan layanan outsourcing teknologi informasi atau IT. Wakil Direktur Utama iForte Silvi Liswanda mengatakan, aksi korporasi ini akan memperkuat posisi iForte sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik. Hartono, Direktur Iforte sekaligus Chief of Business Development Protelindo Group, menambahkan, dengan kerjasama ini, maka akan terjalin sinergi antara iForte dan Varnion, khususnya di segmen industri perhotelan.

Kontrak Baru Emiten BUMN Karya Naik

HR1 18 Apr 2023 Kontan

Kinerja BUMN Karya dinilai sudah memasuki masa pemulihan. Hal ini tercermin dari perolehan kontrak baru sejumlah BUMN Karya di kuartal I 2023 yang bertumbuh. Meski begitu, emiten konstruksi pelat merah masih menghadapi tantangan di sisi permodalan. Hingga Maret 2023, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak pertumbuhan kontrak baru hingga 109% menjadi Rp 8,9 triliun. Lalu, kontrak baru PT PP Tbk (PTPP) tumbuh 32,13% menjadi Rp 4,08 triliun. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru Rp 4,16 triliun. Salah satu proyek kontrak baru WSKT berasal dari proyek di luar negeri, yakni Bandara Internasional President Nicolau Lobato yang berada di Timor Leste. "Nilainya Rp 1,1 triliun," ujar Senior Vice President Corporate Secretary WSKT, Senin (17/4). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi, sektor konstruksi bangunan mulai tumbuh. Meski begitu, Praska menilai bahwa peningkatan kontrak baru sejalan dengan tantangan di sisi permodalan. Sebagai informasi, akhir Desember 2022, WSKT mencatatkan arus kas operasi negatif sebesar Rp 106,58 miliar dari sebelumnya positif Rp 192,78 miliar. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga memiliki arus kas operasi negatif sebesar Rp 2,88 triliun. Sedangkan ADHI dan PTPP memiliki arus kas operasi positif, tetapi nilainya turun.

Emiten Mulai Incar Pendanaan Bank

HR1 17 Apr 2023 Kontan

Sejumlah emiten mulai mencari alternatif pendanaan lain di tengah fluktuasi pasar obligasi global. Dinamika pergerakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) dan tingkat inflasi global membuat emiten memitigasi risiko dengan diversifikasi pendanaan. Sejumlah emiten properti, misalnya, mulai mengurangi porsi obligasi global ( global bond ) dan menukarnya dengan menggunakan pinjaman perbankan. Dari riset Fitch Ratings 4 April 2023 lalu, pinjaman perbankan digunakan untuk mengurangi risiko nilai tukar yang bisa timbul dari dari utang global bond. Dalam enam bulan terakhir ini, Fitch mencatat beberapa emiten telah melakukan penawaran tender ( tender offer ) untuk membeli kembali global bond. Misalnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang merampungkan pembelian kembali pokok Senior Notes 2025 dan 2026 yang diterbitkan anak usahanya Theta Capital Pte Ltd. Nilainya sebesar US$ 582,7 juta. "Juga memperpanjang jatuh tempo pembayaran utang perusahaan," ujar Sekretaris Perusahaan LPKR Ratih Safitri dalam keterbukaan di BEI beberapa waktu lalu. Tak cuma LPKR, Fitch juga memperkirakan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) punya posisi yang baik untuk melunasi Notes dollar AS yang jatuh tempo Mei 2024 mendatang. ASRI juga menggunakan dana kas dan pinjaman perbankan.

Apotek Kimia Farma Kian Menyebar

HR1 17 Apr 2023 Kontan

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melalui PT Kimia Farma Apotek (KFA) kembali menggelar ekspansi berupa penambahan jaringan apotek baru pada tahun ini. Tercatat, ada sembilan apotek anyar yang diresmikan KAEF pada Jumat (14/4) lalu. Di antaranya Apotek Kimia Farma di Sunter (Jakarta), Banda Aceh (Nangroe Aceh Darussalam), Cilegon (Banten), Alam Sutera (Banten), Cidodol (Jakarta) Pekalongan (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Palu (Sulawesi Tengah). Apotek-apotek ini hadir dengan konsep baru, yakni tidak hanya menyediakan produk obat-obatan, melainkan juga produk lain yang berkaitan dengan kesehatan seperti baby and child care, produk kecantikan, alat kesehatan dan produk kesehatan lainnya. "Konsep baru apotek ini sejalan dengan transformasi Kimia Farma sebagai integrated healthcare company, " ujar David Utama, Direktur Utama KAEF ketika ditemui KONTAN, Jumat (14/4). Berkat pembukaan sembilan apotek baru, kini KAEF sudah memiliki 1.224 apotek di seluruh Indonesia. Selain itu, KAEF memiliki lebih dari 400 klinik, dan laboratorium kesehatan berjumlah 360 unit. Untuk mendukung distribusi, anak usaha PT Bio Farma ini memiliki 48 cabang di seluruh penjuru Tanah Air. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Kimia Farma Apotek, Agus Chandra menyebutkan, sembilan apotek baru KAEF ditargetkan mampu mencetak pendapatan Rp 50 miliar per tahun.

Korporasi Berhati-hati Tarik Utang Luar Negeri

HR1 17 Apr 2023 Kontan

Korporasi rupanya belum berani jor-joran menambah utang luar negeri (ULN). Efeknya, ULN swasta berada dalam tren penurunan sejak pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020 lalu. Merujuk data Bank Indonesia (BI) posisi ULN swasta per akhir Februari 2023 sebesar US$ 198,58 miliar, turun 1,49% dibanding bulan sebelumnya dan turun 3,4% secara tahunan ( year-on-year (yoy). Bahkan, ini menjadi ULN swasta terendah sejak tahun 2018 lalu. Menurut catatan BI, ULN swasta masih didominasi oleh perusahaan di sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik, serta jasa keuangan dan asuransi. ULN dari empat sektor tersebut juga menurun, di tengah kondisi bisnis mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19. Pun dengan ULN swasta berdasarkan tujuan penggunaan, yakni modal kerja dan investasi yang dalam tren penurunan. ULN kredit modal kerja swasta cenderung menurun sejak 2020, yang saat itu berada di level US$ 104,183 miliar, dari akhir tahun sebelumnya sebesar US$ 107,47 miliar. Pada tahun 2021 dan 2022 ULN untuk modal kerja kembali turun masing-masing menjadi US$ 101,53 miliar dan US$ 98,11 miliar. Sementara per akhir Februari 2023 turun menjadi US$ 97,07 miliar. Kepala Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution menganalisa, penurunan posisi ULN swasta, baik untuk modal kerja dan investasi lantaran berkaitan dengan kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif yang ditempuh The Federal Reserve (The Fed) untuk mengendalikan inflasi di Amerika Serikat (AS). Sebab, kenaikan suku bunga tersebut menyebabkan bunga pinjaman dalam dollar AS juga semakin meningkat.

Obligasi Multifinance Semakin Semarak

HR1 31 Mar 2023 Kontan

Industri multifinance semakin gencar menerbitkan obligasi. Di tengah tren kenaikan suku bunga pinjaman di bank, obligasi menjadi salah satu pilihan pendanan yang menguntungkan.    Misalnya, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berencana penerbitan Obligasi sebesar Rp 1 triliun. Penerbitan ini merupakan Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap III Tahun 2023. Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi mengatakan, perusahaan melakukan diversifikasi dalam mencari sumber pendanaan. Sumber pendanaan tersebut untuk merealisasikan target dari WOM Finance yang akan menyalurkan kredit di tahun ini mencapai sebesar Rp 5,4 triliun. Oleh karenanya, ada kebutuhan dana sekitar Rp 4 triliun. Untuk penerbitan obligasi, Cncin bilang, bisa akan menerbitkan kembali obligasi di akhir tahun senilai Rp 1 triliun. Namun, hal tersebut masih akan melihat nilai bunganya dari masing-masing saluran. BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2023. Target nilainya mencapai Rp 1,6 triliun. Lalu PT Adira Dinamika Multi Finance di tahun ini masih memantau pendanaan yang murah. "Yang jelas, untuk tenor jangka panjang, penerbitan obligasi lebih kompetitif," ujar I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance.

Melaju Usai Diterpa Badai Pandemi

HR1 30 Mar 2023 Kontan

Realisasi kinerja PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di sepanjang 2022 cukup menggembirakan. Pendapatan dan laba bersih ADHI tumbuh dua digit, meski memang belum kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Sepanjang 2022 lalu, ADHI berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 17,43% secara tahunan menjadi Rp 13,54 triliun. Sementara laba bersih ADHI naik lebih kencang, mencapai 47,2%. menjadi Rp 81,24 miliar. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, realisasi kinerja ADHI sesuai prediksi. Dia memaklumi lantaran tahun lalu Indonesia masih dibayangi pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas masyarakat terbatas. Alhasil, kinerja ADHI masih melambat, belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. Cheril memprediksi, pada tahun ini pendapatan dan laba bersih ADHI dapat kembali tumbuh sebesar 5%-10%. Analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman juga sepakat kinerja ADHI sudah sesuai dengan ekspektasi. Menurut dia, kinerja ADHI ditopang segmen konstruksi dan teknik, yang mencatatkan peningkatan pendapatan 15% secara tahunan jadi Rp 10,8 triliun. Kenaikan ini lebih rendah dari peningkatan total orderbook sebesar 21%. Padahal kedua segmen bisnis tersebut berkontribusi sebesar 80% dari total pendapatan. Ke depan, Arief melihat, ADHI masih berpotensi tumbuh didukung perolehan kontrak baru. Salah satunya dari proyek jalur kereta api commuter di Filipina dengan nilai Rp 3,5 triliun.

Emiten Konsumsi Masih Bertaji

HR1 30 Mar 2023 Kontan

Satu per satu emiten yang bergerak di sektor industri barang konsumsi merilis laporan kinerja keuangan tahun 2022. Sayangnya, tidak semua emiten di sektor barang konsumsi bernasib baik. Ada sejumlah emiten di sektor ini yang mengalami penurunan laba bersih. Contoh terbaru adalah kinerja keuangan emiten grup Indofood. Pada 2022, laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tergerus 28,32% menjadi Rp 4,58 triliun. Nasib serupa dialami induk ICBP, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang juga mengalami penurunan laba bersih. Tahun lalu, laba bersih INDF hanya tersisa Rp 5,35 triliun atau mengempis 17,01% secara tahunan, dari Rp 11,56 triliun di 2021. Senasib, moncernya pendapatan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga tak mampu mengungkit laba bersih emiten ini. Pada tahun lalu, UNVR mencetak kenaikan penjualan 4,23% menjadi Rp 41,21 triliun dari Rp 39,5 triliun pada 2021. Cuma, laba bersih UNVR menyusut 6,83% secara tahunan jadi 5,36 triliun dari Rp 5,75 triliun. Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menilai, emiten produsen fast moving consumer good s (FMCG) seperti ICBP dan INDF masih dibayangi kenaikan beban keuangan. Memang, beban keuangan INDF tahun lalu melonjak dari Rp 2,8 triliun di 2021 jadi Rp 7,99 triliun pada 2022. Analis Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian sepakat, prospek kinerja emiten barang konsumsi pada tahun ini masih cerah. "Kinerja emiten barang konsumsi berpotensi lebih baik pada tahun ini, baik top line maupun bottom line," kata dia. Fajar mengestimasi, top line emiten konsumer pada tahun ini akan ditopang oleh meningkatnya daya beli konsumen. Salah satu sentimen positif yang mempengaruhi daya beli adalah momentum tahun politik jelang Pemilu 2024.

Dua Anak Usaha Group Adani Terpapar Resiko

KT1 30 Mar 2023 Investor Daily
NEW YORK,ID-Lembaga pemeringkat Amerika Serikat (AS) Fitch mengatakan, dua anak perusahaan Group Adani terpapar resiko penularan  yang meningkat. Situasi ini kemungkinan memengaruhi fleksibilitas keuangan perusahaan, karena tata kelola yang lemah pada konglomerat induk  dan perusahaan-perusahaan lain dalam group. "Adani Transmission Ltd dan Adani Ports and Special Economic  Zone akan dibatasi pada tingkat peringkat saat ini 'BBB/Stable' sampai  dugaan kekhawatiran teratasi," Demikian disampaikan Fitch  dalam pernyataan yang dikirim  ke Reuters via email pada Rabu (29/03/2023). Seperti diberitakan, laporan Hindenburg Research yang dirilis pada 24 Januari 2023 menuding group Adani memanfaatkan tax heaven secara tidak tepat, dan terjadi manipulasi saham oleh  konglomerat perusahaan yang bergerak  dibidang pelabuhan hingga energi. (Yetede)

Pilihan Editor