Korporasi
( 1557 )Pasar Saham Sedang Lesu, Aksi Buyback Menyerbu
Ini namanya kesempatan dalam kesempitan. Di tengah meredupnya bursa saham, sejumlah emiten memanfaatkan momentum untuk menggelar aksi pembelian kembali alias
buyback
saham.
Dalam catatan KONTAN, sedikitnya ada empat emiten yang menggelar
buyback
saham hingga pertengahan Maret 2023 ini. Terbaru, aksi
buyback
saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN).
Emiten properti ini akan melakukan
buyback
saham dengan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Aksi ini digelar TRIN selama periode 15 Maret hingga 15 Juni 2023.
Kamis ini (16/3), giliran PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menyiapkan dana jumbo hingga Rp 905 miliar untuk membeli kembali saham BBNI.
Bukan hanya BBNI yang menyiapkan dana besar untuk
buyback
saham. Kolega BBNI sesama bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menggelontorkan dana hingga Rp 1,5 triliun untuk membiayai aksi
buyback.
Emiten pelat merah lainnya, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbbk alias Mitratel (MTEL) juga bakal merogoh kocek gede untuk
buyback
saham pada April mendatang.
Jika ditotal, sedikitnya ada sekitar 11 emiten yang akan menggelar aksi
buyback
pada tahun ini. Total nilai dana dari aksi korporasi ini sekitar Rp 6 triliun.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menilai, aksi
buyback
belum signifikan mendongkrak likuiditas pasar saham. Selain itu, aksi
buyback
oleh emiten biasanya hanya memberi efek secara jangka pendek.
Jadi Dirut BTN, Nixon LP Napitulu Fokus Tekan NPL
JAKARTA, ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyetujui pengangkatan Nixon LP Napitupulu menjadi direktur utama BTN menggantikan Haru Koesmahargyo. Di bawah kepemimpinannya, BTN akan dibawa menjadi bank yang lebih modern dan juga fokus menekan rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) di bawah 2% agar bank lebih sehat. Sebelumnya Nixon menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BTN. Kini posisinya digantikan oleh Oni Febriarto Rahardjo sebagai wadirut BTN. Selain itu, RUPST menyetujui penambahan posisi baru di jajaran direksi, yaitu Direktur Institutional Banking BTN yang diisi oleh Hakim Putra Tama. Nixon mengapresiasi dan berterima kasih atas dedikasi dan jasa dari Haru Koesmahargyo sebagai dirut. Sebagai nakhoda baru BTN, Nixon memiliki sejumlah strategi ke depannya. Seperti memodernisasi BTN hingga menjaga kualitas aset di level yang baik. Adapun, NPL gross BTN pada 2022 di level 3,38% membaik dari 3,7% pada 2021. “Kami juga berupaya menurunkan NPL ratio dalam 2-3 tahun ke depan di bawah 2%. Sehingga jadi bank yang lebih sehat, caranya dengan asset sales, kami dorong perizinan dari otoritas dan penyelesaiannya supaya bisa lebih cepat,” jelas Nixon dalam konferensi pers RUPST BTN, Kamis (16/3/2023). (Yetede)
Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal
Saat akses kredit bank seret, sejumlah perusahaan berbasis mineral menggali peluang pendanaan dari publik. Mereka akan menggelar
initial public offering
(IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa perusahaan itu adalah PT Amman Mineral Internasional (induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara), PT Trimegah Bangun Persada (Holding Harita Nickel), dan PT Merdeka Battery Materials (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk).
Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Roy A Arfandy bercerita, proyek smelter nikel berteknologi
high-pressure acid leach
(HPAL) kerap terkendala pendanaan bank, khususnya saat awal pengembangan smelter. "Setengah mati cari pinjaman. Investasi pabrik
mixed hydroxide precipitate
(MHP) kami cukup besar, yakni US$ 1,2 miliar. Bank pemerintah banyak menahan pendanaan karena masalah sumber listrik, terkhusus dari energi batubara," ungkap dia, baru-baru ini.
Kini, entitas Harita Group milik
crazy rich
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, itu siap masuk BEI pada April 2023 dan mengincar US$ 600 juta. "Kami akan menggunakan hasil IPO untuk menyelesaikan proyek smelter," sebut Roy.
Amman Mineral mengincar dana IPO senilai US$ 1 miliar untuk menuntaskan proyek smelter mineral logam di Batu Hijau. Ihwal kabar penundaan IPO, manajemen Amman Mineral belum menjawab konfirmasi KONTAN.
Waspadai Gelombang PHK Massal
Sejumlah perusahaan rintisan atau startup kembali memangkas jumlah karyawan secara besar-besaran pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan keuangan perusahaan dari tantangan dan risiko bisnis di tengah ketidakpastian situasi ekonomi. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk., misalnya, lagi-lagi mengejutkan linimasa setelah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 600 karyawannya. Emiten berkode saham GOTO itu mengumumkan kebijakan tersebut pada akhir pekan lalu, Jumat (10/3), dengan dalih untuk memperkuat strategi efisiensi operasional perusahaan. Gelombang PHK massal karyawan GOTO beberapa hari lalu merupakan kelanjutan dari langkah perusahaan yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Seperti diketahui, pada 18 November 2022, GOTO juga telah merumahkan 1.300 karyawan atau sekitar 12% dari total tenaga kerja di perusahaan itu. Selain GOTO, PT Shopee Internasional Indonesia juga menerapkan langkah serupa. Beberapa hari lalu, Shopee mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 200 orang yang sebagian besar bekerja di divisi layanan pelanggan. Langkah penyesuaian jumlah karyawan terus dilakukan perusahaan sejak Juni 2022. Sepanjang tahun lalu saja, Shopee telah memangkas setidaknya 7.000 pekerja untuk mengurangi beban operasional agar kerugian perusahaan tidak makin membengkak. Kebijakan Shopee ini tentuk tidak terlepas dari dorongan perusahaan induk, yakni Sea Ltd., yang mulai fokus mengejar profitabilitas di segmen bisnis e-commerce.
Badai Krisis Keuangan BUMN Tak Kunjung Berlalu
Badai krisis keuangan belum beranjak dan masih menggelayuti BUMN dan anak usahanya. Bahkan sengkarut tersebut berujung pada gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di meja hijau.
Kabar teranyar, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menghadapi gugatan PKPU yang diajukan PT Tigo Agra Gemilang. Perkara ini telah didaftarkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (10/3).
Salah satu isi petitum perkara tersebut adalah penetapan status PKPU Sementara kepada anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini paling lama 45 hari sejak putusan dibacakan. Sidang pertama akan berlangsung pada 21 Maret nanti di PN Jakpus.
Manajemen GMFI mengaku masih mengkaji langkah yang akan diambil untuk menghadapi segala kemungkinan selama proses gugatan PKPU berlangsung. "Kami akan melakukan
assessment
menyeluruh mulai dari langkah strategis hingga dampak yang mungkin timbul," ungkap Rian Fajar Isnaeni,
VP Corporate Secretary & Legal
Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Minggu (12/3).
Asep Saepudin, Ketua Umum Presidium Vendor dan Mandor Indonesia mengungkapkan, Amarta Karya masih memiliki utang kepada 800 vendor dan mandor senilai total Rp 1,15 triliun yang belum dilunasi. "Jumlah ini termasuk utang bank dan gaji karyawan yang belum dibayar," kata dia, Minggu (12/3).
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai, indikator kesuksesan pemerintah semestinya tak hanya diukur dari pencapaian pendapatan dan laba BUMN, melainkan berapa banyak BUMN yang dapat pulih dari masalah keuangan. Kinerja konsolidasi BUMN pun kerap ditopang beberapa sektor industri saja. "Kinerja BUMN perbankan dan telekomunikasi sering menutupi kerugian di sektor lainnya," ujar dia, kemarin.
KINERJA EMITEN : Laba Tebal BYAN & BSDE
Emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengantongi laba bersih tebal yakni US$2,17 miliar atau setara Rp33,16 triliun, melesat 79,63% secara tahunan. Kendati berbeda sektor, emiten properti grup Sinarmas yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mengumpulkan laba bersih Rp2,4 triliun atau terkerek 80,42% sepanjang 2022. Dikutip dari laporan keuangannya, Jumat (10/3), laba tebal BYAN berasal dari pendapatan sebesar US$4,7 miliar atau setara Rp72,6 triliun. Pendapatan ini meningkat 64,91% secara tahunan dari US$2,85 miliar. Pendorong pendapatan ini berasal dari batu bara pihak ketiga sebesar US$4,39 miliar, dan pihak berelasi sebesar US$300,3 juta. Sementara pendapatan dari non-batu bara sebesar US$10,8 juta.
BSDE mengumpulkan laba tebal akibat pendapatan yang mencapai Rp10,2 triliun atau terkerek 33,71% secara tahunan. Pendapatan BSDE ini sebagian besar disumbang oleh segmen real estate sebesar Rp9,06 triliun. Menyusul di belakangnya, pendapatan properti Rp175 miliar, jalan tol Rp992,15 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp3 miliar.Naiknya pendapatan BSDE turut meningkatkan beban pokok pendapatan BSDE menjadi Rp3,4 triliun atau naik 16,97%, dari Rp2,91 triliun pada 2021.
Nusantara Sawit Lepas 3,5 Miliar Saham
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil penjualan saham ke publik ini, Nusantara Sawit akan menambah modal pada anak usahanya. Nusantara Sawit melepas 3,5 miliar saham setara 15 % dari modal disetor. ”Dana yang kami himpun Rp 453,165 miliar,” kata Direktur Utama Nusantara Sawit Sejahtera Teguh Patriawan, Jumat (10/3/2023). (Yoga)
Demi Efisiensi, GOTO PHK 600 Karyawan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melangsungkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 600 karyawannya. Ini adalah kali kedua GOTO melakukan PHK. Pada 18 November 2022 lalu, GOTO merumahkan 1.300 karyawan atau sekitar 12% dari total karyawan tetap perusahaan.
Sekretaris Perusahaan GoTo Koesoemohadiani menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi GOTO untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan, menguntungkan, dan dapat terus memberikan dampak positif.
IPO Kuartal II, Merdeka Battery Berpotensi Raih Dana US$ 5,3 Miliar
JAKARTA, ID - PT Merdeka Battery Materials (MBM), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal II-2023. Analis memperkirakan, nilai raihan dana IPO MBM mencapai US$ 5,3 miliar. Saat ini, proses IPO tersebut masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “IPO MBM kemungkinan setelah Lebaran 2023. Pertengahan April mungkin ada kepastiannya,” kata Corporate Communication Manager Merdeka Copper Gold Dinia Widodo saat melakukan kunjungan media ke B-Universe, Jakarta, Jumat (10/03/2023). Namun, produsen emas, perak, tembaga, dan mineral lainnya tersebut masih enggan menginformasikan tanggal persis yang merekatargetkan untuk IPO. Dinia mengatakan, proses IPO sudah sampai tahap pengajuan di OJK, artinya dokumen pernyataan pendaftaran penawaran umum perdana saham sudah dilayangkan kepada OJK. “Menurut corporate secretary kami, sudah ada di OJK. Sedang proses register di OJK, kami dengarnya tinggal menunggu persetujuan,” sambung dia. (Yetede)
WOOD Siapkan Rp 50 M buat Buyback
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mulai mengeksekusi aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham, Kamis (9/3). Pembelian saham kembali WOOD dibatasi dengan harga maksimum Rp 500 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/3), WOOD menyiapkan dana
buybyack
Rp 50 miliar untuk pembelian maksimum 100 juta saham.
Wang Sutrisno, Direktur Integra Indocabinet, menjelaskan, dana
buyback
saham dibiayai dari kas internal. Jadi, WOOD tidak butuh biaya tambahan. Aksi korporasi ini juga tidak menimbulkan dampak kepada pendapatan.
Meski akan mengakibatkan jumlah saham WoOD yang beredar di pasar berkurang, aksi
buyback
ini diperkirakan tidak berdampak signifikan terhadap laba per saham WOOD.
Aksi
buyback
akan digelar Integra Indocabinet melalui transaksi di BEI. WOOD akan menggunakan jasa dari perantara pedagang efek. Adapun, biaya imbalan jasa atas transaksi
buyback
tersebut sekitar 0,11% dari nilai transaksi.









