;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Ciputra Menggenjot Proyek Baru

HR1 24 Mar 2023 Kontan

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melalui anak usahanya PT Ciputra Residence menargetkan pertumbuhan bisnis segmen hunian residensial hingga 50% pada tahun 2023. Grup Ciputra sudah mempersiapkan sejumlah strategi. Satu diantaranya adalah meluncurkan dua hingga tiga proyek baru di sepanjang tahun ini. "Tahun ini ada beberapa proyek, yang terbaru sudah meluncur Citra Garden Serpong, nanti menyusul Citra City Sentul, dan ada pula yang di Medan," ungkap Managing Director PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata kepada KONTAN, kemarin. Proyek anyar Citra Garden Serpong merupakan green development dengan total luas pengembangan mencapai 350 hektare (ha). Selain itu, Ciputra akan terus mengembangkan proyek existing dengan menambah dan membuka klaster-klaster hunian baru, terutama di wilayah kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Medan dan Makassar. Sebelumnya, Head of Investor Relation Ciputra Development, Aditya Ciputra Sastrawinata memerinci perolehan marketing sales tahun 2022 berasal dari kontribusi penjualan produk perumahan yang menjadi kontributor utama dengan menyumbang 79% terhadap total penjualan. Sumbangsih berikutnya adalah penjualan ruko yang berkontribusi sebesar 17%, diikuti penjualan apartemen 3%, dan perkantoran 1%.

Melaju Berkat Bisnis Fiber Optik

HR1 24 Mar 2023 Kontan

Meningkatnya aktivitas perekonomian domestik masih akan menopang pertumbuhan bisnis perusahaan menara telekomunikasi, termasuk PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Kinerja TOWR tahun ini juga akan disokong perubahan model bisnis perusahaan ini. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, bisnis menara base transceiver station (BTS) dan kabel serat optik ( fiber optic ) ditopang oleh peningkatan aktivitas perekonomian domestik. Hal ini akan ikut memacu kebutuhan konektivitas. "Konektivitas di bidang nirkabel saat ini sangat esensial dibutuhkan, sehingga permintaannya juga akan menguat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kinerja bisnis dan saham TOWR, papar Nafan, Selasa (21/3). Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, TOWR menciptakan ulang model bisnis menara dan mampu mengakomodasi klien mitra telekomunikasi, dengan relokasi lokasi menara dan menara built to suit (B2S). TOWR juga memenuhi kebutuhan fiberisasi kliennya dan menciptakan kembali bisnis infrastruktur menara pasif dengan FTTT. Analis UOB KayHian Selvi Ocktaviani mengatakan, pertumbuhan pendapatan TOWR di kuartal III-2022 lebih banyak disumbang oleh sektor non-menara. Bisnis ini menyumbang 22% dari total pendapatan TOWR pada kuartal III-2022. Di sisi lain, pendapatan TOWR di sektor menara meningkat 1,7% secara kuartalan. "Rasio jumlah penyewa tetap tinggi pada kuartal III, yaitu 1,85 kali. Sementara, permintaan colocation server baru belum pulih," tulis Selvi dalam risetnya.

Bundamedik Patok Capex Rp 200 Miliar Tahun Ini

KT3 20 Mar 2023 Investor Daily

PT Bundamedik Tbk (BMHS) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 200 miliar tahun ini. Dana ini digunakan untuk melanjutkan ekspansi bisnis yang dimulai pada 2022. Managing Director Bundamedik Nurhadi Yudiyantho mengatakan, capex itu akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur dan fasilitas, kebutuhan digital, dan ekspansi bisnis organik. “Kami optimistis, kas internal yang kami miliki masih mencukupi untuk membiayai pengeluaran tahun 2023,” katanya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Tahun lalu, perseroan gencar melakukan ekspansi dengan membuka tiga rumah sakit (RS) baru, dua klinik, serta 30 laboratorium baru.

Ekspansi ini sejalan dengan niatan perseroan untuk meningkatkan kualitas layanan. “Tahun ini, fokusnya akan ke operasional dari jaringan aset yang telah dibangun tahun 2022, sebagai impelmentsi dari investasi kami,” ujar dia. Dia melanjutkan, perseroan akan mengintegrasikan layanan dalam ekosistem guna menghadirkan mutu layanan terbaik untuk masyarakat. Selama 2022, perseroan berpendapatan bersih Rp 1,22 triliun dan laba bersih Rp 73,72 miliar. (Yoga)


Pasar Saham Sedang Lesu, Aksi Buyback Menyerbu

HR1 18 Mar 2023 Kontan (H)

Ini namanya kesempatan dalam kesempitan. Di tengah meredupnya bursa saham, sejumlah emiten memanfaatkan momentum untuk menggelar aksi pembelian kembali alias buyback saham. Dalam catatan KONTAN, sedikitnya ada empat emiten yang menggelar buyback saham hingga pertengahan Maret 2023 ini. Terbaru, aksi buyback saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Emiten properti ini akan melakukan buyback saham dengan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Aksi ini digelar TRIN selama periode 15 Maret hingga 15 Juni 2023. Kamis ini (16/3), giliran PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menyiapkan dana jumbo hingga Rp 905 miliar untuk membeli kembali saham BBNI. Bukan hanya BBNI yang menyiapkan dana besar untuk buyback saham. Kolega BBNI sesama bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menggelontorkan dana hingga Rp 1,5 triliun untuk membiayai aksi buyback. Emiten pelat merah lainnya, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbbk alias Mitratel (MTEL) juga bakal merogoh kocek gede untuk buyback saham pada April mendatang. Jika ditotal, sedikitnya ada sekitar 11 emiten yang akan menggelar aksi buyback pada tahun ini. Total nilai dana dari aksi korporasi ini sekitar Rp 6 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menilai, aksi buyback belum signifikan mendongkrak likuiditas pasar saham. Selain itu, aksi buyback oleh emiten biasanya hanya memberi efek secara jangka pendek.

Jadi Dirut BTN, Nixon LP Napitulu Fokus Tekan NPL

KT1 17 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyetujui pengangkatan Nixon LP Napitupulu menjadi direktur utama BTN menggantikan Haru Koesmahargyo. Di bawah kepemimpinannya, BTN akan dibawa menjadi bank yang lebih modern dan juga fokus menekan rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) di bawah 2% agar bank lebih sehat. Sebelumnya Nixon menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BTN. Kini posisinya digantikan oleh Oni Febriarto Rahardjo sebagai wadirut BTN. Selain itu, RUPST menyetujui penambahan posisi baru di jajaran direksi, yaitu Direktur Institutional Banking BTN yang diisi oleh Hakim Putra Tama. Nixon mengapresiasi dan berterima kasih atas dedikasi dan jasa dari Haru Koesmahargyo sebagai dirut. Sebagai nakhoda baru BTN, Nixon memiliki sejumlah strategi ke depannya. Seperti memodernisasi BTN hingga menjaga kualitas aset di level yang baik. Adapun, NPL gross BTN pada 2022 di level 3,38% membaik dari 3,7% pada 2021. “Kami juga berupaya menurunkan NPL ratio dalam 2-3 tahun ke depan di bawah 2%. Sehingga jadi bank yang lebih sehat, caranya dengan asset sales, kami dorong perizinan dari otoritas dan penyelesaiannya supaya bisa lebih cepat,” jelas Nixon dalam konferensi pers RUPST BTN, Kamis (16/3/2023). (Yetede)

Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal

HR1 15 Mar 2023 Kontan (H)

Saat akses kredit bank seret, sejumlah perusahaan berbasis mineral menggali peluang pendanaan dari publik. Mereka akan menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Beberapa perusahaan itu adalah PT Amman Mineral Internasional (induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara), PT Trimegah Bangun Persada (Holding Harita Nickel), dan PT Merdeka Battery Materials (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk). Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Roy A Arfandy bercerita, proyek smelter nikel berteknologi high-pressure acid leach (HPAL) kerap terkendala pendanaan bank, khususnya saat awal pengembangan smelter. "Setengah mati cari pinjaman. Investasi pabrik mixed hydroxide precipitate (MHP) kami cukup besar, yakni US$ 1,2 miliar. Bank pemerintah banyak menahan pendanaan karena masalah sumber listrik, terkhusus dari energi batubara," ungkap dia, baru-baru ini. Kini, entitas Harita Group milik crazy rich Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, itu siap masuk BEI pada April 2023 dan mengincar US$ 600 juta. "Kami akan menggunakan hasil IPO untuk menyelesaikan proyek smelter," sebut Roy. Amman Mineral mengincar dana IPO senilai US$ 1 miliar untuk menuntaskan proyek smelter mineral logam di Batu Hijau. Ihwal kabar penundaan IPO, manajemen Amman Mineral belum menjawab konfirmasi KONTAN.

Waspadai Gelombang PHK Massal

HR1 13 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah perusahaan rintisan atau startup kembali memangkas jumlah karyawan secara besar-besaran pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan keuangan perusahaan dari tantangan dan risiko bisnis di tengah ketidakpastian situasi ekonomi. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk., misalnya, lagi-lagi mengejutkan linimasa setelah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 600 karyawannya. Emiten berkode saham GOTO itu mengumumkan kebijakan tersebut pada akhir pekan lalu, Jumat (10/3), dengan dalih untuk memperkuat strategi efisiensi operasional perusahaan. Gelombang PHK massal karyawan GOTO beberapa hari lalu merupakan kelanjutan dari langkah perusahaan yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Seperti diketahui, pada 18 November 2022, GOTO juga telah merumahkan 1.300 karyawan atau sekitar 12% dari total tenaga kerja di perusahaan itu. Selain GOTO, PT Shopee Internasional Indonesia juga menerapkan langkah serupa. Beberapa hari lalu, Shopee mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 200 orang yang sebagian besar bekerja di divisi layanan pelanggan. Langkah penyesuaian jumlah karyawan terus dilakukan perusahaan sejak Juni 2022. Sepanjang tahun lalu saja, Shopee telah memangkas setidaknya 7.000 pekerja untuk mengurangi beban operasional agar kerugian perusahaan tidak makin membengkak. Kebijakan Shopee ini tentuk tidak terlepas dari dorongan perusahaan induk, yakni Sea Ltd., yang mulai fokus mengejar profitabilitas di segmen bisnis e-commerce.

Badai Krisis Keuangan BUMN Tak Kunjung Berlalu

HR1 13 Mar 2023 Kontan (H)

Badai krisis keuangan belum beranjak dan masih menggelayuti BUMN dan anak usahanya. Bahkan sengkarut tersebut berujung pada gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di meja hijau. Kabar teranyar, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menghadapi gugatan PKPU yang diajukan PT Tigo Agra Gemilang. Perkara ini telah didaftarkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (10/3). Salah satu isi petitum perkara tersebut adalah penetapan status PKPU Sementara kepada anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini paling lama 45 hari sejak putusan dibacakan. Sidang pertama akan berlangsung pada 21 Maret nanti di PN Jakpus. Manajemen GMFI mengaku masih mengkaji langkah yang akan diambil untuk menghadapi segala kemungkinan selama proses gugatan PKPU berlangsung. "Kami akan melakukan assessment menyeluruh mulai dari langkah strategis hingga dampak yang mungkin timbul," ungkap Rian Fajar Isnaeni, VP Corporate Secretary & Legal Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Minggu (12/3). Asep Saepudin, Ketua Umum Presidium Vendor dan Mandor Indonesia mengungkapkan, Amarta Karya masih memiliki utang kepada 800 vendor dan mandor senilai total Rp 1,15 triliun yang belum dilunasi. "Jumlah ini termasuk utang bank dan gaji karyawan yang belum dibayar," kata dia, Minggu (12/3). Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai, indikator kesuksesan pemerintah semestinya tak hanya diukur dari pencapaian pendapatan dan laba BUMN, melainkan berapa banyak BUMN yang dapat pulih dari masalah keuangan. Kinerja konsolidasi BUMN pun kerap ditopang beberapa sektor industri saja. "Kinerja BUMN perbankan dan telekomunikasi sering menutupi kerugian di sektor lainnya," ujar dia, kemarin.

KINERJA EMITEN : Laba Tebal BYAN & BSDE

HR1 11 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengantongi laba bersih tebal yakni US$2,17 miliar atau setara Rp33,16 triliun, melesat 79,63% secara tahunan. Kendati berbeda sektor, emiten properti grup Sinarmas yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mengumpulkan laba bersih Rp2,4 triliun atau terkerek 80,42% sepanjang 2022. Dikutip dari laporan keuangannya, Jumat (10/3), laba tebal BYAN berasal dari pendapatan sebesar US$4,7 miliar atau setara Rp72,6 triliun. Pendapatan ini meningkat 64,91% secara tahunan dari US$2,85 miliar. Pendorong pendapatan ini berasal dari batu bara pihak ketiga sebesar US$4,39 miliar, dan pihak berelasi sebesar US$300,3 juta. Sementara pendapatan dari non-batu bara sebesar US$10,8 juta. BSDE mengumpulkan laba tebal akibat pendapatan yang mencapai Rp10,2 triliun atau terkerek 33,71% secara tahunan. Pendapatan BSDE ini sebagian besar disumbang oleh segmen real estate sebesar Rp9,06 triliun. Menyusul di belakangnya, pendapatan properti Rp175 miliar, jalan tol Rp992,15 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp3 miliar.Naiknya pendapatan BSDE turut meningkatkan beban pokok pendapatan BSDE menjadi Rp3,4 triliun atau naik 16,97%, dari Rp2,91 triliun pada 2021.

Nusantara Sawit Lepas 3,5 Miliar Saham

KT3 11 Mar 2023 Kompas

PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil penjualan saham ke publik ini, Nusantara Sawit akan menambah modal pada anak usahanya. Nusantara Sawit melepas 3,5 miliar saham setara 15 % dari modal disetor. ”Dana yang kami himpun Rp 453,165 miliar,” kata Direktur Utama Nusantara Sawit Sejahtera Teguh Patriawan, Jumat  (10/3/2023). (Yoga)

Pilihan Editor