Korporasi
( 1557 )INA Jadi Investor Strategis IPO Pertamina Geothermal
JAKARTA, ID - Indonesia Investment Authority (INA), siap menjadi investor strategis dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE/PGEO) senilai Rp 9,7 triliun. Sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengajak investor asal Timur Tengah untuk masuk IPO PGE. PGE akan melepas maksimal 10,35 miliar saham atau 25% dengan nilai nominal Rp 500 melalui IPO. Harga penawaran IPO saham PGE Rp 820-945, sehingga dana yang masuk maksimal Rp 9,78 triliun. Mayoritas dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi terpasang panas bumi hingga 1.272 megawatt (MW) tahun 2027. Saat ini, anak usahaPT Pertamina tersebut memiliki kapasitas terpasang panas bumi 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 mw yang dikelola kontrak operasi bersama/ joint operation contract (JOO). CLSA, Mandiri Sekuritas,dan Credit Suisse menjadi penjamin emisi efek IPO PGE. (Yetede)
RENCANA BISNIS PT KOTA SATU PROPERTI TBK. Memburu Peluang di Kawasan Berkembang
PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU) memiliki dua core business utama, yakni properti dan perhotelan. Emiten berkode saham SATU tersebut berencana memperluas jangkauan bisnis dengan memanfaatkan landbank yang dimiliki, sekaligus melakukan ekspansi anorganik dengan mengembangkan jaringan bisnis perhotelan. Bagaimana strategi yang dipilih untuk mengembangkan dua lini bisnis tersebut? Bisnis berkesempatan mewawancarai Direktur Utama PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU)
Rencana besar pada tahun ini seperti apa?Kami fokus ke area yang sedang jadi tren bisnis. Misalnya, tahun ini kami akan bergerak ke Kabupaten Batang dan Kabupaten Subang, yang sedang berkembang dengan hadirnya kawasan industri. Di Subang sedang berkembang dua hal. Selain kawasan industri yang merupakan perluasan dari kawasan industri lainnya di Jawa Barat, di sini pariwisata juga sedang jadi tren baru.
Di Batang, properti kami sangat dekat dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), jarak tempuhnya hanya sekitar 7 menit.
Di Semarang, kami fokus mengembangkan Amaya Home Resort yang saat ini sudah memasuki fase keempat. Selain perumahan, kompleks ini akan dilengkapi dengan mini zoo dan area glamping di dekat danau kecil di belakang perumahan. Proses perizinan sedang berjalan.
Apakah ada rencana ekspansi anorganik?Di bisnis hotel, kami membangun model bisnis jasa management service kepada hotel yang ingin dikembangkan untuk menjadi jaringan hotel kami.
Tren bisnis properti ke depan akan seperti apa? Saat ini dan ke depan yang tren untuk keluarga muda dengan harga rumah sekitar Rp1 miliar. Tentunya masih harus disesuaikan dengan lokasi masing-masing properti dan profi l target pasar.
Secara garis besar, Subang profilnya rumah untuk investasi dan wisata, mungkin akan memiliki nilai lebih. Di sisi lain Batang juga perkembangannya bagus sehingga akan naik cepat. Kami coba jaga affordability tapi dengan fasilitas dan layanan yang bagus.
Incar Laba 30%, DCII Siapkan Belanja Modal Rp 500 Miliar
Perusahaan data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 30% di tahun 2023. Demi mencapai target kinerja tersebut, DCII menganggarkan belanja modal (capex) Rp 500 miliar.
"Kalau laba bersih bisa tumbuh lebih dari 20% sampai dengan 30%. Jadi lebih banyak efisiensi operasional," kata Otto Toto Sugiri, Presiden Direktur DCII, saat ditemui KONTAN di Jakarta, akhir pekan lalu.
Otto menuturkan, mayoritas dana belanja modal akan digunakan untuk membangun
data center. "Tahun ini, kira-kira capex sebesar Rp 500 miliar, untuk pembangunan
data center
di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat," katanya.
Waskita Raup Kontrak Baru Rp 20,2 Triliun
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) senilai Rp 20,23 triliun sampai dengan akhir tahun lalu. Nilai kontrak baru itu sudah mencakup proyek Ibu Kota Negara (IKN).
Ermy Puspa Yunita, SVP
Corporate Secretary
Waskita Karya membeberkan, total kontrak baru di sepanjang 2022, antara lain, bersumber dari proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Sumber kontrak baru lainnya berasal dari proyek pembangunan terminal kendaraan pelabuhan Patimban paket 5 di Subang, Jawa Barat dan pembangunan prasarana dan sarana Pelabuhan Perikanan Daeo Majiko SKPT Morotai.
Menurut Ermy, keberhasilan Waskita meraup kontrak baru didukung beberapa faktor. "Antara lain, peningkatan value engineering, pengembangan teknologi dan digitalisasi, serta key account khusus pada proyek IKN dengan hadirnya tim adhoc," terang Ermy dalam keterangannya, Jumat (27/1).
Raih Dana Rp 5 Triliun dari Right Issue, EXCL Lunasi Utang
PT XL Axiata Tbk (EXCL) berhasil menghimpun dana segar Rp 5 triliun dari penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu III alias
rights issue.
Dana hasil
rights issue
ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan emiten ini. EXCL terutama akan membayar utang perusahaan. "Karena pembayaran utang lebih awal dapat mengurangi beban biaya bunga hingga Rp 300 miliar di tahun 2023 ini," jelas Budi Pramantika Direktur dan
Chief Finance Officer
EXCL, Rabu (18/1).
Analis Ciptadana Sekuritas Gani mengatakan, dana
rights issue
yang dipakai untuk mengurangi utang, akan menurunkan
net debt to
EBITDA EXCL menjadi 2,4 kali. Sebelumnya
net debt to
EBITDA EXCL mencapai 2,7 kali per September 2022.
Cuan Indika Energy Kesetrum Bisnis EV
Langkah PT Indika Energy Tbk (INDY) menjalin kerjasama distribusi sepeda motor listrik dengan Damon Motors dinilai bakal mengerek kinerja emiten batubara ini. Pasalnya, Damon Motors merupakan salah satu produsen kendaraan listrik atau
electrical vehicle
(EV) terbesar di Kanada.
Pada 12 Januari lalu, Damon Motors mengumumkan telah menjalin kemitraan dengan INDY. Emiten ini akan menjadi distributor sepeda motor listrik Damon di pasar Indonesia.
"Kami meyakini kemitraan ini akan mempercepat strategi kami masuk ke pasar kendaraan listrik," ungkap Azis Armand,
Vice President Director dan CEO Group Indika Energy.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Ezaridho Ibunatama menilai, upaya INDY memperbesar diversifikasi bisnis ke segmen non batubara bakal berdampak positif bagi kinerja. Terlebih, pemerintah terus mengembangkan industri EV di Tanah Air.
Sepeda motor listrik tersebut merupakan produk generasi pertama INDY. "INDY juga membentuk usaha patungan lain di bisnis EV dengan menggandeng Foxconn untuk memproduksi bus listrik," kata Ezar, kemarin.
Proyek IKN Berjalan, BUMN Karya Cuan
Pemerintah terus mempercepat pembangunan ibukota negara (IKN) Nusantara. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (17/1), Menteri PUPR Basuki Hadimulyono menyebutkan, hingga kini ada 40 kegiatan konstruksi pembangunan infrastruktur di IKN yang sudah terkontrak, dengan nilai mencapai Rp 25,98 triliun,
Geliat pembangunan proyek IKN tersebut tentu menjadi angin segar bagi emiten konstruksi. Terutama bagi BUMN konstruksi yang diproyeksi paling banyak dapat porsi proyek. Salah satunya PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Farid Budiyanto, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, mengatakan, perolehan kontrak baru ADHI di tahun ini ditargetkan tumbuh 15%-20%, termasuk kontrak IKN. Hingga saat ini ADHI sudah mengerjakan beberapa proyek IKN. Di antaranya proyek gedung dan infrastruktur dengan total kontrak Rp 2,6 triliun.
Selain ADHI, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga akan gencar memburu proyek-proyek IKN. SVP Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho mengatakan, emiten ini telah memenangkan tender proyek IKN sebesar Rp 4,16 triliun.
ASET DIGITAL : Perusahaan Kripto Pangkas Ribuan Pekerja
Perusahaan-perusahaan kripto sekali lagi mengencangkan ikat pinggang dengan melakukan pemutusan hubungan kerja. Dilansir Bloomberg, Jumat (13/1), Coinbase Global Inc., Blockchain.com, Genesis, dan Crypto.com adalah beberapa perusahaan yang memulai babak baru PHK. Keempat perusahaan tersebut, bersama dengan bursa Huobi, bank kripto Silvergate Capital Corp., dan perusahaan perangkat lunak Ethereum ConsenSys, secara kolektif kehilangan lebih dari 1.600 pekerjaan dalam dua minggu pertama 2023, di luar Crypto.com. Dalam sepucuk surat kepada karyawan, Chief Executive Officer Coinbase Brian Armstrong mengatakan industri melihat ‘penularan’ badai PHK lebih lanjut bisa terjadi. Salah satu pendiri Crypto.com Kris Marszalek dalam sebuah pernyataan pada Jumat mengutip keruntuhan FTX sebagai penyebab kerusakan kepercayaan pada kripto. Platform kripto Blockchain.com melepas 28% tenaga kerjanya atau sekitar 110 karyawan, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut. Pada 10 Januari, Coinbase mengumumkan PHK sekitar 950 karyawan atau 20% dari tenaga kerjanya. Perusahaan menutup sebagian besar operasinya di Jepang dan menutup beberapa proyek.
Industri Kimia Hadapi Sejumlah Tantangan Tahun Ini
JAKARTA, ID - Industri kimia menghadapi sejumlah tantangan pada tahun ini, seperti pasokan gas di Jawa Barat dan Jawa Timur, penerapan zero over dimension over loading (ODOL) dan pasokan bahan baku. Padahal, di tahun yang dianggap sulit diprediksi ini, industri kimia semestinya tengah menuju pemulihan. Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida) Halim Chandra menerangkan, masih ada kendala dalam kebijakan pemerintah yang sudah dirasakan pada 2022 lalu dan kemungkinan akan berlanjut pada tahun ini. Dia mencontohkan, suplai gas untuk industri masih tersendat. Industri kimia termasuk industri yang mendapat Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kuota untuk gas industri itu terutama di Jawa Timur itu masih kurang dan diJawa Barat juga mulai kelihatan kuota yang diberikan itu agak menurun dari sejak Oktober. “Jadi kuota yang diberikan di Jawa Timur itu sempat turun hampir 40%. Kalau di Jawa Barat itu terakhir dari 100% sekarang menjadi 83%. Alasannya pasokannya berkurang. Akibatnyaindustri terpaksa harus membayar harga gas yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan,” ucap dia kepada Investor Daily, Jakarta, belum lama ini.
AKRA Bidik Laba Bersih Tumbuh 15% di Tahun Ini
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit pada tahun ini. Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu optimistis, laba bersih AKRA bisa tumbuh 14%-15% dari tahun 2022.
Target ini berkaca dari proyeksi kinerja AKRA tahun lalu yang diperkirakan bisa mencapai Rp 2 triliun, lebih tinggi daripada proyeksi konsensus analis. Pendorong kinerja AKRA berasal dari bisnis distribusi bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM) yang tumbuh positif, berkat kenaikan harga komoditas dan pemulihan ekonomi. "Selain
business to business, AKRA juga punya gerai untuk konsumen ritel, sehingga bisa mendorong penjualan BBM tahun ini, kata dia. Penjualan BBM AKRA diharapkan bisa tumbuh 5% sampai 8% pada tahun ini.
Untuk mencapai target tersebut, AKRA menyiapkan belanja modal alias
capital expenditure
(capex) senilai Rp 200 miliar sampai Rp 250 miliar. Sebagian dana capex ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP-AKR yang merupakan
joint venture
antara AKRA dengan BP. Saat ini, SPBU BP-AKR memiliki 36 gerai. AKRA berencana menambah sekitar 15-20 SPBU lagi, sehingga bisa mencapai minimal 50 gerai SPBU di tahun ini.









