;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Raup Dana IPO Rp 9 T, Pertamina Geothermal Menambah Kapasitas

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan mengantongi dana segar hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Rp 9,05 triliun. Salah satu perusahaan geotermal terbesar di dunia ini berencana mengembangkan kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 600 MW hingga 2027, menjadi 1.272 MW. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menawarkan sebanyak 10,3 miliar saham, atau sebesar 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 875 per saham, sejak 20-22 Februari 2023. Dalam aksi korporasi itu, perusahaan pelat merah ini juga menawarkan 630 juta saham atau sebanding 1,50% melalui Program Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP).  (Yetede)

Investree Spin Off Unit Usaha Syariah

HR1 23 Feb 2023 Kontan

Investree Group mengumumkan bahwa seluruh kegiatan operasional usaha syariah milik PT Investree Radhika Jaya atau Investree telah dihentikan secara resmi sejak bulan Januari 2023. Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, penutupan operasional ini dikarenakan Investree Group sedang dalam proses membuat perusahaan atau entitas lain ( spin-off ) untuk layanan keuangan berbasis syariah tersebut.

Melego Jalan, Memangkas Beban

KT1 23 Feb 2023 Tempo

JAKARTA-Skema divestasi atau penjualan aset jalan tol menjadi strategi sejumlah badan usaha milik negara bidang konstruksi atau BUMN karya untuk memangkas beban keuangan. Strategi tersebut diantaranya dilakukan PT Waskita Toll Road (WTR). Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road (WTR), Alex Siwu, mengatakan jalan toll Pemalang-Batang sepanjang 39 kilometer diminati sejumlah calon pemodal. Namun dia enggan merinci  penjajakan harga maupun perkembangan negosiasi ihwal divestasi aset tersebut. "Kami berekspektasi tahun ini (divestasi) ruas itu terealisasi," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 21 Februari 2023. Setelah rentetan program pelepasan aset selama beberapa tahun terakhir, anak usaha PT Waskita Karya (persero) Tbk itu kini megelola 10 aset jalan tol. Dari enam ruas yang dimiliki WTR dengan porsi saham mayoritas, hanya ruas Pemalang-Batang dan Krian-Legundi-Bunder yang sudah beroperasi sepenuhnya. (Yetede) 

LAPORAN DARI SINGAPURA : Media Minati Tencent Cloud

HR1 22 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Layanan komputasi awan milik Tencent Cloud makin diminati pelaku industri media di Asia Pasifik sepanjang 2022. Carmen Zhu, Research Director Frost & Sullivan, menyebutkan hal itu merupakan kesimpulan dari hasil riset Frost & Sullivan dalam tajuk Asia-Pacific (APAC) Media Service Market Report 2022. Dia menyebutkan penelitian dilakukan di sembilan kawasan di Asia Pasifik. Cakupan yang dievaluasi melingkupi kapabilitas aplikasi, layanan, dan infrastruktur. “Jumlah responden adalah 60 perusahaan dengan skala bisnis hingga lebih dari US$500 juta,” katanya di Singapura, Selasa (21/3). Dia mencatat responden adalah pengguna komputasi awan (cloud) dengan skala bisnis hingga US$5 juta sebanyak 5%, skala US$5,1 juta hingga US$10 juta (7%), skala bisnis dengan nilai US$10,1 juta hingga US$50 juta sebanyak 13%. Selanjutnya, responden memiliki bisnis dengan nilai US$50,1 juta hingga US$100 juta (13%), US$100,1 juta hingga US$500 juta (20%), dan di atas US$500,1 juta (42%). Untuk asal negaranya yakni China (30%), Asia Selatan (20%), Asia Tenggara (20%), dan selebihnya dari Jepang dan Korea Selatan. “Riset menemukan bahwa 33,4% perusahaan media dan entertainment memilih layanan Tencent Cloud untuk mengakselerasi perjalanan digital perusahaannya,” ulas Carmen. Poshu Yeung, Senior Vice President of Tencent Cloud International, menyebutkan pihaknya melayani lebih dari 1 miliar pengguna di dunia.

Jaring Cuan Saat Emiten Gelar Buyback

HR1 22 Feb 2023 Kontan

Pembelian kembali ( buyback ) saham masih semarak digelar oleh emiten berkapitalisasi pasar besar ( big caps ). Aksi korporasi ini diguyur dengan dana jumbo, nilainya ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Deretan emiten big caps yang bakal menggelar buyback saham di antaranya ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Usai menuntaskan buyback saham senilai Rp 3 triliun pada akhir Januari 2023, BBRI akan menggelar aksi serupa dengan menggelontorkan dana hingga Rp 1,5 triliun. Bank pelat merah lainnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga akan membeli kembali sahamnya. Buyback BBNI akan direalisasikan dengan menyiapkan dana Rp 905 miliar. Di sektor tambang, ada PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang akan menggelar buyback dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Sementara itu, emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga akan kembali membeli sahamnya dengan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 1 triliun. Emiten lainnya pun telah memulai dan merealisasikan saham sejak tahun lalu hingga awal tahun ini. Antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), hingga PT Temas Tbk (TMAS). Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto menilai, aksi buyback dilakukan untuk mengirimkan sinyal kepada pasar bahwa emiten punya prospek kinerja bisnis dan pergerakan saham yang cemerlang. Selain itu, keuangan atau kas emiten juga dalam kondisi sehat. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menambahkan, pertimbangan buyback juga karena valuasi emiten dinilai masih murah. Aksi buyback pun pada umumnya dilakukan ketika harga saham mulai terkoreksi atau sudah dalam fase bearish

BIPI Tuntaskan Akuisisi Tambang PTT Mining

HR1 17 Feb 2023 Kontan

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) resmi mengakuisisi PTT Mining Ltd (PTTML) Hong Kong yang memiliki tiga konsesi pertambangan batubara di Kalimantan, yaitu Jembayan, Sebuku dan Penajam. Direktur Utama BIPI Ray Anthony Gerungan mengungkapkan, akuisisi tersebut akan memperkuat kinerja keuangan Astrindo di saat Harga Batubara Acuan (HBA) yang masih tinggi di level US$ 277,05 per ton per Februari 2023 dibandingkan Februari 2022 seharga US$ 188,38 per ton. Direktur BIPI Michael Wong menambahkan, dampak langsung dari akuisisi PTT Mining terhadap prospek keuangan Astrindo sangat luar biasa. Per kuartal III-2022, pendapatan Astrindo tercatat US$ 6,28 juta. Sementara itu, pendapatan PTT Mining sampai kuartal III-2022 sekitar US$ 244,64 juta. Alhasil, performa BIPI diproyeksikan menjadi enam kali lipat dari tahun 2021

Gara-Gara Meikarta Saham Jadi Merana

HR1 16 Feb 2023 Kontan

Sengkarut sengketa pembangunan unit apartemen Meikarta di Cikarang, Jawa Barat antara PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) dan konsumennya, membuat saham emiten properti Grup Lippo bergerak naik turun bak rollercoaster. Contoh saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (14/2), saham LPCK ditutup di Rp 970 atau turun 1,02% dibanding penutupan hari sebelumnya. Tapi, pada penutupan pasar Rabu (15/2), harga saham LPCK tiba-tiba rebound dengan kenaikan hingga 4,64% ke posisi Rp 1.015. Dus, sejak awal 2023, saham LPCK naik 1,50%. Sedang saham sang induk tetap tidak bergerak di level Rp 85, dengan kenaikan sejak awal tahun ini 7,59%. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menilai, sejatinya harga saham LPCK dan LPKR saat ini sedang berada dalam fase downtrend. Pemicunya adalah persepsi risiko investor terhadap dampak dari masalah pembangunan apartemen Meikarta yang belum diselesaikan grup Lippo.

AKSI KORPORASI : BUYBACK SAHAM JADI AMUNISI EMITEN

HR1 16 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Emiten berkocek tebal mulai menggulirkan aksi pembelian kembali saham atau buyback di tengah penurunan valuasi pada awal tahun ini. Strategi itu diharapkan dapat menopang pergerakan saham dan memberikan sinyal positif tentang fundamental emiten. Terbaru, emiten Garibaldi Thohir PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mengumumkan buyback saham di tengah harga yang volatil dengan target maksimal Rp4 triliun. Buyback saham tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan dalam POJK No. 2/2013 dan SEOJK No. 3/2020 yang menyebutkan bahwa saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor perseroan. Aksi korporasi itu dilakukan saat harga saham ADRO merosot 23,4% year-to-date ke level Rp2.950 pada perdagangan kemarin. Untuk menopang buyback bernilai triliunan rupiah itu, ADRO ditopang oleh kas dan setara kas yang mencapai US$3,35 miliar per 30 September 2022. Manajemen ADRO menambahkan buyback saham akan menggunakan dana dari kas internal ADRO karena saat ini perseroan memiliki permodalan dan arus kas yang baik dan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional, belanja modal serta buyback saham. “Kami mengharapkan buyback memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham sehingga harga saham ADRO dapat mencerminkan fundamental perusahaan,” kata Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira, Rabu (15/2). Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga mengumumkan akan menggelar pembelian saham publik. BBNI yang menargetkan buyback sebanyak-banyaknya Rp905 miliar mengemukakan aksi korporasi ini dilakukan untuk mengimbangi tekanan jual di pasar saham. Research and Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro mengatakan valuasi yang rendah memang menjadi salah satu pertimbangan utama yang melandasi aksi buyback emiten. Sebagai contoh, valuasi ADRO terbilang rendah jika dibandingkan dengan rata-rata emiten energi lainnya.

Adaro Mineral Anggarkan Capex Batu Bara Rp1,2 Triliun

KT1 16 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID- PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk segmen batu bara metalurgi (hard coking coal) tahun 2023 sebesar US$ 70-90 juta atau Rp 1,3 triliun. Menurut Head of Corporate Communication Febriati Nadira, belanja modal tersebut belum mencakup investasi smelter aluminium. Sebab, perseroan memproyeksikan financial close untuk proyek smelter alumunium baru tercapai semester I-2023. “Jadi, kami akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai porsi ekuitas di kemudian hari,” jelas Febriati dalam keterangan resmi, Rabu (15/2/2023). Merujuk pada laporan operasional perseroan kuartal- IV 2022, Adaro Mineral membukukan produksi batu bara sepanjang 2022 sebanyak 3,37 juta ton. Realisasi ini meningkat 47% dibandingkan produksi 2021 sebesar 2,3 juta ton. Febriati menegaskan, volume produksi ini melampaui panduan perseroan tahun 2022 berkisar 2,8-3,3 juta ton. Alhasil, volume penjualan batu bara sepanjang 2022 bertumbuh sebesar 39% menjadi 3,2 juta ton dibandingkan 2021 sebanyak 2,3 juta ton. (Yetede)

Adaro Beli Balik Saham Rp 4 Triliun

KT3 16 Feb 2023 Kompas

PT Adaro Energy Indonesia Tbk berencana membeli kembali sahamnya (buy back) dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 4 triliun. Manajemen Adaro, dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/2) mengatakan, saham yang dibeli balik tidak akan melebihi 20 persen dari modal disetor dengan ketentuan saham beredar paling sedikit adalah 7,5 % dari modal disetor perusahaan. (Yoga)

Pilihan Editor