;
Tags

Korporasi

( 1584 )

ASET DIGITAL : Perusahaan Kripto Pangkas Ribuan Pekerja

HR1 14 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Perusahaan-perusahaan kripto sekali lagi mengencangkan ikat pinggang dengan melakukan pemutusan hubungan kerja. Dilansir Bloomberg, Jumat (13/1), Coinbase Global Inc., Blockchain.com, Genesis, dan Crypto.com adalah beberapa perusahaan yang memulai babak baru PHK. Keempat perusahaan tersebut, bersama dengan bursa Huobi, bank kripto Silvergate Capital Corp., dan perusahaan perangkat lunak Ethereum ConsenSys, secara kolektif kehilangan lebih dari 1.600 pekerjaan dalam dua minggu pertama 2023, di luar Crypto.com. Dalam sepucuk surat kepada karyawan, Chief Executive Officer Coinbase Brian Armstrong mengatakan industri melihat ‘penularan’ badai PHK lebih lanjut bisa terjadi. Salah satu pendiri Crypto.com Kris Marszalek dalam sebuah pernyataan pada Jumat mengutip keruntuhan FTX sebagai penyebab kerusakan kepercayaan pada kripto. Platform kripto Blockchain.com melepas 28% tenaga kerjanya atau sekitar 110 karyawan, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut. Pada 10 Januari, Coinbase mengumumkan PHK sekitar 950 karyawan atau 20% dari tenaga kerjanya. Perusahaan menutup sebagian besar operasinya di Jepang dan menutup beberapa proyek.


Industri Kimia Hadapi Sejumlah Tantangan Tahun Ini

KT1 06 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Industri kimia menghadapi sejumlah tantangan pada tahun ini, seperti pasokan gas di Jawa Barat dan Jawa Timur, penerapan zero over dimension over loading (ODOL) dan pasokan bahan baku. Padahal, di tahun yang dianggap sulit diprediksi ini, industri kimia semestinya tengah menuju pemulihan. Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida) Halim Chandra menerangkan, masih ada kendala dalam kebijakan pemerintah yang sudah dirasakan pada 2022 lalu dan kemungkinan akan berlanjut pada tahun ini. Dia mencontohkan, suplai gas untuk industri masih tersendat. Industri kimia termasuk industri yang mendapat Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kuota untuk gas industri itu terutama di Jawa Timur itu masih kurang dan diJawa Barat juga mulai kelihatan kuota yang diberikan itu agak menurun dari sejak Oktober. “Jadi kuota yang diberikan di Jawa Timur itu sempat turun hampir 40%. Kalau di Jawa Barat itu terakhir dari 100% sekarang menjadi 83%. Alasannya pasokannya berkurang. Akibatnyaindustri terpaksa harus membayar harga gas yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan,” ucap dia kepada Investor Daily, Jakarta, belum lama ini.

AKRA Bidik Laba Bersih Tumbuh 15% di Tahun Ini

HR1 06 Jan 2023 Kontan

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit pada tahun ini. Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu optimistis, laba bersih AKRA bisa tumbuh 14%-15% dari tahun 2022. Target ini berkaca dari proyeksi kinerja AKRA tahun lalu yang diperkirakan bisa mencapai Rp 2 triliun, lebih tinggi daripada proyeksi konsensus analis. Pendorong kinerja AKRA berasal dari bisnis distribusi bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM) yang tumbuh positif, berkat kenaikan harga komoditas dan pemulihan ekonomi. "Selain business to business, AKRA juga punya gerai untuk konsumen ritel, sehingga bisa mendorong penjualan BBM tahun ini, kata dia. Penjualan BBM AKRA diharapkan bisa tumbuh 5% sampai 8% pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, AKRA menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp 200 miliar sampai Rp 250 miliar. Sebagian dana capex ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP-AKR yang merupakan joint venture antara AKRA dengan BP. Saat ini, SPBU BP-AKR memiliki 36 gerai. AKRA berencana menambah sekitar 15-20 SPBU lagi, sehingga bisa mencapai minimal 50 gerai SPBU di tahun ini.


Menadah Berkah Kala Bunga Tinggi

HR1 06 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Masa peralihan ke era suku bunga tinggi sepanjang 2022 ternyata tak menjadi hambatan bagi aksi penggalangan dana di pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penggalangan dana pada tahun lalu sebesar Rp267,73 triliun yang sebagian besar berasal dari aksi penerbitan surat utang korporasi.Tak heran bila realisasi tersebut turut mengerek bisnis underwriting aksi penggalangan dana melalui surat utang korporasi. Menurut data Bloomberg League Table, tiga underwriter teratas sepanjang 2022 adalah Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Aldiracita Sekuritas Indonesia. Melihat rapor hijau bisnis sekuritas pada 2022, prospek bisnis pada 2023 pun diramal masih ciamik. Iklim suku bunga acuan tinggi bakal mendorong aksi penggalangan dana di pasar modal. Hal itu memantik optimisme sekuritas.PT Aldiracita Sekuritas Indonesia misalnya, menargetkan menjadi penjamin pelaksana beberapa penerbitan obligasi. “Aldira juga merencanakan digitalisasi untuk perdagangan dan fasilitas nasabah dalam melakukan perdagangan saham online atau onlinetrading,” ujar CEO Aldiracita Sekuritas Rudy Utomo, Kamis (5/1). Senada, Deputy Director Investment Banking Mirae Asset Sekuritas Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan pada 2023 peluang bagi market untuk IPO terbuka lebar. Utamanya, bagi perusahaan yang menarik dari sisi prospek pertumbuhan. Alhasil, kondisi tersebut bisa menjadi kekuatan saat menggalang dana jelang tahun politik. Perusahaan pun mengantongi mandat penjaminan IPO dari beberapa sektor salah satunya pertambangan nikel. Mirae Asset akan membawa beberapa emiten melantai pada tahun depan, dengan nilai penggalangan dana yang cukup besar. Membuka 2023, perusahaan menjadi penjamin pelaksana IPO PT Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL). Direktur Utama BCA Sekuritas Mardy Sutanto tantangan pada 2023 tetap sama dengan dengan 2022 sehingga pasar modal Tanah Air masih memiliki potensi sehingga menawarkan peluang bagi aksi korporasi.

BUMN Karya Banjir Proyek Baru Rp 87 Triliun

KT1 05 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID– Sebanyak empat BUMN, yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (Wika/WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), kebanjiran proyek baru, yang bakal menopang kinerja keuangan tahun 2022 dan 2023. Per November 2022, mereka meraup kontrak baru Rp 87,7 triliun. Perinciannya, kontrak baru Adhi Karya melonjak 63% menjadi Rp22,4 triliun, Wika melesat 67% menjadi Rp 27,7 triliun, PP melejit 44,6% menjadi Rp 23,9 triliun, dan Waskita tumbuh 3,4% menjadi Rp 13,7 triliun. Kontrak Adhi Karya per November 2022 mencapai 97% dari target perseroan, Wika 65%, PP 77%, dan Waskita 54,8%. Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, Rabu (4/1/2023), beberapa proyek jumbo garapa Adhi Karya antara lain jalan tol Jogja-Bawen senilai Rp 4,5 triliun, MRT Fase II-CP 202 Rp 2,3 triliun, jalan tol 3A Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp 1,1 triliun, Bendungan Jenelata, Gowa, Rp 849 miliar, dan jalan tol Semarang-Demak Rp 761 miliar. (Yetede)

Permintaan Ayam Kerek Cuan CPIN

HR1 04 Jan 2023 Kontan

Konsumsi masyarakat meningkat, seiring pemulihan ekonomi pasca teratasinya penangan Covid-19. Hal ini menjadi katalis positif bagi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Analis Mirae Asset Sekuritas Emma A. Fauni dalam riset 25 November 2022 memaparkan, posisi CPIN sebagai pemimpin pasar sektor perunggasan dan bisnis hulu memungkinkan memiliki margin laba yang unggul. CPIN memegang pangsa produksi dengan kapasitas terbesar di sektor hulu yang terdiri dari bisnis pakan 35% dan day old chick (DOC) 38%. CPIN mengelola lebih dari 20.000 petani kontrak yang membantu emiten ini mendapat keuntungan lebih besar dalam menyerap produk. Dari sektor hilir, CPIN pun juga dinilai paling mapan dibandingkan perusahaan sejenis. Ini berkat merek produk olahan CPIN cukup besar. Perusahaan ini memiliki merek Fiesta, Champ, dan Okey. Analis DBS Vickers Sekuritas Indonesia Nashrullah Putra Sulaeman dalam riset 12 Desember 2022 juga optimistis akan permintaan ayam, terlebih ada pengurangan kuota impor grand parent stock (GPS) dalam dua tahun terakhir.

MAGNET KUAT SAHAM BARU

HR1 28 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)

Mayoritas saham emiten-emiten anyar masih menjadi instrumen investasi yang memberi cuan tebal pada tahun ini. Di tengah tren menghijaunya saham pendatang baru, investor perlu mencermati faktor tujuan go public, valuasi, kondisi keuangan, hingga prospek emiten sebelum berpartisipasi dalam IPO. Bursa Efek Indonesia kedatangan 59 emiten baru sepanjang tahun berjalan 2022. Jumlah emiten baru pada 2022 itu melampaui realisasi dalam 5 tahun sebelumnya yang tercatat 37 emiten baru pada 2017, 57 emiten baru pada 2018, 55 emiten baru pada 2019, 51 emiten baru pada 2020, dan 54 emiten baru pada 2021. Secara akumulasi, total penggalangan dana dari IPO pada tahun ini mencapai Rp33,03 triliun atau lebih rendah dari rekor pada 2021 yang menembus Rp62,61 triliun. Sektor konsumer mendominasi aksi initial public offering (IPO) pada tahun ini dengan total emiten baru sebanyak 26 perusahaan. Selain itu, IPO juga diramaikan oleh emiten dari sektor kesehatan, teknologi, dan infrastruktur. Saham emiten-emiten baru bergerak kembang kempis sejak debut di lantai bursa. Meski begitu, mayoritas melaju di teritori hijau hingga menjelang akhir tahun ini. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan beberapa sektor di pasar modal masih mempunyai potensi baik seperti sektor konsumen primer dan energi. Menurut Arjun, di tengah risiko resesi dan ketidakpastian geopolitik, sektor konsumen primer memiliki resiliensi terhadap risiko ini. “Sektor energi masih kondusif karena terdapat potensi kenaikan harga minyak, batu bara, dan gas alam,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (27/12).

Caplok Akulaku, Tentakel Bisnis MUFG Makin Luas

HR1 28 Dec 2022 Kontan (H)

Bisnis Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) di industri keuangan Tanah Air semakin menggurita. Bank asal Jepang itu kini masuk ke bisnis financial technology (fintech) dan  paylater yang semakin memiliki banyak penggemar. MUFG mengumumkan telah menginvestasikan senilai US$ 200 juta ke Silvrr Technology, pemilik Akulaku pada Senin (26/12). Dengan  investasi tersebut, secara tidak langsung, MUFG juga memiliki Bank Neo Commerce. Per September 2022, Akulaku memiliki 25,66% saham Bank Neo Commerce. Berdasarkan keterangan tertulis di website MUFG Jepang, investasi terbaru ini merupakan penegasan komitmen MUFG untuk Indonesia., termasuk layanan keuangan digital dan pemanfaatan data dan teknologi kecerdasan buatan sedang berkembang. Langkah MUFG ini menambah daftar kepemilikan bank asal Negeri Sakura itu di bisnis industri keuangan. Investasi di Akulaku ini juga untuk membesarkan bisnis multifinance mereka. Sebelum masuk Akulaku, MUFG sudah membeli Home Credit. MUFG mengakuisisi bisnis Home Credit Group B.V. di Indonesia dan Filipina.

Saham Emiten Konglomerat Masih Prospektif

HR1 27 Dec 2022 Kontan (H)

Daftar orang terkaya di Indonesia berubah. Terbaru, Low Tuck Kwong, taipan sekaligus pendiri perusahaan tambang batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sukses menggusur duo bos Grup Djarum, Hartono bersaudara, sebagai orang paling tajir di Indonesia. Kekayaan Low terus melesat seiring dengan kenaikan harga saham BYAN. Kemarin, harga saham BYAN ditutup di level Rp 20.575 per saham. Tentu saja, bukan cuma Low Tuck Kwong yang menikmati kenaikan harga saham BYAN ini. Investor yang menyimpan saham BYAN sejak awal tahun ini juga ikut mendulang cuan. Saham BYAN juga termasuk saham grup konglomerat yang memberikan cuan besar pada tahun ini. Sebagai gambaran, apabila dihitung sejak awal tahun ini, harga saham BYAN sudah melesat 662,04%. BYAN merupakan saham energi dengan kenaikan harga tertinggi kedua, hanya kalah oleh kenaikan harga PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), perusahaan milik pengusaha Garibaldi Thohir dan Grup Saratoga.Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, aksi pemecahan nilai saham atau stock split yang dilakukan oleh emiten ini ikut menambah daya tarik saham BYAN. Dia melihat, harga saham BYAN sebelum stock split yang menyentuh harga sekitar level Rp 94.000 per saham kurang diminati oleh investor.

GOTO Anjlok, Langkah IHSG Makin Ringan

HR1 27 Dec 2022 Kontan

Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi terdepak dari jajaran saham dengan dengan kapitalisasi pasar terbesar (big caps). Ini karena harga saham GOTO yang terus terjun bebas. Penurunan harga saham GOTO terus terjadi sejak masa lock up period berakhir pada 30 November 2022. Sejak saat itu, saham GOTO selalu mengalami auto reject bawah (ARB). Senin (26/12), saham GOTO ditutup melemah 4,65% di Rp 82 per saham. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menegaskan, penurunan kapitalisasi pasar saham GOTO ini terjadi seiringan dengan aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Lantaran saham GOTO memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar di BEI, alhasil setiap pergerakan saham emiten ini sangat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menyebut, pelemahan GOTO menjadi pemberat kinerja IHSG selama ini. Efeknya dalam IHSG hanya mampu menguat 3,86% sepanjang tahun ini menjadi 6.835,81 hingga Senin (26/12).

Pilihan Editor