Korporasi
( 1584 )Telkom Alihkan Bisnis Indihome ke Telkomsel
JAKARTA, ID– PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membantah isu merger antara Indihome dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Telkom hanya mengalihkan bisnis Indihome ke Telkomsel secara bertahap. SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menegaskan, perseroan tidak mungkin melakukan merger antara Indihome dan Telkomsel. Sebab, pada prinsipnya, merger merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan. Adapun yang akan dilakukan oleh perseroan, kata dia, hanya mengalihkan bisnis Indihome dari Telkom sebagai induk usaha ke Telkomsel selaku anak usaha. “Jadi, tidak mungkin kita mengadakan merger antara Indihome dan Telkomsel, karena ini bukan pengalihan serta-merta 100%, melainkan secara bertahap, sehingga tentu tidak akan ada juga rapat umum pemegang saham (RUPS)” jelas Reza kepada Investor Daily, Sabtu (10/12). (Yetede)
SMGR Bersiap Right Issue Rp 5,58 Triliun
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) bersiap menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD). Emiten produsen semen ini menetapkan harga pelaksanaan
rights issue
sebesar Rp 6.600 per saham.
Emiten pelat merah ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 846,21 juta saham baru Seri B atau 12,49% dari modal disetor setelah
rights issue. Setiap pemegang 100 juta saham lama berhak atas 14,26 juta saham.
Dari aksi korporasi ini, SMGR berpotensi mengantongi dana segar sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5,58 triliun. Tapi, nilai ini tidak semua berbentuk tunai.
Kepala Riset Yuanta Sekuritas Chandra Pasaribu menilai,
rights issue
untuk mengakomodasi konsolidasi SMBR ini akan berdampak positif terhadap prospek SMGR ke depan. Pasalnya, pangsa pasar emiten ini akan meningkat.
OJK Bidik Target Dana IPO Rp 152,7 Triliun
Hasrat kalangan korporasi mencari pendanaan di pasar modal diperkirakan belum akan surut pada tahun depan. Karena itu, pada 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasang target penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 152,7 triliun.
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis, penghimpunan di pasar modal pada 2023 masih tinggi. Terlebih, dalam pipeline OJK, masih ada 91 perusahaan yang akan menggelar aksi korporasi.Sejumlah perusahaan itu akan menghimpun dana melalui berbagai instrumen. "Jadi, kami masih optimistis memasang target Rp 152,7 triliun di 2023," jelas Inarno dalam konferensi pers, Selasa (6/12).
Investor Asing Mulai Akumulasi Saham GOTO
JAKARTA, ID – Sejumlah investor institusi asing mulai mengakumulasi saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam beberapa terakhir, seiring koreksi masif saham raksasa teknologi nasional tersebut. Aksi ini diprediksi terus berlanjut tahun depan, ditopang valuasi saham GOTO yang atraktif dan kabar masuknya saham ini ke indeks MSCI Indonesia dan FTSE Global Equity Index Series Asia Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2 Desember 2022, Citibank Singapore terdaftar sebagai pemegang saham GOTO dengan kepemilikan sebanyak 68,71 miliar saham atau 5,8%. Padahal, per 1 Desember 2022, Citibank yang mewakili pemerintah Singapura belum tercatat sebagai pemegang saham GOTO di atas 5%. Sebelumnya, satu-satunya pemegang saham GOTO asal Singapura adalah SVF GT Subco (Singapore) Pte Ltd yang beralamat di Capitagreen Singapore dengan kepemilikan sebanyak 103,12 miliar saham atau 8,71%, Masuknya Citibank sebagai pemegang saham baru GOTO mengindikasikan perusahaan ini membeli di pasar dalam beberapa hari terakhir. Masuknya investor ini bisa menjadi sentimen positif harga saham GOTO sekaligus dapat mengakhiri turbulensi selama dua pekan terakhir. (Yetede)
Erick Thohir, Berikan Returns 18%, Emiten BUMN Jadi Penggerak Bursa
JAKARTA, ID- Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, emiten BUMN berkontribusi sebesar 25% sebagai penggerak Bursa Efek Indonesia (BEI) atau lebih baik dibandingkan sektor swasta. Emiten BUMN juga memberikan imbal hasil (return) 18%, lebih besar dari swasta 10,8% per tahun. “Ini menjelaskan mengapa Bursa sangat gembira ketika bisa bekerja sama dengan BUMN. Sebab, salah satu motor pertumbuhan Bursa adalah BUMN,” jelas Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (5/12). Dia menambahkan, rasio utang emiten BUMN terhadap modal tahun ini juga diproyeksikan menurun menjadi 34% dari sebelumnya level 36%. Artinya, lanjut Erick, hal ini memperlihatkan bahwa BUMN sehat saat dikonsolidasikan. Menurut Erick, sampai kuartal III-2022, BUMN telah berkontribusi kepada negara sebesar Rp 1.198 triliun, terdiri atas pajak bagi hasil dan dividen. Realisasi tersebut secara kumulatif lebih tinggi sebesar Rp 68 triliun dibandingkan tahun ssbelumnya. Laba bersih mencapai Rp 155 triliun, lebih besar dari total 2021 sebesar Rp 124,7 triliun. (Yetede)
Krakatau Steel Percepatan Pelunasan Utang Rp 26 T
JAKARTA, ID - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana mempercepat pelunasan utang sebesar US$ 1,7 miliar atau setara Rp 26,2 triliun pada 2027 dari target semula sekitar 2050. Percepatan pembayaran akan dilakukan melalui restrukturisasi, keuntungan operasional, dan penjualan aset perseroan. “Kalau hanya mengandalkan keuntungan operasional tanpa perjanjian restrukturisasi, utang baru terlunasi selama 40 tahun. Dengan ditambah restrukturisasi bisa dilunasi dalam waktu 17 tahun pada 2027,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim kepada Investor Daily, Minggu (4/12/2022). Emiten baja tersebut memiliki kewajiban utang senilai US$ 2,2 miliar yang harus dibayarkan dalam tempo 40 tahun. Dan berdasarkan perjanjian restrukturisasi yang ditandatangani perseroan pada periode 2019-2020, KRAS telah berhasil memenuhi kewajiban utang sebesar US$ 487 juta atau setara Rp 7-8 triliun, termasuk pembayaran beban hutang tahunan dari total utang. (Yetede)
Harga Komoditas Menuklik, Saham Konsumer Masih Ciamik
Kinerja emiten sektor barang konsumer diprediksi mempunyai outlook cerah hingga 2023 mendatang. Salah satu penopangnya, mulai melandainya harga sejumlah komoditas yang jadi bahan baku industri konsumer.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Pebe Peresia menilai, penurunan harga komoditas, seperti harga gandum dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), akan berdampak positif terhadap kinerja emiten barang konsumsi.
Dari beberapa emiten
consumer goods
yang ada dalam cakupan analisis Samuel Sekuritas, Pebe melihat, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan dapat keuntungan besar dari penurunan harga komoditas.
ABMM Kantongi Laba Bersih US$ 169,92 Juta
PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengantongi kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Laba bersih ABMM US$ 169,92 juta melonjak 79,90% secara tahunan.
Kenaikan laba bersih ABMM dari pertumbuhan pendapatan sebesar 46,42% jadi US$ 1,02 miliar. Segmen kontraktor tambang dan tambang batubara mencetak kontribusi terbesar, yakni 85,42% dari total pendapatan ABMM per kuartal III-2022. Pendapatan dari segmen ini naik 48,97% menjadi US$ 879,10 juta.
Selain dari tambang, ABMM juga meraih pendapatan dari bisnis jasa. Meliputi jasa logistik dan sewa kapal senilai US$ 97,32 juta,
site services
dan repabrikasi US$ 33,79 juta, serta sewa mesin pembangkit tenaga listrik sejumlah US$ 727.145.
KLBF Telah Selesaikan Akuisisi 99,98% Saham Sanofi Indonesia
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bersama anak usahanya, PT Dankos Farma, telah menuntaskan akuisisi saham PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia. Kalbe Farma telah membeli 80% saham Aventis Pharma dari tangan Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH.
Kini, KLBF resmi menguasai saham Sanofi Indonesia dengan membeli saham dari PT Usaha Mindini Raya. Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali menjabarkan, transaksi ini telah rampung pada 30 November 2022.
Setelah akuisisi ini selesai, KLBF menggenggam 4.264 saham Aventis Pharma, setara dengan kepemilikan 99,98%. Sementara Dankos Farma mengempit satu lembar saham atau 0,02%.
Manajemen KLBF sebelumnya pernah mengatakan jika transaksi ini akan memberikan dampak pertumbuhan positif bagi KLBF di tahun depan. KLBF memperkirakan, akuisisi Sanofi bisa menghasilkan tambahan kontribusi hingga sebesar 3%-4% terhadap total pendapatan di 2023.
Akuisisi Danareksa Investment Management, BRI Tegaskan Visi Menjadi “The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion”
Pada Rabu, 30 November 2022, BRI dan Danareksa melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham dalam rangka pembelian saham Danareksa Investment Management (DIM) dari Danareksa dengan jumlah lembar saham sebesar 9 juta lembar atau setara dengan 30 persen dari total saham DIM. Dengan demikian saat ini kepemilikan BRI pada DIM menjadi sebesar 65 persen. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Danareksa Arisudono dan Direktur Utama DIM Marsangap P Tamba.Sunarso mengungkapkan, tujuan aksi korporasi yang dilakukan BRI ini sejalan dengan visi perseroan menjadi “The Most Valuable Banking Group in South East Asia and Champion of Financial Inclusion” pada 2025. Industri Manajer Investasi di Indonesia diproyeksikan akan terus bertumbuh dalam 5 tahun ke depan dengan proyeksi pertumbuhan CAGR 2021-2026 sebesar 10 persen, dengan pasar mencapai Rp934 triliun pada 2026.Perusahaan anak BRI yang tergabung dalam BRI Group digunakan untuk tiga fungsi utama. pertama adalah untuk diversifikasi income, yang kedua adalah untuk spreading risk, dan yang ketiga adalah memperkuat customer base BRI.









