Korporasi
( 1557 )Terkikis Laba Akibat Harga Saham GoTo
Investasi PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menambah beban induk perusahaannya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Aksi korporasi tersebut berkontribusi mengikis laba usaha konsolidasi Telkom pada kuartal III 2022. Telkom mencatat laba usaha konsolidasi senilai Rp 31,5 triliun pada kuartal III tahun ini. Dibanding laba pada periode yang sama tahun lalu, nilainya turun dari Rp 36,3 triliun. Komponen biaya dan beban perusahaan tak banyak berbeda dalam dua periode waktu tersebut, kecuali pada bagian perolehan hasil investasi pada ekuitas. Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 3,08 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka itu berasal dari investasi saham di berbagai perusahaan startup yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Salah satunya berasal dari aksi korporasi Telkomsel di GoTo dengan kerugian sebesar Rp 3,06 triliun.
Dalam laporan keuangannya, Telkom menjelaskan bahwa kerugian tersebut dihitung menggunakan nilai pasar saham GoTo sebesar Rp 246 per saham. Kepemilikan saham Telkomsel saat ini sebanyak 23,7 miliar lembar. Jumlah kerugian ini tercatat paling besar sepanjang 2022, lantaran harga saham GoTo terus turun. Pada kuartal pertama, Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari investasi di GoTo senilai Rp 881 miliar karena harga saham emiten ini Rp 338 per lembar. Sedangkan pada kuartal berikutnya, Telkom mencatat keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi di GoTo. Jumlahnya Rp 305 miliar, dihitung dengan nilai pasar saham GoTo sebesar Rp 388 per saham. Meski laba usaha terkikis, Dirut Telkom Ririek Adriansyah menyatakan kinerja perusahaan dan entitas anaknya masih positif. (Yoga)
Daley Capital Jual 600 Juta Saham Bakrie Brothers
Daley Capital Limited menjual 600 juta saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Sehingga, kepemilikan Daley Capital di perusahaan Grup Bakrie tersebut berkurang dari 9,68% menjadi 6,85%. Corporate Secretary Bakrie & Brothers Christofer Alexander Uktolseja mengungkapkan, penjualan saham BNBR dilakukan Daley Capital dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Daley Capital menjual 300 juta saham, sehinggga kepemilikannya berkurang dari 2.048.748.461 saham atau 9,68% menjadi 1.748.461 saham atau 8,26%. Selanjutnya, Daley Capital kembali menjual 300 juta saham BNBR sehingga mengurangi kepemilikan sahamnya menjadi 1.448.748.461 saham atau 6,85%.
“Perseroan tidak mengetahui harga transaksi, tanggal transaksi, dan tujuan transaksi,” kata Christofer dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu. Christofer menegaskan, pihaknya tidak mengetahui harga transaksi, tanggal transaksi, maupun tujuan transaksi tersebut. Pada perdagangan Jumat (4/11/2022), saham BNBR ditutup melemah Rp 2 atau 2,86% ke posisi Rp 68. Saham tersebut ditransaksikan sebanyak 3.899 kali dengan nilai Rp 19,65 miliar dan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp 1,44 triliun. Sejak awal tahun ini hingga penutupan perdagangan kemarin, saham BNBR telah menguat 36%. (Yoga)
BNI-EMIRATES TRAVEL FAIR
Direktur Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Corina Leyla Karnalies, General Manager Card Business Division Grace Situmeang, SVP Commercial Operations Far East Emirates Airlines Orhan Abbas, dan Country Manager Indonesia Mohammad Al-Attar, berbincang seusai pembukaan BNI-Emirates Travel Fair di Jakarta, Kamis (3/11). Pameran perja-lanan hasil kerja sama BNI dengan Emirates Airlines tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk terus memberikan penawaran terbaik bagi pemegang kartu BNI yang ingin bepergian ke berbagai destinasi favorit mancanegara.
Dapat Investor Strategis, PDPP Optimistis IPO Bakal Laris
Aksi korporasi penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) terus bergulir. Mengutip laman e-IPO, Kamis (3/11), PDPP mematok harga penawaran IPO Rp 200 per saham.
Angka ini merupakan batas atas dari harga penawaran yang dipasang PDPP dalam periode bookbuilding di rentang Rp 195-Rp 200 per saham.
Pada IPO ini, PDPP melepas sebanyaknya 500 juta saham. Ini setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Alhasil, potensi dana yang bisa diraup PDPP dari IPO Rp 100 miliar.
Kennie Angesty, Direktur Utama Primadaya Plastisindo, menegaskan, saat ini PDPP telah selesai melakukan masa penawaran awal dan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan proses IPO.
Terlebih, lanjut Kennie, pihaknya telah mendapatkan investor strategis, yakni Sugianto Kusuma, pendiri Agung Sedayu Group. Adanya investor strategis ini menambah keyakinan PDPP untuk terus tumbuh ke depannya.
INOVASI BISNIS, Korporasi di Tengah Keterbelahan Politik
Sisa perpecahan akibat pemilihan presiden beberapa tahun lalu masih membekas hingga sekarang. Sebuah istilah muncul akibat keterbelahan, yaitu cebong dan kampret, untuk menunjukkan kubu yang berseteru. Di tengah masalah ini, banyak perusahaan yang bingung memosisikan diri. Apalagi, Indonesia harus kembali bersiap menghadapi ajang politik 2024. Dalam artikel Fast Company disebutkan, para CEO harus bisa menangani berbagai hal, visi yang diperlukan para pengambil keputusan di perusahaan menghadapi situasi ini seperti diungkapkan William A Galston dan Elaine Kamarck dari Brookings Institution. Mereka menulis, supremasi hukum dan demokrasi sangat penting bagi pasar.
Para ahli menyebutkan, saat ini merupakan kenyataan yang genting dalam politik di mana para CEO perlu melakukan penyeimbangan yang makin sulit, tak sekadar menjalankan bisnis, tetapi juga paham politik dan melakukan langkah yang memadai. Di AS, dampak yang lebih jauh adalah persepsi publik. Saran lain yang diberikan adalah para pemimpin perusahaan bertemu secara internal untuk memastikan semua orang punya pemahaman yang sama tentang pemberian dukungan finansial bagi para politisi dan memasang pagar pembatas untuk memastikan mereka tidak mendukung orang yang salah.
Di Indonesia, masalah yang sering muncul adalah ketakutan para pengambil keputusan bila terlibat dalam urusan politik, maka bisnis mereka akan terdampak. Salah satu yang mungkin diubah dari pandangan ini adalah langkah politik tidak berarti turun ke jalan dan berteriak-teriak mendukung salah satu calon. Mereka bisa bersikap untuk tidak memperkeruh keadaan, juga bisa mengajak karyawan untuk tidak membuat polarisasi di lingkungan perusahaan dan sekitarnya. Mereka perlu mengajak karyawan untuk toleran dan menghargai perbedaan. Saatnya para pemimpin perusahaan ikut mendinginkan suasana menjelang tahun politik yang bakal panas. (Yoga)
KRISIS CIP : AUTO Amankan Pasokan Semikonduktor
PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) berhasil mengamankan pasokan semikonduktor untuk komponen otomotif yang diproduksi perusahaan hingga tahun depan. Presiden Direktur Astra Otoparts Tbk. Hamdani Dzulkarnaen Salim mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mendapat tambahan pasokan cip semikonduktor dari perusahaan baru. Sebelumnya, perusahaan memiliki dua pemasok cip semikonduktor, kini jumlah tersebut bertambah menjadi empat supplier. “Cara kami untuk mengamankan adalah mencari sumber baru ke beberapa perusahaan. Kalau dulu cuma satu atau dua , sekarang kami tambah jadi tiga atau empat perusahaan,” katanya di Bogor, Rabu (2/11).
Melonjak 473% Laba Bersih Bumi Resources Capai US$ 365,4 Juta
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menorehkan kinerja meyakinkan sepanjang periode Januari-September 2022. Emiten batu bara ini mencetak laba periode berjalan (belum termasuk konsolidasi KPC dan Arutmin) yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 365,4 juta atau Rp 5,7 triliun, melejit 473% dari perolehan laba bersih periode sama tahun lalu US$ 63,7 juta atau Rp 996,7 miliar. Penguatan di sisi bottom line tersebut bersumber dari meroketnya pendapatan perseroan. Berdasarkan pengumuman laporan keuangan konsolidasian, Rabu (2/11) emiten tambang ini meraup pendapatan US$ 1,39 miliar atau Rp 21,8 triliun. Capaian itu naik 109% dari pendapatan kuartal III-2021 sebesar Rp 666,1 miliar.
Presdir PT Bumi Resources Tbk Adika Nuraga Bakrie, dalam surat pernyataan direksi, merinci bahwa pertumbuhan pendapatan perseroan selama sembilan bulan terakhir mayoritas dihasilkan dari peningkatan ekspor batu bara sebesar 120% dari US$ 328 juta menjadi US$ 724,4 juta dan penjualan batu bara dalam negeri yang melonjak 101% menjadi US$ 662 juta dari US$ 329 juta. Pendapatan perseroan pada kuartal III-2022 juga dikontribusikan dari penjualan emas di domestik US$ 7,2 juta, tumbuh 281% dibandingkan penjualan emas pada periode sama tahun lalu sebesar US$ 5,6 juta. Tak kalah dengan kontribusi penjualan batu bara dan emas, pendapatan BUMI di segmen pelanggan yang bertransaksi lebih dari 10% juga memperlihatkan performa yang mengesankan. (Yoga)
Siloam Hospital Cetak Laba Bersih Tertinggi di Kuartal III
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan laba bersih tertinggi pada kuartal III-2022 sebesar Rp 244 miliar, melesat 120% quarter-onquarter dan 2% year-on-year. Perseroan mencatat jumlah Inpatient Days dan Jumlah Pasien Rawat Jalan tertinggi dibandingkan 10 kuartal sebelumnya. Pada kuartal III-2022 dan hingga September 2022, Siloam mencatat pendapatan dari perawatan pasien Covid dan testing sebanyak masing-masing kurang dari 3% dan 6%. Hal ini dibandingkan dengan 36% dan 34% pendapatan dari perawatan pasien Covid dan testing pada periode sama tahun sebelumnya. “Siloam melanjutkan pertumbuhan base-case nya dan berhasil meraih pencapaian nansial dan operasional terbaik sejak kuartal IV-2021. Saya optimistis akan potensi Siloam untuk sisa tahun ini dan seterusnya. Kami akan terus berinvestasi pada kemampuan medis, kualitas pelayanan dan keunggulan operasional kami untuk melayani lebih banyak pasien, meraih kinerja yang lebih tinggi dan pada akhirnya meningkatkan nilai pemegang saham,” ungkap Presdir Siloam Darjoto Setyawan dalam keterangan resmi, Rabu (2/11).
Siloam membukukan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 5,4 triliun, Rp 1,4 triliun, dan Rp 457 miliar hingga sembilan bulan 2022, menurun masing-masing sebanyak 8,6%, 9,5% ,dan 17,2% year-on-year. Pada kuartal III-2022, Siloam mencatat pendapatan dan EBITDA sebesar Rp 1,95 triliun dan Rp 574 miliar, lebih rendah 6,1% dan 0,8% secara year-on-year. Pada kuartal III-2022, Siloam membukukan laba bersih sebesar Rp 244 miliar, meningkat 2,4% dibandingkan kuartal III-2021. Marjin EBITDA ada Janu[1]ari-September 2022 tercatat sebesar 25,9% atau hanya lebih rendah 30 basis poin dibandingkan dengan 26,2% pada periode sama tahun lalu. Pada kuartal III-2022, Siloam mengalami peningkatan marjin EBITDA menjadi 29,4% dibandingkan dengan 27,9% pada kuartal III-2021. (Yoga)
Lepas Saham Jungleland, ELTY Berharap Beban Bisa Berkurang
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeberkan alasan penjualan 51,44% kepemilikan saham di PT Jungleland Asia (JLA). JLA merupakan pengelola taman rekreasi Jungleland Theme Park di Sentul.
Lewat anak usahanya, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), ELTY menjual kepemilikan saham mayoritas ke investor strategis, yakni PT Adiprotek Envirodunia. Nilai transaksinya sebesar Rp 251 miliar.
Head of Investor Relation
ELTY Nuzirman Nurdin mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang menjadi pertimbagan pelepasan kepemilikan saham mayoritas tersebut
Pertama, Jungleland Theme Park terkena dampak pandemi Covid-19. Alhasil, pendapatannya belum membaik. Kedua, kinerja Jungleland Theme Park diharapkan bisa meningkat dengan adanya kehadiran investor strategis ini.
Ketiga, pemenuhan komitmen restrukturisasi pinjaman kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
BUKA Mencetak Laba Bersih Rp 3,62 Triliun
PT Bukalapak.com Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada September 2022. Emiten berkode saham BUKA ini mengantongi pendapatan bersih segede Rp 2,58 triliun dengan laba bersih Rp 3,62 triliun.
Merujuk laporan keuangan, penjualan bersih BUKA naik 92,14% secara tahunan dari Rp 1,34 triliun. Perinciannya, pendapatan mitra naik 191,07% secara tahunan menjadi Rp 1,44 triliun. Lalu, segmen
marketplace
naik 191,07% menjadi Rp 1,03 triliun dan segmen Buka Pengadaan naik 52,93% jadi Rp 107,92 miliar.
Kenaikan pendapatan bersih ini diiringi oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang melejit 770,11% secara tahunan menjadi Rp 1,81 triliun.









