;

Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal

Ekonomi Hairul Rizal 15 Mar 2023 Kontan (H)
Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal

Saat akses kredit bank seret, sejumlah perusahaan berbasis mineral menggali peluang pendanaan dari publik. Mereka akan menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Beberapa perusahaan itu adalah PT Amman Mineral Internasional (induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara), PT Trimegah Bangun Persada (Holding Harita Nickel), dan PT Merdeka Battery Materials (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk). Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Roy A Arfandy bercerita, proyek smelter nikel berteknologi high-pressure acid leach (HPAL) kerap terkendala pendanaan bank, khususnya saat awal pengembangan smelter. "Setengah mati cari pinjaman. Investasi pabrik mixed hydroxide precipitate (MHP) kami cukup besar, yakni US$ 1,2 miliar. Bank pemerintah banyak menahan pendanaan karena masalah sumber listrik, terkhusus dari energi batubara," ungkap dia, baru-baru ini. Kini, entitas Harita Group milik crazy rich Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, itu siap masuk BEI pada April 2023 dan mengincar US$ 600 juta. "Kami akan menggunakan hasil IPO untuk menyelesaikan proyek smelter," sebut Roy. Amman Mineral mengincar dana IPO senilai US$ 1 miliar untuk menuntaskan proyek smelter mineral logam di Batu Hijau. Ihwal kabar penundaan IPO, manajemen Amman Mineral belum menjawab konfirmasi KONTAN.

Download Aplikasi Labirin :