Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal
Saat akses kredit bank seret, sejumlah perusahaan berbasis mineral menggali peluang pendanaan dari publik. Mereka akan menggelar
initial public offering
(IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa perusahaan itu adalah PT Amman Mineral Internasional (induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara), PT Trimegah Bangun Persada (Holding Harita Nickel), dan PT Merdeka Battery Materials (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk).
Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Roy A Arfandy bercerita, proyek smelter nikel berteknologi
high-pressure acid leach
(HPAL) kerap terkendala pendanaan bank, khususnya saat awal pengembangan smelter. "Setengah mati cari pinjaman. Investasi pabrik
mixed hydroxide precipitate
(MHP) kami cukup besar, yakni US$ 1,2 miliar. Bank pemerintah banyak menahan pendanaan karena masalah sumber listrik, terkhusus dari energi batubara," ungkap dia, baru-baru ini.
Kini, entitas Harita Group milik
crazy rich
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, itu siap masuk BEI pada April 2023 dan mengincar US$ 600 juta. "Kami akan menggunakan hasil IPO untuk menyelesaikan proyek smelter," sebut Roy.
Amman Mineral mengincar dana IPO senilai US$ 1 miliar untuk menuntaskan proyek smelter mineral logam di Batu Hijau. Ihwal kabar penundaan IPO, manajemen Amman Mineral belum menjawab konfirmasi KONTAN.
Postingan Terkait
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023