;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Suku Bunga Tinggi, Nilai Emisi Obligasi Korporasi Anjlok 20%

KT1 03 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Penerbitan obligasi korporasi turun 20,4% menjadi Rp74,9 triliun per Juli 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp94 triliun. Salah satu pemicunya adalah masih tingginya suku bunga acuan BI-7 Day Reserve Repo rate (BI7DRR) di level 5,75%. Di sisi lain, penurunan peringkat utang Amerika Serikat (AS) mengguncang pasar saham Indonesia. Kemarin harga indeks saham gabungan (IHSG) terpangkas 0,4% ke level 6.854. Sebelumnya, indeks sudah terpukul sinyal kuat pelemahan ekonomi Tiongkok. Chief ekonomist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefinso) Suhindarto menyatakan, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan beberapa kali sejak  semester II-2022 hingga Januari 2023. Kemudian, BI mempertahankan suku bunga di level 5,75% hingga sekarang. "Lingkungan bunga ini membuat pendanaan menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan semester I-2022 yang lalu," kata Suhindarto, Rabu (2/8/2033). Selain itu, imbuh dia, suku bunga tinggi meningkatkan leverage keuangan dari emiten. Akibatnya, investor meminta premi yang lebih tinggi untuk mengkompensasi resiko yang lebih tinggi akibat  kenaikan leverage keuangan. (Yetede)

Nusantara Sejahtera Raya Raih Rp 2,25 Triliun

KT3 03 Aug 2023 Kompas

Pada akhir sesi kedua di hari perdana pencatatan, saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk ditutup naik 17,04 persen atau Rp 46 menjadi Rp 316 dari harga perdana Rp 270 per saham. Dari penerbitan saham perdana ini, Nusantara Sejahtera berhasil mendapatkan total dana publik Rp 2,25 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Hans Gunadi di Bursa Efek  Indonesia, Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Yoga)

Kinerja Emiten Semen Masih Solid

HR1 02 Aug 2023 Kontan

Ekonomi dalam negeri yang semakin melaju menyebabkan permintaan semen makin positif. Mayoritas emiten saham semen di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun masih mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang semester pertama 2023. Produsen semen terbesar di Tanah Air, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), sebagai contoh, membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 866 miliar. Jumlah ini naik tipis 3,1% ketimbang laba bersih SMGR di periode sebelumnya yang sebesar Rp 840 miliar. Menyusul SMGR, ada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Produsen semen terbesar kedua di Indonesia ini meraup laba bersih senilai Rp 698,43 miliar. Tumbuh 139,5% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 291,54 miliar. Tak mau kalah, emiten produsen semen merah putih, yakni PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) juga mencetak kinerja mentereng sepanjang semester pertama 2023. CMNT mencetak kenaikan laba bersih hingga 345,8% menjadi Rp 223,24 miliar. Tak mau ketinggalan, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) juga mencetak pertumbuhan kinerja, meski tumbuh moderat sepanjang semester pertama 2023. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih optimistis, produsen semen tanah air akan mencetak kinerja keuangan yang lebih solid ke depannya. Hal ini didorong salah satunya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) yang relatif stabil. Ini didukung oleh persaingan yang terkendali.

HRTA Optimistis Capai Target 2023

HR1 01 Aug 2023 Kontan

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil melanjutkan peningkatan kinerja all time high di kuartal II 2023. Manajemen HRTA optimistis kinerjanya akan terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan bisnis ritel di pasar domestik dan pengembangan pasar ekspor. Director Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda mengatakan, pendapatan perseroan bertumbuh sebesar 91,96% menjadi Rp 6,17 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, hingga kuartal II-2023, HRTA juga telah membuka total 76 gerai milik sendiri. Tahun ini, perusahaan juga menargetkan penambahan toko emas milik sendiri menjadi 100 toko. HRTA menargetkan, ekspansi gerai di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Lebih lanjut, hingga kuartal II-2023, HRTA juga telah merealisasikan belanja modal atawa capital expenditure (capex) 45% dari total alokasi di tahun ini yang sebesar Rp 50 miliar. Tahun ini, HRTA menargetkan pendapatan di kisaran Rp 9,5 triliun hingga Rp 10 triliun. Perusahaan ini juga membidik perolehan laba bersih di angka Rp 360 miliar hingga sebesar Rp 400 miliar di tahun ini. HRTA juga terus memperluas pasar ekspor perhiasan. Pada akhir Juni lalu (28/6), HRTA telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) ekspor perhiasan emas dengan Bright Metal Refiners (BMR). Menurut Thendra, HRTA sejauh ini telah menggaet tiga partner ekspor dari India untuk diajak bekerjasama. Mereka adalah Kundan Care Product LTD (Kundan), BMR dan LP Commodities.

Bisnis Jadi Efisien, Laba Bisa Terkerek

HR1 27 Jul 2023 Kontan

Restrukturisasi bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan mempercepat implementasi bisnis fixed mobile convergence (FMC). Kondisi ini akan membuat kinerja TLKM bisa makin bertumbuh di masa depan. Salah satu upaya TLKM yang dilakukan untuk mempercepat implementasi FMC adalah spin-off segmen usaha IndiHome ke PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Ini akan memperkuat dominasi TLKM, baik di bisnis seluler dan fixed broadband. Dengan lancarnya implementasi produk FMC TLKM, Deputy Head of Research Sucor Sekuritas Paulus Jimmy dalam riset 7 Juli 2023 memperkirakan margin TLKM akan menggemuk karena pendapatan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih efisien. Hal ini akan membuat rasio belanja modal TLKM lebih rendah, yakni 22% dari pendapatan pada tahun 2025. Sebelumnya belanja modal TLKM sebesar 25% dari pendapatan. Analis BCA Sekuritas Mohammad Fakhrul Arifin dalam riset 3 Juli 2023 pun sepakat mengatakan, jika spin-off IndiHome ke Telkomsel akan membuat Telkomsel fokus pada segmen B2C. Sedangkan TLKM akan berkonsentrasi pada B2B. Rencana restrukturisasi TLKM yang lain adalah divestasi unit bisnis teknologi finansial (tekfin) solusi pembayaran Finnet Indonesia (Finnet). Paulus menilai, hal ini merupakan bagian dari five bold moves TLKM untuk memperbesar bisnis digital dan meningkatkan sinergi dalam ekosistem. Meski detail tentang rencana transaksi ini belum dirilis, Selain restrukturisasi bisnis, Cheril Tanuwijaya, Head of Research Investasiku, produk Mega Capital Sekuritas, menyebutkan, TLKM akan menuai untung dari kampanye politik menjelang pemilihan umum (pemilu). Dia mengatakan, secara historis, saham telekomunikasi bergerak positif jelang pemilu. "Di masa kampanye, konsumsi data akan meningkat," kata dia.

STRATEGI KORPORASI : PGAS Fokus Garap Penyaluran Gas

HR1 27 Jul 2023 Bisnis Indonesia

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) memastikan bakal fokus membenahi portofolio bisnisnya di sektor midstream dan hilir gas, sehingga tidak akan mengakuisisi wilayah kerja minyak dan gas bumi baru untuk memastikan pasokan. Arief Setiawan, Direktur Utama PGAS, mengatakan bahwa perusahaan hanya akan meningkatkan investasi di sektor midstream dan hilir gas. Hal itu dilakukan setelah perusahaan mendapat mandat untuk fokus menggarap bisnis penyaluran gas di dalam negeri. Aksi akuisisi sejumlah lapangan gas yang dilakukan perusahaan sebelumnya, kata dia, dilakukan untuk memastikan pasokan gas yang akan disalurkan kepada pelanggan. Dengan mengoperasikan lapangan gas sendiri, harapannya PGAS tidak terlalu bergantung kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terkait dengan pasokan gas ke pelanggan. Pembatalan sejumlah proyek itu disebabkan oleh minimnya permintaan LNG di sisi hilir, kendati produksi gas di beberapa lapangan cenderung mengalami pertumbuhan yang signifikan beberapa tahun terakhir.

Melesat 139%, laba Siloam Tembus Rp 503 Miliar

KT1 27 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-PT Siloam Internasional Hospital Tbk (SILO) membukukan performa yang meyakinkan pada semester I-2023 dengan mencetak laba Rp503,36 miliar, naik 139,52% dibanding periode sama 2022 (yoy) sebesar Rp210,30 miliar. Sejalan dengan itu,  pendapatan perseroan naik 18% atau bertambah sekitar Rp 800 miliar dibandingkan periode enam bulan pertama tahun lalu, dari Rp4,4 triliun menjadi Rp 5,2 triliun. Merujuk pada laporan keuangan konsolidasi interim, komposisi pendapatan  emiten rumah sakit  group Lippo ini dikontribusi segmen spesialis sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 18,2% dari pendapatan sebelumnya Rp977 miliar. "Kontribusi lainnya berasal dari pendapatan dari nonspesialis yang meningkat 16% menjadi Rp 4 triliun dari tahun sebelumnya Rp 3,4 triliun," jelas manajemen Siloam International Hospitals  dalam keterangannya, Selasa (25/07/2023). Menurut manajemen Siloam bisnis rawat inap menyumbang pendapatan Rp3 triliun, naik 18% dari sebelumnya Rp 2,4 triliun. Kemudian pendapatan dari sisi bisnis rawat jalan tumbuh 13,5% menjadi Rp2,2 triliun dari periode Juni 2022 sebesar Rp 1,9 triliun. (Yetede)

Margin Bunga Meningkat, Laba BCA Meleset

HR1 25 Jul 2023 Kontan

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masih melanjutkan pertumbuhan kinerja solid. Sepanjang semester pertama 2023, bank ini berhasil meraup laba bersih senilai Rp 24,19 triliun. Capaian ini tumbuh 34% secara tahunan. Pertumbuhan pesat keuntungan BCA terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 24,6% secara tahunan menjadi sebesar Rp 37,1 triliun. Padahal pada paruh pertama tahun lalu, pendapatan bunga bersih BCA hanya tumbuh 5,3%. Secara total, pendapatan bunga BCA di enam bulan pertama 2023 tembus Rp 42,7 triliun. Sedangkan beban bunganya hanya Rp 5,66 triliun. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan, pertumbuhan laba di paruh pertama tahun ini didorong kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas kredit, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan. Dari sisi intermediasi, kredit BCA hingga Juni 2023 naik 9% secara tahunan. "Kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, diikuti oleh kredit komersial dan UKM," kata Jahja, Senin (24/7). Pertumbuhan kredit BCA disertai dengan perbaikan kualitas aset. Non performing loan (NPL) turun ke level 1,9% dari 2,2% pada Juni 2022.

Laba Unilever Merosot 19,55%

HR1 25 Jul 2023 Kontan

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih lesu. Sepanjang semester pertama 2023, emiten barang konsumsi ini mencatatkan penurunan laba sebesar 19,55% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,75 triliun. Mengutip paparan kinerja UNVR per 30 Juni 2023, penurunan laba bersih ini juga dipicu penurunan penjualan. Secara kuartalan, laba bersih dan pendapatan UNVR juga turun. Pendapatan UNVR di kuartal II-2023 mencapai Rp 9,7 triliun, atau turun 8,8% secara tahunan.Sedangkan laba bersih kuartal II-2023 turun 2,9% secara tahunan menjadi Rp 1,4 triliun. Penjualan UNVR baik di segmen home and personal care (HPC) dan food and refreshment (FnR) terkoreksi secara kuartalan. Presiden Direktur UNVR, Ira Noviarti mengatakan, penurunan kinerja UNVR disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal. Salah satunya adalah, disrupsi channel e-commerce dan dampak penutupan layanan dari sejumlah kanal daring beberapa pemain B2B dan B2C e-commerce pada akhir tahun lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta masih optimistis kinerja UNVR membaik di sisa tahun ini. Dia menyarankan akumulasi UNVR dengan target harga Rp 4.920 per saham.

E-Commerce Angkut Bisnis GTRA

HR1 22 Jul 2023 Kontan

Permintaan jasa angkut menjadi penggerak roda bisnis PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA). Emiten transportasi dan logistik ini menyambut peluang tersebut dengan menambah armadanya. Direktur Utama Grahaprima Suksesmandiri, Ronny Senjaya, optimistis atas prospek industri transportasi dan logistik. Perusahaan ini menargetkan pendapatan tahun ini bisa tumbuh 40% dari realisasi di tahun lalu, yang senilai Rp 215,87 miliar. Proyeksi pendapatan GTRA akan didukung ekspansi penambahan armada baru. Tahun ini, GTRA mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 36,82 miliar. Secara total, GTRA memiliki lebih dari 1.000 unit truk. GTRA memiliki sejumlah armada yang terdiri dari bebagai tipe. Di antaranya colt diesel engkel (CDE-4 Ban), colt diesel double (CDD-6 Ban), fuso (6 Ban) dan tronton wing box (TWB- 10 Ban). GTRA percaya diri truk miliknya akan menerima banyak order. Ini sejalan dengan perkembangan internet dan teknologi yang melahirkan booming e-commerce. Saat pandemi Covid-19 lalu pun menjadi berkah bagi jasa transportasi ataupun pengiriman barang seperti GTRA. GTRA telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan e-commerce salah satunya Shopee Express. GTRA juga memiliki pelanggan di bidang fast moving consumer goods (FMCG) yang berproduksi dalam volume besar. Direktur Operasional GTRA, Pittoyo Adi Kriswanto menambahkan, perusahaan ini akan mengutamakan kepuasan pelanggan untuk menjadi strategi peningkatan bisnis. GTRA berkomitmen untuk memastikan pengiriman barang dilakukan selalu tepat waktu (on-time).

Pilihan Editor