;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Tower Bersama Rampungkan Emisi Obligasi Berkelanjutan Rp 20 Triliun

KT1 13 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-PT Tower bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tower bersama  Infrastructure Tahap I Tahun 2023 dalam program obligasi baru senilai Rp 20 triliun. Obligasi TBIG VI tahap I dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2023. "Total penerbitan Obligasi TBIG VI Tahap I sebesar Rp1,5 triliun terdiri atas Rp 1 triliun dengan tingkat bunga tetap 5,9% bertenor 370 hari Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,25% bertenor tiga tahun," tutur Chief Financial Officer (CFO) Tower bersama Infrastructure, Helmy Yusan Santoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/7/2023). Helmy menjelaskan, obligasi tersebut  setara kewajiban senior tanpa jaminan khusus dari TBIG dan memiliki pembayaran bunga setiap kuartal. "Setelah dikurangi biaya penerbitan, dana dari penawaran itu akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari entitas anak perseroan, khususnya fasilitas pinjaman revolving US$ 325 juta dari credit facilities yang ada," papar dia. Dia menambahkan, per 31 Maret 2023, total pinjaman dalam dolar AS yang telah dilindungi  nilai diukur menggunakan kurs lindungi nilainya, adalah sebesar Rp 26,51 triliun. Sedangkan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp3,33 triliun. (Yetede)

Royaltama Mulia Bidik Dana IPO 112 Miliar

KT1 12 Jul 2023 Investor Dait

JAKARTA,ID-PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) berencana menggelar penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) saham dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan melepas 250 juta saham atau maksimal 20% melalui IPO dengan target dana Rp 122,5 miliar. Perseroan melaksanakan  penawaaran awal atau bookbuilding IPO 10-13 Juli 2023, dengan harga penawaran Rp350-450. Pemesanan saham dapat  dilakukan di website www,e-ipo.co.id. Perseroan akan menggunakan dana dari hasil IPO untuk modal kerja dalam mendukung kode saham RMKO dalam keperluan perdagangan saham di,setelah diterimanya izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO perseroan adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia. RMKO merupakan perusahaan dengan spesialisasi bisnis jasa batu bara terintegrasi yang menyediakan  jasa penunjang pertambangan  dan jasa penyewa alat-alat  berat. Jasa yang ditawarkan  oleh MRKO di  antaranya persiapan infrastruktur pertambangan, penambangan batu bara, persiapan dan pembangunan jalan pengangkutan, jasa pengangktan batu bara, persiapan infratsruktur emplasemen sampai pemuatan batu bara, serta penyewaan alat-alat berat. (Yetede)

TLKM Fokus Garap Segmen B2B & UKM

HR1 07 Jul 2023 Kontan

Usai melebur IndiHome ke dalam PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kian fokus menggarap segmen business to business (B2B). Salah satunya dengan meluncurkan produk solusi digital, yakni Indibiz. Nantinya, produk anyar ini menyasar segmen small medium enterprise (SME) alias UKM. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, FM Venusiana menjelaskan, segmen UMKM bukan hal yang baru bagi TLKM. Tapi selama ini pihaknya belum fokus mengembangkan pasar ini. TLKM akan memberikan solusi platform dan layanan digital ke UKM sambil berkolaborasi dengan startup. TLKM juga bisa memberikan solusi pembiayaan ke UKM. VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko menambahkan, dengan bergabungnya IndiHome ke Telkomsel, Telkom fokus B2B diharapkan pendapatan meningkat dan membuka peluang baru. "Telkom fokus ke B2B, diharapkan bisa menciptakan peluang baru dan belanja modal diharapkan bisa ditekan. Target pendapatan akhir tahun masih dibahas di RKAB perubahan dan mudah-mudahan revisi naik," ujar Andri. Sebelumnya, VP Investor Relations Telkom Edwin Sebayang mengatakan, dari sekitar 65 juta rumah tangga, ada potensi 20 juta30 juta berpotensi menggunakan produk FMC milik emiten pelat merah ini. "Ada peluang 8 juta pelanggan baru," ujar Edwin.

Kredit Korporasi Melambat, Pembiayaan Dipenuhi Dana Sendiri

KT1 21 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Permintaan kredit korporasi masih melambat. Hal itu tercermin pada pembiayaan korporasi yang per Mei 2023 tumbuh  positif namun tidak setinggi bulan sebelumnnya. Merujuk Survei Permintaan  dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi berada  di level 12,5% per Mei tahun ini, lebih rendah dari SBT per April yang sebesar 19,8%. "Perlambatan terutama terjadi  pada sektor pertambangan. Sedangkan penurunan dialami sektor perdagangan serta sektor informatika dan komunikasi "kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (20/6/2023). Menurun Erwin, perlambatan itu antara lain terjadi sebagai dampak penurunan kegiatan operasional akibat lemahnya permintaan  domestik dan ekspor. Juga akibat penundaan  sejumlah rencana investasi. Alhasil, debitur korporasi masih wait and see sebelum mengajukan kredit ke Bank. "Sektor keuangan mendorong  kebutuhan pembiayaan  korporasi tetap tumbuh positif," ujar dia. (Yetede)

CMNP Kebut Pengerjaan Proyek Jalan TOL

HR1 17 Jun 2023 Kontan

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berhasil membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I-2023. Kinerja positif itu melangutkan tren kinerja sepanjang tahun lalu yang juga tampil cukup prima. Membaiknya kinerja itu seiring dengan pemulihan mobilitas masyarakat pasca pandemi Covid-19, sehingga berdampak terhadap pemulihan volume lalu lintas di ruas-ruas tol CMNP. "Di sisi lain, program optimasi di segala bidang semakin membuat kinerja keuangan CMNP meningkat tajam," ujar Direktur Keuangan CMNP Hasyim, Jumat (16/5). Sepanjang kuartal I-2023, emiten pengelola jalan tol milik pengusaha Jusuf Hamka ini berhasil membukukan laba kuartal I-2023 sebesar Rp 253,4 miliar, naik 23,3% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 205,5 miliar. CMNP terus berkomitmen dalam upaya pengembangan inter-konektivitas jaringan jalan tol. Perusahaan juga berhasil menyelesaikan berbagai proyek jalan tol. Salah satunya adalah proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi 1 yang resmi beroperasi pada 24 Januari 2022. Dilanjutkan dengan dibukanya jalan tol Seksi 2 dan Seksi 3 secara fungsional pada 15 Desember 2022, dan kemudian mulai dikenai tarif pada 28 Februari 2023. Direktur Operasional CMNP Djoko Sapto mengatakan, proyek jalan tol Cisumdawu menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diprioritaskan oleh pemerinta,h khususnya terkait dengan konektivitas Bandara International Kertajati. Proyek jalan tol lain yang menjadi prioritas CMNP adalah Harbour Road 2 Elevated (HBR-2) yang menghubungkan ruas Jalan Tol Ancol TimurPluit dengan panjang total 9,6 kilometer (km). CMNP dan kontraktor BUMN PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Girder Indonesia telah menandatangani kontrak jasa konstruksi rancang bangun untuk pembangunan proyek HBR-2 tersebut.

Kontraktor Swasta Masih Berjaya

HR1 08 Jun 2023 Kontan

Di tengah sentimen negatif akibat beratnya beban pemerintah yang membayangi emiten konstruksi pelat merah, emiten saham konstruksi swasta memiliki prospek yang lebih baik. Saat ini kepercayaan investor tengah menurun lantaran kinerja emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dibayangi isu utang dan likuiditas. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, sejumlah emiten saham konstruksi swasta masih mencetak pertumbuhan kinerja. Meskipun, tak semua kontraktor swasta tersebut berhasil mengantongi kenaikan laba. Salah satu kontraktor swasta yang cukup unggul ketimbang kompetitornya adalah PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). "NRCA masih mampu menghasilkan laba bersih positif sepanjang tahun 2022," ujar Jono kepada KONTAN, kemarin. Sedangkan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 24,21% menjadi Rp 360,35 miliar pada kuartal I 2023. Sayang, ACST masih rugi Rp 29,86 miliar. Sementara itu, PT Total Bangun Persada (TOTL) masih optimistis bisa mengantongi pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 2,3 triliun dan Rp 95 miliar pada tahun 2023. Jika dibandingkan BUMN Karya, kinerja kontraktor swasta masih lebih baik. Sebab, kata Jono, perusahaan konstruksi swasta lebih biasanya lebih memperhitungkan margin dan risiko. Analis Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora, mengatakan, pembangunan Ibu Kota Nusantara yang sudah berjalan bisa menjadi sentimen positif untuk emiten konstruksi swasta. Sebab, hal ini bisa mendorong perolehan kontrak para kontraktor swasta, meskipun tak akan sebesar BUMN Karya.

Diversifikasi Bisnis Topang Kinerja Sarana Menara

KT1 07 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)  tengah menikmati hasil dari  diversifikasi bisnis, meski laba bersih sedikit di bawah ekspektasi analis. Adapun pendapatan di bisnis non-menara tercatat melonjak 67% menjadi Rp803,3 miliar pada kuartal 1-2023, sedangkan bisnis menara menurun 3,6% menjadi Rp 2,06 triliun. Menurut analis Shinhan Setiwijaya, Laba Bersih Sarana Menara terkoreksi menjadi Rp 752,43 miliar per kuartal 1-2023, turun 14,82% (QoQ) dan tergerus 11,85% (YoY), mencerminkan 21% dari proyeksi setahun penuh. Sementara, kenaikan pendapatan 9,37% pada periode ini ditopang oleh diversifikasi bisnis non-menara. "Kami mempertahankan rekomondasi beli saham TOWR dengan target harga Rp1.520 per saham." ungkap Anisa dalam riset terbaru. Sejalan dengan pendapatan yang tinggi, beban pokok pendapatan naik 13,38% (YoY) menjadi Rp805,11 miliar (lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan sekitar 9,4% (YoY), dan beban usaha tumbuh 10,95% (yoy) disumbang oleh beban penjualan&pemasaran yang lebih tinggi (melonjak 38,02% YoY) dengan beban GA (naik 5,32% YoY). "Hasil ini didorong oleh permintaan yang lebih tinggi dari perusahaan operator jaringan seluler (MNO), yang saat ini sedang meningkatkan jaringan 4G mereka. Seperti model menara, FTTT memiliki kontrak kerja panjang yang tidak dapat dibatalkan," ungkap Anisa. (Yetede)

STRATEGI KORPORASI : PTPN V Lirik Penghiliran Kelapa Sawit

HR1 06 Jun 2023 Bisnis Indonesia

Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama Perkebunan Nusantara V, mengatakan bahwa hingga kini perusahaan masih mengandalkan kelapa sawit. Sebagian besar laba yang diperoleh perusahaan selama ini pun berasal dari komoditas tersebut. Untuk diketahui, pada tahun lalu perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, naik dari Rp1,3 triliun pada 2021, dan Rp416 miliar pada 2020. “Laba bersih saat ini sebagian besar berasal dari komoditas sawit. Sawit itu kami olah menjadi CPO [crude palm oil]. Tahun depan kami akan melakukan penghiliran dengan mengolahnya menjadi minyak goreng atau biodiesel,” katanya, Senin (5/6). Dia menjelaskan, penghiliran yang dilakukan pada tahun depan juga dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas kelapa sawit, sekaligus melaksanakan diversifikasi bisnis perusahaan. Dengan mengolah kelapa sawit menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak goreng atau biodiesel, Perkebunan Nusantara V atau PTPN V diharapkan dapat memperluas pangsa pasar, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Dari 56.000 hektare perkebunan sawit mitra, 9.000 hektare di antaranya telah melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR), dan 2.300 hektare lainnya telah memasuki masa panen.

WSKT Bakal Bergabung ke HK

HR1 06 Jun 2023 Kontan

Pemerintah berencana menggabungkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ke dalam tubuh PT Hutama Karya. Rencana sementara, Kementerian BUMN akan melakukan inbreng saham pemerintah di WSKT ke dalam Hutama Karya. Rencana tersebut akan digelar saat Waskita telah merampungkan restrukturisasi utang, "Kami akan memastikan dulu restrukturisasi Waskita telah selesai," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Senin (5/6) kemarin. Per 31 Mei 2023, pemerintah mendekap 75,35% saham WSKT. Kartika memastikan, skema inbreng ini tidak akan membuat WSKT go private. Sebab hanya kepemilikan saham pemerintah yang berpindah ke Hutama Karya. Kementerian BUMN juga akan mengusulkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 12,5 triliun untuk Hutama Karya agar bisa menuntaskan proyek tol WSKT. Tiko menjelaskan, PMN ini digunakan untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kayu Agung-Palembang-Betung. Tiko bilang tidak menutup akan ada penambahan PMN jika kebutuhan restrukturisasi WKST terus meningkat. Saat ini, Kementerian BUMN terus berdiskusi dengan Kementerian Keuangan.

PROSPEK KREDIT KORPORASI : TIGA SEKTOR MASIH SOLID

HR1 23 May 2023 Bisnis Indonesia

Permintaan kredit korporasi di tiga lapangan usaha masih cukup kuat dalam kurun 3 bulan ke depan. Namun, geliat penyaluran pembiayaan ke kelompok usaha besar itu diperkirakan bergerak terbatas. Prospek permintaan kredit yang masih cukup kuat di tiga lapangan usaha mencakup pertanian, konstruksi, dan industri pengolahan. Ketiga sektor ini memiliki kontribusi terhadap total pembiayaan yang cukup besar sampai dengan kuartal I/2023. Secara keseluruhan, penyaluran kredit ke tiga lapangan usaha itu mencapai Rp1.892,7 triliun atau 30% dari total kredit yang disalurkan oleh industri perbankan senilai Rp6.424,4 triliun hingga kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Senin (22/5), prospek permintaan kredit korporasi di lapangan usaha pertanian paling kuat tecermin dari saldo bersih tertimbang sebesar 8,1% pada April 2023. Permintaan kredit skala jumbo juga diperkirakan kuat di lapangan usaha konstruksi. Besaran angka SBT untuk kredit korporasi sektor konstruksi pada 3 bulan ke depan sebesar 6,1%, lebih tinggi dari posisi awal tahun yang tercatat sebesar 4%. 

Adapun sektor lain yang diperkirakan kuat yakni industri pengolahan. Kendati secara tren SBT pada April turun, industri pengolahan memiliki kontribusi besar terhadap penyaluran kredit perbankan. Sampai dengan kuartal III/2023, outstanding kredit di industri pengolahan, baik kredit investasi dan kredit modal kerja mencapai Rp994,1 triliun. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan bahwa melihat kondisi April 2023 yang prospeknya cenderung turun. Hal itu tak lepas dari banyaknya hari libur, terutama saat Ramadan dan Lebaran. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto menyatakan pinjaman segmen korporasi BRI tercatat tumbuh positif sampai dengan April 2023, kendati pertumbuhannya tidak setinggi pinjaman di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn menyatakan permintaan kredit modal kerja cukup kuat, terutama jelang Lebaran tahun ini. Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah berpandangan permintaan kredit korporasi masih dalam tren pertumbuhan ditopang pulihnya aktivitas ekonomi pascapandemi.

Pilihan Editor