;

PROSPEK KREDIT KORPORASI : TIGA SEKTOR MASIH SOLID

Ekonomi Hairul Rizal 23 May 2023 Bisnis Indonesia
PROSPEK KREDIT KORPORASI : TIGA SEKTOR MASIH SOLID

Permintaan kredit korporasi di tiga lapangan usaha masih cukup kuat dalam kurun 3 bulan ke depan. Namun, geliat penyaluran pembiayaan ke kelompok usaha besar itu diperkirakan bergerak terbatas. Prospek permintaan kredit yang masih cukup kuat di tiga lapangan usaha mencakup pertanian, konstruksi, dan industri pengolahan. Ketiga sektor ini memiliki kontribusi terhadap total pembiayaan yang cukup besar sampai dengan kuartal I/2023. Secara keseluruhan, penyaluran kredit ke tiga lapangan usaha itu mencapai Rp1.892,7 triliun atau 30% dari total kredit yang disalurkan oleh industri perbankan senilai Rp6.424,4 triliun hingga kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Senin (22/5), prospek permintaan kredit korporasi di lapangan usaha pertanian paling kuat tecermin dari saldo bersih tertimbang sebesar 8,1% pada April 2023. Permintaan kredit skala jumbo juga diperkirakan kuat di lapangan usaha konstruksi. Besaran angka SBT untuk kredit korporasi sektor konstruksi pada 3 bulan ke depan sebesar 6,1%, lebih tinggi dari posisi awal tahun yang tercatat sebesar 4%. 

Adapun sektor lain yang diperkirakan kuat yakni industri pengolahan. Kendati secara tren SBT pada April turun, industri pengolahan memiliki kontribusi besar terhadap penyaluran kredit perbankan. Sampai dengan kuartal III/2023, outstanding kredit di industri pengolahan, baik kredit investasi dan kredit modal kerja mencapai Rp994,1 triliun. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan bahwa melihat kondisi April 2023 yang prospeknya cenderung turun. Hal itu tak lepas dari banyaknya hari libur, terutama saat Ramadan dan Lebaran. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto menyatakan pinjaman segmen korporasi BRI tercatat tumbuh positif sampai dengan April 2023, kendati pertumbuhannya tidak setinggi pinjaman di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn menyatakan permintaan kredit modal kerja cukup kuat, terutama jelang Lebaran tahun ini. Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah berpandangan permintaan kredit korporasi masih dalam tren pertumbuhan ditopang pulihnya aktivitas ekonomi pascapandemi.

Download Aplikasi Labirin :