Internasional
( 1369 )KTT Asean Restui Dedolarisasi
JAKARTA, ID – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) merestui upaya bersama negara-negara anggota untuk terus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) atau dedolarisasi. Restu itu diberikan melalui adopsi deklarasi bertajuk Leaders’ Declaration on Advancing Regional Payment Connectivity and Promoting Local Currency Transaction pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke 42 di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), 10-11 Mei 2023 lalu. Dalam salah satu poin deklarasi itu Asean menyatakan mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas di kawasan. Asean mengakui potensi manfaat penggunaan mata uang lokal dalam memperkuat ketahanan keuangan, memper dalam integrasi keuangan regional dengan meningkatkan perdagangan dan investasi intra-Asean, serta memperkuat rantai nilai regional. Sebagai tindak lanjut deklarasi itu, Asean mendukung pembentukan gugus tugas untuk menjajaki pengembangan Kerangka Transaksi Mata Uang Lokal Asean. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, penguatan transaksi mata uang lokal masing-masing negara (local currency transaction/LCT) dan konektivitas pembayaran regional (regionalpayment connectivity/RPC) bertujuan untuk membangun visi diantara pemimpin negara Asean untuk mengembangkan sektor keuangan yang stabil sebagai fondasi untuk integrasi ekonomi kawasan. (Yetede)
Ekspansi Inggris Lambat karena Hambatan Inflasi
LONDON, ID – Ekonomi Inggris pada awal 2023 mengalami laju pertumbuhan yang lambat. Walau catatan ini lebih baik dari resesi yang dangkal yang diperkirakan, kontraksi tak terduga terjadi dalam produksi Maret, sekaligus menggarisbawahi betapa rapuhnya pemulihan di Inggris. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Jumat (12/05/2023), tingkat produk domestik bruto (PDB) naik tipis 0,1% dalam tiga bulan pertama tahun ini. Laju tersebut sama seperti pada kuartal terakhir 2022, dan sejalan dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Kantor Statistik Nasional menunjukkan, produksi 0,2% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Namun, PDB Maret 2023 menunjukkan penurunan 0,3%, dibandingkan perkiraan jajak pendapat yang memproyeksikan PDB tetap stabil. Sementara produksi industri dan konstruksi tumbuh, sektor jasa yang jauh lebih besar juga turun 0,4%. Kondisi ini mencerminkan lemahnya penjualan mobil dan ritel, yang dirugikan cuaca hujan tidak biasa daninflasi yang tinggi. Menurut Kantor Statistik, aksi industri yang meluas turut membebani aktivitas ekonomi pada kuartal pertama. “Dengan sisi jasa utama ekonomi yang terus melambat dalam menghadapi biaya pinjaman lebih tinggi dan kenaikan harga, rasanya kita masih berjalan melalui kesulitan,” ujar Tom Stevenson, direktur investasi pribadi di manajer investasi Fidelity International. (Yetede)
Jokowi: RI Siap Berdialog dengan Junta Militer Myanmar
LABUAN BAJO, ID - Indonesia siap berdialog dengan Junta Militer Myanmar demi kemanusiaan di negeri yang masih terus dilanda konflik bersenjata sejak militer mengkudeta pemerintahan terpilih pada Februari 2021. Namun, pendekatan Indonesia terhadap Myanmar ini bukan berarti mengakui junta militer sebagai pemerintahan sah negara itu. Hal ini ditegaskan Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers penutup rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 Asean i Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/05/2023). “Indonesia siap berbicara dengan siapa pun, termasuk junta dan seluruh stakeholders di Myanmar, untuk kepentingan kemanusiaan,” kata Jokowi. Jokowi mengingatkan kembali bahwa Indonesia selama ini menempuh diplomasi senyap (non-megaphonediplomacy) kepada semua pemangku kepentingan di Myanmar. Menurut Jokowi, hal itu sejalan dengan Konsensus Lima Poin (5PC) yang memandatkan Asean melakukan pendekatan dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar dalam men gurai permasalahan di negara itu. Diketahui, tiga poin dari konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialoq. (Yetede)
ASEAN Kurangi Penggunaan Dollar AS
ASEAN sepakat memprioritaskan penggunaan mata uang dan sistem pembayaran kawasan untuk transaksi internal di Asia Tenggara. Keputusan itu membuat Asia Tenggara menyusul kawasan dan negara lain mengurangi dollar AS dan mata uang lain. Para pemimpin ASEAN mengadopsi deklarasi untuk meningkatkan keterhubungan sistem pembayaran kawasan dan mendorong transaksi dengan mata uang masing-masing anggota untuk transaksi internal ASEAN. Dokumen itu diadopsi dalam KTT Ke-42 ASEAN di Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5). Para pemimpin menekankan penting untuk mengurangi risiko dan kerentanan akibat penggunaan mata uang asing di luar kawasan. Mereka juga menekankan pentingnya penguatan sistem pembayaran untuk mendukung sistem pembayaran lintas negara yang lebih cepat, murah, aman, transparan, dan inklusif. Mereka menyoroti perkembangan kerja sama di antara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Para pemimpin ASEAN menyambung penerapan Kerangka Kerja Transaksi dengan Mata Uang Lokal (LCTF) di antara negara anggota. Karena itu, para pemimpin ASEAN menyatakan komitmen untuk meningkatkan keterhubungan sistem pembayaran kawasan. Peningkatan pemanfaatan inovasi memungkinkan kelancaran dan keamanan transaksi lintas negara. Para pemimpin ASEAN juga mendukung kerja sama kawasan untuk meningkatkan kemudahan saling tersambung di antara berbagai sistem pembayaran negara-negara Asia Tenggara. ASEAN akan berkolaborasi dengan mitra dan organisasi internasional untuk membangun kerja sama dan kemitraan dalam meningkatkan keterhubungan itu. Para pemimpin mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara di antara sesama anggota ASEAN. Mereka mendukung pembentukan satuan tugas untuk men- jajaki pengembangan LCTF ASEAN. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN ditugasi mengawasi penerapan dan peningkatan keterhubungan sistem pembayaran kawasan. Mereka juga di- tugasi pemimpin ASEAN untuk menjajaki pengembangan LCTF ASEAN. (Yoga)
ASEAN Bertekad Menjadi Ekosistem Kendaraan Listrik
KTT Ke-42 ASEAN mengadopsi Deklarasi Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik Kawasan. Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN bertugas mengawasi seluruh implementasinya. Deklarasi yang terdiri dari 18 poin itu dicapai para pemimpin ASEAN pada KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5). Deklarasi itu adalah satu dari enam deklarasi dan empat pernyataan bersama yang dicapai pada hari pertama konferensi. Presiden Jokowi selaku Ketua ASEAN 2023 memimpin KTT Ke-42 ASEAN. Presiden menekankan pentingnya kolaborasi ASEAN untuk memastikan kawasan melanjutkan momentum pertumbuhannya ditengah berbagai tantangan. ”Dalam situasi ini, kita harus semakin memperkuat kolaborasi untuk menjaga ASEAN sebagai epicentrum of growth. Potensi ekonomi kawasan kita sangat besar. Ekonomi yang tumbuh di atas rerata dunia, Bonus demografi, kemudian middle class yang terus meningkat, 65 % pada tahun 2030. Mari bergandengan erat, menyusun agenda bersama untuk memastikan kawasan initerus menjadi epicentrum of growth,” kata Presiden pada pidato pembukaan pertemuan pemimpin ASEAN dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN.
Para pemimpin ASEAN melalui deklarasi terkait kendaraan listrik itu menyebutkan, ASEAN berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik regional yang melibatkan negara anggota. Para pemimpin ASEAN juga berkomitmen membangun ASEAN sebagai hub produksi global bagi industri kendaraan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan ruang kebijakan negara-negara anggota ASEAN dalam memanfaatkan keunggulan komparatifnya. Untuk itu, para pemimpin ASEAN mendorong harmonisasi standar kawasan untuk ekosistem kendaraan listrik serta pelatihan dan sertifikasi berdasarkan standar internasional. Ini, antara lain, menyangkut teknologi, standar keselamatan, spesifikasi produk, infrastruktur, dan stasiun pengisian baterai.
Para pemimpin negara anggota ASEAN, masih merujuk deklarasi, juga sepakat mengeksplorasi kerja sama dan kolaborasi dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Termasuk, mendorong partisipasi UMKM, kolaborasi kegiatan riset dan pengembangan, serta mempromosikan peluang investasi. Guna memajukan ekosistem kendaraan listrik kawasan, para pemimpin ASEAN mendorong kerja sama dengan mitra eksternal ASEAN. Hal ini ditempuh melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN, organisasi internasional, serta pelibatan swasta dan masyarakat. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Kukuh Kumara mengatakan, pelaku industri otomotif mendukung rencana pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tingkat ASEAN ”Kesepakatan itu perlu ditindaklanjuti dengan pemetaan keunggulan industri terkait di tiap negara anggota. Tentunya, pemetaan keunggulan produksi ini mesti bersifat saling melengkapi,” katanya. (Yoga)
Perdagangan Internal ASEAN Diperkuat
Indonesia menyerukan penguatan perdagangan dan kerja sama ekonomi internal ASEAN. Selama menjadi Ketua ASEAN periode 2023, Indonesia juga tetap memperhatikan perlindungan pekerja migran. Menlu RI Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi dan PM Vietnam Pham Minh Chinh membahas peningkatan kerja sama perdagangan. Indonesia ingin perdagangan bilateral dengan Vietnam mencapai 15 miliar USD pada 2028. ”Beliau berdua optimistis target tersebut akan dapat terpenuhi dengan syarat semua restriksi perdagangan atau hambatan perdagangan dapat dikurangi, kalau tidak bisa dihilangkan sepenuhnya,” ujar Retno, Selasa (9/5) di Manggarai Barat, NTT. Jokowi dan Pham bertemu menjelang KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Selain dengan Pham, Presiden menggelar pertemuan bilateral dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim, PM Timor Leste Taur Matan Ruak, dan PM Laos Sonexay Siphandone. Para pemimpin ASEAN datang secara bergelombang pada Selasa (9/5) dan Rabu (10/5).Mereka akan mengikuti rangkaian puncak KTT ASEAN, 10-11 Mei. Dengan Pham dan Taur, Jokowi mencapai persetujuan perundingan perjanjian investasi bilateral. Presiden dan Taur membahas peningkatan perdagangan di wilayah perbatasan Indonesia-TimorLeste. ”Kedua pemimpin sepakat membentuk kelompok kerja bersama yang akan mempersiapkan pengembangan kawasan ekonomi di perbatasan kedua negara,” kata Retno. Isu ekonomi menjadi inti pembicaraan Jokowi dan Sonexay. Mereka membahas kerja sama BUMN kedua negara selama beberapa waktu ini. (Yoga)
Menuju Masyarakat Digital Asean
Perhelatan tahunan KTT Asean segera digelar di Labuan Bajo dari tanggal 9 sampai dengan 11 Mei 2023. KTT pertama tahun ini lebih bersifat internal, yakni untuk membahas agenda kerja sama internal Asean. Sementara KTT pada bulan September yang akan digelar di Jakarta akan mencakup agenda internal dan agenda eksternal, yaitu kerja sama Asean dengan negara-negara mitra dan beberapa badan internasional seperti PBB. KTT Asean di Labuan Bajo dilaksanakan di tengah situasi perdagangan dunia yang masih belum menentu. Banyak pengamat yang melihat bahwa perekonomian dunia kini semakin erfragmentasi mengikuti garis kebijakan geo politik dan keamanan, dan ini mengundang perdebatan apakah kita sedang menyaksikan proses de-globalisasi atau re globalisasi. Hal ini diperkuat dengan semakin umumnya kita temukan kebijakan berbagai negara dan pelaku bisnis untuk melakukan reshoring, nearshoring, maupun friend-shoring yang akan mengubah pola rantai-pasok nilai yang dikenal sejauh ini. Berbagai kalangan uga semakin gencar menyuarakan perlunya dikembangkan rantai-pasok nilai yang berdaya-tahan (resilient value chains) untuk mengantisipasi terganggunya kembali rantai pasok nilai global dan regional seperti yang dialami dalam dua-tiga tahun terakhir ini. Pemikiran yang ditawarkan umumnya justru berpotensi membawa fragmentasi perekonomian dunia lebih dalam lagi. (Yetede)
Melihat Lagi Fungsi Setjen ASEAN
Keberadaan Sekretariat Jenderal Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN sangat penting dalam pelaksanaan operasional harian organisasi kawasan tersebut. Persoalannya, masyarakat AsiaTenggara belum banyak mengenal Sekretariat ASEAN yang gedungnya terletak di Jakarta ini. Setjen ASEAN, di dalam Pasal 11 Piagam ASEAN, dijelaskan sebagai kepala ketatausahaan organisasi kawasan. Lembaga ini bertugas melakukan koordinasi, fasilitasi, dan pemantauan pelaksanaan segala kesepakatan ataupun proyek ASEAN. Untuk periode 2022-2027, posisi Sekjen ASEAN diampu oleh Kao Kim Hourn dari Kamboja. Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas, April 2023, Kao menjelaskan, fokus kerja Setjen ASEAN adalah memastikan penerapan pandangan ASEAN ter-hadap Indo-Pasifik (AOIP).
”Kuncinya terletak pada program kerja dan proyek yang nyata. Ini membuat para mitra wicara ASEAN percaya dan mau untuk menanam modal, finansial, serta teknologi kepada negara-negara anggota ASEAN,” ujarnya. Kao menekankan, proyek nyata ini pula yang bisa meredam persaingan politik antarnegara adidaya dan berbagai pakta keamanan internasional di Asia Tenggara Prinsip ASEAN sudah jelas, yaitu tidak berpihak kepada siapa pun dan tidak memusuhi siapa pun. ”Segala jenis kerja sama dilakukan dengan inklusif dan transparan. Setjen mengoordinasi kerja sama serta menjembatani antara mitra wicara dan negara-negara anggota,” katanya. Peneliti isu ASEAN untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Khanisa Krisman, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (7/5) menjelaskan, satu hal yang harus dipahami ialah ASEAN berbeda dari organisasi kawasan lainnya, misalnya Uni Eropa. ASEAN tidak memiliki markas besar ataupun kantor pusat, tetapi sekretariat. Hal ini menggarisbawahi bahwa dalam ASEAN, setiap negara anggota memiliki satu suara sehingga keputusan diambil dengan cara musyawarah. (Yoga)
Pekerjaan Rumah Sektor Perdagangan ASEAN
Di bawah keketuaan Indonesia, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan dijadikan episentrum pertumbuhan ekonomi dunia. Salah satu sasarannya ialah memperkuat sektor perdagangan. Namun, itu tak akan semudah membalik telapak tangan. ASEAN masih memiliki tiga pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara terencana dan bertahap, terkait perdagangan barang intra-ASEAN dan inter-ASEAN, serta rantai pasok nilai ASEAN dan global. Sejak era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bergulir pada 2015, perdagangan barang intra-ASEAN masih stagnan. Pertumbuhan perdagangan barang antar negara anggota ASEAN itu belum banyak berubah dari sebelum integrasi MEA. Dalam satu dekade (2012- 2021), perdagangan barang intra-ASEAN bergerak di rentang 518 miliar USD hingga 712 miliar USD, hanya tumbuh 20-24 %, masih cukup jauh dari target 30 % yang ditetapkan. Padahal, dalam rangka integrasi MEA, ASEAN telah mengubah tarif banyak komoditas menjadi atau mendekati nol persen.
ASEAN juga mengembangkan perdagangan digital yang menyasar pengembangan pasar usaha kecil menengah. Stagnasi itu terjadi lantaran negara-negara di kawasan Asia Tenggara memproduksi jenis barang ekspor yang relative sama. Misalnya, makanan-minuman, produk olahan pertanian, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur. Karena itu, produk-produk itu tidak dapat diekspor kepada sesama anggota dalam jumlah besar. Di sisi lain, perdagangan ASEAN dengan negara atau kawasan lain berkembang cukup signifikan selama satu dekade. Nilai perdagangan inter-ASEAN itu meningkat secara bertahap dari 1,87 triliun USD pada 2012 menjadi 2,63 triliun USD pada 2021. Namun, perdagangan itu masih perlu dioptimalkan kembali melalui perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional(RCEP) yang berlaku sejak 1 Januari 2022. Jangan sampai ASEAN yang memelopori perjanjian itu justru tertinggal dari negara di luar ASEAN. (Yoga)
Dunia Arab Terpikat ASEAN
Indonesia menjadi tuan rumah KTT Ke-42 ASEAN yang digelar di LabuanBajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei ini. Organisasi regional yang didirikan tahun 1967 itu memiliki kisah panjang, termasuk hubungannya dengan dunia Arab. Dunia Arab sudah sejak tiga dekade lalu, persisnya sejak tahun 1990-an, melihat ASEAN sebagai kawasan yang sangat potensial untuk dijadikan mitra kerja sama perdagangan dan ekonomi. Dunia Arab saat itu sangat mengagumi keberhasilan pembangunan ekonomi kawasan ASEAN sehingga lahir negara-negara yang dijuluki ”Macan Asia” di kawasan itu. Negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia, sudah populer di mata dunia Arab sebagai Macan Asia. Singapura sudah dikenal lama sebagai negara maju, setara dengan Jepang, Korsel, dan Eropa. Dunia Arab terakhir ini semakin apresiatif terhadap Asia, termasuk ASEAN, khususnya setelah tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan Iran-Arab Saudi pada Maret lalu dengan mediasi China.
Mulai muncul rumor sebaiknya China merintis upaya mendamaikan Palestina-Israel karena sampai saat ini tidak ada satu pun negara, termasuk AS, mampu mendamaikan Palestina-Israel. Hubungan dunia Arab, khususnya negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC); Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Kesultanan Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan ASEAN sudah terjalin sejak 1990-an. Saat itu GCC terpincut kemajuan ekonomi ASEAN yang membuat GCC ingin membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN. Sejak saat itu, GCC-ASEAN sepakat menggelar pertemuan tahunan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, ASt. GCC dan ASEAN menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Bahrain pada Juni 2009 yang menjadi dasar kerja sama GCC-ASEAN di bidang ekonomi dan perdagangan bebas. Sejak itu, GCC-ASEAN sering menggelar pertemuan bilateral. Terakhir pertemuan itu digelar pada September 2019. Impor GCC dari ASEAN 6 % dari keseluruhan impor GCC dari seluruh dunia pada 2016-2020. Investasi GCC di ASEAN mencapai 13,4 miliar USD sejak 2006. UEA memiliki investasi terbesar di ASEAN. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Kluster Industri Fintech Kian Luas
22 Nov 2019 -
Hyundai Teken Investasi US$ 1 Miliar
14 Nov 2019 -
Dark Skies Ahead for Jokowi's economy : Experts
21 Oct 2019 -
Menteri Ekonomi Harus Benahi Iklim Usaha
21 Oct 2019









