;

Pariwisata Dunia Pulih 80 Persen

Ekonomi Yoga 20 May 2023 Kompas
Pariwisata Dunia
Pulih 80 Persen

Jumlah turis yang melakukan perjalanan internasional di seluruh dunia selama triwulan I-2023 telah mencapai 80 % dari tingkat perjalanan sebelum pandemi Covid-19. Namun, pemulihan industri pariwisata masih menghadapi sejumlah tantangan seperti gejolak ekonomi dan ketegangan situasi geopolitik. Laporan Barometer Pariwisata Dunia Organisasi Pariwisata Internasional PBB (UNWTO) menyebutkan, 235 juta turis melakukan perjalanan internasional dalam tiga bulan pertama tahun 2023 atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2022., setara 80 % jumlah sebelum pandemi Covid-19. Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili, dalam siaran pers Jumat (19/5) mengatakan, pada awal 2023 terlihat industri pariwisata berupaya untuk bangkit kembali. Di berbagai tempat, kedatangan internasional telah mendekati atau bahkan ada yang melebihi tingkat kedatangan prapandemi Covid-19.

Menurut Panel Pakar UNWTO, situasi ekonomi tetap akan menjadi tantangan utama yang membebani pemulihan pariwisata internasional pada tahun 2023, dengan inflasi yang tinggi dan kenaikan harga minyak yang mengakibatkan meningkatnya biaya transportasi dan akomodasi. Akibatnya, wisatawan berpotensi melakukan perjalanan yang lebih dekat dari negaranya. Ketidakpastian yang berasal dari agresi Rusia terhadap Ukraina dan ketegangan geopolitik lainnya juga tetap perlu diwaspadai. ”Kita harus tetap waspada terhadap aneka tantangan mulai dari ketidakamanan geopolitik, kekurangan staf, dan potensi krisis biaya hidup yang berdampak pada pariwisata. Kita masih harus memastikan selama proses pemulihan, industri pariwisata memenuhi tanggung jawabnya sebagai pendorong pembangunan inklusif dan solusi mengatasi perubahan iklim,” ujar Pololikashvili.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi B Sukamdani, yang ditemui di  acara #DiIndonesiaAja Travel Fair 2023, Jumat (19/5), di Jakarta, mengatakan, pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke dalam negeri tahun ini naik menjadi 8,5 juta kunjungan dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) naik menjadi 1,4 miliar pergerakan. Menurut dia, ini merupakan target yang besar. Sebelum pandemi Covid-19, pergerakan wisnus pada 2018 hanyar 295 juta pergerakan dan 2019 turun menjadi 250 juta pergerakan. ”Kita sekarang masih berada di tengah kondisi pemulihan,” ujarnya. Meski demikian, Haryadi berharap agar pelaku industri tidak pesimistis terhadap target pemerintah itu. Pelaku industri harus bersama-sama mendorong agar semakin banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :