;

Suara dari Selatan Bergema di KTT G7

Ekonomi Yoga 21 May 2023 Kompas (H)
Suara dari Selatan
Bergema di KTT G7

Indonesia melantangkan suara dari Selatan dalam pertemuan puncak para pemimpin tujuh negara terkaya di dunia atau G7. Kesetaraan, inklusivitas, dan kolaborasi menjadi kata-kata kunci yang ditekankan Presiden Jokowi saat berbicara dalam sesi mitra kerja G7 di Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5). ”Bekerja bersama berarti kesetaraan. Kerja bersama berarti inklusivitas dan kita hanya bisa bekerja sama apabila saling memahami,” kata Presiden. Presiden mengajak semua pemimpin negara yang menghadiri KTT G7 mengakui dan memperbaiki semangat itu. ”Kebijakan diskriminatif terhadap komoditas negara  berkembang juga harus dihentikan. Hak pembangunan setiap negara harus dihormati,” katanya. Indonesia diundang dalam KTT G7 bersama sejumlah negara Selatan atau yang berada di Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Negara-negara itu, antara lain, Australia, Brasil, Korsel, India, Vietnam, Komoro, dan Kepulauan Cook. Selama ini kritikus menuding G7 sebagai klub elite negara-negara maju saja. Dengan mengikutsertakan para pemimpin negara demokrasi yang besar tetapi kurang kaya, G7 ingin memperkuat konsensus mereka mengenai isu-isu krusial, seperti perang di Ukraina, meningkatnya perilaku asertif China, masalah utang dan pembangunan, serta perubahan iklim.

PM Jepang Fumio Kishida menyoroti pentingnya negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. ”Sebagai satu-satunya anggota G7 dari Asia, Jepang memiliki peran khusus untuk menyuarakan Selatan,” kata Guru Besar Politik Inter- nasional di Universitas Keio Tokyo, Yuichi Hosoya. Dalam pernyataan bersama, para pemimpin G7 menekankan komitmen untuk membantu negara-negara mengatasi utang yang menuju ke tingkat berbahaya selama pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina. G7 menegaskan kembali tujuan untuk mengumpulkan pembiayaan hingga 600 miliar USD untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur, seperti kereta api, energi bersih, dan telekomunikasi di negara-negara berkembang. ”Banyak yang harus kita lakukan bersama-sama untuk menutup kesenjangan infrastruktur,” kata Presiden AS Joe Biden. Tujuan utama menyertakan negara-negara lain dalam KTT G7 kali ini adalah untuk membantu membangun kesepakatan menjelang KTT G20 di India akhir tahun ni. ”Tanpa dukungan dari negara-negara di Selatan, G7 tidak bisa efektif lagi menanggapi masalah yang paling urgen di dunia seperti dulu,” ujarnya. Dalam hal ini, G7 sedang mencari dukungan untuk mendorong Rusia mengakhiri perang di Ukraina. G7 juga menyerukan resolusi damai atas klaim China terhadap Taiwan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :