Internasional
( 1352 )RI Genjot Ekspor via RCEP
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China sepanjang 2023 lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kawasan Asia Timur dan Pasifik selain China akan tumbuh melambat. Indonesia dapat mengoptimalkan peluang dengan memanfaatkan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP untuk mendongkrak ekspor. Laporan Bank Dunia berjudul World Bank East Asia and The Pacific Economic Update April 2023-Reviving Growth, yang dipublikasikan Jumat (31/3) menunjukkan, pertumbuhan PDB China diproyeksikan meningkat dari 3 % pada 2022 menjadi 5,1 % di 2023. Adapun rata-rata pertumbuhan PDB negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, selain China, diperkirakan melambat dari 5,8 % menjadi 4,9 %.
Kepala Ekonom Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia Aaditya Mattoo mengatakan, proyeksi pemulihan ekonomi China tersebut terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. ”Sepanjang 2022, kinerja ekonomi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik umumnya menunjukkan pemulihan yang kuat dari dampak pandemi di 2021. Kini, permintaan domestik dan global tengah melemah. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global berdampak pada ekspor, sedangkan fluktuasi harga komoditas berpengaruh pada konsumsi,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (31/3). China, lanjutnya, pulih pada 2023 karena terpukul setelah penyebaran varian Omicron Covid-19 yang lebih menular pada 2022. Dia optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan China yang diharapkan berkualitas. Artinya, pertumbuhan ekonomi terdistribusi merata. Dia juga menggarisbawahi RCEP sebagai pembangunan positif yang mengintegrasikan sejumlah negara di kawasan, termasuk China. (Yoga)
Pasar Incar Bank Rapuh
Pasar sedang mengincar bank-bank yang dipersepsikan rapuh. Tindakan seperti itu turut membuat sistem perbankan AS dan Eropa mirip lautan ranjau dengan ledakan yang sewaktu-waktu bisa muncul. Oleh karena itu, otoritas moneter AS dan Eropa sedang siaga tinggi karena taruhannya adalah krisis ekonomi. Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey, Selasa (28/3) di London, mengatakan, para investor sedang mencari titik lemah perbankan. Pasar masih mengkhawatirkan krisis perbankan yang justru membuat situasi makin berat. Andrea Enria, Ketua Dewan Pengawasan Bank Sentral Eropa (ECB), di Frankfurt, Jerman, mengatakan, gerakan pasar lewat instrumen credit default swap (CDS) dengan hanya bermodalkan jutaan dollar AS sudah bisa menggoyang bank beraset triliunan dollar AS.
Gerakan ini turut meracuni pergerakan harga saham bank dan mendorong aliran deposito keluar dari perbankan (The Financial Times, 28 Maret 2023). CDS adalah produk investasi yang digunakan untuk bertaruh, antara lain, atas kejatuhan saham-saham bank yang dipersepsikan rapuh. Lewat instrumen ini, petaruh akan mendapatkan untung lewat harga yang turun. Bailey menambahkan, dalam situasi seperti itu, krisis satu bank bisa membuat bank tersebut berubah mendadak dalam waktu cepat, seperti yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB). Bank AS ini bangkrut dalam waktu cepat, termasuk karena penarikan deposito serta taruhan kejatuhan harga saham dan obligasinya lewat instrumen CDS. (Yoga)
Kepanikan Mereda, Pasar Saham Global Bergerak Positif
Pasar saham global bergerak lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Selasa (28/3) setelah selama akhir pekan diliputi kekhawatiran dan tanda tanya mengenai bank mana lagi yang akan mengalami kesulitan keuangan. Pergerakan positif ini tak lepas dari kepastian adanya investor baru untuk Silicon Valley Bank (SVB). Akan tetapi, sejumlah analis dan pengambil kebijakan di sektor perbankan dan keuangan mengingatkan, sektor ini tetap rapuh apabila tidak ada perubahan regulasi yang lebih besar. Gairah pasar terlihat pada awal pembukaan perdagangan Selasa di sejumlah bursa saham dunia. Indeks CAC 40 di Perancis mengalami kenaikan 0,5 % menjadi 7.116,72 di awal perdagangan. Indeks DAX Jerman naik 0,4 % menjadi 15.191,93 serta FTSE 100 Inggris naik 0,4 % menjadi 7.5034,04. Dow Jones Industrial Average juga naik 0,1 %.
Pasar saham di Asia juga mengalami kenaikan sebagai imbas dari sentimen positif di sektor perbankan AS dan Eropa. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami kenaikan 1,0 % menjadi 7.034,10. Indeks Kospi Korsel naik 1,1 % menjadi 2.434,94 dan Hang Seng naik 0,9 % menjadi 19.751,94. Hanya indeks Shanghai Composite yang mengalami penurunan 0,2 % menjadi 3.245,38. ”Ekuitas Asia positif pada Selasa, terangkat oleh sebagian besar indeks utama yang lebih tinggi di sesi sebelumnya. Berkurangnya kekhawatiran seputar krisis perbankan dan melonjaknya harga minyak menyebabkan aliran pengambilan risiko yang solid,” kata Anderson Alves dari ActivTrades dalam sebuah laporan. (Yoga)
Belum Sepesat di Dalam Negeri
NUSA DUA - Kemajuan implementasi sistem pembayaran lintas batas negara dianggap belum sepesat perkembangan sistem pembayaran di Tanah Air. Saat ini sistem pembayaran di dalam negeri telah ditunjang berbagai fasilitas, misalnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), BI Fast, hingga Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Untuk itulah diperlukan pembangunan peta jalan untuk bisa meningkatkan implementasi sistem pembayaran lintas batas tersebut. "Saya yakin itu akan menetapkan elemen yang diperlukan untuk mengatasi masalah biaya tinggi, kecepatan rendah, akses terbatas, dan transparansi yang tidak memadai," ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam seminar tingkat tinggi pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN di Nusa Dua, Bali, kemarin, 28 Maret 2023. Ia mengatakan, target implementasi sistem pembayaran lintas batas di ASEAN dapat dilakukan apabila ada solusi yang lebih konkret dan bisa dilaksanakan. Karena itu, ia mengatakan eksekusi harus dilakukan, dimulai dari langkah-langkah kecil. (Yetede)
Deutsche Bank Jadi Perhatian
Pasar terus meragukan kesehatan bank-bank Eropa dan Amerika Serikat. Potensi risiko gagal bayar surat utang bank-bank Eropa pun melonjak. Seperti Credit Suisse, saham Deutsche Bank anjlok setelah risiko kegagalan bayarnya meningkat. Pasar cemas dengan potensi krisis perbankan yang tidak menunjukkan tanda akan berakhir. Harga saham sejumlah bank Jerman ikut terpangkas. ”Tidak ada alasan untuk khawatir,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz dikutip Financial Times, Sabtu (25/3/2023). (Yoga)
Membekali Kecakapan Kewirausahaan
Kemandirian hidup di era perubahan yang cepat kian penting bagi anak muda hingga orang dewasa. Bekal kemandirian ekonomi untuk bertahan hidup dan berkembang diperkuat dengan pelatihan kecakapan kewirausahaan. Hal itu juga membuka lapangan kerja bagi orang lain. Sebuah ruangan di gedung First Commercial Building 33 Leighton Road, Hong Kong, disewa tiga tahun lalu. Gedung itu disewa untuk mewisuda para perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) yang lulus pelatihan kewirausahaan bersama kelompok belajar Buruh Migran Cerdas (BMC) bimbingan Ciputra Entrepreneurship Center (CEC). Pada Minggu (19/3) acara wisuda yang tertunda karena pandemi Covid-19 bisa digelar untuk 33 orang angkatan 10, 11, dan 12. Selain buruh migran yang diwisuda, acara itu juga dihadiri puluhan alumni BMC dan Elfani Prassanti, Konsul Pendidikan, Sosial, dan Budaya Konjen RI Hong Kong
Pakar kewirausahaan Universitas Ciputra, Antonius Tanan, yang juga pembimbing BMC, menyampaikan, program kewirausahaan bagi pekerja migran merupakan impian mendiang pengusaha Ciputra agar kelak lahir konglomerat baru dari kalangan pekerja migran. Sejak tahun 2010, program pelatihan bagi pekerja migran dijalankan CEC. Selain di Hong Kong, kegiatan serupa dilakukan untuk pekerja migran di Singapura, Korsel, dan Malaysia. Pendiri dan Ketua BMC Tri Sumiyati mengatakan, BMC eksis sejak delapan tahun lalu. Lebih dari 600 alumni ikut program kelas belajar dibimbing tim CEC dari Universitas Ciputra. Banyak alumni BMC jadi pengusaha UMKM di kampong halamannya di Indonesia. Tri mengisahkan buruh migran mudah tergoda membuka usaha penjualan pakaian. ”Kami mengajarkan peserta untuk survei pasar di kampung halaman. Ternyata yang menjanjikan bukan toko pakaian, tapi penjualan gas yang hanya ada satu toko,” paparnya. (Yoga)
Bekerja untuk Sejahtera atau Merana
Presiden Perancis Emmanuel Macron berusaha mengesahkan RUU Reformasi Pensiun yang sekarang di tahap pengkajian MK sebelum sah menjadi peraturan. Namun, Serikat pekerja Perancis menolak dan 3,5 juta orang turun berunjuk rasa di jalan-jalan. Mereka tidak mau usia pensiun dinaikkan dari 62 tahun ke 64 tahun. Pekerja kerah biru yang paling keras menolak karena jika UU itu berlaku, mereka harus bekerja, menguras fisik hingga usia tua. Di Asia, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol pekan lalu mengumumkan rencana menaikkan jam kerja dari 52 jam per pekan menjadi 69 jam per pekan. Pemerintah mengusulkan agar setiap perusahaan menghitung lembur secara bulanan, bahkan tahunan dengan harapan para pekerja bisa mengatur jadwal lembur masing-masing. Pemerintah mengira, metode ini memungkinkan pekerja memiliki lebih banyak waktu untuk kehidupan pribadi, pergi berlibur, dan mengasuh keluarga. Namun, Generasi Milenial dan Generasi Z yang merupakan sepertiga penduduk Korsel menolak. Mereka beralasan, jam kerja seperti itu membuat hidup tidak berkualitas. Inilah alasan semakin banyak anak muda tidak berminat memasuki bursa tenaga kerja formal.
Di Inggris dan AS, diskursusnya malah mengenai pengurangan jam kerja. Sejumlah politikus dari Faksi Demokrat di DPR AS mengajukan RUU pengurangan hari kerja dari lima hari setiap pekan menjadi empat hari. Berdasarkan data pemerintah, di AS, ada 35 juta orang yang bekerja lebih dari 40 jam per pekan dan ada 9 juta pekerja yang membanting tulang lebih dari 60 jam per pekan. Hasil kajian Huang Dinh dkk yang diterbitkan di jurnal Ilmu Sosial dan Kedokteran (SSM) menjelaskan bahwa jam kerja yang sehat adalah 39 jam per pecan, setelah menghitung bahwa di Australia, warga bekerja rata-rata 48 jam per pekan. Setelah itu, mereka tetap harus melakukan tugas-tugas domestik, terutama bagi perempuan. Oleh sebab itu, 39 jam per pekan dinilai sebagai waktu yang ideal setelah menghitung beban individu di luar kantor. ”Bagi pekerja yang tidak memiliki pilihan fight or flight, pekerjaan menjadi perangkap. Mereka tidak akan merasa aman, apalagi bahagia di kantor sehingga jangan harap ada produktivitas, apalagi kreativitas dan inovasi,” ujar Dokter Institut Kedokteran Fungsional, AS, Aarti Soorya di majalah Forbes edisi Rabu (22/3). (Yoga)
Asean Fokus Selesaikan 5 Isu Ekonomi
JAKARTA, ID- Ada lima isu prioritas dibidang ekonomi yang harus diselesaikan dilingkup Asean, yakni transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, ketahanan pangan, serta perdagangan dan investasi. Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua Asean Business Advisory Council (Asean -BAC) Arsjad Rasjid menyatakan. Lima isu prioritas tersebut berhasil dicapai dalam Asean Economic Ministers (AEM) Retreat 2023 di Magelang, Jawa Barat, pada 20-22 Maret. Melalui legacy project, Asean BAC berkomitmen untuk mengoptimalkan kawasan Asean dan mendukung tujuh Priority Econimic Deliverrables (PED). Salah satunya adalah pembentukan unit pendukung Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Ini merupakan wadah dalam melakukan aktivitas perekonomian dan dan perdagangan yang inklusif dan mampu mengakomodasi kepentingan bisnis, termasuk melakukan fasilitasi transfer teknologi dan investasi di wilayah Asean," ungkap Arsjad. (Yetede)
Asean Sahkan Prioritas Ekonomi Usulan Indonesia
JAKARTA, ID-Indonesia berhasil mendorong para menteri ekonomi Asean mengesahkan tujuh capaian prioritas ekonomi dalam pertemuan Asean Economics Ministres (AEM) Retreat Ke-29 di Kabupaten Magelang, Rabu 22/03/2023). Indonesia juga berpeluang memanfaatkan posisi ketetuaan di Asean tahun ini untukmemicu ekspor. "AEM Retreat ke-29 merupakan pertemuan pertama ditingkat menteri ekonomi Asean pada Ketetuan Indonesia di Asean tahun 2023. Pertemuan ini menjadi momentum penting karena Indonesia berhasil mendorong para menteri mengesahkan tujuh capaian prioritas ekonomi dan 48 prioritas tahunan 2023," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya, Rabu (22/03/2023). Tujuh capaian prioritas ekonomi tersebut adalah pertama, Kerangja Kerja Fasilitas Jasa Asean, dengan tujuan meningkatkan lingkup kebijakan dan peraturan yang memungkinkan penyediaan jasa di pasar regional. Kedua, penandatanganan Protokol Perubahan Kedua Pembentukan Kawasan Bebas Asean Australia-Selandia Baru (Asean-Australia-New Zealand Free Trade Agreement). (Yetede)
Dua Minggu Turbulensi Perbankan
Tiga bank Regional di AS ambruk dan UBS akhirnya setuju membeli rivalnya, Credit Suisse untuk menghindari krisis yang lebih luas menjadi penanda turbulensi perbankan selama dua minggu terakhir. Gejolak dimulai 8 Maret 2023, ketika Silvergate Bank, favorit diantara komunitas kripto mengumumkan likuidasi diri, karena beberapa kasus kripto, terutama ambruknya platform bursa FTX, yang mengakibatkan gelombang penarikan besar-besaran.
Pada 10 Maret 2023, raksasa perbankan kripto ini mengumumkan tutup. Pada malam yang sama Maret 2023, Silico Valey Bank (SVB) mengumumkan terjadi penarikan dana besar-besaran. SVB merugi US$ 1.8 Miliar penjualan portofolio obligasi yang nilainya turun akibat kenaikan suku bunga di AS. Sejauh ini, regulator belum dapat menemukan pembeli untuk SVB dan sekarang sedang mempertimbangkan untuk membubarkan bank tersebut.
First Republik Bank, anjlok valuasi sahamnya pada 9 Maret 2023 dan harga sahamnya terus jatuh sepekan berikutnya. Pada 15 MAret saham Credit Suisse, bank terbesar ke 2 di AS yang dianggap sebagai mata rantai terlemah di sector perbankan Swiss, terjun bebas. Setelah pulih pada 16 Maret 2023, saham Credit Suisse ditutup turun 8% di hari berikutnya. UBS pada Minggu (19/03) menyatakan akan membeli Credit Suisse seharga US$ 3,25 miliar dengan harapan dapat menghentikan krisis perbankan internasional yang lebih luas. Pengambil alihan ini akan menciptakan raksasa perbankan luar biasa dalam sejarah Swiss. (Yoga)









