;

Jerman Resesi

Ekonomi Yuniati Turjandini 26 May 2023 Investor Daily
Jerman Resesi

BERLIN, ID – Ekonomi Jerman jatuh ke dalam jurang resesi di awal 2023. Penyebabnya, pengeluaran rumah tangga di Jerman akhirnya menyerah terhadap tekanan inflasi yang tetap tinggi. Berdasarkan estimasi kantor statistik federal Jerman, Destatis, produk domestik bruto (PDB) turun 0,3% pada kuartal I-2023 jika disesuaikan dengan efek harga dan kalender. Catatan ini mengikuti penurunan 0,5% pada kuartal IV-2022. Sebagai informasi, resesi biasanya didefinisikan sebagai kontraksi yang terjadi dalam dua kuartal berturut-turut. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Christian Lindner pada Kamis (25/05/2023), data PDB Jerman menunjukkan sinyal yang sangat negatif. Ia juga menambahkan, apa bila membandingkan Jerman dengan negara-negara maju lainnya maka ekonomi Jerman telah kehilangan potensi pertumbuhan. “Saya tidak ingin Jerman bermain dalam liga di mana kita harus terdegradasi ke posisi terakhir,” ujarnya. IMF memperkirakan resesi pada 2023 hanya terjadi di Jerman dan Inggris di antara negara-negara Eropa. Sementara itu analis di Deka Bank Andreas Scheuerle mengatakan bahwa konsmen Jerman telah bertekuk lutut di bawah beban inflasi yang sangat besar, dan mengerek turun seluruh perekonomiannya. Tingkat konsumsi rumah tangga dilaporkan turun 1,2% dari kuartal ke kuartal setelah penyesuaian harga, musiman dan kalender. Anggaran belanja pemerintah juga turun secara signifikan sebesar 4,9% di kuartal ini. “Cuaca musim dingin yang hangat, rebound dalam aktivitas industri yang terbantu oleh pembukaan kembali pasar Tiongkok, dan pelonggaran gesekan rantai pasokan, tampaknya tidak cukup untuk mengeluarkan ekonomi Jerman dari zona bahaya resesi,” kata Carsten Brzeski, kepala makro global ING. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :