Internasional
( 1352 )Ekosistem Pertanian dan 10.000 Perusahaan Disiapkan Pemerintah
Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi
untuk mempercepat pengentasan rakyat dari kemiskinan. Dua di antaranya adalah
proyek berbasis pertanian di daerah miskin serta perluasan lapangan kerja melalui
pembukaan 10.000 perusahaan. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP
Taskin) Budiman Sudjatmiko saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Kompas,
Jakarta, Kamis (20/3), mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan sejumlah
kementerian, termasuk Kementan dan Kemensos, guna membahas strategi pengentasan
kemiskinan ekstrem serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bersama Kementan, BP Taskin akan
membangun ekosistem pertanian untuk meningkatkan produksi di 15 provinsi serta
menyiapkan 75 proyek di desa-desa termiskin di Jateng. Selain itu, BP Taskinjuga
menjalinkerja sama dengan Kemensos sebagai bagian dari upaya pengentasan rakyat
dari kemiskinan di desa-desa. ”(Kerja sama) dengan Kementan akan direalisasikan
pada awal minggu pertama setelah puasa. Kami akan membentuk memorandum of
understanding (MoU). Sementara itu, kerja sama dengan Kemensos menargetkan 900
desa termiskin di Jateng, di mana kami akan membentuk tim khusus untuk turun
langsung ke lapangan,” ujar Budiman.
Dalam proyek percontohan tersebut,
petani akan diberdayakan dalam budidaya komoditas strategis untuk memenuhi
pasokan industri hilirisasi dalam negeri ataupun menyuplai bahan baku untuk program
Makan Bergizi Gratis. Strategi lain untuk mempercepat pengentasan rakyat dari kemiskinan adalah mendorong terbentuknya 10.000 perusahaan baru
atau eksisting yang terlibat dalam rantai pasok global (global supply chain). Sebanyak
2.000 perusahaan nasional akan menjadi pemimpin pasar (leading player) dalam memasuki
pasar global. Jika setiap perusahaan nasional melibatkan rata-rata empat
perusahaan pendukung dan pemasok, total akan ada 10.000 perusahaan nasional
yang terlibat dalam rantai pasok global. (Yoga)
Alarm Darurat dari Pariwisata di Danau Toba
Banjir bandang merusak jantung
pariwisata Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut. Sudah lima hari
aktivitas pariwisata lumpuh. Bencana ekologis itu disebabkan kerusakan hutan di
hulu Danau Toba. Banjir bandang menghantam destinasi wisata, hotel, restoran,
rumah sakit, permukiman warga, dan sempat membuat jalan nasional lumpuh total.
Hingga Kamis (20/3) kawasan pariwisata Parapat masih lumpuh. Rumah makan, restoran
dan hotel belum beoperasi. Masyarakat masih sibuk membersihkan material lumpur
di dalam rumah. Jaringan Advokasi Masyarakat Sipil Sumut (Jamsu) menelusuri
penyebab banjir bandang. Jamsu, antara lain, terdiri dari Kelompok Studi dan
Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
(AMAN) Tano Batak, dan Auriga Nusantara.
”Hasil penelusuran kami, banjir
bandang disebabkan hilangnya 6.148 hektar hutan alam di hulu Parapat,” kata
Direktur Eksekutif KSPPM, Rocky Pasaribu. Banjir bandang dan longsor melanda
kawasan pariwisata Parapat, Minggu (16/3) malam. Rocky menyebut, banjir bandang
yang menghantam jantung pariwisata Danau Toba merupakan alarm darurat yang memperingatkan
kerusakan lingkungan hidup yang masif. Berdasarkan
analisis spasial dan penelitian di lapangan, kata Rocky, dalam kurun waktu 20
tahun terakhir terjadi pembukaan hutan yang signifikan di lima kecamatan
sekitar Parapat, yang merupakan lanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Bolon
Simalungun.
”Jika diakumulasi sejak 2000 hingga 2023,
kawasan ini telah kehilangan hutan alam seluas 6.148 hektar. Perubahan ini
sangat berpengaruh terhadap daya tampung air hujan dan stabilitas tanah yang
akhirnya menyebabkan bencana ekologis banjir bandang,” ungkap Rocky. Koordinator
Jamsu, Juniati Aritonang menyebut, pemerintah harus melakukan mitigasi bencana
ekologis dalam jangka pendek dan panjang. Hal yang mendesak dilakukan adalah evaluasi
tata ruang kawasan Danau Toba, terutama di wilayah rawan bencana. (Yoga)
Bermimpi Punya Lahan Pertanian Abadi
Indonesia tengah berupaya memperluas
lahan pertanian pangan berkelanjutan yang tidak boleh dialih fungsikan. Namun,
lebih dari 60 % luas lahan pertanian tengah ”sakit”. Regulasi terkait lahan itu
pun tak benar-benar mampu melindungi keabadiannya, seakan hanya mimpi, Pada 18
Maret 2025, pemerintah memutuskan 87 % lahan baku sawah (LBS) di Indonesia
menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang tidak boleh dialih
fungsikan. Hal itu merupakan salah satu keputusan rakor Kemenko Bidang Pangan
berdasarkan usulan Bappenas.
BPS serta Kementerian ATR/BPN menunjukkan,
luas LBS yang pernah mencapai 8,1 juta-8,2 juta hektar pada 2015-2017 justru
susut menjadi 7,1 juta hektar pada 2018. Kemudian, pada 2019, luas LBS itu
sedikit bertambah menjadi 7,46 juta hektar. Namun, pada 2024, luas lahan yang
dijadikan dasar kerangka sampel area padi tersebut justru berkurang menjadi
7,38 juta hektar. Dengan luasan LBS itu dan kebijakan 87 % LBS menjadi LP2B, Indonesia
bakal memiliki 6,42 juta hektar LP2B ke depan. Mimpi memiliki LP2B yang benar-benar
abadi dan berkelanjutan itu bisa tercapai, asal ada kemauan politik yang kuat
untuk menyejahterakan bangsa dengan ketahanan pangan. (Yoga)
Sarjana Jadi Sopir dan PRT akibat Badai PHK
Dunia kerja semakin menantang.
Angkatan kerja terus bertambah, tetapi lowongan kerja terbatas dengan syarat
ketat. Situasi bertambah rumit akibat badai PHK. Tak heran, sebagian pekerja
kerah putih harus banting setir ke kerah biru demi bertahan hidup. Seorang
pengguna media sosial X (dulu Twitter) mencurahkan kesedihannya dalam cuitan, beberapa
lulusan sarjana yang terkena PHK atau kontraknya tidak diperpanjang melamar pekerjaan
sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangsel,
Banten. Fenomena itu sejatinya dekat dengan keseharian warga Jabodetabek kini.
Selain PRT, banyak sarjana kini juga banting setir menjadi petugas kebersihan, pekerja
proyek, dan pekerjaan ”kerah biru” lainnya agar dapur tetap mengepul.
Secara umum, pekerjaan ”kerah biru”
hanya membutuhkan syarat pendidikan setara maksimal SMA. Sementara pekerjaan
”kerah putih” merujuk pada sarjana atau jenjang lebih tinggi dan mereka yang
memiliki keahlian tertentu (Kompas,2Juni 2024). Pergeseran pekerjaan dari ”kerah
putih” ke ”kerah biru” dialami Purnawati
(42). Lulusan diploma akuntansi ini menjadi babysitter (pengasuh anak) sejak
pandemi Covid-19. ”Sebelumnya kerja kantoran. Terus berhenti dan jadi ibu rumah
tangga, tetapi terbentur ekonomi, makanya jadi babysitter,” kata Purnawati,
Rabu (19/3). Gajinya sebagai pengasuh anak mendekati UMR Jakarta Rp 5,39 juta. Purnawati
adalah salah satu pekerja yang disalurkan PT Kasih Ibu Sejati Mulia di Mampang
Prapatan, Jaksel.
Sepanjang 2025 saja sudah ada lima
pekerja ”kerah biru” yang seharusnya bisa masuk lapangan kerja ”kerah putih.” Namun,
ketiadaan lapangan kerja dan ketatnya persaingan membuat mereka ”terlempar” ke
pekerjaan ”kerah biru”. Lima orang yang telah disalurkan PT Kasih Ibu Sejati Mulia
itu ialah 1 sopir lulusan sarjana, 1 PRT berijazah diploma, 3 pengasuh anak
lulusan diploma, dan 1 tenaga administrasi lulusan diploma. ”Setahun ke
belakang jumlah pelamar bertambah (lulusan diploma dan sarjana). Tiga bulan
terakhir ini banyak lulusan keperawatan dan guru yang tidak lagi melihat latar
belakang pendidikan sebelumnya,” tutur pengurus PT Kasih Ibu Sejati Mulia, Diki
Hermawan. (Yoga)
Terancamnya Tanaman Pangan Global
Perubahan iklim dan kenaikan suhu bumi
memengaruhi berbagai aspek penting kehidupan, termasuk pangan. Hasil penelitian
terbaru menemukan, produksi tanaman pangan global berpotensi turun tajam jika suhu
bumi meningkat hingga lebih dari 1,5 derajat celsius. Perubahan iklim, terutama
fenomena El Nino, juga berdampak signifikan pada produksi beras di Indonesia.
Perubahan iklim menyebabkan kemunduran musim tanam, kekeringan, dan potensi
gagal panen. Sebagai negara yang masih mengandalkan beras sebagai makanan
pokok, kondisi ini akan mengancam ketahanan pangan di Indonesia.
Kondisi serupa tidak hanya dialami di
Indonesia, tetapi juga negara lain meskipun makanan pokok mereka bukanlah
beras. Sebab, dampak dari perubahan iklim dan kenaikan suhu juga mengancam
sejumlah tanaman pangan yang menjadi makanan pokok dari negara tersebut. Dalam
studi yang diterbitkan di jurnal Nature Food pada 4 Maret 2025 ini disebutkan,
setengah dari produksi tanaman di wilayah lintang rendah (dekat khatulistiwa /
beriklim tropis) akan terancam karena kondisi iklim yang berubah. wilayah itu
juga akan mengalami penurunan besar dalam keanekaragaman tanaman pangan.
Sara Heikonen, peneliti yang memimpin
studi itu, menyampaikan, hilangnya keanekaragaman membuat jenis tanaman pangan
yang dibudidayakan dapat berkurang secara signifikan di daerah tertentu.
Kondisi ini akan berdampak terhadap ketahanan pangan dan menyulitkan masyarakat
dalam memperoleh sumber kalori dan protein. Peneliti memetakan, pemanasan
global akan sangat mengurangi jumlah lahan pertanian global untuk tanaman pokok
seperti beras, jagung, gandum, kentang, dan kedelai. Lima tanaman itu menyumbang
lebih dari dua pertiga asupan energi pangan dunia. (Yoga)
Usaha yang Pasti, Tanpa Pungli
Kepastian berusaha diawali saat mengurus
perizinan hingga produksi tanpa gangguan pungli dan premanisme. Tanpa
kepastian, investor enggan masuk Indonesia. Rencana bisa kacau saat perusahaan
mesti menghadapi ”biaya tak terduga” yang muncul karena ketidakpastian.
Misalnya, pengurusan izin yang tak kunjung beres tanpa kejelasan. Atau,
pemerasan dan perilaku premanisme yang menyedot sumber daya biaya dan energi
karena kegiatan produksi bisa tertunda atau terhenti. Kekacauan lain adalah
”biaya di bawah meja” atau ”biaya siluman”, seperti pungutan liar. Biaya tak
tercatat ini sulit diukur hasilnya, tetapi membebani usaha dan mengurangi biaya
produksi. Biaya-biaya tak terlihat ini, menurut salah seorang pengusaha, bisa
20 persen dari total perputaran dana per tahun (Kompas, 18/3/2025). Besar,
tetapi tak ada hasilnya alias lenyap begitu saja.
Padahal, jika digunakan untuk proses
produksi, dana tersebut bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif, diantaranya
untuk menambah mesin produksi, mempercepat proses produksi, menambah pekerja,
atau malahan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Pada akhirnya akan membantu
meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tak ada jalan lain selain membenahi
iklim bisnis di Indonesia. Tak perlu berdalih pelaku premanisme dan pungli itu
oknum. Tak perlu juga merasa jemawa dengan jumlah penduduk Indonesia yang 280
juta jiwa, yang menarik investor menjadikan Indonesia sebagai pasar. Pasar yang
besar tak akan jadi daya tarik karena tertutup bayang-bayang ketidakpastian
berusaha. Jika berbagai hambatan berinvestasi ini dibiarkan, lambat laun
investor akan enggan masuk ke Indonesia. Investasi macet. (Yoga)
Anak Muda Marah pada Korupsi
Marah pada korupsi yang menggurita di
negaranya, anak-anak muda Serbia tiada henti berunjuk rasa. Empat bulan
terakhir, Serbia diguncang unjuk rasa anak-anak muda. Unjuk rasa terbaru, terbesar
sejauh ini berlangsung pada Sabtu (15/3). Dilaporkan, 100.000 hingga 300.000
orang turun ke jalan, mulai dari ibu kota Belgrade hingga kota-kota kecil, menentang
korupsi masif di pemerintahan Serbia. Pemantik unjuk rasa besar-besaran di Serbia
adalah korupsi. Pemicunya, insiden ambruknya atap stasiun kereta di Novi Sad,
kota terbesar kedua, yang menewaskan 15 orang, November 2024, yang baru
direnovasi pada 2022, tetapi sudah ambruk dan menelan korban jiwa. Insiden itu
mengungkap adanya borok korupsi.
Setelah diguncang demonstrasi, aparat
hukum Serbia mengusut kasus stasiun Novi Sad. Sejumlah pejabat, termasuk PM
Milos Vucevic, Menhub dan Infrastruktur Tomislav Momirovi, serta penggantinya,
Milan Duric, mundur. Namun, di mata anak-anak muda pengunjuk rasa, harapan
mereka tak berhenti di situ. Mereka menginginkan perubahan menyeluruh, yang
bisa memupus kanker korupsi di Serbia. Sedemikian kuat gurita korupsi di
Serbia, segala perkara hingga urusan mencari pekerjaan tak lepas dari praktik
korupsi. Sangat bisa dimaklumi jika anak-anak muda di negara itu marah dan
menumpahkannya lewat serangkaian unjuk rasa.
Ivana, mahasiswa Universitas Novi Sad,
mengatakan, ”Ijazah saya tidak akan berguna selama korupsi dan kolusi mewabah.
Lapangan kerja terbuka bukan karena saya terampil. Saya bisa dapat kerja kalau
mau menyuap atau jadi kroni,” ujarnya (Kompas, 18/3/2025). Data Transparency
International memperlihatkan, Serbia menduduki peringkat ke-105 dari 180 negara
soal indeks persepsi korupsi. Hal ini diperburuk oleh catatan Freedom House
yang menempatkan Serbia sebagai negara dengan kebebasan terbatas dengan nilai 56 dari skala 0-100. (Yoga)
Persaingan Nike dan Adidas
Bagi sebagian orang, jika sudah menggunakan
Adidas, mereka enggan beralih ke Nike, begitu pula sebaliknya. Salah satunya
Fildaz Raeditya (33) yang selama 10 tahun setia menggunakan produk Adidas tanpa
pernah membeli merek lain. Dari berbagai produk yang pernah ia coba sebelumnya,
Adidas menjadi pilihan yang paling nyaman di kakinya, sesuai dengan selera, dan
memberikan rasa percaya diri yang lebih. ”Durability (daya tahan) Adidas luar
biasa. Total ada delapan pasang sepatu yang saya miliki. Dari yang termurah, Rp
300.000 untuk model Superstar, hingga yang termahal Rp 3 juta, yaitu Microacer,
favorit saya. Yang paling sering dipakai Adizero SL,” ujarnya, Selasa (18/3).
Menurut Didit, kesetiaannya pada
Adidas didasarkan pada konsep klasik yang ditawarkan merek tersebut. Selain
itu, beberapa seri Adidas juga menghadirkan sentuhan futuristik, bahkan menggabungkan
kedua konsep itu dalam satu desain. Yavi Diamanta. Hingga usia 30 tahun, tetap
setia pada Nike dan tak pernah beralih ke merek lain. ”Nike punya kampanye yang
luar biasa. Bold, well-crafted, dan erat dengan dunia atlet. Gue suka banget
atlet-atlet Nike. Cerita bagaimana Nike bisa merekrut Michael Jordan, misalnya,
itu gila banget. Belum lagi deretan sepatu ikonik Nike yang sudah menjadi
bagian dari kultur,” ujar Yavi. Menurut dia, model Air Jordan 1 adalah sepatu
yang tak lekang oleh waktu.
Dua koleksi lainnya yang menjadi
favoritnya adalah Nike Blazer Mid 77 dan Jordan 1 Purple Court. Dari kecil dia memang
suka dan merasa paling cocok dengan Nike, dan tidak tertarik membeli merek lain.
Persaingan merebut hati konsumen tak hanya terlihat dari cerita Yavi dan Didit.
Dua jenama, Nike dan Adidas, juga bersaing ketat berdasarkan sejumlah data.
Mengutip laporan Brand Finance, di sektor aparel atau fashion, kedua merek ini
masuk 10 besar merek dengan nilai tertinggi di dunia pada 2024. Nike, mencatat
nilai merek sebesar 29,873 miliar USD, menempati peringkat kedua. Posisi Nike
digeser Louis Vuitton dari Perancis yang kini berada di peringkat pertama
dengan nilai pasar 32,235 miliar USD.
Pada 2024, Adidas berada di peringkat
kedelapan dengan nilai pasar 14,448 miliar USD. Dengan kekuatan branding-nya
yang solid, kedua jenama ini juga mencatat pendapatan besar. Berdasarkan data
Statista yang dipublikasikan pada 14 Januari 2025, pendapatan Adidas mencapai 23,683
miliar euro pada 2024, meningkat dari tahun sebelumnya di 21,427 miliar euro.
Nike mencatat pendapatan 47,78 miliar euro pada 2024, naik dari 42,65 miliar
euro pada 2023. Pendapatan besar yang diraih Nike dan Adidas juga didukung oleh
luasnya jaringan toko ritel serta jumlah pekerja yang tersebar di seluruh
dunia. (Yoga)
Sulitnya Mendaftar Program Mudik Gratis
Kondisi ekonomi yang lesu membuat program mudik gratis bagi warga
Jakarta laris manis. Pemprov DKI Jakarta pun menambah 1.161 kuota mudik gratis
bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman, tapi warga khawatir tingginya
antusiasme membuat sebagian dari mereka tetap tidak mendapatkan kuota tersebut. Eny Faridah (31), warga Jakbar,
Selasa (18/3) mengatakan, bersiap untuk perang tiket (war ticket) mudik gratis yang
disediakan Pemprov DKI Jakarta pada gelombang dua, Rabu (19/3).Tanpa
menggunakan tiket mudik gratis, ia harus mengeluarkan ongkos Rp 3 juta untuk
dia, suami, dan anaknya, pergi pulang naik kereta api atau bus umum.
Nilai uang itu dua kali lipat dari THR yang keluarganya dapatkan. Padahal,
tahun lalu, ia baru kena PHK. Karena itulah, tiket mudik gratis sangat berharga
sekali baginya dan sekeluarga. Jika tidak mendapatkan tiket mudik gratis, Eny
mengatakan tidak akan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Ia akan melewatkan Idul
Fitri tanpa berkumpul dengan keluarga besar. Perjuangan untuk mendapat tiket
mudik gratis sudah ia lakoni sejak gelombang pertama. Ia sudah bersiap seusai
sahur, tetapi apes bagi Eny, laman pendaftaran selalu gagal dibuka. Ia
kesulitan mengakses pendaftaran kuota mudik gratis itu.
”Tulisannya masih dalam antrean terus. Semoga saya bisa mengamankan
tiket gelombang kedua. Saya takut gagal lagi,” ujar Eny. Ada 1.161 kuota
penumpang tambahan pada gelombang ini dengan 27 unit bus yang disediakan.
”Dengan ini, total kuota mudik gratis pada gelombang pertama dan kedua
mengangkut sebanyak 23.564 penumpang,” kata Kadis Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo,
Selasa (18/3). Pendaftaran mudik gratis gelombang kedua dilakukan secara daring
melalui situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id. (Yoga)
Hadirnya Pabrik Pemurnian Emas di Gresik Memperkuat Hilirisasi
Presiden Prabowo meresmikan pabrik pemurnian logam mulia atau precious
metal refinery PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jatim,
Senin (17/3). Kehadiran pabrik dengan kapasitas produksi 50 ton emas per tahun
ini diharapkan menghasilkan devisa besar dan menciptakan lapangan kerja. Pabrik
ini terletak di kompleks smelter tembaga PTFI di Gresik. Dalam prosesnya,
lumpur anoda, salah satu produk sampingan dari pengolahan konsentrat tembaga,
dimurnikan menjadi emas, perak batangan, dan sejumlah logam dalam kelompok
platinum (platinum group metals). Smelter yang diresmikan pada 2024 itu
menghasilkan 6.000 ton lumpur anoda per tahun.
Dari total kapasitas produksi 50 ton emas per tahun pada 2025, pabrik
dengan nilai investasi sebesar 630 juta USD itu diperkirakan baru akan
menghasilkan 32 ton emas karena smelter tengah dalam perbaikan. Kontrak sudah
dilakukan PTFI dengan PT Antam Tbk yang bakal menyerap 30 ton emas pada tahun
ini. Prabowo mengatakan, Indonesia ialah negara yang memiliki cadangan emas
terbesar keenam di dunia. Karena itu, berbagai penyimpangan, termasuk
penambangan ilegal dan penyelundupan emas ke luar negeri, terus diberantas.
Sebaliknya, produksi emas yang dihasilkan dengan proses yang benar terus
didorong.
Pertambangan menjadi salah satu sektor strategis yang diperkuat dalam
hilirisasi, di samping sektor-sektor lain. ”Sektor-sektor penting ini
menghasilkan devisa yang besar dan menciptakan lapangan kerja yang sangat
besar. Sumber daya mesti dikelola dengan baik, tertib, good governance, transparansi,
serta akuntabilitas,” kata Prabowo. Melalui hilirisasi, termasuk di sektor
pertambangan, Indonesia menjadi negara yang tidak menjual bahan baku ke negara lain,
tetapi barang jadi. Artinya, produk akhir yang dihasilkan memiliki nilai tambah
besar. Industri-industri turunan pun diharapkan tumbuh sehingga semakin banyak
tercipta lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









