Internasional
( 1369 )Jerman Akan Menjatah Air Panas untuk Warga
Badan Jaringan Federal Jerman meminta warga dan perusahaan untuk hemat energi dan bersiap menghadapi musim dingin di tengah kekhawatiran Rusia akan menghentikan suplai gas. Senator Jens Kerstan, seperti dikutip koran Welt am Sonntag, Sabtu (2/7) mengatakan, Pemerintah Kota Hamburg akan menjatah air panas untuk rumah tangga jika terjadi kekurangan gas akut. (Yoga)
Putin Menasionalisasi Proyek Migas Asing
Presiden Rusia Vladimir Putin menasionalisasi proyek minyak dan gas asing yang sebagian sahamnya milik investor Jepang dan Inggris. Keputusan itu dikeluarkan Putin, Kamis (30//6) malam. Putin memerintahkan pembentukan perusahaan nasional baru yang akan mengambil alih kepemilikan pada Sakhalin Energy Investment Co, yang hampir 50 % dimiliki perusahaan Inggris, Shell, serta dua perusahaan Jepang, Mitsui dan Mitsubishi. (Yoga)
Perbaikan Sistem Pertahanan Kolektif Dorong Anggota Beli Senjata Baru
Rencana perkuatan sistem pertahanan NATO di sisi timur Eropa, yang akan menjadi tembok tebal pemisah kekuatan negara-negara Barat dan Rusia, telah memancing sejumlah negara untuk bersikap waspada. Pemerintah Yunani telah mengirim surat permintaan (LoR) kepada Pemerintah AS untuk membeli satu skuadron jet tempur siluman tercanggih, F-35. Pemerintah Yunani juga berharap bisa memperoleh opsi pembelian satu skuadron pesawat yang sama seusai paket pertama selesai. PM Yunani Kyriakos Mitsotakis, di sela-sela KTT NATO di Madrid, Kamis (30/6) mengonfirmasi rencana tahap pertama pembelian satu skuadron jet tempur F-35 produksi Lockheed Martin itu.
Turki mendapat angin segar setelah keputusan Presiden Recep Tayyip Erdogan memberikan lampu hijau keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO. Presiden AS Joe Biden menyatakan, AS harus melanjutkan penjualan pesawat tempur F-16 kepada Turki. Terrence Guay, profesor bidang bisnis internasional dan Direktur Pusat Studi Bisnis Global Universitas Penn State, AS, dikutip dari laman The Conversation, mengatakan, industri persenjataan AS dipastikan akan mendominasi industri persenjataan dan perlengkapan militer global pascaperang Ukraina setidaknya selama beberapa tahun ke depan. (Yoga)
Lanjutkan Misi di Rusia- Ukraina dalam G20
Indonesia selaku Ketua G20 diharapkan terus mendorong upaya perdamaian Ukraina dan Rusia sambil meredam dampak perang antara dua negara itu pada krisis pangan dan disrupsi rantai pasok global. Setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, upaya itu perlu dilanjutkan lewat G20. Presiden Jokowi telah menyelesaikan lawatan ke dua negara yang tengah berperang itu dalam dua hari beruntun, 29-30 Juni 2022. Kunjungan, seperti terpantau dari laporan berbagai media internasional, mendapat perhatian dunia. ”Sebagai pemegang Presidensi G20, upaya Indonesia diharapkan tak berhenti pada kunjungan ini, tetapi juga melakukan terobosan konkret untuk mengatasi dampak perang melalui G20,” kata Andrew Matong, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Laman media The Wall Street Journal, menyebutkan kunjungan pertama pemimpin Asia ke Ukraina-Rusia sejak invasi Rusia, 24 Februari 2022, itu sebagai ”simbol upaya dari kelompok luas negara-negara berkembang guna menghindari mengkritik Rusia terang-terangan atau memihak salah satu kubu”. Kantor berita AFP, dalam laporan, Jumat(1/7) menggambarkan peran Presiden Jokowi yang menjadi penyambung pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada Presiden Rusia Vladimir Putin membuka kemungkinan cairnya hubungan Barat-Rusia. Hal ini berlangsung di tengah kondisi hubungan Barat-Rusia, yang menurut deskripsi Menlu Rusia Sergey Lavrov, menyerupai ”kembali tertutupnya Tirai Besi”. (Yoga)
RI Jembatani Komunikasi Rusia-Ukraina
Sebagai mitra bagi Rusia dan Ukraina, Indonesia hendak menjadi jembatan komunikasi bagi kedua negara yang tengah berperang, hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (30/6) di Moskwa. Menurut Presiden Jokowi, meskipun situasi saat ini sangat sulit, penyelesaian damai tetap penting untuk terus dikedepankan dan ruang-ruang dialog terus dibuka. ”Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi di antara kedua pemimpin tersebut,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Presiden Putin memberi jaminan pada kelancaran pasokan bahan makanan dan pupuk. Kedua komoditas sangat penting bagi ketahanan pangan global. Tanpa pasokan gandum dan pupuk, baik dari Ukraina maupun Rusia, rantai pasok global terganggu dan berdampak serius pada kecukupan pangan. Presiden Jokowi menegaskan, apabila pasokan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan ratusan juta warga, tetapi juga miliaran penduduk Bumi. (Yoga)
G7 Janji Bantu Atasi Krisis Pangan Global
Kelompok tujuh negara terkaya di
dunia atau G7 menjanjikan tambahan dana 4,5 miliar USD untuk mengatasi risiko
krisis pangan global. Mereka juga meminta agar tidak ada negara ataupun
korporasi yang menumpuk pasokan pangan. Pada saat yang sama harus ada solusi untuk
perkara ditutupnya Laut Hitam sehingga ekspor komoditas pangan dari Rusia dan
Ukraina terhalang. Hal itu dibahas dalam KTT G7 di Elmau, Jerman, Selasa (28/6),
dimana Presiden Indonesia Jokowi turut hadir sebagai tamu dalam KTT itu.
Uni Eropa mengemukakan usulan untuk meningkatkan produksi pupuk di Afrika agar tidak tergantung impor dari wilayah lain. Usulan ini diterima oleh G7, yang juga menambahkan agar ada bantuan untuk menaikkan produksi pangan di negara-negara yang berisiko terdampak krisis. (Yoga)
Menguatkan Kembali Relasi Penghuni Bumi
Perubahan besar telah terjadi di Bumi. Platform digital global menciptakan gelembung informasi. Pandemi dan perang membatasi gerak orang dan barang. Dunia yang kian menyatu tak berbatas, kini menjadi penuh sekat. Banyak ahli memprediksi situasi ini akan membalikkan arah globalisasi dan jadi pertanda awal terjadinya deglobalisasi. Sampul majalah The Economist pun memberi judul ”Reinventing Globalisation”. Virus SARS-CoV-2 dan berbagai variannya semakin memutus interaksi penghuni Bumi. Pembatasan sosial berskala besar bahkan memutus interaksi fisik. Interaksi sosial menjadi terbatas dan berjarak. Pertemuan tatap muka berganti tatap layar. Perang Ukraina-Rusia yang diikuti pemberian sanksi ekonomi oleh negara-negara sekutu AS lebih memutus lagi relasi warga Bumi. Tidak hanya membatasi mobilitas orang, tetapi juga barang, bahkan peredaran uang.
Menghubungkan kembali relasi manusia di Bumi menjadi tugas utama ke depan. No one safe until everyone is. Semua manusia di Bumi hendaknya kembali terhubung dan bersinergi. Keselarasan bahkan perlu dibangun tidak saja antar sesama, tetapi juga dengan alam dan binatang yang juga menghuni Bumi. Gordon Allport, ahli psikologi AS, menjelaskan arti pentingnya kontak dalam membangun peradaban. Kisah pertemuan dua bersaudara kembar identik, Constand dan Abraham Viljoen, dengan Nelson Mandela, yang berhasil mencegah perang saudara jelang pemilu multirasial di Afrika Selatan, menjadi bukti betapa penting sebuah kontak. HUT Ke-57 Kompas mengangkat tema rekoneksi. Dengan saling terhubung, kita, bangsa, dan dunia akan jadi lebih baik. (Yoga)
Mendekat ke AS, Merangkul China
Saat menerima kunjungan sejumlah media dari Indonesia bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, 31 Mei 2022, Direktur Perencanaan Kebijakan Biro Perencanaan Kebijakan Kemenlu Korsel Park Chi-young menyampaikan bahwa visi kebijakan luar negeri pemerintahan baru Korsel adalah menjadi negara poros utama (global pivotal state) yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan, perdamaian, dan kemakmuran. Terkait AS, seperti disampaikan selama kampanye, ujar Park, Yoon akan memperkuat aliansi Korsel-AS. Dalam KTT Korsel-AS di Seoul, 21 Mei 2022, Presiden Yoon dan Presiden AS Joe Biden sepakat memperkuat hubungan kedua negara menjadi aliansi strategis komprehensif global.
Park Chi-young menyatakan, di era ketika ekonomi dan keamanan tidak bisa dipisahkan, Korsel dan AS akan memperluas kerja sama teknologi. Di antaranya bidang semikonduktor, cip, baterai, energi nuklir, teknologi luar angkasa, dan keamanan siber. Soal China, ujarnya, Korsel menghendaki hubungan masa depan yang sehat dan matang berbasis pada saling menghormati kepentingan dan kebijakan masing-masing. Dalam konferensi virtual, Menlu Park dan Menlu China Wang Yi menekankan, kedua negara harus mencari kepentingan bersama sambil tetap menghargai visi dan nilai masing-masing. Korsel mengelola hubungan yang erat dengan AS dan pada saat yang sama merangkul China, dimungkinkan karena ada ruang dalam politik luar negeri untuk menjalani keduanya.
Kepala Pusat Studi ASEAuN-India pada Korea National Diplomatic Academy Kemenlu Korsel Wongi Choe berpendapat, Presiden Yoon ingin mengubah itu semua. Tidak mau hanya fokus dengan dialog hubungan antar-Korea, ia ingin memperkuat hubungan dengan AS, memulihkan hubungan dengan Jepang, dan merespons tegas setiap ancaman nuklir dan rudal dari Korut. Peneliti politik internasional di Pusat Riset Politik BRIN, Nanto Sriyanto, berpendapat, arah politik luar negeri Korsel tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik dan geoekonomi di Semenanjung Korea. Di tengah keinginan untuk membangkitkan perekonomian, Korsel tetap menanggung beban faktor keamanan. Meski aktivitas ekonomi Korsel-China dominan, aliansi dengan AS perlu dijaga. (Yoga)
NFT, Peluang Menggiurkan bagi Bisnis Jurnalisme
Survei yang dilakukan Reuters Institute di sejumlah negara mengungkap fenomena turunnya jumlah pembaca media cetak akibat pandemi. Riset Reuters Institute dan Universitas Oxford itu juga mengungkap ada pergeseran perspektif tentang sumber pendapatan perusahaan bagi media. Survei dilakukan di 43 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan, ada lima sumber pendapatan yang diandalkan perusahaan media, yaitu dari pengiklan, pelanggan, penyelenggaraan acara, e-dagang, dan donatur. Sayangnya, kelimanya menunjukkan tren penurunan, (Kompas, 5/1).
Gambaran situasi pelik bisnis media ini akhirnya mendorong media-media asing untuk berinovasi menciptakan sekoci baru sumber penghasilan. Koran lama The New York Times (NYT) di AS pada 2021 mengubah salah satu kolomnya menjadi non-fungible token (NFT). Seorang pengisi kolom teknologi di NYT Kevin Roose mengatakan bergabungnya jurnalis dalam hiruk-pikuk NFT merupakan sebuah keniscayaan. The Times merupakan media massa pertama yang ikut mengeksplorasi kegunaan NFT, pembelian menggunakan mata uang digital ethereum (ETH).
Adapun, majalah Time juga sudah mencetak dan sedang dalam proses menjual tiga sampul majalahnya dalam bentuk NFT. Kantor berita Associated Press (AP) yang berpusat di New York, AS, juga menjual koleksi foto yang pernah diambil selama 175 tahun bersejarah. Koleksi foto, mulai dari foto luar angkasa, iklim, perang, hingga sejumlah karya terkenal dari fotografer AP telah dirilis sejak awal Januari 2022. Hasil penjualan koleksi foto bersejarah itu akan di gunakan kembali untuk mendanai kegiatan jurnalismenya. (Yoga)
Dunia Ulurkan Tangan untuk Afghanistan
Sejumlah negara mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Afghanistan. Di luar isu Taliban, persoalan kemanusiaan jadi perhatian utama saat Afghanistan diempas bencana. Setidaknya hingga saat ini lebih dari 1.000 orang dikabarkan tewas akibat gempa itu. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Kamis (23/6), menyatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar satu juta USD atau Rp 14,8 miliar. Pemerintah Jepang juga bakal memberikan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Seiji Kihara mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, pihaknya sedang mengoordinasikan langkah-langkah untuk memberikan dukungan kebutuhan segera ke Afghanistan. Jepang sedang mendiskusikan dan menganalisis kebutuhan lokal di lokasi bencana.
Sebelumnya, PBB menyatakan Program Pangan Dunia (WFP) mengirim makanan dan peralatan logistik ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan tujuan awalnya mendukung 3.000 rumah tangga. ”Rakyat Afghanistan sudah menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul konflik selama beberapa dekade, kekeringan parah, dan perekonomian. Gempa bumi hanya akan menambah kebutuhan kemanusiaan yang sudah sangat besar yang mereka tanggung setiap hari,” kata Gordon Craig, Wakil Direktur Negara WFP di Afghanistan. AS juga bergerak membantu melalui lembaga bantuan internasional mereka, USAID, dan entitas pemerintah federal lainnya. Jake Sullivan, salah satu penasihat keamanan nasional pemerintahan Presiden Joe Biden, mengungkapkan, AS berkomitmen untuk melanjutkan dukungannya kepada rakyat Afghanistan. (Yoga)









