Internasional
( 1352 )Menguatkan Kembali Relasi Penghuni Bumi
Perubahan besar telah terjadi di Bumi. Platform digital global menciptakan gelembung informasi. Pandemi dan perang membatasi gerak orang dan barang. Dunia yang kian menyatu tak berbatas, kini menjadi penuh sekat. Banyak ahli memprediksi situasi ini akan membalikkan arah globalisasi dan jadi pertanda awal terjadinya deglobalisasi. Sampul majalah The Economist pun memberi judul ”Reinventing Globalisation”. Virus SARS-CoV-2 dan berbagai variannya semakin memutus interaksi penghuni Bumi. Pembatasan sosial berskala besar bahkan memutus interaksi fisik. Interaksi sosial menjadi terbatas dan berjarak. Pertemuan tatap muka berganti tatap layar. Perang Ukraina-Rusia yang diikuti pemberian sanksi ekonomi oleh negara-negara sekutu AS lebih memutus lagi relasi warga Bumi. Tidak hanya membatasi mobilitas orang, tetapi juga barang, bahkan peredaran uang.
Menghubungkan kembali relasi manusia di Bumi menjadi tugas utama ke depan. No one safe until everyone is. Semua manusia di Bumi hendaknya kembali terhubung dan bersinergi. Keselarasan bahkan perlu dibangun tidak saja antar sesama, tetapi juga dengan alam dan binatang yang juga menghuni Bumi. Gordon Allport, ahli psikologi AS, menjelaskan arti pentingnya kontak dalam membangun peradaban. Kisah pertemuan dua bersaudara kembar identik, Constand dan Abraham Viljoen, dengan Nelson Mandela, yang berhasil mencegah perang saudara jelang pemilu multirasial di Afrika Selatan, menjadi bukti betapa penting sebuah kontak. HUT Ke-57 Kompas mengangkat tema rekoneksi. Dengan saling terhubung, kita, bangsa, dan dunia akan jadi lebih baik. (Yoga)
Mendekat ke AS, Merangkul China
Saat menerima kunjungan sejumlah media dari Indonesia bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, 31 Mei 2022, Direktur Perencanaan Kebijakan Biro Perencanaan Kebijakan Kemenlu Korsel Park Chi-young menyampaikan bahwa visi kebijakan luar negeri pemerintahan baru Korsel adalah menjadi negara poros utama (global pivotal state) yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan, perdamaian, dan kemakmuran. Terkait AS, seperti disampaikan selama kampanye, ujar Park, Yoon akan memperkuat aliansi Korsel-AS. Dalam KTT Korsel-AS di Seoul, 21 Mei 2022, Presiden Yoon dan Presiden AS Joe Biden sepakat memperkuat hubungan kedua negara menjadi aliansi strategis komprehensif global.
Park Chi-young menyatakan, di era ketika ekonomi dan keamanan tidak bisa dipisahkan, Korsel dan AS akan memperluas kerja sama teknologi. Di antaranya bidang semikonduktor, cip, baterai, energi nuklir, teknologi luar angkasa, dan keamanan siber. Soal China, ujarnya, Korsel menghendaki hubungan masa depan yang sehat dan matang berbasis pada saling menghormati kepentingan dan kebijakan masing-masing. Dalam konferensi virtual, Menlu Park dan Menlu China Wang Yi menekankan, kedua negara harus mencari kepentingan bersama sambil tetap menghargai visi dan nilai masing-masing. Korsel mengelola hubungan yang erat dengan AS dan pada saat yang sama merangkul China, dimungkinkan karena ada ruang dalam politik luar negeri untuk menjalani keduanya.
Kepala Pusat Studi ASEAuN-India pada Korea National Diplomatic Academy Kemenlu Korsel Wongi Choe berpendapat, Presiden Yoon ingin mengubah itu semua. Tidak mau hanya fokus dengan dialog hubungan antar-Korea, ia ingin memperkuat hubungan dengan AS, memulihkan hubungan dengan Jepang, dan merespons tegas setiap ancaman nuklir dan rudal dari Korut. Peneliti politik internasional di Pusat Riset Politik BRIN, Nanto Sriyanto, berpendapat, arah politik luar negeri Korsel tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik dan geoekonomi di Semenanjung Korea. Di tengah keinginan untuk membangkitkan perekonomian, Korsel tetap menanggung beban faktor keamanan. Meski aktivitas ekonomi Korsel-China dominan, aliansi dengan AS perlu dijaga. (Yoga)
NFT, Peluang Menggiurkan bagi Bisnis Jurnalisme
Survei yang dilakukan Reuters Institute di sejumlah negara mengungkap fenomena turunnya jumlah pembaca media cetak akibat pandemi. Riset Reuters Institute dan Universitas Oxford itu juga mengungkap ada pergeseran perspektif tentang sumber pendapatan perusahaan bagi media. Survei dilakukan di 43 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan, ada lima sumber pendapatan yang diandalkan perusahaan media, yaitu dari pengiklan, pelanggan, penyelenggaraan acara, e-dagang, dan donatur. Sayangnya, kelimanya menunjukkan tren penurunan, (Kompas, 5/1).
Gambaran situasi pelik bisnis media ini akhirnya mendorong media-media asing untuk berinovasi menciptakan sekoci baru sumber penghasilan. Koran lama The New York Times (NYT) di AS pada 2021 mengubah salah satu kolomnya menjadi non-fungible token (NFT). Seorang pengisi kolom teknologi di NYT Kevin Roose mengatakan bergabungnya jurnalis dalam hiruk-pikuk NFT merupakan sebuah keniscayaan. The Times merupakan media massa pertama yang ikut mengeksplorasi kegunaan NFT, pembelian menggunakan mata uang digital ethereum (ETH).
Adapun, majalah Time juga sudah mencetak dan sedang dalam proses menjual tiga sampul majalahnya dalam bentuk NFT. Kantor berita Associated Press (AP) yang berpusat di New York, AS, juga menjual koleksi foto yang pernah diambil selama 175 tahun bersejarah. Koleksi foto, mulai dari foto luar angkasa, iklim, perang, hingga sejumlah karya terkenal dari fotografer AP telah dirilis sejak awal Januari 2022. Hasil penjualan koleksi foto bersejarah itu akan di gunakan kembali untuk mendanai kegiatan jurnalismenya. (Yoga)
Dunia Ulurkan Tangan untuk Afghanistan
Sejumlah negara mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Afghanistan. Di luar isu Taliban, persoalan kemanusiaan jadi perhatian utama saat Afghanistan diempas bencana. Setidaknya hingga saat ini lebih dari 1.000 orang dikabarkan tewas akibat gempa itu. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Kamis (23/6), menyatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar satu juta USD atau Rp 14,8 miliar. Pemerintah Jepang juga bakal memberikan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Seiji Kihara mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, pihaknya sedang mengoordinasikan langkah-langkah untuk memberikan dukungan kebutuhan segera ke Afghanistan. Jepang sedang mendiskusikan dan menganalisis kebutuhan lokal di lokasi bencana.
Sebelumnya, PBB menyatakan Program Pangan Dunia (WFP) mengirim makanan dan peralatan logistik ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan tujuan awalnya mendukung 3.000 rumah tangga. ”Rakyat Afghanistan sudah menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul konflik selama beberapa dekade, kekeringan parah, dan perekonomian. Gempa bumi hanya akan menambah kebutuhan kemanusiaan yang sudah sangat besar yang mereka tanggung setiap hari,” kata Gordon Craig, Wakil Direktur Negara WFP di Afghanistan. AS juga bergerak membantu melalui lembaga bantuan internasional mereka, USAID, dan entitas pemerintah federal lainnya. Jake Sullivan, salah satu penasihat keamanan nasional pemerintahan Presiden Joe Biden, mengungkapkan, AS berkomitmen untuk melanjutkan dukungannya kepada rakyat Afghanistan. (Yoga)
KEPUTUSAN POLITIK VS LOGIKA EKONOMI
Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai hampir empat bulan lalu, Eropa menghujani Rusia dengan berbagai sanksi. Ekonomi Rusia mulai goyah ditambah biaya perang yang tidak sedikit dan mencekik. Di tengah rasa sesak itu, China hadir sebagai sahabat dengan meningkatkan pembelian minyak. Kedua negara saat ini menjadi sorotan Barat karena aksi saling dukung dalam berbagai situasi. Meski demikian, China tetap merekomendasikan Rusia untuk berdialog dengan Ukraina. Presiden China Jinping menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (15/6/2022). Dalam kesempatan itu, Xi mengatakan pada Putin bahwa China mendukung dan memperkuat koordinasi strategis dengan Rusia terkait isu kedaulatan dan keamanan. Percakapan di saluran telepon itu merupakan yang kedua sejak Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022 China melihat negara-negara Barat, Uni Eropa (UE), dan Amerika Serikat (AS), menghujani Moskwa dengan berbagai sanksi, mulai dari larangan impor termasuk gas dan minyak. Sanksi ini bertujuan mencekik perekonomian Rusia. Harapannya, ekonomi yang sulit akan membuat pendanaan operasi militer Rusia di Ukraina menjadi tersendat. (Yetede)
Rusia Kurangi Pasokan Gas, Eropa Mulai Resah
Pemimpin dan warga di Eropa mulai ketar-ketir menghadapi kemungkinan krisis ekonomi, energi, dan politik yang datang bersamaan pada musim dingin mendatang. Raksasa energi Rusia, Gazprom, pekan lalu, telah memangkas hingga separuh atau lebih pasokan gas ke lima negara Uni Eropa, termasuk Jerman. Negara dengan postur ekonomi terkuat di UE itu sangat bergantung pada gas Rusia untuk pembangkitan tenaga listrik dan industri listrik. Gazprom memangkas 60 % pasokan gas dari Rusia ke Jerman, yang selama ini dialirkan lewat pipa Nord Stream 1. Perusahaan raksasa energi Rusia itu juga memangkas separuh pasokan untuk Italia. Selain itu, Austria, Ceko, dan Slowakia juga mengalami penurunan pasokan.
Sebelumnya, Rusia menutup aliran gas ke Polandia, Bulgaria, Denmark, Finlandia, Perancis, dan Belanda. Awalnya hal itu dianggap sepele. Polandia, misalnya, secara bertahap menyetop gas Rusia sejak akhir tahun lalu. Beberapa negara lain bahkan sudah menemukan pasokan alternatif. Di sisi lain, langkah Gazprom itu membuat harga gas alam naik tajam menjelang musim dingin. Kenaikan itu berdampak positif berupa peningkatan pendapatan Rusia. Strategi itu juga memberi tekanan lebih berat pada Eropa. Seiring itu, penghentian total bisa membuat harga gas melonjak ke angka rekor 206 euro (sekitar Rp 3,2 juta) per megawattjam mulai 7 Maret, yang selanjutnya memicu inflasi. (Yoga)
Ancaman Resesi AS Menekan Perusahaan Indonesia
Ancaman resesi menghantui perekonomian Amerika Serikat (AS). Kondisi ini berpotensi menekan perusahaan asal Indonesia yang punya eksposur ekspor cukup besar, terutama ke pasar AS.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan, ekspor Indonesia ke AS berpotensi turun. Di saat yang sama, investasi dari Negeri Paman Sam bakal menyusut. Sektor yang berpotensi terdampak signifikan adalah sektor tekstil yang berorientasi ekspor. Negara-negara di dunia juga berlomba mengerek suku bunga yang pada gilirannya menekan operasional negara.
WHO: Persepsi Pandemi Covid-19 Telah Usai Salah Arah
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhonam Ghebreyesus mengatakan, persepsi bahwa pandemi Covid-19 telah selesai adalah penyataan yang salah arah. "Dibanyak negara, semua pembatasan sekarang telah dicabut dan kehidupan terlihat seperti sebelum pandemi Covid-19. Tentu saja ada kemajuan, tetapi persepsi bahwa pandemi, meskipun dapat dimengerti tetapi salah arah," kata Tedros. Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 1st HMM 2022 merupakan langkah besar G-20 untuk memperkuat arsitektur kesehatan agar dunia lebih siap menghadapi ancaman kesehatan global di masa lalu. Tiga agenda yang dimaksud diantaranya, memperkuat ketahanan sistem kesehatan global, dengan target capaian ketersediaan sumber daya keuangan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon pandemi. Agenda kedua adalah menyelaraskan standar protokol kesehatan global melalui kesepakatan sertifikat vaksin yang diakui bersama di titik masuk setiap negara. (Yetede)
Kepulauan Solomon, Dari Stadion Olahraga hingga Iklim
Kepulauan Solomon menandatangani pakta keamanan komprehensif dengan China, Maret 2022. Guna memuluskannya, China sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama ekonomi dengan Kepulauan Solomon dan berjanji terus meningkatkannya. Ini kabar buruk bagi AS, Australia, dan negara sekutu. Australia dan negara-negara Barat berkepentingan membendung China. Pertarungan hegemoni di antara kedua kubu menjadi lakon politik internasional dalam minimal satu dekade kedepan. Pasifik menjadi salah satu medan kompetisinya. Tak mau kecolongan lagi, Australia, Selandia Baru, dan AS berusaha mendekati Pemerintah Kepulauan Solomon. Mereka menawarkan berbagai kerja sama yang harapannya mampu melampaui tawaran China. Baik China maupun Australia sama-sama menjanjikan berbagai proyek pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.
Merespons kritik dari Australia, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan, negaranya memiliki hak untuk bekerja sama dengan pihak mana pun. Kepulauan Solomon bebas bermitra dengan setiap pihak yang menawarkan keuntungan. Dilansir dari surat kabar nasional China, Global Times, kerja sama dengan negara-negara Pasifik penting bagi China. Presiden China Xi Jinping menginginkan militer China bisa bebas beredar di dunia untuk mengawal kapal-kapal niaga yang berlayar di zona ekonomi eksklusif ataupun mengawal keamanan proyek-proyek strategis di mancanegara. China memiliki beberapa proyek kerja sama di negara-negara pulau Pasifik. Salah satunya adalah pembangunan stadion olahraga paling mewah di Kepulauan Pasifik dan akan segera diresmikan untuk Pacific Games 2023. Ada pula kerja sama di sektor pertanian untuk menanam padi dan pakan ternak varietas unggul.
”Patut dipahami, berbagai pakta pertahanan ini merupakan landasan legal China untuk bisa terlibat dalam isu dalam negeri negara-negara lain. Tidak secara kasatmata, tetapi melalui berbagai pengaruh yang bisa menggiring pemerintah lokal,” kata Wu Qiang, pengamat politik independen di Beijing, saat berbicara dengan media ABC Australia. Surat kabar Solomon Times, Rabu (15/6/2022), melaporkan, Komisioner Tinggi Australia Lachlan Strahan berbicara dengan Sekretaris PM Sogavare, Jimmie Rodgers, di Honiara. Australia mencanangkan proyek Program Infrastruktur Kepulauan Solomon (SIIP). Menurut rencana, program ini berlangsung selama sepuluh tahun dengan nilai total investasi 1,5 miliar dollar Australia atau Rp 15,53 triliun. Sementara Menlu Australia Penny Wong, Kamis (16/6), terbang ke Honiara. Ia membawa misi diplomasi berbasis penanganan krisis iklim. (Yoga)
Mewaspadai Gelembung Inflasi
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pekan lalu melaporkan lonjakan angka inflasi pada periode Mei 2022. Indeks harga konsumen tercatat meroket sebesar 8,6%, tertinggi sejak 40 tahun terakhir. Penyebab inflasi AS naik karena lonjakan tarif listrik dan beberapa sektor yang bersumber dari energi sebesar 3,9%. Sementara itu, harga bensin melompat 4,1% dan biaya makanan naik 1,2%. Dampak lainnya, kenaikan harga beli rumah, biaya sewa rumah/apartemen, dan ongkos perawatan medis. Lonjakan harga tersebut, secara tidak langsung dipicu oleh perang Rusia vs Ukraina yang terjadi sejak akhir Februari 2022. Perang di kawasan Eropa Timur itu, sejatinya terjadi karena campur tangan AS dengan berada di kubu Ukraina bersama NATO. Akibatnya, semua negara terimbas perang—termasuk AS dan sekutunya, karena dua negara itu sebagai produsen migas serta bahan baku industri terbesar dunia.
Dampak lanjutan yang tengah ditunggu pelaku pasar adalah respons The Federal Reverse (The Fed). Inflasi menjadi penentu utama arah kebijakan moneter bank sentral seluruh dunia. Penaikan suku bunga acuan bertujuan untuk menurunkan kenaikan harga secara cepat. Secara teori, dengan kenaikan suku bunga akan memicu orang atau lembaga keuangan menyimpan dananya di perbankan. Padahal, The Fed baru saja mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada awal Mei lalu. Kenaikan suku bunga tertinggi dalam dua dekade terakhir.









