Kepulauan Solomon, Dari Stadion Olahraga hingga Iklim
Kepulauan Solomon menandatangani pakta keamanan komprehensif dengan China, Maret 2022. Guna memuluskannya, China sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama ekonomi dengan Kepulauan Solomon dan berjanji terus meningkatkannya. Ini kabar buruk bagi AS, Australia, dan negara sekutu. Australia dan negara-negara Barat berkepentingan membendung China. Pertarungan hegemoni di antara kedua kubu menjadi lakon politik internasional dalam minimal satu dekade kedepan. Pasifik menjadi salah satu medan kompetisinya. Tak mau kecolongan lagi, Australia, Selandia Baru, dan AS berusaha mendekati Pemerintah Kepulauan Solomon. Mereka menawarkan berbagai kerja sama yang harapannya mampu melampaui tawaran China. Baik China maupun Australia sama-sama menjanjikan berbagai proyek pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.
Merespons kritik dari Australia, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan, negaranya memiliki hak untuk bekerja sama dengan pihak mana pun. Kepulauan Solomon bebas bermitra dengan setiap pihak yang menawarkan keuntungan. Dilansir dari surat kabar nasional China, Global Times, kerja sama dengan negara-negara Pasifik penting bagi China. Presiden China Xi Jinping menginginkan militer China bisa bebas beredar di dunia untuk mengawal kapal-kapal niaga yang berlayar di zona ekonomi eksklusif ataupun mengawal keamanan proyek-proyek strategis di mancanegara. China memiliki beberapa proyek kerja sama di negara-negara pulau Pasifik. Salah satunya adalah pembangunan stadion olahraga paling mewah di Kepulauan Pasifik dan akan segera diresmikan untuk Pacific Games 2023. Ada pula kerja sama di sektor pertanian untuk menanam padi dan pakan ternak varietas unggul.
”Patut dipahami, berbagai pakta pertahanan ini merupakan landasan legal China untuk bisa terlibat dalam isu dalam negeri negara-negara lain. Tidak secara kasatmata, tetapi melalui berbagai pengaruh yang bisa menggiring pemerintah lokal,” kata Wu Qiang, pengamat politik independen di Beijing, saat berbicara dengan media ABC Australia. Surat kabar Solomon Times, Rabu (15/6/2022), melaporkan, Komisioner Tinggi Australia Lachlan Strahan berbicara dengan Sekretaris PM Sogavare, Jimmie Rodgers, di Honiara. Australia mencanangkan proyek Program Infrastruktur Kepulauan Solomon (SIIP). Menurut rencana, program ini berlangsung selama sepuluh tahun dengan nilai total investasi 1,5 miliar dollar Australia atau Rp 15,53 triliun. Sementara Menlu Australia Penny Wong, Kamis (16/6), terbang ke Honiara. Ia membawa misi diplomasi berbasis penanganan krisis iklim. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Perdagangan AS-China
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023