Mendekat ke AS, Merangkul China
Saat menerima kunjungan sejumlah media dari Indonesia bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, 31 Mei 2022, Direktur Perencanaan Kebijakan Biro Perencanaan Kebijakan Kemenlu Korsel Park Chi-young menyampaikan bahwa visi kebijakan luar negeri pemerintahan baru Korsel adalah menjadi negara poros utama (global pivotal state) yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan, perdamaian, dan kemakmuran. Terkait AS, seperti disampaikan selama kampanye, ujar Park, Yoon akan memperkuat aliansi Korsel-AS. Dalam KTT Korsel-AS di Seoul, 21 Mei 2022, Presiden Yoon dan Presiden AS Joe Biden sepakat memperkuat hubungan kedua negara menjadi aliansi strategis komprehensif global.
Park Chi-young menyatakan, di era ketika ekonomi dan keamanan tidak bisa dipisahkan, Korsel dan AS akan memperluas kerja sama teknologi. Di antaranya bidang semikonduktor, cip, baterai, energi nuklir, teknologi luar angkasa, dan keamanan siber. Soal China, ujarnya, Korsel menghendaki hubungan masa depan yang sehat dan matang berbasis pada saling menghormati kepentingan dan kebijakan masing-masing. Dalam konferensi virtual, Menlu Park dan Menlu China Wang Yi menekankan, kedua negara harus mencari kepentingan bersama sambil tetap menghargai visi dan nilai masing-masing. Korsel mengelola hubungan yang erat dengan AS dan pada saat yang sama merangkul China, dimungkinkan karena ada ruang dalam politik luar negeri untuk menjalani keduanya.
Kepala Pusat Studi ASEAuN-India pada Korea National Diplomatic Academy Kemenlu Korsel Wongi Choe berpendapat, Presiden Yoon ingin mengubah itu semua. Tidak mau hanya fokus dengan dialog hubungan antar-Korea, ia ingin memperkuat hubungan dengan AS, memulihkan hubungan dengan Jepang, dan merespons tegas setiap ancaman nuklir dan rudal dari Korut. Peneliti politik internasional di Pusat Riset Politik BRIN, Nanto Sriyanto, berpendapat, arah politik luar negeri Korsel tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik dan geoekonomi di Semenanjung Korea. Di tengah keinginan untuk membangkitkan perekonomian, Korsel tetap menanggung beban faktor keamanan. Meski aktivitas ekonomi Korsel-China dominan, aliansi dengan AS perlu dijaga. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023