Keuangan
( 1023 )Telkomsel Gandeng Kredivo
PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menggandeng PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) untuk mengembangkan usaha paylater. Kerjasama ini akan memungkinkan seluruh pelanggan Telkomsel untuk menggunakan fitur paylater. CEO Kredivo Indonesia Umang Rustagi menyebutkan kerjasama ini membawa target mereka melayani 10 juta pengguna bisa terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
PasarPolis Gandeng IKEA
Insurtech PasarPolis terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna terus memperluas penetrasi asuransi. Kali ini, PasarPolis menggandeng IKEA Indonesia. Pelanggan IKEA Indonesia berkesempatan memperoleh perlindungan akan produk-produk furnitur melalui furniture protection PasarPolis yang dapat diakses di seluruh gerai offline IKEA Indonesia.
SEKTOR KEUANGAN, Konflik Rusia-Ukraina Jadi Sumber Risiko Tertinggi
Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina menjadi sumber risiko tertinggi yang berpotensi menimbulkan guncangan stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Konflik itu bisa memengaruhi banyak aspek ekonomi mulai dari perdagangan, tingkat inflasi, hingga berujung pada guncangan sistem keuangan yang melemahkan pemulihan ekonomi. Pada diskusi ”Bauran Kebijakan Nasional di Tengah Dinamika Ekonomi Global, Dampak Ketegangan Geopolitik dan Tantangan Scarring Effect”, Jumat (13/5) Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Yati Kurniati mengemukakan, survei yang dilakukan BI pada Maret-April 2022 menempatkan aspek konflik geopolitik pada posisi nomor satu sebagai sumber risiko utama yang rentan mengguncang sistem keuangan. Berikutnya, inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga acuan yang dilakukan Bank Sentral AS (The Federal Reserve) berada pada posisi kedua dan ketiga.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, kebijakan moneter BI tahun ini fokus pada upaya menjaga kestabilan sistem keuangan. Adapun bauran kebijakan BI lainnya diarahkan untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Ditambahkan oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, BI terus berkoordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. (Yoga)
EKSPANSI PASAR : Kiprah BSI di Timur Tengah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mulai menancapkan bisnis dan penetrasi layanan di Timur Tengah seiring adanya kerja sama dengan konglomerasi dan perusahaan rintisan internasional di Dubai, Uni Emirat Arab. Ekspansi bisnis dan layanan BSI di UEA tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama (memorandum of understanding/MoU) antara perusahaan dengan Lulu Hypermart Indonesia sebagai jaringan dari Lulu Hypermart Global, jaringan pemasaran ritel di Timur Tengah dan perusahaan teknologi finansial Berrypay di Dubai, Jumat (13/5). Dalam kesempatan yang sama, BSI menghadirkan kantor perwakilan (representative office) BSI di Dubai.
Sea Ltd Incar Bisnis Asuransi Umum
Sea Ltd induk usaha e-commerce Shopee semakin menancapkan kukunya di industri keuangan dalam negeri. Untuk menguatkan ekosistemnya yang kini terdiri dari e-commerce, bank, dan fintech, Sea kini mengincar perusahaan asuransi umum.
Mengutip Financial Times, Sea akan masuk ke bisnis asuransi umum di Indonesia melalui Asuransi Mega Pratama. Asuransi Mega ini sendiri baru-baru ini diakuisisi oleh satu mitra bisnis Sea. Hal ini membuka jalan Sea masuk ke ke pasar asuransi umum.
Persoalan Keuangan di Balik Kemeriahan Lebaran
Berbagai cara menghimpun dana dilakukan masyarakat guna merayakan kemeriahan Lebaran. Alokasi khusus dan pengelolaan dana sesuai kemampuan menjadi penting agar kegembiraan tak berujung persoalan keuangan. Lebaran identik dengan belanja besar-besaran, mulai dari makanan, pakaian, hingga kegiatan liburan. Kegiatan mempercantik rumah pun menjadi hal tak terlupakan, termasuk mengganti warna cat dinding rumah dan belanja perabot rumah tangga. Di Dusun Dalangan, Sumogawe, Kabupaten Semarang, Jateng, kelompok ibu-ibu PKK melakukan iuran rutin untuk dana Lebaran. Seluruh anggota mengumpulkan dana Rp 20.000 setiap minggu selama 10 bulan. Setelah terkumpul, dana tersebut akan dikembalikan dalam bentuk barang, seperti sembako, makanan ringan, dan daging.Rati (47), pedagang di Salatiga, Jateng, mengaku mengumpulkan dana khusus untuk Lebaran bersama pedagang lain. Setiap bulan dana Rp 20.000-Rp 50.000 dikumpulkan kepada salah seorang dari kelompok yang dipercaya sebagai bendahara. Dana tersebut dikumpulkan rutin secara bulanan selama 10 bulan. Jika Lebaran jatuh pada Mei, iuran mulai dihimpun sejak Juni tahun sebelumnya. Upaya tersebut dilakukan Rati bersama teman-temannya agar tidak kaget saat harus mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk kebutuhan Lebaran.
Kendati demikian, masih terdapat banyak orang yang mengaku tidak mengalokasikan dana khusus untuk Lebaran. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan saat Lebaran hampir tiba karena tidak ada persiapan yang matang sebelumnya. Bukan tidak mungkin, berutang menjadi jalan yang ditempuh. Lembaga keuangan, baik bank maupun nonperbankan, hingga orang terdekat, menjadi tujuan utama mereka. Bahkan, ada yang melakukan pinjaman online demi ikut serta merayakan kemeriahan Lebaran. Ujung-ujungnya, terjerat utang menjadi buntut cerita setelah semarak Lebaran berakhir. Alokasi dana khusus untuk Lebaran menjadi penting. Apalagi, Lebaran biasanya dibarengi kenaikan harga yang mustahil untuk dihindari. Jika tak memungkinkan untuk menyiapkan dana khusus, Lebaran tetap bisa dirayakan meski dengan dana secukupnya. (Yoga)
Xendit Resmi Jadi Pemegang Saham Bank Sampoerna
Kabar masuknya financial technology (fintech) gateway pembayaran xendit untuk menjadi pemegang saham PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) terjawab sudah. Xendit mengkonfirmasi telah melakukan investasi strategi di Bank Sampoerna, perusahaan ini tidak menyebutkan berapa persen saham yang diambil dalam aksi investasi strategis tersebut.
Satgas Tutup 105 Pinjol Ilegal
Satgas Waspada Investasi (SWI) masih terus melanjutkan patroli untuk memberantas berbagai entitas maupun layanan pinjaman online (pinjol) ilegal tak berizin. Dalam penjelasan resmi, Selasa (19/4), patroli hingga Maret 2022. SWI kembali menemukan 20 entitas investasi ilegal dan 105 pinjol tanpa izin.
Kinerja Emiten : Rekor Baru Laba TLKM
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menutup tahun buku 2021 dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp24,76 triliun yang merupakan laba tertinggi sejak 2012 yang pernah diraih korporasi pelat merah itu.
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk TLKM pada 2021 bertumbuh 19,01% year on year (YoY) dari capaian Rp20,8 triliun pada 2020. Emiten berkode saham TLKM itu mampu melampaui rekor laba tertinggi senilai Rp22,14 triliun pada 2017.Menebalnya keuntungan TLKM sejalan dengan pendapatannya yang tumbuh positif. Pada 2021, pendapatan TLKM naik 4,94% YoY dari Rp136,46 triliun menjadi Rp143,2 triliun.Pendapatan perseroan ini dikontribusi oleh pendapatan telepon seluler sebesar Rp14,7 triliun dan telepon tidak bergerak sebesar Rp1,73 triliun. Lalu, pendapatan interkoneksi sebesar Rp7,78 triliun.
TLKM mencatat jumlah pengguna layanan data meningkat 3,9% YoY menjadi 120,5 juta dengan jumlah perangkat 3G/4G mencapai 132,1 juta.Selain itu, pos pendapatan internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp10,2 triliun, pendapatan SMS sebesar Rp4,75 triliun, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp2,69 triliun. Sementara itu, jumlah pendapatan Indihome perseroan sebesar Rp26,32 triliun. Pendapatan ini naik 18,51% YoY dari Rp22,21 triliun pada 2020.
Peminjam Amartha Naik
PT Amartha Mikro Fintek mencatatkan jumlah peminjam atau borrower mencapai angka 1 juta. Seiring dengan tingkat perekonomian yang membaik, Amartha mengincarkan kenaikan jumlah borrower. Tidak tanggung-tanggung, Amartha memasang target pertumbuhan hingga dua sampai tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.
Pilihan Editor
-
Mengobral Insentif Pajak bagi Para Pemodal
07 Feb 2020 -
Tahun Ini, Batik Air Datangkan 5 Pesawat A320
07 Feb 2020 -
Pemungutan Pajak Digital Masuk Prioritas
04 Feb 2020









