;
Tags

Keuangan

( 1012 )

Laju Kredit Kendaraan Bermotor Kian Kenceng

HR1 20 Jul 2023 Kontan

Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) perbankan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Ini sejalan pertumbuhan penjualan otomotif. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), outstanding KKB per Mei 2023 tercatat tumbuh sebesar 18% secara tahunan. Capaian ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 16,2% secara tahunan. Laju KKB konsisten meningkat sejak awal tahun. Pada Januari lalu, pertumbuhannya tercatat baru mencapai 14,9%. Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang berhasil terus mencetak pertumbuhan penyaluran KKB. SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengungkapkan, KKB bank ini berhasil tumbuh 13,5% secara tahunan pada paruh pertama 2023. Josephus menjelaskan, Bank Mandiri telah menerapkan kebijakan uang muka 0% untuk KKB sejak tahun 2021 ke segmen berpenghasilan tetap yang memiliki penggajian lewat Bank Mandiri. Untuk menggarap peluang pasar segmen otomotif, Bank Mandiri, melalui dua anak usahanya, yakni Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Mandiri Utama Finance (MUF), akan mengoptimalkan strategi pemasaran lewat promosi atau pameran skala nasional maupun bersifat regional di Cabang Bank Mandiri. "Perpanjangan loan to value (LTV) 100% turut berdampak signifikan mendorong KKB, terutama jika diberlakukan untuk semua jenis kendaraan, baik yang menggunakan bahan bakar listrik maupun bukan," kata Antonius Prabowo Argo, Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, kepada KONTAN, Selasa (18/7). Adapun Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mencatatkan pembiayaan bermotor Rp 270 miliar per April 2023, tumbuh 68,7% secara tahunan. Jumlah kendaraan yang dibiayai bank ini lebih dari 1.600 unit. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna memperkirakan tren pembiayaan kendaraan bermotor BSI masih akan terus berlanjut tumbuh positif. Untuk meningkatkan volume pembiayaan, BSI berstrategi bermitra bersama berbagai pihak, salah satunya dengan Mandiri Utama Finance (MUF) Syariah.

Bisnis Fintech BUMN Kurang Bertenaga

HR1 20 Jul 2023 Kontan

Perusahaan financial technology (fintech) milik badan usaha milik negara (BUMN) menggenjot bisnis. Ini dilakukan baik lewat perluasan segmen bisnis maupun mencari partner strategis. Sebut saja misalnya fintech PT Fintek Karya Nusantara atau Link Aja. Perusahaan yang awalnya memiliki bisnis utama dompet digital ini kini mengalihkan bisnisya ke pinjaman online atau lending. Chief Executive Officer (CEO) LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan, langkah nyata fokus Link Aja dalam bisnis lending bisa dilihat dari aksi perusahaannya dalam mengakuisisi perusahaan digital lending, iGrow, pada tahun 2021 silam.  Yogi menerangkan, melalui lini bisnis lending, LinkAja akan meningkatkan kapabilitas untuk mendukung ekosistemnya secara closed-loop, terutama didalam ekosistem BUMN. "Bisnis lending akan menjadi satu bagian dari layanan yang ditawarkan LinkAja. Dengan demikian, kami bisa membentuk infrastruktur layanan keuangan digital yang komprehensif dan inklusif," ujar Yogi, kemarin. Sementara PT Telkom Indonesia Tbk juga tengah mempertimbangkan untuk menjual saham di PT Finnet Indonesia (Finpay). Andri Herawan Sasoko, Vice President Corporate Communication Telkom, menyebutkan, tengah mengkaji opsi terbaik untuk mengembangkan Finnet.

Bisnis Melempem, Pemain Modal Ventura Berguguran

HR1 17 Jul 2023 Kontan

Di saat bisnis keuangan nonbank banyak yang kembali berlari pasca pandemi, industri modal ventura malah kelihatan melempem. Kondisi ini terjadi seiring runtuhnya bisnis perusahaan teknologi belakangan ini. Penurunan bisnis modal ventura ini terlihat dari sisi penyaluran modal hingga jumlah pemain di dalam negeri. Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di 2021 tecatat ada 60 perusahaan modal ventura. Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputra mengatakan, angka investasi perusahaan modal ventura di Indonesia menurun hingga 74% secara tahunan di semester I-2023 jadi US$ 707 juta. Di periode yang sama setahun sebelumnya, investasi mencapai US$ 2,6 miliar. "Untuk sektor, sejauh ini di 2023 masih didominasi oleh teknologi finansial, sektor perangkat lunak sebagai layanan dan teknologi edukasi," ujar Eddi, akhir pekan lalu. Tapi, OJK mencatat, penyaluran dana per Mei 2023 masih naik. Penyertaan saham modal ventura tercatat meningkat 5,32% secara tahunan menjadi Rp 6,73 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,39 triliun. Total aset modal ventura juga mengalami pertumbuhan 18,32% secara tahunan menjadi Rp 27,64 triliun per Mei 2023. Setahun sebelumnya, total aset modal ventura baru sebesar Rp 23,36 triliun. CEO MDI Ventures Donald Wihardja menyatakan, memang investasi perusahaan modal ventura di sektor teknologi turun sampai dengan 70% pada semester I-2023. Akan tetapi, lanjut dia, mulai Juli ini investasi mulai mengalami kenaikan.

Perbankan Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

HR1 15 Jul 2023 Kontan

Sejumlah bank tengah bersiap-siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Tercatat, nilai obligasi jatuh tempo yang perlu dilunasi oleh bank beragam, mulai dari ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Pefindo mencatat ada empat bank yang memiliki obligasi jatuh tempo di Juli 2023, yakni Bank Panin, Maybank, BRI dan Bank Mandiri. Untuk Bank Panin, obligasinya telah jatuh tempo pada 3 Juli, dengan nilai Rp 100 miliar. Kepala Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito mengungkapkan, kesiapan bank yang memiliki obligasi jatuh tempo tersebut tergolong baik, karena posisi likuiditas mereka longgar. "Dana pihak ketiga maupun pinjaman antarbank masih bagus, likuiditas bagus tercermin dari rasio LDR di 80,5%," ujarnya, belum lama ini. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengungkapkan, pihaknya berencana menerbitkan long term notes untuk refinancing obligasi yang akan jatuh tempo ini. "Jumlahnya belum kami putuskan, tapi tak akan sebesar subdebt yang jatuh tempo," beber dia kepada KONTAN, Jumat (14/7)

DIVESTASI INCO : MIND ID Tak Tambah Kendali

HR1 15 Jul 2023 Bisnis Indonesia

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID menyebut akuisisi 14% sisa kewajiban divestasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) tidak menambah nilai strategis bagi holding perusahaan tambang pelat merah tersebut. Ini karena MIND ID tidak dapat mengendalikan keputusan strategis seperti penentuan proyek hilirisasi, struktur pendanaan maupun pembagian dividen kepada pemegang saham. Berdasarkan Investor Rights Agreement (IRA), MIND ID hanya dapat menambah kuota perwakilan pada dewan komisaris INCO lewat akuisisi tambahan 14% nantinya. “Dengan demikian nilai investasi 14% yang cukup besar tanpa menambahkan kendali atas keputusan strategis, MIND ID tidak mendapatkan manfaat tambahan dari investasi tambahan tersebut,” ujar SVP Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf, Jumat (14/7). Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, membeberkan Vale Canada Limited (VCL) tetap memegang hak pengendali operasional untuk aset tambang milik INCO. Sebagai gantinya, belakangan INCO, lewat dua pemegang saham mayoritas asing mereka VCL dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM), setuju untuk melepas porsi lebih besar mencapai 14% sebagai kewajiban divestasi syarat perpanjangan kontrak konsesi tambang yang bakal berakhir Desember 2025. Direktur INCO, Bernardus Irmanto, enggan memberi tanggapan. Menurutnya, negosiasi divestasi dan perpanjangan konsesi menjadi ranah pemegang saham.

KINERJA SEMESTER I/2023 : BUMN KARYA RAIH PERTUMBUHAN KONTRAK BARU

HR1 15 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah emiten konstruksi pelat merah mencatatkan kenaikan nilai kontrak baru yang diraihnya pada semester pertama tahun ini. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut menopang perolehan kontrak baru. Adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) yang telah melaporkan adanya pertumbuhan nilai kontrak baru yang didapat pada periode 6 bulan pertama 2023. ADHI, misalnya, meraup kontrak baru senilai Rp14 triliun pada semester I/2023, naik 27% bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yakni Rp11 triliun. Raihan kontrak baru itu mencapai 52% dari target kontrak baru ADHI pada 2023. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menyebut beberapa kontrak baru yang sudah didapatkan, diantaranya proyek perkeretaapian North-South Commuter Railway CP S-01 di Filipina, Bendungan Cibeet di Jawa Barat, dan Jalan Tol Akses Patimban. “Raihan kontrak baru ADHI tersebut masih sesuai rencana terhadap target 2023 sebesar Rp27 triliun, atau tumbuh kurang lebih 10% sampai dengan 15% dibandingkan dengan capaian tahun 2022,” ujar Farid kepada Bisnis, Jumat (14/7). 

Kontribusi per lini bisnis perseroan dari kontrak baru tersebut didominasi oleh lini engineering & construction sebesar 92%, properti mencapai 3%, dan sisanya merupakan lini bisnis lain. Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri atas proyek jalan dan jembatan sebesar 58%, sumber daya air 12%, gedung 11%, perkeretaapian 11%, precast 3%, properti 3%, serta proyek infrastruktur lainnya. Sementara itu, PTPP melaporkan perolehan kontrak baru hingga Juni 2023 sebesar Rp11,62 triliun, naik 6,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp10,93 triliun. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan perolehan proyek PTPP hingga akhir Juni 2023 itu terdiri atas proyek yang diperoleh induk usaha sebesar 85,10% dan anak usaha mencapai 14,90%. Berdasarkan catatan Bisnis, nilai kontrak untuk Pembangunan Gedung Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden mencapai Rp773,01 miliar, sementara untuk Istana Negara dan Pengadilan Upacara di Wilayah Istana Presiden senilai Rp664,27 miliar. Sementara itu, emiten grup WIKA, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) atau Wika Gedung juga telah mengantongi kontrak Rp1,3 triliun dari proyek-proyek yang ada di IKN. Sekretaris Perusahaan WEGE Purba Yudha Tama mengatakan perseroan mendapatkan proyek hunian pekerja konstruksi di IKN dengan nilai kontrak Rp400 miliar—Rp500 miliar. Pekerjaan hunian tersebut telah rampung pada Maret 2023. Kemudian, WEGE juga mendapatkan proyek untuk pembangunan Kawasan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), dengan nilai sekitar Rp800 miliar.

Pilihan Menarik Saham Bank di Jajaran Lapis Dua

HR1 14 Jul 2023 Kontan

Prospek saham perbankan lapis kedua dan lapis ketiga menarik untuk ditelisik. Sejumlah harga saham di kelompok ini, bergerak cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Masuk katagori saham tersebut adalah saham PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA), PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), dan PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Walau pada penutupan Kamis (13/7) hanya BNBA bergerak positif sebesar 3,57%, namun ketiganya sama-sama naik tinggi dalam sepekan. Mengutip data RTI, saham BNBA melesat 40,32% dalam sepekan dan meroket 103,91% dalam satu bulan terakhir. BGTG melonjak 32,86% dalam sepekan dan MAYA telah meningkat 24,47%. Menurut Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto, pergerakan saham lapis dua lebih banyak dipengaruhi aksi korporasi masing-masing bank. Misalnya, rencana bakal diakuisisi perusahaan besar atau ada rencana rights issue untuk memperbaiki struktur modal. Pandhu melihat kenaikan saham BGTG karena pemegang saham lama yakni Equity Global International Ltd menambah porsi kepemilikannya secara signifikan. Harga saham bank lapis dua yang tergolong murah dengan price to book value (PVB) rendah, kata dia, bisa jadi alasan lain investor beli saham bank kecil. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menekankan bahwa membeli saham tidak bisa hanya berpatokan pada PBV saja. Dijajaran lapis dua, ia lebih merekomendasikan saham bank yang fundamentalnya lebih oke meski PVB-nya lebih tinggi yang lain. "Saya lebih merekomendasikan BRIS," ujar dia.

Penyaluran KUR Bank Masih Jauh dari Target

HR1 13 Jul 2023 Kontan

Perubahan pedoman penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) lewat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perubahan Pedoman Pelaksanaan KUR mulai berdampak. Aturan yang merupakan perubahan atas Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2022 dan berlaku sejak Januari 2023 itu mempengaruhi strategi sejumlah bank dalam kredit usaha mikro dan kecil ini. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjadi salah satunya yang terdampak. Bank berkode saham BBNI ini berniat merevisi target penyaluran KUR tahun ini. BNI mengajukan revisi target penyaluran KUR, yakni hanya 60% dari target awal alokasi KUR yang dimandatkan pemerintah kepada BNI. Ini artinnya, dari alokasi KUR yang dimandatkan Rp 36,5 triliun, BNI hanya akan menyalurkan KUR Rp 22 triliun hingga akhir 2023. Salah satu pemicunya, aturan penyaluran KUR yang baru yang lebih ketat. Misalnya saja dalam penyesuaian terhadap pasal 19 beleid ini. Dalam aturan yang baru, ada perubahan pada pasal yang antara lain mengatur mengenai calon penerima KUR super mikro tersebut. Efeknya, kata General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka Nugraha, ketentuan ini membuat bank ini sulit menyalurkan KUR. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang fokus memberikan pembiayaan pada segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapat alokasi penyaluran KUR sebesar Rp 270 triliun tahun ini. Hingga Juni 2023 penyaluran KUR masih Rp 64,45 triliun kepada 1,4 juta debitur. Namun, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyebut, BRI akan terus mendorong penyaluran kredit hingga mencapai 85% dari total penyaluran kredit BRI.

Masuk Semester II, Kredit Sindikasi Masih Tertahan

HR1 12 Jul 2023 Kontan

Memasuki paruh kedua tahun 2023, kesepakatan kredit sindikasi perbankan masih lesu. Ini akibat kondisi ekonomi yang belum menentu, ditambah ketidakpastian politik jelang Pemilu. Sehingga, korporasi masih memilih menahan ekspansi. Mengacu pada Bloomberg League Table Reports, kesepakatan kredit sindikasi dari awal tahun hingga 11 Juli 2023 dari sisi mandated lead arranger (MLA) mencapai 26 proyek dengan nilai mencapai US$ 11,56 miliar. Ada 46 bank yang menjadi MLA atau pihak yang memimpin dalam pembentukan sindikasi tersebut. Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, penyaluran kredit sindikasi tersebut turun karena perlambatan ekonomi akibat pandemi yang belum sepenuhnya pulih. Bank Mandiri (BMRI) menjadi bank yang paling banyak memimpin penyaluran kredit sindikasi di 2023 berjalan, dengan nilai US$ 1,36 miliar. Nilai ini turun dari US$ 2,23 miliar setahun sebelumnya. Bank Mandiri menyalurkan kredit sindikasi kepada sejumlah perusahaan yang didominasi sektor energi, seperti ke Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), yakni PT Wika Realty. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin kredit sindikasi senilai US$ 1,06 miliar dengan total sembilan proyek. Nilai tersebut juga turun dari Rp 1,18 miliar pada periode sama tahun lalu. Bank ini terlibat dalam kredit sindikasi di sektor energi, seperti perusahaan pertambangan, untuk proyek hilirisasi.

Perencanaan Generasi Milenial untuk Hari Tua

KT3 08 Jul 2023 Kompas

Karena pada tahun 2045 kelak, generasi milenial mulai memasuki masa lansia, maka perencanaan dana untuk hari tua menjadi terasa lebih penting. Seiring penambahan angka harapan hidup manusia di Indonesia, pemahaman dan persiapan untuk haritua menjadi semakin penting lagi. Poin penting materi program pemerintah yang diwacanakan Bappenas pada Hari LanjutUsia Nasional 2023 adalah untuk mengoptimalkan silver economy, yaitu pentingnya menjaga pola konsumsi yang berkesinambungan dengan cara menghindari lonjakan pengeluaran kesehatan saat usia lanjut dan mengefektifkan investasi sumber daya saat usia muda. Hal ini sejalan dengan hasil survei terbaru dari perusahaan manajemen investasi, yaitu secara umum pendapatan pensiun para pekerja di Indonesia diperkirakan hanya akan sebesar 20 % pendapatan mereka saat ini, bahkan lebih rendah.

Artinya, ika tidak melakukan perencanaan sedari muda, bisa dibayangkan tingkat kesejahteraan generasi milenial saat memasuki hari tua akan terancam menurun. Sebagai karyawan, gaji bulanan adalah sumber penghasilan utama yang akan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan hidup. Tanpa terasa, karier karyawan mungkin terus meningkat yang diikuti oleh kenaikan taraf serta gaya hidup, hingga akhirnya tiba masa pensiun, bahkan, saat ini PHK di usia produktif banyak dialami masyarakat akibat krisis atau bahkan karena alasan lain. Pensiunan yang berhasil membangun sumber daya Perencanaan Generasi Milenial untuk Hari Tua pensiun lebih mampu menghadapi tantangan hidup di hari tua. Artinya, perencanaan untuk dana hari tua harus mampu membuat ekspektasi yang realistis serta membuat tujuan hidup setelah purnabakti. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap generasi milenial bertanggung jawab untuk merencanakan kehidupan yang sejahtera di masa tuanya kelak. (Yoga)