;

Masuk Semester II, Kredit Sindikasi Masih Tertahan

Ekonomi Hairul Rizal 12 Jul 2023 Kontan
Masuk Semester II, Kredit Sindikasi Masih Tertahan

Memasuki paruh kedua tahun 2023, kesepakatan kredit sindikasi perbankan masih lesu. Ini akibat kondisi ekonomi yang belum menentu, ditambah ketidakpastian politik jelang Pemilu. Sehingga, korporasi masih memilih menahan ekspansi. Mengacu pada Bloomberg League Table Reports, kesepakatan kredit sindikasi dari awal tahun hingga 11 Juli 2023 dari sisi mandated lead arranger (MLA) mencapai 26 proyek dengan nilai mencapai US$ 11,56 miliar. Ada 46 bank yang menjadi MLA atau pihak yang memimpin dalam pembentukan sindikasi tersebut. Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, penyaluran kredit sindikasi tersebut turun karena perlambatan ekonomi akibat pandemi yang belum sepenuhnya pulih. Bank Mandiri (BMRI) menjadi bank yang paling banyak memimpin penyaluran kredit sindikasi di 2023 berjalan, dengan nilai US$ 1,36 miliar. Nilai ini turun dari US$ 2,23 miliar setahun sebelumnya. Bank Mandiri menyalurkan kredit sindikasi kepada sejumlah perusahaan yang didominasi sektor energi, seperti ke Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), yakni PT Wika Realty. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin kredit sindikasi senilai US$ 1,06 miliar dengan total sembilan proyek. Nilai tersebut juga turun dari Rp 1,18 miliar pada periode sama tahun lalu. Bank ini terlibat dalam kredit sindikasi di sektor energi, seperti perusahaan pertambangan, untuk proyek hilirisasi.

Download Aplikasi Labirin :