Keuangan
( 1012 )Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2024 Terjaga
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia selama kuartal pertama tahun ini masih terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global.
Laporan tersebut berdasarkan hasil rapat KSSK kedua 2024, yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga, yang didukung oleh kondisi dari APBN, kebijakan fiskal, kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan sektor keuangan yang stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (3/5).
Sri Mulyani memastikan, KSSK akan terus melakukan
forward looking
atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global dan keuangan global yang meningkat serta gejolak geopolitik yang semakin eskalatif.
Kena Sanksi OJK, Laba Akulaku Turun 41,37%
PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan penurunan laba 41,37% pada tahun 2023. Dalam laporan keuangannya tertanggal 30 April 2024, Akulaku Finance mencetak laba Rp 119,63 miliar, turun dari hasil untuk tahun 2022 yang sebesar Rp 204,04 miliar.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, penyebab penurunan laba karena ada pengenaan pembatasan produk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Oktober 2023. Sanksi ini berakhir pada 29 Februari 2024. Karena itu, tahun 2023 pendapatan Akulaku turun 40,45% secara tahunan menjadi Rp 783,98 miliar. Pembiayaan konsumen Akulaku yang menjadi kontributor terbesar, juga terpangkas sebanyak 23,4% menjadi Rp 636,1 miliar, dari sebelumnya Rp 830,39 miliar.
Ancaman Penurunan Daya Beli dari BI Rate
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi tahunan pada April 2024 mencapai 3%. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2024, sebesar 3,05% (YoY). Penurunan inflasi tahunan tersebut terkonfirmasi dengan angka bulanan. Sepanjang April 2024 inflasi yang dicatatkan BPS hanya 0,25% (month-to-moth/MtM). Meski pada Maret 2024 mencatatkan deflasi 0,97%, inflasi pada bulan lalu tergolong melandai. Bahkan, BPS mencatat bahwa inflasi pada April 2024 yang bertepatan dengan hari raya Idulfitri 1445 H, terendah dalam 3 tahun terakhir. Tercatat, inflasi saat Lebaran pada April 2023 sebesar 0,33% (MtM), Mei 2022 sebesar 0,40%, serta Mei 2023 0,32%. Tren inflasi yang makin melandai ini terjadi akibat komponen harga bergejolak, sehingga masyarakat cenderung menahan daya beli.
Beberapa harga bahan pangan justru mencatatkan deflasi karena koreksi daya beli tersebut. Sementara itu, komponen yang memberikan andil inflasi besar pada masa mudik ini adalah transportasi, yakni 0,12%. Bahkan, BPS mencatat transportasi merupakan kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar pada momen Lebaran dalam 5 tahun terakhir. Beberapa hari lalu, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke posisi 6,25%. Alasan bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Namun, tujuan utama kenaikan BI Rate itu untuk meredam inflasi dari ketidakstabilan nilai tukar. Bank sentral sebelumnya pada 19 Oktober 2023 telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% setelah hampir 10 bulan bertahan di level 5,75%. BI secara persisten mengerek suku bunga acuan sejak 23 Agustus 2022 menjadi 3,75% setelah hampir 2 tahun bertahan di 3,50%.
Terakhir The Fed mengerek bunga acuan pada Juli 2023. Terparah suku bunga dikerek sebesar 3,0% dalam tempo 6 bulan. Agresivitas bank sentral AS mengerek suku bunga itu membuat geger seluruh dunia. Dolar AS kembali ke negara Paman Sam. Akibatnya terjadi gejolak nilai tukar sangat dalam. Pun dengan Indonesia. Pasca-Lebaran, nilai tukar rupiah sempat terjerembab ke level Rp16.200, terendah dalam 4 tahun terakhir.Pelemahan nilai tukar disebabkan oleh bayang-bayang kebijakan The Fed yang disertai dengan perang Iran-Israel. Situasi politik dan kebijakan bank sentral AS saat ini dalam situasi dinamis.
Buktinya, pascakenaikan suku bunga acuan, nilai tukar rupiah masih berkutat di level Rp16.100—Rp16.200 per dolar AS. Pemodal asing tidak tergiur dengan iming-iming imbal hasil yang ditawarkan BI.
Memacu Keuangan Berkelanjutan di Bank Syariah
Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi agenda penting di berbagai negara. Kedua terminologi ini rutin digaungkan dalam Conference of the Parties (COP) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Pemerintah berbagai negara (termasuk Indonesia) telah menyepakati bahwa diperlukan aksi konkrit bersama dalam menghadapi perubahan iklim serta mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Dalam beberapa penyelenggaraan COP, terdapat sejumlah keputusan penting yang menjadi pendorong penyesuaian strategi pemerintah dan swasta terkait isu perubahan iklim. Dimulai dari COP 1 (Jerman, 1995), The Berlin Mandate mendorong penetapan target penurunan emisi yang mengikat secara hukum dan ditindaklanjuti pada COP 3 (Jepang, 1997), The Kyoto Protocol melalui pengenalan tiga mekanisme market-based perdagangan emisi.
Selanjutnya dalam COP 21 (Perancis, 2015), The Paris Agreement menyatakan komitmen untuk menjaga peningkatan suhu dunia di bawah 1,5° Celsius serta pengenalan Nationally Determined Contribution (NDC) yang dikomunikasikan melalui UNFCCC. Terakhir, COP 28 (Uni Emirat Arab, 2023) menyepakati penggunaan energi terbarukan dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil untuk mencapai net zero emission (NZE) tahun 2050. COP yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade tersebut telah menghasilkan beberapa progres signifikan, di tengah tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Bahkan, sebanyak US$78,9 miliar telah dihimpun oleh negara maju untuk pembiayaan iklim (OECD, 2020).
Serta, lebih dari 160 perusahaan dengan total aset US$70 triliun berkomitmen untuk mencapai target NZE (UN, 2021). SF erat kaitannya dengan perubahan iklim, tetapi tidak terbatas hanya pada aspek lingkungan. Sebab, SF mengintegrasikan aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (governance) atau ESG ke dalam keputusan investasi dan pembiayaan yang diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDG). Sehingga, cakupan SF lebih luas. Pada konteks industri keuangan syariah, fokus SF dengan ESG selaras dengan tujuan-tujuan syariah (maqashid syariah) yang menjadi landasan bisnis bank syariah. Lalu, pada aspek sosial, prinsip yang didorong adalah mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini telah dilakukan bank syariah melalui peran aktifnya menjadi lembaga penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta menyalurkannya melalui lembaga filantropi.
Bank syariah juga mendorong program pemberdayaan masyarakat dan UMKM. Selain itu, minat investor dengan preferensi ESG berpotensi meningkat, reputasi dan citra positif akan terbangun, hingga peningkatan valuasi saham bank dalam jangka panjang. Sebagai gambaran, pada tahun 2022 tercatat US$30,3 triliun diinvestasikan pada aset ESG dan diperkirakan meningkat menjadi US$33,9 triliun pada 2026 (PWC, 2022). Maka, untuk mengoptimalkan potensinya, terdapat tiga hal yang perlu dilakukan bank syariah. Pertama, edukasi prinsip keuangan berkelanjutan dan ESG kepada segenap stakeholder yang meliputi nasabah, investor, dan masyarakat dengan kolaborasi bersama pemerintah, regulator, dan organisasi non-profit. Kedua, formulasi framework ESG yang akan digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan, pengukuran, serta pengawasan ESG di bank Syariah, termasuk sertifikasi dan rating ESG. Ketiga, peningkatan porsi pembiayaan di sektor ESG, dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang prudent.
Asuransi Jasindo Kantongi Laba Rp 102,88 Miliar
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengantongi laba bersih sebesar Rp 102,88 miliar di akhir 2023. Perolehan laba tahun ini disebut hasil kinerja Jasindo, tanpa tambahan dari hasil divestasi saham.
"Kinerja tahun buku 2023 merupakan murni
core competence
Asuransi Jasindo. Tahun 2023 juga menjadi tahun di mana Asuransi Jasindo bangkit dari sebelumnya," kata Direktur Utama Asuransi Jasindo Andy Samuel dalam rilis.
Pada periode 2020-2021, Jasindo sempat terpuruk hingga
risk based capital
(RBC) merosot di bawah ketentuan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK). Di 2022-2023, Jasindo fokus melaksanakan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK).
Menurut Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo Jhon Harlen Butar-Butar, hasil
underwriting
Jasindo melesat 44,30% secara tahunan menjadi Rp 420,50 miliar.
Pentingnya Mahir Menabung untuk Berinvestasi
Menabung adalah sebuah kecakapan untuk hidup atau sering kita
kenal dengan istilah life-skill. Apalagi, studi lanjutan mengungkap, ada
korelasi keahlian menabung dengan tingkat kepuasan hidup seseorang. Oleh sebab
itu, penting untuk dilatih agar semakin hari semakin mahir. Menurut studi,
rata-rata, orang yang rutin menabung cenderung melaporkan tingkat kepuasan
hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menghabiskan seluruh
pendapatannya secara rutin.
Langkah pertama adalah memahami kebiasaan menabung. Level
tertinggi dari kemahiran menabung adalah selalu menabung secara tetap. Mulailah
dengan mencatat pengeluaran dan membuat proses menabung berjalan secara
otomatis dari rekening gaji ke rekening tabungan maupun investasi. Meskipun konsepnya
menabung, pilihan asetnya perlu disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risiko.
Bisa memilih apakah mau menabung di tabungan, menabung di emas, menabung di
reksa dana, bahkan saham. Konsep besarannya serupa, penghasilan disisihkan
untuk tujuan tertentu, disimpan dalam aset yang sesuai dengan kenaikan tingkat
inflasi, potensi imbal hasil, serta profil risiko.
Bagi investor pemula, disarankan untuk mencari rekening
tabungan kompetitif dengan suku bunga lebih tinggi, atau mempertimbangkan untuk
menginvestasikan uang yang ditabung. Menaruh uang di saham bisa berisiko. Selain
tidak ada suku bunga tetap, investor juga berpotensi mengalami potensial loss.
Faktanya, dalam jangka panjang, investasi di pasar modal, seperti saham, bisa
membuahkan hasil. Dengan memasukkan kebiasaan menabung ke dalam hidup,
seseorang dapat merasakan dampak psikologis yang positif dan membuka jalan
menuju masa depan yang lebih memuaskan dan bahagia. Live a Beautiful life. (Yoga)
Lebih Serius Berantas Perjudian Online
Perjudian telah menimbulkan kerusakan besar. Ancaman kerusakannya semakin besar ketika masuk ke ranah online atau daring karena dapat dengan mudah menjangkau dan membujuk kelompok rentan. Mengacu pada laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun lalu, selama periode 2017-2022 terjadi sekitar 157 juta transaksi judi online di Indonesia. Total perputaran uang dalam perjudian itu diduga mencapai Rp190 triliun. Menurut PPATK, data tersebut diperoleh dari penelusuran dan analisis terhadap 887 pihak yang termasuk dalam jaringan bandar judi online.
Mengacu pada penjelasan PPATK pada September 2023 itu, perputaran dana yang amat besar tersebut merupakan gabungan dana untuk kepentingan taruhan, pembayaran kemenangan, biaya penyelenggaraan perjudian, transfer antar-jaringan bandar, serta transaksi dengan tujuan yang diduga pencucian uang yang dilakukan oleh jaringan bandar. Kegiatan judi online di Indonesia terpantau terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2017, PPATK menemukan ada 250.700 transaksi judi online dengan nilai total ‘hanya’ Rp2 triliun. Angkanya kemudian meroket dari tahun ke tahun hingga mencapai jumlah yang fantastis. PPATK mendeteksi 2,7 juta pihak mengikuti permainan judi online.
Data di atas menunjukkan betapa berbahayanya perjudian online yang menyasar kelompok rentan. Sebagian dana untuk perjudian bahkan diperoleh melalui pinjaman yang juga online. Ini menjadi siklus yang semakin memprihatinkan. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan telah memutus akses atau takedownsebanyak 60.582 konten terindikasi perjudian online selama periode September 2023. Pejabat di Kominfo bahkan menyebutkan banyaknya takedown terhadap situs judi online kini telah melampaui situs pornografi.
Hal ini juga menunjukkan semakin seriusnya ancaman judi online.
Menurut data Kementerian Kominfo, pelaku judi onlinememang kebanyakan kaum muda yakni anak-anak di usia 17 sampai 20 tahun.
Penanganan yang melibatkan aparat penegak hukum, otoritas di bidang keuangan, otoritas di bidang informatika dan teknologi informasi, para ahli, serta pihak-pihak terkait perlu lebih serius dilakukan.
Memang diperlukan pendekatan yang sistematis dan menyeluruh untuk menangani perjudian online. Perlu prioritas jelas, apa saja yang akan didahulukan dalam penanganan judi onlineini. Misalnya fokus pada pemberantasan dan perlindungan kelompok rentan.
Siasat Keuangan Pascalebaran
Periode bulan puasa dan Lebaran tentu menguras isi dompet.
Bagaimana kondisi keuangan pascalebaran? Tabungan masih tersedia atau terkuras
habis? Dominika Sintia (28), tenaga pendidikan di Lampung mengatakan, Anggaran
keuangan saat Ramadhan hingga Lebaran memang besar. Kenaikannya 60 % dibanding bulan-bulan
lainnya. Sebagian besar THR yang didapat digunakan untuk berlibur saat periode
Lebaran, antara lain untuk beli tiket pesawat dan akomodasi. Pasca-Lebaran,
kebutuhan bulanan tak terganggu karena kantong pengeluarannya berbeda. “Pendapatan
saya dan suami masuk pada dua rekening berbeda, satu rekening untuk biaya
operasional bulanan, satunya lagi untuk tabungan,” kata Sintia.
Elva Sri Handayani, karyawan swasta, di Sumedang, Jabar, berkata,
“Gaji bulanan saya pakai buat biaya hidup seperti biasa dan untuk beberapa
acara buka bersama. THR dari kantor, saya pakai untuk beli baju Lebaran dan kasih
ke saudara-saudara. Karena saya senang jalan-jalan, jadi gaji bulanan juga saya
sisihkan buat jalan-jalan. Apalagi, saya belum berumah tangga dan masih tinggal
sama orangtua. Jadi, pengeluarannya buat pribadi saja dan untuk dikasih ke
anak-anak saudara.”
“Pada libur Lebaran tahun ini, saya mudik ke rumah keluarga
dan orangtua di Bandung. Untuk menyambut liburan ini, saya sudah menyisihkan
uang jajan dan menabung guna membeli tiket kereta api untuk pergi dan pulang.
Selain itu, juga untuk berbelanja dan jajan di Bandung. Selesai Lebaran, saya
akui pengeluaran saya lebih banyak dari yang saya anggarkan semula. Untungnya saya
dapat banyak kerja sampingan sambil menunggu gajian di akhir bulan ini,” ujar Xena
Olivia (24), karyawan swasta di Jakarta (Yoga)
Berutang dengan Bijak
Sebagian masyarakat mengatakan utang akan menjadi beban keuangan,
tapi tidak sedikit yang menganggap utang yang dikelola dengan baik akan
membantu mengembangkan usaha. Usaha yang berkembang tentu akan meningkatkan
pendapatan dan membantu menstabilkan keuangan yang dimiliki. Utang dapat
berdampak positif bagi keuangan seseorang jika dikelola dengan baik, diutamakan
untuk kebutuhan produktif dan telah mempertimbangkan kemampuan bayar yang
dimiliki. Jika hal tersebut tidak dilakukan, utang dapat berubah menjadi
”lingkaran setan’ yang tidak hanya akan menimbulkan kerugian finansial kepada
yang berutang, tetapi juga kerugian psikologis dan waktu.
Contoh positif berutang terlihat pada kredit perumahan rakyat
(KPR) yang disediakan perbankan. KPR akan membantu masyarakat membeli properti
meskipun dana yang dimiliki belum cukup untuk membeli secara tunai. Agar sukses
mengelola utang yang dimiliki, beberapa tips keuangan yang dapat dilakukan: 1.
Utamakan berutang untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif, dimana utang
digunakan untuk keperluan produktif dan dapat menghasilkan uang lagi sehingga
uang yang dihasilkan dapat digunakan untuk membayar utang.
2. Pertimbangkan kemampuan bayar. Pastikan porsi cicilan
maksimal 30 % dari pendapatan bulanan. 3. Pahami produk dan layanan yang akan
digunakan di perbankan, perusahaan pembiayaan, fintech lending, dan lembaga
jasa keuangan lainnya. Pahami seluruh syarat serta ketentuan yang berlaku,termasuk
manfaat, jangka waktu, biaya, denda, dan informasi lainnya. 4. Gunakan lembaga
jasa keuangan yang berizin OJK. 5. Jangan gali lubang tutup lubang. Praktik ini
akan membuat semakin sulit untuk melunasi utang dan akan terjebak dalam
”lingkaran setan” utang itu sendiri. Mulailah berutang dengan bijak untuk
membangun masa depan yang lebih cerah. (Yoga)
IMF: Tidak Perlu Mengekor The Fed
Dana Moneter Internasional (IMF) mendorong bank-bank sentral
di Asia untuk fokus pada inflasi domestik dan
menghindari mengaitkan terlalu dekat keputusan kebijakan mereka dengan
langkah yang akan diambil bank sentral AS alias The Federal Reserve. Sinyal The
Fed yang akan memperpanjang tingkat bunga tingginya saat ini memperkuat nilai
tukar USD terhadap mata uang banyak negara di Asia. Di antaranya, yen Jepang,
won Korsel, dan rupiah. Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna
Srinivasan, Kamis (18/4) atau Jumat (19/4) waktu Indonesia, menyatakan, suku
bunga AS mempunyai dampak kuat dan cepat terhadap kondisi keuangan dan nilai
tukar mata uang negara-negara Asia.
”Ekspektasi mengenai pelonggaran kebijakan The Fed berfluktuasi
dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh faktor-faktor yang tidak berhubungan
dengan kebutuhan stabilitas harga di Asia,” katanya dalam penjelasan mengenai prospek
ekonomi kawasan. Jika terlalu ketat mengikuti The Fed, Krishna melanjutkan, bank-bank
sentral di Asia dapat merusak stabilitas harga di negara masing-masing. Hal ini
ditekankan saat beberapa bank sentral Asia menghadapi dilema. Perubahan pasar
mata uang yang dipicu oleh perubahan ekspektasi The Fed baru-baru ini
mempersulit jalur kebijakan mereka.
”Kami merekomendasikan bank-bank sentral Asia untuk fokus
pada inflasi domestik dan menghindari pengambilan keputusan kebijakan yang terlalu
bergantung pada antisipasi pergerakan Federal Reserve,” katanya. Gubernur Bank
Sentral Korsel Rhee Chang-yong pada seminar di Pertemuan IMF-Bank Dunia di
Washington mengatakan, memudarnya peluang penurunan suku bunga The Fed telah
menyebabkan hambatan bagi won, dan mempersulit keputusan banknya mengenai kapan
harus mulai memotong biaya pinjaman.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ”Kami terus memastikan
stabilitas rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan
langkah-langkah lain yang diperlukan,” kata Perry. Sinyal The Fed memperpanjang
tingkat bunga tinggi dan ketegangan di Timur Tengah kembali mendepresiasi rupiah
dan menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEI). Berdasarkan
kurs Jisdor, kurs rupiah pada perdagangan Jumat ditutup melemah menjadi Rp
16.280 per dollar AS. Sementara IHSG ditutup di level 7.087 atau minus 1,11 %
dibandingkan penutupan bursa sehari sebelumnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti
09 Dec 2021 -
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
09 Dec 2021 -
Mati Hidup Garuda
13 Dec 2021









