;

IMF: Tidak Perlu Mengekor The Fed

Ekonomi Yoga 20 Apr 2024 Kompas
IMF: Tidak Perlu Mengekor The Fed

Dana Moneter Internasional (IMF) mendorong bank-bank sentral di Asia untuk fokus pada inflasi domestik dan  menghindari mengaitkan terlalu dekat keputusan kebijakan mereka dengan langkah yang akan diambil bank sentral AS alias The Federal Reserve. Sinyal The Fed yang akan memperpanjang tingkat bunga tingginya saat ini memperkuat nilai tukar USD terhadap mata uang banyak negara di Asia. Di antaranya, yen Jepang, won Korsel, dan rupiah. Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan, Kamis (18/4) atau Jumat (19/4) waktu Indonesia, menyatakan, suku bunga AS mempunyai dampak kuat dan cepat terhadap kondisi keuangan dan nilai tukar mata uang negara-negara Asia.

”Ekspektasi mengenai pelonggaran kebijakan The Fed berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kebutuhan stabilitas harga di Asia,” katanya dalam penjelasan mengenai prospek ekonomi kawasan. Jika terlalu ketat mengikuti The Fed, Krishna melanjutkan, bank-bank sentral di Asia dapat merusak stabilitas harga di negara masing-masing. Hal ini ditekankan saat beberapa bank sentral Asia menghadapi dilema. Perubahan pasar mata uang yang dipicu oleh perubahan ekspektasi The Fed baru-baru ini mempersulit jalur kebijakan mereka.

”Kami merekomendasikan bank-bank sentral Asia untuk fokus pada inflasi domestik dan menghindari pengambilan keputusan kebijakan yang terlalu bergantung pada antisipasi pergerakan Federal Reserve,” katanya. Gubernur Bank Sentral Korsel Rhee Chang-yong pada seminar di Pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington mengatakan, memudarnya peluang penurunan suku bunga The Fed telah menyebabkan hambatan bagi won, dan mempersulit keputusan banknya mengenai kapan harus mulai memotong biaya pinjaman.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ”Kami terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan langkah-langkah lain yang diperlukan,” kata Perry. Sinyal The Fed memperpanjang tingkat bunga tinggi dan ketegangan di Timur Tengah kembali mendepresiasi rupiah dan menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEI). Berdasarkan kurs Jisdor, kurs rupiah pada perdagangan Jumat ditutup melemah menjadi Rp 16.280 per dollar AS. Sementara IHSG ditutup di level 7.087 atau minus 1,11 % dibandingkan penutupan bursa sehari sebelumnya. (Yoga)

 

Download Aplikasi Labirin :