;
Tags

Keuangan

( 1012 )

Neraca Pembayaran Defisit US$ 6 Miliar

KT1 21 May 2024 Investor Daily (H)

Bank Indonesia (BI) mencatat neraca pembayaran Indonesia (NP) pada kuartal I 2024 defisit  sebesar US$ 6 miliar. Defisit ini dinilai tetap rendah meskipun ekonomi global melambat. Di sisi lain transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali akibat peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global. Asisten Gubernur Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Senin (20/5/2024) menyampaikan, cadangan devisa pada akhir maret 2024 tetap tinggi di angka US$ 140,4 miliar.

Nilai tersebut setara dengan pembiayaan impor selama 6,2 bulan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar US$ 2,2 miliar (0,6% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan defisit US$ 1,1 miliar dolar AS (0,3% dari PDB) pada kuartal IV 2023. Neraca perdagangan nonmigas masih membukukan surplus, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya akibat penurunan kinerja  ekspor non migas sesuai dengan perlambatan ekonomi global. (Yetede)

Iim Ibrahim Lawan ”Pinjol” lewat Desa Wisata

KT3 20 May 2024 Kompas

Tangan dingin Iim Ibrahim (47) membuat BUMDes Arya Kamuning di Desa Kaduela, Kuningan, Jabar menjadi ladang rezeki warga. Kiprahnya selama empat tahun terakhir berhasil mengembangkan potensi Kaduela menjadi salah satu desa wisata terbaik di Indonesia. Matahari bersinar terik di Wisata Kolam Renang Side Land di Desa Kaduela, Rabu (1/5) siang. Di kawasan seluas 1 hektar itu, ada lima kolam renang di Side Land dengan kedalaman 50-150 cm. Ada juga perosotan menghadap terasering. Jumlah pengunjung bisa mencapai 150 orang per hari. Seperti para pengunjung yang bahagia, Iim Ibrahim juga merasakan hal yang sama. Jerih payahnya membesarkan Side Land bersama warga tidak sia-sia. Iim adalah Direktur BUMDes Arya Kamuning sejak 2020, yang mengelola dua tempat wisata, yaitu Side Land dan Telaga Biru Cicerem. Jarak keduanya 800 meter.

Kawasan Cicerem, luasnya 2,7 hektar. Mengandalkan air telaga yang biru, rata-rata pengunjung mencapai 500 per hari. Jumlahnya bisa membeludak berkali-kalilipat saat hari libur. ”Pemasukan dari Telaga Biru Cicerem dan Side Land Rp 50 juta per bulan,” katanya. Pendapatan itu memberi manfaat pada warga. Ada 12 pegawai tetap Side Land dan 35 pegawai tetap di Telaga Biru Cicerem. Tenaga lepasnya hingga 200 orang. Semuanya warga Kaduela. Pekerja lepas dibayar Rp 85.000 per hari, sedangkan pegawai tetap dibayar UMK Kuningan, Rp 2 juta. Setelah Iim terpilih menjadi Direktur BUMdes Arya Kamuning pada 2020. Ia merevitalisasi dan menambah fasilitas di Telaga Biru Cicerem, hasilnya memuaskan.

Sukses di Cicerem, Iim merintis Kolam Renang Side Land pada Maret 2021., yang memanfaatkan lahan milik desa yang terbengkalai. Tantangan ketika membangun Side Land adalah minimnya modal hingga pesimis sejumlah warga. ”Saya sampai pinjam uang menggadaikan sertifikat rumah di bank,” ujarnya. Kerja keras dan inovasi Iim membawa dampak besar bagi BUMdes Arya Kamuning dan masyarakat setempat. Kini BUMdes Arya Kamuning berkontribusi penting bagi pendapatan asli desa. ”Pada 2022, jumlahnya mencapai Rp 523 juta. Di tahun 2023, saat beragam pembangunan dilakukan, kami masih bisa menyumbang Rp 355 juta,” katanya.

Di tangan Iim, BUMDes tidak hanya memberi uang. Kehadirannya ikut membantu literasi keuangan warga. ”Sebagian warga pernah terjerat pinjaman online (pinjol) hingga rentenir. Lewat unit bisnis simpan-pinjam, kami coba melawan praktik itu,” katanya. September 2021, BUMDes Arya Kamuning mendapatkan modal awal dari pemerintah desa Rp 100 juta, yang digunakan untuk menjalankan unit usaha simpan-pinjam. BUMDes memberikan pinjaman Rp 1 juta kepada warga dengan bunga 1,5 % per bulan. Bila meminjam Rp 1 juta, warga membayar Rp 115.000 per bulan selama 10 bulan. Mulanya, hanya 10 nasabah di unit usaha ini. ”Sekarang, sudah ada 200 nasabah. Sebagian pernah terjerat pinjol dan rentenir. Sekitar Rp 250 juta bergulir di masyarakat,” ujarnya. (Yoga)


Buana Finance Raih Kredit Rp 50 Miliar dari Bank Jago

HR1 18 May 2024 Kontan
PT Buana Finance Tbk (BBLD) meraih tambahan fasilitas pinjaman senilai Rp 50 miliar dari PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kesepakatan fasilitas pinjaman tersebut ditandatangani Buana Finance dan Bank Jago pada 14 Mei 2024. Fasilitas ini menambah total plafon pinjaman Buana Finance kepada Bank Jago menjadi Rp 1,55 triliun. Sekretaris Perusahaan Buana Finance, Ahmad Khaetami mengatakan, tambahan pinjaman tersebut memiliki tenor 48 bulan. Pinjaman akan digunakan Buana Finance untuk menggenjot pembiayaannya. "Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk keperluan modal kerja," ujar Sekretaris Perusahaan Buana Finance, Ahmad Khaetami, Jumat (17/5). Pada 19 Maret, Buana Finance dapat kucuran kredit Rp 500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk dengan tenor 36 bulan. Lalu, pada 22 Maret 2024, Buana Finance dapat kredit Rp 300 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk.

Laba Jasa Raharja Naik 33%

HR1 16 May 2024 Kontan
PT Jasaraharja Putera membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang tahun 2023. Perusahaan yang kerap disebut Jasa Raharja Insurance ini mencetak laba setelah pajak sebesar Rp 124,6 miliar, tumbuh 33,3% year-on-year (yoy). Hasil laba yang tumbuh moncer ini ditopang dari pendapatan premi bruto yang naik 30,6% secara tahunan menjadi menjadi Rp 1,11 triliun pada 2023. Pendapatan premi reasuransi Jasa Raharja tumbuh 31,1% yoy menjadi Rp 339,1 miliar. Pendapatan underwriting juga meningkat 19,88% yoy menjadi Rp 821,7 miliar. Hasil investasi Jasa Raharja juga tumbuh 26% yoy menjadi Rp 334,5 miliar.

Tips Perencanaan Keuangan bagi Perempuan

KT3 11 May 2024 Kompas

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 yang dilaksanakan OJK mencatat bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan (literasi) perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, yaitu 50,33 %, sedangkan laki-laki 49,05 %. Peningkatan literasi keuangan bagi perempuan juga menjadi perhatian utama OJK. Agar terus meningkatkan kemampuan perempuan untuk cerdas dalam mengelola keuangan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain: 1. Pahami kondisi keuangan dengan membuat daftar pemasukan dan pengeluaran secara berkala. Hasil pencatatan keuangan secara rutin dapat digunakan untuk menyusun strategi pengelolaan utang, strategi investasi, dan menahan diri agar tidak menjadi impulsive buyer.

2. Lakukan pengalokasian keuangan dengan membuat beberapa pos anggaran, seperti kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dana pensiun, dan investasi. Untuk memastikan kondisi keuangan tetap terjaga ketika terjadi situasi yang tidak diinginkan, sangat penting untuk memiliki dana darurat. Bagi yang belum menikah, setidaknya enam kali pengeluaran bulanan, sedangkan bagi yang sudah menikah disarankan sembilan kali pengeluaran bulanan. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, pastikan untuk berinvestasi sesuai tujuan, waktu, dan profil risiko yang dimiliki. 3. Hindari ”impulsive buying”. Kemampuan untuk memprioritaskan ”penting” daripada ”perlu” dan kemampuan untuk membeli yang dibutuhkan bukan diinginkan menjadi hal penting dalammenjaga kesehatan keuangan dan terhindar dari impulsive buyer.

4. Komunikasikan kondisi keuangan dengan pasangan bagi perempuan yang sudah menikah, Komunikasi ini penting untuk dapat mencapai kemerdekaan keuangan sesegera mungkin. 5. Menambah sumber dan jumlah pendapatan. Perempuan dapat mencoba mencari sumber pendapatan baru, misalnya menjadi content creator dan berjualan daring. Dengan menambah sumber pendapatan, penghasilan yang diperoleh pun akan naik. Dengan demikian, jumlah dana yang diinvestasikan juga dapat ditambah. (Yoga)


Lembaga Amal dan KSP Bisa Jadi Alternatif

KT1 11 May 2024 Investor Daily (H)

Kehadiran lembaga keuangan yang bersifat amal (charity) bisa mnejadi solusi atau alternatif bagi guru untuk mendapatkan pinjaman saat muncul kebutuhan mendesak, sehingga mereka terhindar dari jeratan pinjol, terlebih yang ilegal. Alternatif ini perlu diupayakan, sembari solusi jangka panjang melalui peningkatan kesejahteraan guru dilakukan oleh pemerintah. Alternatif yang juga bisa  didorong adalah penyediaan pinjaman  melalui koperasi simpan pinjam (KSP) guru dengan proses yang cepat. Meski dari sisi jumlah, KSP kemungkinan tidak bisa memberi pinjaman sebesar pinjaman pinjol dari Fintech, apalagi perbankan, namun dengan dasar semangat gotong royong, jeratan pinjaman yang  yang menjadi berlipat akibat keterlambatan cicilan, bisa dihindari. Pakar ekonomi strategik Piter Abdullah mengatakan, selain perbaikan kesejahteraan guru, keberadaan lembaga keuangan yang bisa bersiang dengan pinjol yang bisa melepaskan guru dari jeratan pinjol. (Yetede)

Menaikkan Bunga Saja Tak Cukup Mengobati Rupiah

HR1 10 May 2024 Kontan

Langkah Bank Indonesia (BI) mengerek bunga acuan ke level 6,25% belum sepenuhnya manjur menahan pelemahan rupiah. Meski mulai menguat, nilai tukar rupiah masih berada di atas Rp 16.000 per dolar AS. Angka ini jauh melampaui asumsi pemerintah di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 yang senilai Rp 15.000. Tekanan terhadap rupiah diprediksikan masih terus terjadi, terutama berasal dari faktor eksternal. Pasar global masih gonjang ganjing, demikian pula dengan tensi geopolitik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda. BI terus mengupayakan agar rupiah bisa kembali menguat di bawah Rp 16.000. Gubernur BI Perry Warjiyo bilang, saat ini pergerakan rupiah cenderung lebih moderat seiring mulai masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, baik ke pasar surat berharga negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, tekanan terhadap rupiah berasal dari eksternal. Artinya, sentimen investor global terhadap emerging market di tengah ketidakpastian arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) memicu arus modal keluar dari berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. "Inilah yang membuat nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia juga relatif volatil beberapa waktu belakangan," kata dia, Rabu (8/5). Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, untuk meredam gejolak rupiah dibutuhkan pula peran institusi selain BI. "Pemerintah, misalnya mendorong sterilisasi produk ekspor yang punya nilai tambah tinggi," dia. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto bilang, untuk rupiah menuju ke Rp 15.000 sesuai asumsi makro masih berat, mengingat ketidakpastian geopolitik masih tinggi. "Di sisi lain tren bunga acuan The Fed sepertinya tidak segera diturunkan," kata dia.

Kesejahteraan dan Literasi Rendah, Guru Terjerat Pinjol

KT1 08 May 2024 Investor Daily (H)

Fakta ironis ketika Indonesia  sedang menyiapkan generasi emas untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ternyata guru dan pelajar menjadi kelompok masyarakat  terbanyak yang terlilit kredit macet pinjaman online (Pinjol). Salah satu penyebabnya adalah literasi keuangan di kalangan guru dinilai rendah. Demikian pula dengan kesejahteraan para guru, terutama honorer, sehingga mereka terdorong untuk mengambil jalan pintas mengambil pinjol demi mendanai kebutuhan. Pada titik ini, mau tak mau pemerintah, OJK, dan lembaga keuangan harus meningkatkan literasi keuangan para guru. Dengan begini, mereka pasti akan berpikir panjang kala hendak mengambil pinjol, karena tahu untung dan ruginya. Peningkatan kesejahteraan  guru, termasuk guru  honorer juga perlu dilakukan. hal ini bakal memperkuat fondasi keuangan para pendidik, sehingga tidak mudah tergoda oleh pinjol yang kebanyakan menawarkan kemudahan proses pencairan pinjaman. (Yetede)

Membenahi Dana Pensiun

HR1 06 May 2024 Bisnis Indonesia

Beberapa bulan belakangan ini industri keuangan Dana Pensiun (Dapen) menghadapi temuan yang serius semenjak Menteri BUMN Erick Tohir meminta audit seluruh Dapen di lingkungan BUMN. Ada tujuh Dapen yang di laporkan ke Kejaksaan dengan potensi kerugian Rp300 miliar (Bisnis Indonesia, 3/10/2023) yang semuanya adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), dan terbaru minggu kemarin Kejati DKI menetapkan salah seorang pejabat Dapen (di luar tujuh Dapen diatas) menjadi tersangka korupsi pengelolaan investasi Dapen (Bisnis Indonesia, 24/4/2024). Keberadaan Dapen bagaikan oasis di padang pasir bagi para purnatugas, karena uang pensiun menjadi tumpuan ekonomi para pensiunan BUMN di hari tua. Namun, tumpuan tersebut entah karena salah investasi ataupun adanya fraud dari pengelola membuat rontoknya harapan hingga nasabah kalangkabut, bahkan ada yang justru menikmati hari tua dengan sengsara.

Beberapa temuan tersebut yang menonjol di antaranya adalah;Pertama, tidak adanya penyesuaian regulasi internal. Padahal, regulasi terkait dari pemerintah sudah berubah. Kedua, Monitoring yang tidak berkala atas penempatan investasi. Ada beberapa Dapen masih bertahan lama saat emiten tersebut sudah keluar dari LQ45, sehingga risiko di depan mata dan rata-rata terlambat untuk keluar dari jurang kerugian. Ketiga, Penempatan investasi dengan mengabaikan regulasi. Keempat, Tidak maksimalnya Komite Manajemen Risiko.

Atas beberapa temuan tersebut, maka pembenahan secara simultan perlu dilakukan sesuai dengan temuan yang ada. Namun, ada opsi revolusioner yang secara bertahap dapat dilakukan; Pertama, memastikan dana pensiun apakah akan tetap berada pada Pemberi Kerja (DPPK) ataukah akan digeser ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kedua, jika tetap mempertahankan pada DPPK, maka pemanfaatan digitalisasi serta pengelolaan dengan menggunakan teknologi informasi bahkan dengan pendekatan pada Artificial Intelligence sangat mendesak untuk dilakukan.

DANA PIHAK KETIGA : TABUNGAN KELAS MENENGAH NAIK

HR1 04 May 2024 Bisnis Indonesia

Rekening tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi pada Maret 2024. Kondisi ini mengindikasikan kue perbaikan ekonomi yang mulai dirasakan kalangan menengah-bawah. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada periode akhir kuartal I/2024 tidak hanya simpanan di atas Rp5 miliar yang mengalami kenaikan, tabungan di bawah Rp100 juta tumbuh sebesar 7,3% YoY. Angka itu lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 5,17% YoY. Sementara itu, bila dibandingkan dengan Maret 2023, capaian saat ini mengalami kenaikan cukup signifi kan. Pada periode yang sama tahun lalu, isi rekening di bawah Rp100 juta hanya tumbuh 3,1% YoY. 

“Ini kelihatannya kue perbaikan ekonomi mulai dirasakan masyarakat bawah, stabilitas ekonomi harusnya semakin kuat,” ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II pada Jumat (3/5). Lebih lanjut, Purbaya menambahkan tabungan di atas Rp5 miliar dilaporkan tumbuh sebesar 9,45% YoY, lebih tinggi ketimbang Februari 2024 yang sebesar 6,10% YoY. Secara total, pada Maret 2024 kenaikan dana pihak ketiga (DPK) perbankan terus membaik ke level 7,44% YoY dipengaruhi oleh perilaku investasi nasabah korporasi. Di sisi lain, Bank Indonesia memperkirakan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal II/2024 bakal terus meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sesuai dengan pola historisnya.Mengutip Survei Perbankan yang dirilis Bank Indonesia, DPK bakal meningkat terindikasi dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 79,1%, lebih tinggi dibandingkan 16,1% pada kuartal IV/2023. Pada laporan yang sama, diperkirakan pertumbuhan DPK sampai dengan akhir tahun 2024 masih tinggi. 

Hal ini tecermin dari SBT prakiraan penghimpunan DPK tahun 2024 yang tercatat positif sebesar 79,1%, tidak setinggi SBT 93,7% pada tahun sebelumnya. Adapun, penghimpunan DPK pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp8.333 triliun, tumbuh 7,4% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Februari yang sebesar 5,4% yoy. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan menyebut saat ini bank sedang berkompetisi menjaga likuiditas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan kredit 2024 , perbankan mengoptimalkan pendanaan kredit melalui strategi pengelolaan aset dengan memperhatikan aspek safety, liquidity dan profi tability. Ke depan, ujar Perry, penguatan KLM dilakukan dengan mengoptimalkan insentif likuiditas yang tersedia serta memperluas cakupan sektor prioritas yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.