;

DANA PIHAK KETIGA : TABUNGAN KELAS MENENGAH NAIK

Ekonomi Hairul Rizal 04 May 2024 Bisnis Indonesia
DANA PIHAK KETIGA : TABUNGAN KELAS MENENGAH NAIK

Rekening tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi pada Maret 2024. Kondisi ini mengindikasikan kue perbaikan ekonomi yang mulai dirasakan kalangan menengah-bawah. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada periode akhir kuartal I/2024 tidak hanya simpanan di atas Rp5 miliar yang mengalami kenaikan, tabungan di bawah Rp100 juta tumbuh sebesar 7,3% YoY. Angka itu lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 5,17% YoY. Sementara itu, bila dibandingkan dengan Maret 2023, capaian saat ini mengalami kenaikan cukup signifi kan. Pada periode yang sama tahun lalu, isi rekening di bawah Rp100 juta hanya tumbuh 3,1% YoY. 

“Ini kelihatannya kue perbaikan ekonomi mulai dirasakan masyarakat bawah, stabilitas ekonomi harusnya semakin kuat,” ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II pada Jumat (3/5). Lebih lanjut, Purbaya menambahkan tabungan di atas Rp5 miliar dilaporkan tumbuh sebesar 9,45% YoY, lebih tinggi ketimbang Februari 2024 yang sebesar 6,10% YoY. Secara total, pada Maret 2024 kenaikan dana pihak ketiga (DPK) perbankan terus membaik ke level 7,44% YoY dipengaruhi oleh perilaku investasi nasabah korporasi. Di sisi lain, Bank Indonesia memperkirakan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal II/2024 bakal terus meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sesuai dengan pola historisnya.Mengutip Survei Perbankan yang dirilis Bank Indonesia, DPK bakal meningkat terindikasi dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 79,1%, lebih tinggi dibandingkan 16,1% pada kuartal IV/2023. Pada laporan yang sama, diperkirakan pertumbuhan DPK sampai dengan akhir tahun 2024 masih tinggi. 

Hal ini tecermin dari SBT prakiraan penghimpunan DPK tahun 2024 yang tercatat positif sebesar 79,1%, tidak setinggi SBT 93,7% pada tahun sebelumnya. Adapun, penghimpunan DPK pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp8.333 triliun, tumbuh 7,4% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Februari yang sebesar 5,4% yoy. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan menyebut saat ini bank sedang berkompetisi menjaga likuiditas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan kredit 2024 , perbankan mengoptimalkan pendanaan kredit melalui strategi pengelolaan aset dengan memperhatikan aspek safety, liquidity dan profi tability. Ke depan, ujar Perry, penguatan KLM dilakukan dengan mengoptimalkan insentif likuiditas yang tersedia serta memperluas cakupan sektor prioritas yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Download Aplikasi Labirin :