Keuangan
( 1012 )Dampak Perang Tarif dan Ketidakpastian Ekonomi Global
Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di posisi 5,75% untuk menjaga resiliensi perekonomian domestik di tengah tekanan akibat ketidakpastian perekonomian global. Langkah ini kian diperlukan menyusul penerapan tarif resiprokal oleh perintah AS teradap sejumlah negara, termasuk Indonesia. Peneliti center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menejelaskan bahwa BI masih akan memeprtahnalan suku bunga acuan pada April 2025. Dengan harapan perekonomian nasional terjaga dan ekpektasi investor yang menyimpan modal dalam pasar keuangan domestik tetap terjaga. Sehingga jumlah aliran modal asing tetap bertahan di pasar keuangan dalam negeri. BI akan memutuskan suku bunga acuan ini dalam Rapat Dewan Gubernur yang akan berlangsung pada 22-23 April 2025.
"Ditengah ketidakpastian global yang terus meningkat, terutama akibat perang tarif antara negara-negara besar seperti AS dan China, keputusan untuk menahan suku bunga menjadi langkah kehati-hatian yang tepat. Menjaga suku bunga tetap di level saat ini menjadi langkah kompromi yang paling logis," jelas Yusuf kepada Investor Daily. Bila perang tarif masih berlanjut, maka tidak hanya menekan perdagangan global, tetapi juga memicu gelombang ketidakpastian pada arus investasi dan stabilitas pasar keuangan, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Ketegangan tersebut akan memberikan dampak pada melemahnya permintaan gloabal, yang berimbas pada ekspor Indonesia , serta memperburuk sentimen pelaku pasar terhadap risiko negara berkembang. (Yetede)
LPS Mencatat Simpanan Jumbo Tumbuh Tipis
Perpres PCO Digugat, Istana Angkat Bicara
BI Siapkan Kolaborasi QRIS-AS
Pertumbuhan Dana Valas Semakin Agresif
Masa Depan QRIS dan GPN Bergantung pada Hasil Negosiasi
BSI dan Penggadaian Panen Transaksi Emas
Bertaruh di Jalur Energi Hijau
Transisi Energi: Perjalanan Masih Panjang
Politik Uang Terbongkar oleh Gakkumdu
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









