;
Tags

Sawit

( 322 )

Dana Pungutan Ekspor Sawit Terkumpul Rp 69,7 T

HR1 29 Dec 2021 Kontan

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan, dana pungutan dari ekspor sawit mencapai lebih dari Rp 69 triliun sejak Januari hingga pertengahan Desember 2021. Capaian ini menjadi yang terbesar sejak BPDPKS didirikannya BPDP KS tahun 2015. Sebelumnya, pungutan ekspor sawit terbesar adalah sebesar Rp 40,77 triliun pada tahun 2019. "Pungutan ekspor yang kami himpun pada tahun 2021 ini sampai dengan tanggal 17 Desember mencapai Rp 69,7 triliun. Ini merupakan jumlah pungutan terbesar sepanjang didirikannya BPDPKS," kata Eddy Abdurrachman, Direktur Utama BPDPKS, Selasa (28/12).

Eddy menerangkan, dana tersebut digunakan untuk menjalankan program-program. Diantaranya, pemberian dukungan untuk program kewajiban biodiesel, peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana sawit, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, serta program promosi dan kemitraan. Ia mengatakan, volume ekspor sawit hingga 17 Desember telah mencapai 35,88 juta ton dan nilai ekspor sawit sebesar US$ 28,99 miliar. Jika dihitung sejak 2015, nilai ekspor sawit periode Juli 2015-November 2021 berada di rentang US$ 7,7 miliar-US$ 28,99 miliar, dengan rata-rata nilai ekspor US$ 20,67 miliar. "Atau rata-rata 14% dari total ekspor non migas di Indonesia," ucap Eddy.


Harga CPO 2022 Tetap Tinggi, Butuh Strategi Kendalikan Laju Inflasi

KT1 27 Dec 2021 Investor Daily

Harga minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) diproyeksikan tetap  tinggi diatas US$ 1.000 per ton tahun depan. Kondisi tersebut akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik yang berpotensi mendongkrak inflasi. Karena itu, kenaikan harga CPO perlu disikapi dengan menyiapkan strategi pengendalian laju inflasi yang tepat. Wakil Ketua Umum Gabungan Pengausaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tagor Sitanggang menyatakan, fakta menarik yang timbul sebagai dampak kenaikan harga CPO adalah menanjaknya harga minyak goreng sehingga menyebabkan tingginya inflasi. "Kenaikan harga CPO membuat devisa negara bertambah, tapi disisi yang lain inflasi harus tetap dijaga. Ini menjadi tantangan, apa yang harus dilakukan. Kondisi global saat ini memang terjadi peningkatan permintaan mau tidak mau membuat harga komoditas, seperti sawit, juga mengalami kenaikan harga, ini tidak bisa dihindari." Jelas Togar. (Yetede)

Harga CPO 2022 Tetap Tinggi, Butuh Strategi Kendalikan Laju Inflasi

KT1 27 Dec 2021 Investor Daily

Harga minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) diproyeksikan tetap  tinggi diatas US$ 1.000 per ton tahun depan. Kondisi tersebut akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik yang berpotensi mendongkrak inflasi. Karena itu, kenaikan harga CPO perlu disikapi dengan menyiapkan strategi pengendalian laju inflasi yang tepat. Wakil Ketua Umum Gabungan Pengausaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tagor Sitanggang menyatakan, fakta menarik yang timbul sebagai dampak kenaikan harga CPO adalah menanjaknya harga minyak goreng sehingga menyebabkan tingginya inflasi. "Kenaikan harga CPO membuat devisa negara bertambah, tapi disisi yang lain inflasi harus tetap dijaga. Ini menjadi tantangan, apa yang harus dilakukan. Kondisi global saat ini memang terjadi peningkatan permintaan mau tidak mau membuat harga komoditas, seperti sawit, juga mengalami kenaikan harga, ini tidak bisa dihindari." Jelas Togar. (Yetede)

Harga CPO 2022 Tetap Tinggi, Butuh Strategi Kendalikan Laju Inflasi

KT1 27 Dec 2021 Investor Daily

Harga minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) diproyeksikan tetap  tinggi diatas US$ 1.000 per ton tahun depan. Kondisi tersebut akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik yang berpotensi mendongkrak inflasi. Karena itu, kenaikan harga CPO perlu disikapi dengan menyiapkan strategi pengendalian laju inflasi yang tepat. Wakil Ketua Umum Gabungan Pengausaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tagor Sitanggang menyatakan, fakta menarik yang timbul sebagai dampak kenaikan harga CPO adalah menanjaknya harga minyak goreng sehingga menyebabkan tingginya inflasi. "Kenaikan harga CPO membuat devisa negara bertambah, tapi disisi yang lain inflasi harus tetap dijaga. Ini menjadi tantangan, apa yang harus dilakukan. Kondisi global saat ini memang terjadi peningkatan permintaan mau tidak mau membuat harga komoditas, seperti sawit, juga mengalami kenaikan harga, ini tidak bisa dihindari." Jelas Togar. (Yetede)

Jangan Terlena dengan Bonanza Komoditas

KT3 23 Dec 2021 Kompas

Meski sedang menikmati harga tinggi CPO sepanjang 2021 di atas 1.000 dollar AS per ton dan mencapai titik tertinggi 1.390 dollar AS per ton, pada Oktober 2021, seluruh pihak di industri kelapa sawit nasional diharap tak terlena bonanza atau keuntungan besar lonjakan harga komoditas. Industri ini dibayangi kenaikan biaya produksi lebih besar dari kenaikan harga jual dipicu kenaikan upah minimum, sementara produktivitas tanaman belum optimal. Intensifikasi perlu didorong untuk memacu produktivitas.

Menteri Pertanian periode 2000-2004 Bungaran Saragih (22/12) berkata, produktivitas sawit Indonesia saat ini jauh di bawah potensinya. Data Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), produktivitas sawit rakyat 3,3 ton per ha, produktivitas sawit kebun BUMN 3,8 ton per ha dan kebun swasta 3,9 ton per ha,  jauh dibawah potensi yang menurut riset PPKS bisa mencapai 7,8 ton per ha. Produktivitas bisa didorong melalui intensifikasi, antara lain melalui peremajaan tanaman.  (Yoga)


Perkebunan Sumbang 94% Devisa Sektor Pertanian

KT1 21 Dec 2021 Investor Daily

Perkebunan merupakan penyumbang utama devisa ekspor  sektor pertanian. Tahun 2021, nilai ekspor pertanian mencapai Rp 451,8 triliun. Dari jumlah tersebut, hampir 94% dikontribusi oleh subsektor perkebunan dengan komoditas utama kelapa sawit. "Kelapa sawit sudah dikembangkan sejak 1910. Kemudian pengembangan kelapa sawit semakin besar lewat kebijakan pemerintah seperti Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR)," kata Ali Jamil dalam webinar Ditjen Perkebunan. Ali menambahkan, program Peremajaan Sawit Rakyat dengan dana dari Badan Pengelola Dana  Perkebunan Kelapa Sawit memberikan kemudahan petani untuk meremajakan kebunnya. Negara tujuan ekspor meliputi Malaysia, Jerman, Jepang,  Afrika Selatan, Taiwan, Vietnam, Philipina, India, Ukraina, Argentina, Spanyol, AS, Korea  Selatan, Belanda, Polandia, Thailand, Algeria, Pakistan Uni Emirat Arab, Haiti, Singapura, Mesir, Iraq, Bangladesh dan Odessa. (Yetede)

Produk Sawit Kontribusi 13,5% Terhadap Nonmigas

KT1 20 Dec 2021 Investor Daily

Industri minyak kelapa sawit masih terus tumbuh positif dan mampu memberikan kontribusi terbesar, sebagai salah satu industri unggulan, dalam menunjang ekonomi Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada besaran kontribusi yang mencapai 13,5% terhadap rata-rata ekspor non migas dan 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Dalam rangka meningkatkan industri sawit berkelanjutan, telah dilakukan usaha membangun kolaborasi yang terus menerus antara pelaku usaha dengan pemerintah di daerah. "Sampai dengan Oktober 2021, produksi CPO mencapai 39 juta ton dan PKO mencapai 3,7 juta ton. Berdasarkan pengamatan di lapangan, produksi November hingga Desember diperkirakan akan naik dengan total 8.500 ribu ton dan PKO sekitar 815 ribu ton, sehingga produksi CPO 2021 diperkirakan mencapai 47.472 ribu ton atau total 51.965 ribu ton," kata Mukti Sardjono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pekan lalu. Total konsumsi minyak sawit dalam negeri selama 4 bulan terakhir sedikit fluktuasi pada level 1.460 ribu ton/bulan. (Yetede)

Produk Sawit Kontribusi 13,5% Terhadap Nonmigas

KT1 20 Dec 2021 Investor Daily

Industri minyak kelapa sawit masih terus tumbuh positif dan mampu memberikan kontribusi terbesar, sebagai salah satu industri unggulan, dalam menunjang ekonomi Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada besaran kontribusi yang mencapai 13,5% terhadap rata-rata ekspor non migas dan 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Dalam rangka meningkatkan industri sawit berkelanjutan, telah dilakukan usaha membangun kolaborasi yang terus menerus antara pelaku usaha dengan pemerintah di daerah. "Sampai dengan Oktober 2021, produksi CPO mencapai 39 juta ton dan PKO mencapai 3,7 juta ton. Berdasarkan pengamatan di lapangan, produksi November hingga Desember diperkirakan akan naik dengan total 8.500 ribu ton dan PKO sekitar 815 ribu ton, sehingga produksi CPO 2021 diperkirakan mencapai 47.472 ribu ton atau total 51.965 ribu ton," kata Mukti Sardjono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pekan lalu. Total konsumsi minyak sawit dalam negeri selama 4 bulan terakhir sedikit fluktuasi pada level 1.460 ribu ton/bulan. (Yetede)

Tren Harga, Menakar Prospek CPO dan Batu Bara 2022

HR1 06 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Harga komoditas andalan ekspor Indonesia yakni batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) diperkirakan masih akan menikmati bulan madu pada tahun depan. Seperti diketahui, CPO dan batu bara masih menjadi salah satu kontributor terbesar ekspor Indonesia. Hal itu setidaknya tercermin dari kinerja perdagangan Indonesia pada Oktober lalu. Kinerja ekspor Indonesia melanjutkan tren kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah pada Oktober 2021. Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh peningkatan harga komoditas seperti minyak kelapa sawit hingga batu bara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor Oktober 2021 yang mencapai US$22,03 miliar, bahkan menjadi ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah.

“Ini mengindikasikan peningkatan ekonomi, sedangkan produksi tidak seimbang sehingga terjadi krisis energi di beberapa wilayah seperti China, Asia Tengah, hingga Eropa,” kata Ibrahim kepada Bisnis, Selasa (30/11). Serangkaian sentimen tersebut pada akhirnya menjadi faktor pendorong harga komoditas seperti batu bara dan CPO untuk terus mengalami kenaikan. “Pada 2022 kemungkinan besar pada kuartal I, juga masih akan naik karena masih belum stabilnya pasar bahan bakar terutama minyak dunia, karena pada November hingga Februari tahun depan musim dingin ekstrim di beberapa negara. Kondisi ini membutuhkan energi batu bara dan gas alam,” katanya. Dengan demikian, dia memprediksi pada 2022 harga komoditas seperti CPO dan batu bara akan melambung tinggi setidaknya sepanjang semester pertama. Ibrahim memproyeksikan pada tahun depan harga CPO akan berada pada level 5.000 ringgit Malaysia sementara batu bara pada level US$150 per ton.


Industri Rugi Membeli Saham IPO Perkebunan Sawit

KT1 03 Dec 2021 Investor Daily

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) meningkat sepanjang tahun 2021, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini bisa menjadi momentum bagi perusahaan kelapa sawit melakukan ekspansi bisnis dengan menarik dana dari pasar saham melalui IPO.

Untuk tahun 2022, harga CPO diperkirakan masih akan mampu bertahan di kisaran RM 4.000an/ton, dengan kondisi supply relatif stabil dan demand masih cukup besar  dari Tiongkok dan India. Perkebunan sawit diperkirakan masih akan mampu menjadi salah satu sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan tahun ini.

Di sisi lain, pembeli saham-saham IPO tentu memiliki resiko, termasukpada saham emiten perkebunan sawit. Salah satu resiko adalah data historis dari emiten tersebut masih tidak sebanyak emiten yang sudah lama melantai di lantai bursa. Data historis penting, sebab akan menjadi track record kemampuan emiten menghadapi krisis. (Yetede)